"On, Hong, Raon, Lock, Nona Rosalyn, Beacrox, Ron, Eruhaben-nim, Hyung, Choi Han."
Cale memanggil nama kelompoknya satu persatu tanpa melihat mereka. Dia tidak melihat setiap individu tersentak mendengar nada acuh tak acuh saat Cale memanggil mereka.
"Aku akan pergi."
Cale berjalan menuju pintu keluar vila Super Rock. Tanpa melihat keelakang, dia tahu yang lain langsung berdiri untuk ikut atau mencegahnya.
"Tidak perlu mengikutiku."
Mereka langsung terhenti setelah mendengarnya.
Cale sedikit berbalik untuk tersenyum dan mengatakan, "Jangan khawatir, aku pasti kembali."
Teman-temannya kembali tersentak, kali ini dengan nada lembut dan kata-katanya. Bukan 'aku akan baik baik saja', tapi 'aku pasti kembali'. Mereka bisa tahu itu mungkin bukan sekedar jalan-jalan malam, itu terdengar dia akan pergi ke tempat yang jauh dan lama.
Dia segera keluar dan pintu tertutup,
tanpa melihat reaksi teman, tidak, mungkin keluarganya.
Jemari tangannya retak dan menjadi serpihan cahaya yang kemudian tertiup angin. Retak itu menjalar ke lengan, leher wajah dan kepalanya, bahkan mungkin sekujur tubuhnya.
Cale, tubuhnya retak dan menjadi serpihan cahaya.
Dia menghilang begitu saja.
Tanpa ada yang melihatnya.
Tidak.
Semua orang melihatnya. Teman-temannya, kelompoknya, keluarganya.
Mereka melihat Cale menghilang tertiup angin.
***
Pertempuran terakhir melawan White Star.
Cale dan kelompoknya sedang duduk dan menyusun rencana di Vila Super rock di Hutan Kegelapan.
Cale terdiam sambil melihat diskusi kelompoknya. Bukan dia tidak fokus sambil memikirkan rencana malasnya. Itu karena dia mendengar suara di kepalanya.
[Cale Henituse yang juga Kim Rok Soo.]
Wajah Cale membeku. Teman-temannya tidak memperhatikan itu saat suara kembali terdengar.
[Aku punya penawaran untukmu.]
'Apa yang bajingan ini katakan sekarang?'
[Aku melihat masa depan. Aku akan memberitahumu selagi kalian menyusun rencana.]
Cale mengerutkan kening dan sedikit menggelangkan kepalanya. 'Tidak, aku tidak ingin tahu. Apapun itu jang-.'
[Ini tentang pertempuran terakhir kalian.]
Cale terdiam. Suara itu berlanjut.
[Aku melihat masa depan sebagian besar kelompokmu. Yang lain selamat, tapi sekarat sampai kau akhirnya menemuiku lagi.]
Cale kembali mengerutkan kening.
[Tentu saja kalian menang dan White Star itu musnah, tidak, itu mungkin hanya kemenanganmu. Kau satu satunya yang selamat bahkan tanpa cacat di tubuhmu.]
Tatapan Cale tampak mengatakan 'lalu apa yang kau inginkan?'
Suara itu lalu terdengar segar.
[Tentu saja aku datang dengan solusi. Itulah kenapa aku ingin membuat penawaran.]
Kata 'solusi' yang suara itu katakan terdengar seperti 'masalah' di telinga Cale.
[Kenapa kau membuat ekspresi itu? Aku serius!]
YOU ARE READING
The Moonlight
Fanfiction✨Kesepakatan Cale dengan Dewa Kematian✨ ✨Semua orang hidup damai✨ ✨Cale mendapatkan kehidupan malasnya✨ ✨Dewa Kematian tidak bisa melihat masa depan. Satu-satunya masa depan yang Dewa Kematian lihat adalah kematian itu sendiri.✨ ********************...
