Arabella's POV
"Coba sebutin dua lagu Arctic Monkeys kesukaan lu."
Alis gua menyatu karna tiba-tiba Haechan menyuruh gua untuk menyebutkan dua lagu Arctic Monkeys yang paling gua suka. Yang gua tau Haechan adalah tipe orang yang random.
Gua bungkam sejenak untuk memikirkan lagu Arctic Monkeys yang paling gua suka. Sebenernya gua juga nggak begitu tau banyak lagu dari Acrtic Monkeys.
"Cornerstone sama Mad Sounds." Jawab gua.
"Lu nggak nanya lagu Arctic Monkeys kesukaan gua?" Tanya Haechan dan gua menggelengkan kepala gua.
Ya, emang gua sama sekali nggak penasaran apa lagu kesukaan dia. Sekali pun gua tau, gua nggak bakalan ngapa-ngapain. Jadi, gua sama sekali nggak ada niat buat nanya balik ke dia.
"Kalo gua—"
"Gua nggak nanya." Potong gua.
"Arabella, I Wanna Be Yours."
Gua langsung menoleh ke arahnya dan mengerutkan kedua alis gua. Dia barusan ngapain? Dia ngegombal atau becanda? Candaannya itu sama sekali nggak lucu buat gua.
"Gua nembak lu. Lu mau apa nggak?" Tanya Haechan.
"Ya udah. Kalo lu nembak, gua mau."
—
Halo! Balik lagi sama cerita baru Author. Waktu itu ada yang milih dibikinin FFnya Haechan dan di sini Auhtor balik sama FFnya Haechan.
Semoga suka <3
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Arabella ; Lee Haechan
Hayran KurguMy days end best when the sunset gets itself behind That little lady sitting on the passenger side It's much less picturesque without her catching the light The horizon tries but it's just not as kind on the eyes as Arabella
