NETRA MU

7 0 0
                                        

Cinta kadang hadir dengan tidak terkira,tiada di duga,bahkan kita tak tau kapan Tuhan mempertemukan kita.jika katanya kamu pemilih,tak luput kamu memilih cinta yg paling sempurna,dan cinta yg paling persis seperti hayalmu.
Entah mengapa,hati ini memilihmu menjadi tempatmu,dan entah mengapa tujuan hati ini hanya memilih dan menahkodakan mu,untuk menjadi rumahku pulang.
Dalam diam aku menemukan kebahagiaan untuk mencintaimu,menjadi canduku dari setiap rongga waktu tentangmu.

"Aww" suara yang terdengar ringkih,bahkan nyaring itu,mengisi seluruh frekuensi ruangan basket.
"Lo nggk apa apa ren?".tanya salah satu teman Rena,yg barusan sadar,ketika  temanya terkena pentalan basket.
"Bodoh sih lagi lagi cowok aneh kaya dia bikin ulah,dasar es batu". Olok Rena,kembali berdiri

"Mana bola nya" ,Seseorang bertubuh ramping,rapi dan berambut hazel,menghampiri Rena dan Aqis, sorotan matanya tajam tak suka,sembari berjalan tegap menghampiri.

"Lo gk di ajarin sopan santun ya?,minta maaf juga nggk,ini kepala woy, kalo gua gagar otak gimana?,kalo gua minta visum, Lo mau tanggung jawab?".
Ucap Rena,sambil menodongkan tubuhnya,berhadapan tegak,tak mau kalah.

"Serah" mengambil bola dengan paksa dari tangan Rena,kemudian membelakangi Rena,dan mengacuhkan sarkas ocehan yg membuat telinga mendung pengang.

"Gua sumpahin Lo,Lo bakalan suka sama gua". Tegas Rena,sembari melihat kepergian manusia berambut hazel itu,kembali bermain basket,meski dengan segumpal amarah dan rasa tak puas yg membara.

"Sebel gua qis,serius,cowok kaya mendung harus di kasih pelajaran,seenaknya klo berulah,mentang mentang orang kaya,kaum kaya kita,selalu ada di bawahnya". Mendengus kemudian pergi ke ruang ganti

---------------
Jam masuk pelajaran, matematika.

Suara gaduh nan riuh,mengisi seluruh arkade gedung kelas 12 itu,namanya juga guru belum datang,jadi sedikit ramai pula,sebelum pelajaran berlangsung.

Di bangku pojok paling belakang,ada lelaki berambut hazel itu,tengah mendengarkan musik,kepribadian nya aneh,bahkan bisa di katakan dia antisosial,tapi tidak juga,ia punya geng dan wewenang lebih di sekolah,siapa lagi kalo bukan,mendung.

"Ikut hangout yuk?",ajak salah satu teman aqis pada aqis,aqis melirik renan seraya renan,mengiyakan kemauan temanya.

"Yg di ajak kan lu qis,bukan gua".tegas renan kembali membaca buku.

"Yaiyalah gua ngajak aqis,lu kan miskin mana punya uang nona renandita".oceh salah satu teman aqis,namun kali ini yg bicara bukanlah cewek biasa,tapi cewek yg kaya tajir melintir,yg di gemari banyak cowok.

"Gak,gua gk ikut kalian,gua ada belajar kelompok sama renandita". Tolak aqis,sambil beralih pandangan menoleh renan.

"Lu klo bergaul sama dia gk akan bisa kenyang,adanya lu di porotin ahahahhh".ejek Jihan,pada renan.

Renan sadar,bahwa ia masuk sekolah karena bantuan jalur beasiswa,uang sakunya pun harus di paruh biaya angkot,padahal termasuk kekurangan juga hidup renan.

"Lu ikut aja qis,kerja kelompok nya bisa di jadwal lain kali" senyum hangat.

"Oummm oke deh klo gitu,gua nanti pulang sekolah,ikut kalian ".jawab aqis pada Jihan in the geng.

Kemudian gurupun datang,untuk memulai mengajar kan mata pelajarannya.









Senja menyongsong,menyapa langit yg tadinya cerah merekah,dan gadis berambut hitam legam ini , masih menunggu angkot langganannya,belum juga datang,tepat di depan halte sekolah.
"Mana ya,ko belom dateng",sesekali melihat jam tangan tua nya.
Kemudian menengok kanan kiri,siapa tau angkot itu datang.

"Duh,bisa bisa bunda marah nih".nada kesal,dan raut wajah susah, mulai mengembang.

"Lu nggk tau ya?,hari ini angkot sedang pemeriksaan". Suara nya yg ringan,membuat renan mendongakkan kepalanya,melihat siapa yg tengah bicara padanya.

"Sok tau".cetus renan,memalingkan pandangan.
"Mau nunggu sampe kapan?,sampe malem pun,angkot nggk akan Dateng".jelas lelaki itu,berusaha meyakinkan renan.

Renan memasang wajah cemas,tanpa peduli ucapan lelaki itu.

"Ayo,dimana rumah lu,gua antar pulang".tawarnya sambil membuka helm.

"Mahal".

"Ogh jadi nolak?,bagus y penolakan nya".jawab mendung.

"Kali aja lu bakalan minta ongkos nganterin, lebih mahal dari angkot langganan gua".

"Naik". Memakai helm.

"Pergi sana,gua gk suka di kasihani".

"Ayo naik,keburu ujan nih". Jawab mendung,yg sekarang mengeret lengan renan,hingga berdekatan dengan nya.

Dengan rasa terpaksa,dan juga jengkel,renan kemudian naik ke motor mendung.jangan bilang,perasaan kesal renan masih membara akibat lemparan bola basket tadi siang,gara2 malam,renan harus mengobati merah2 di jidatnya di UKS.

------------

Hi readers,segini aja y dulu, perkenalan mendung dan renan akan segera di mulai,apakah nanti mereka dekat??

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 25, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ICE PRINCESSStories to obsess over. Discover now