Hari ini adalah hari akhir dimana aku bersekolah di Starlight High School.
Aletta Grizella, itulah namaku. Hampir satu jam aku berdiri di tepi jalan, menunggu kendaraan umum yang lewat, namun sejak tadi tidak terlihat satupun.
Kaki terasa hampir patah karena terus berdiri, aku pun menyerah dan mulai berjalan ke arah pulang.
Belum jauh dari tempat aku berdiri tadi, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti tepat disebelah ku. Perlahan pintu mobil itu terbuka, dan keluarlah seorang laki-laki yang terasa tidak asing di mataku.
"Lo belum pulang?" tanya laki-laki itu.
Ah ternyata itu Alex, Alexander Galberto. Teman sekelas ku saat kelas 2 SMP
"Belum, gak ada kendaraan umum yang lewat." jawabku
"Terus lu mau jalan kaki, gitu?"
"Heum kayaknya gitu."
Tiba-tiba saja Alex menarik tanganku dan membawa ku masuk kedalam mobilnya.
"Ngapain Lex?" tanyaku bingung.
"Gua anter lu pulang, rumah lu masih yang dulu kan?" tanya Alex dengan wajah dinginnya itu.
"I-iyah, masih yang dulu kok."
"Yaudah pake sabuknya." Alex mulai menyalakan mesin mobil dan mulai menyetir.
Alex adalah laki-laki yang pernah aku sukai, dengan kata lain gebetan ku (?)
Aku merasa gerogi karena Alex hanya diam dan fokus menyetir. Akupun hanya bisa memandangi jalan dari dalam mobil.
"Lo mau lanjut kemana?" tanya Alex yang memecahkan keheningan.
"Kayaknya gue lanjut kerja deh, lo?"
"Hm, gua mau kuliah, doa'in aja semoga diterima." ucapnya singkat.
"Aamiin, yang terbaik buat kita semua deh."
"Hmm ya."
"Gimana pertemanan lu di SMA, Lex?" tanyaku yang asal berbicara karena tidak tau topik apa yang dapat membuat suasana mobil ini tidak hening
"Gada temen." jawabannya singkat.
WHAT? GADA TEMEN?!
"Hah, serius lu?!" sebenarnya aku sudah tidak terkejut lagi, karena sejak SMP pun dia memang penyendiri. Karena sifatnya yang dingin itu, bahkan lebih dingin dari es batu.
"Hm, kenapa?"
"Ehhmm gapapa sih, udah gue duga juga. Lu mah gak usah di tanya hehe." ujarku.
Tanpa sadar aku melihat dia tersenyum, walau senyuman nya kecil.
"Bisa senyum juga lu?" ujarku yang disusul dengan tertawa.
Bukannya ikut tertawa, wajahnya kembali menjadi datar. Dasar Alex.
"Berhenti di depan gang aja Lex,"
"Hm Oke."
Alex pun memberhentikan mobilnya tepat di depan gang rumah ku.
"Thanks ya Lex, mau mampir dulu?" tanyaku yang mulai membuka sabuk pengaman.
"Gak usah, gua juga mau pulang." jawabnya.
"Oke, lo hati-hati. Gue duluan." ujarku yang keluar dari mobil nya.
"Hm."
Alex pun menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan ku. Setelah tidak lagi terlihat mobilnya, aku pun segera berjalan masuk ke arah rumahku.
****
Hari yang sudah gelap, mendekati pukul 9 malam. Aku pun merebahkan tubuhku di atas kasur, dan membuka ponselku.
Tiba-tiba ada sebuah notif dari instagram, aku langsung saja membuka aplikasi instagram. Aku melihat sebuah dm atau chatt dari seseorang.
"Alex? Kenapa?"
Aku langsung saja membuka chatt dari nya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ah aku mencari cari gelang ku dari tadi, tidak disangka ada padanya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jantung ku mulai berdebar karena pesannya itu. Bisa-bisanya dia bertanya seperti itu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Huh dasar laki-laki!"
Aku kesal karena Alex hanya membaca pesan dariku. Aku langsung mematikan ponselku dan pergi tidur.