Part 1

13.6K 566 160
                                        

Setelah melakukan latihan selama 2 tahun dengan Shanks di sebuah pulau di Dunia Baru, aku bersiap untuk pergi ke Sabaody dengan hanya berbekal tas ransel yang berisi keperluanku, pedang Murasame dan sebuah pistol angin yang pernah dibuat Usopp untukku.

Semua anggota Bajak Laut Akagami berkumpul untuk mengantar kepergianku.

"Tak terasa sudah 2 tahun ya." Ucap Shanks.

"Ya, terima kasih untuk bimbinganmu selama ini, Shanks." Ucapku sambil sedikit menundukkan kepalaku.

"Kau jadi semakin cantik selama 2 tahun ini. Aku jadi ingin menikahimu." Ucap Shanks setengah bercanda.

Aku pun tertawa kecil karenanya.

"Aku belum ingin menikah. Mungkin beberapa tahun lagi." Ucapku.

"Kalau begitu, aku akan jadi kakek-kakek." Ucap Shanks.

"Tidak, aku yakin kau masih tetap tampan." Ucapku.

Wajah Shanks jadi bersemu merah karenanya.

'Ini tidak adil. Apa dia bermaksud menggodaku? Padahal seharusnya aku yang menggodanya.' Pikir Shanks.

"Baiklah, sudah saatnya aku pergi." Ucapku lalu mengeluarkan sayapku dan terbang. "Sampai jumpa lagi, minna!"

Aku melambaikan tanganku pada mereka.

"Jaga dirimu baik-baik!"

"Katakan pada kami kalau ada laki-laki yang macam-macam padamu!"

"Itu benar! Kami akan menghajarnya kalau dia macam-macam padamu!"

"Kami tidak akan membiarkan gadis cantik dan imut sepertimu disakiti oleh mereka!"

Aku tersenyum mendengar itu. Memang, selama 2 tahun ini aku semakin dekat dengan Bajak Laut Akagami. Mereka bahkan sudah menganggapku sebagai bagian dari mereka.

"Tentu saja! Aku akan segera melaporkannya pada kalian! Kalian juga jaga diri baik-baik ya! Kita akan bertemu lagi di Dunia Baru!" Ucapku.

"Ya!"

Aku pun terbang semakin tinggi meninggalkan pulau tempat aku melakukan latihan selama 2 tahun itu. Aku terbang menuju Pulau Sabaody dengan mengikuti Vivre Card milik Rayleigh.

Dalam beberapa jam, akhirnya aku sampai di Pulau Sabaody. Aku pun memakai jubah yang dilengkapi dengan tudung untuk menutupi wajahku agar tidak dikenali.

Sebenarnya aku ingin langsung terbang menuju bar milik Shakky, tapi aku khawatir hal itu akan menarik perhatian, jadi aku memutuskan untuk berjalan saja.

Saat tiba di bar milik Shakky, aku langsung saja masuk.

"Maaf, tapi untuk hari ini kami sedang tutup." Ucap Shakky.

"Sudah lama ya, Shakky-san." Ucapku lalu menatap Rayleigh yang duduk di sebuah kursi di meja bar. "Rayleigh-san juga ada disini, ya."

Shakky dan Rayleigh terlihat terkejut saat merasa mengenali suaraku.

"Kau...! Tidak mungkin!" Ucap Rayleigh.

"Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa suaranya begitu mirip?!" Ucap Shakky.

Aku membuka tudungku dan memperlihatkan wajahku pada mereka.

"Tapi ini benar-benar aku, Shakky-san, Rayleigh-san." Ucapku sambil tersenyum.

"Fukuda-chan...bagaimana bisa? Angkatan Laut sudah mengumumkan kematianmu, bagaimana bisa kau ternyata masih hidup?" Ucap Shakky.

"Saat itu, aku memang sekarat. Tapi seperti yang kalian lihat, aku masih hidup." Ucapku.

One Piece World 2Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora