Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : ItaHina
Rated : M
Selamat membaca
Gadis itu sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, duduk di pinggiran ranjang di salah satu kamar tempat hiburan malam.
Mata bak rembulan itu sesekali mengintip lewat poni tipis yang menutupi jidatnya. kedua tangannya saling meremas satu sama lain, mencoba mencari penyaluran rasa gugup yang kian menderanya.
Di hadapannya, seorang lelaki jangkung berdiri angkuh dengan mata sekelam jelaga yang tidak pernah bosan memberikan tatapan penuh intimidasi pada sosok gadis yang masih menunduk tidak berani menatap batu obsidian hitam milik lelaki itu.
"Jadi, Siapa namamu?"
Lelaki tampan itu mengeluarkan suara baritone khas seorang pria dewasa, membuat gadis itu dengan terpaksa mengangkat kepalanya guna menatap lelaki itu.
Mata bulannya sedikit berkaca-kaca, ketakutan jelas terbayang dimata indahnya. Menimbulkan perasaan aneh yang menelusup ke relung hati seorang Itachi.
"Hinata."
Suaranya begitu lembut, halus dan juga pelan, gadis itu kini meremas bagian bawah rok pendeknya dengan mata yang berpencar ke sembarang arah asalkan tidak menatap mata hitam itu.
Lelaki bernama Itachi itu terdengar sedikit menghela nafas, dirinya sebenarnya tidak berniat menyewa seorang wanita malam.
Namun karena matanya tidak sengaja melihat wajah ayu gadis itu yang terlihat seperti sedang putus asa, membuatnya tanpa sadar melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah dimana Hinata tengah diwanti-wanti oleh pria tua yang Itachi tebak sebagai pemilik para wanita penghibur di tempat ini.
Itachi sedikit menguping pembicaraan mereka di mana Hinata menawarkan keperawanannya untuk dihargai tinggi pada pelanggan pria tua itu.
"Aku tidak yakin, selama ini kau bekerja sebagai pelayan biasa. Aku takut kau tidak tahu caranya menyenangkan para pelangganku."
Hinata menggigit bibir bawahnya dengan cemas, ketika telingannya mendengar perkataan bosnya itu.
Dan semua itu tidak luput dari penglihatan Itachi.
"Ta-tapi saya bena -benar membutuhkan uangnya saat ini."
Jawaban dari gadis itu sedikit menyentil sisi kemanusiaan lelaki yang tengah menguping itu.
Itachi sengaja duduk tepat di belakang meja di mana kedua orang itu tengah berbincang.
"Memangnya uang sebanyak itu buat apa?"
"Untuk biaya sekolah adikku,Tuan."
Wajahnya kini terlihat memelas, membuat Jiraiya selaku bos sedikit merasa iba.
"Kumohon, bantulah aku sekali lagi."
Pinta gadis itu.
Hinata terus bergerak gelisah dan itu menimbulkan sesuatu dalam diri Itachi yang selama ini ia tahan.
Bagaimana cara gadis itu menggigit bibir bawahnya, juga cara kedua mata jernih itu menatapnya, dan jangan lupakan ketika jari-jari lentiknya saling meremas satu sama lain.
Terasa menggemaskan juga membangkitkan gairah. Tingkah lakunya tidak terkesan dibuat-buat.
Hinata, gadis ini begitu innocent dan pure. Tipe gadis yang gampang dimanipulasi dan ditekan juga rawan dimanfaatkan.
"Berhenti bertingkah seperti itu!"
Hinata tersentak, mata bulatnya memandang Itachi dengan raut muka kebingungan.
Lelaki itu melangkahkan kakinya yang hanya berjarak satu meter dari tempat Hinata duduk.
Jantungnya berdegup kencang, rasa gugup itu kembali menghampirinya.
apalagi ketika dagunya terangkat oleh dinginnya jemari milik lelaki itu.
YOU ARE READING
Fanfiksi Hinata (Hinata Centric)
FanfictionBerisi kumpulan oneshot Hinata beserta para cogan dari konoha. Tiap chap berbeda pairing. *Gambar bukan punya saya.
