Melewati hari-hari bersama membuat keduanya tumbuh dewasa dan saling mengerti satu sama lain sampai saat ini.
Sekarang Sehun dan Seulgi sudah memasuki sekolah menengah atas.
"SEULGI... KANG SEULGI..."
"APA KAU SUDAH SIAP?"
Pukul 7 pagi Sehun sudah berteriak-teriak di depan rumah Seulgi.
"Astaga Sehun mengapa kau tidak masuk saja?" Ibunya Seulgi membuka pintu sambil berkacak pinggang.
"Heheh bibi apakah Seulgi sudah siap?"
"Sudah tapi dia sedang sarapan, apa kau sudah sarapan?"
Sehun menggeleng kecil.
"Kenapa?"
"Aku lebih suka masakanmu jadi aku sengaja tidak makan di rumah." Sambil menyeringai Sehun berjalan masuk membuat ibunya Seulgi menggelengkan kepalanya.
"Yaaah aku mempunyai anak 2 sekarang."
"Dor!"
"Astaga!"
"Yak kenapa kau mengagetkanku, kau mau membuatku terserang penyakit jantung?!" Pekik Seulgi.
"Iya." Jawab Sehun asal membuat Seulgi membulatkan matanya, lalu dengan kesal ia menendang kaki Sehun membuat laki-laki itu mengerang kesakitan.
Sehun buru-buru berdiri dan segera mengambil sarapannya.
Selesai sarapan keduanya segera pergi ke sekolah menggunakan bus.
Oiya Sehun dan Seulgi itu satu kelas. Bahkan sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar keduanya selalu berada di kelas yang sama. Mungkin hanya saja beberapa kali mereka duduk terpisah, tapi setelah itu mereka akan kembali berdekatan seperti lem.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.