Bab 1

365 17 0
                                        

Lisa manoban membenarkan rambut pendeknya dengan jari terus melangkah menuju kantin. Beberapa orang yang di lewati oleh lisa langsung mengnyingkir, memberi jalan agar lisa tidak menabrak mereka. Lisa mengabaikan tingkah wanita yang menggosipkan Lisa. Lisa tidak pernah menyalahkan mereka memandang lisa buruk, karena dia menyadari bahwa penampilan nya tidak rapih dan tidak mencerminkan siswi yang baik. Rambut sebahu memakai celana jeans sobek sobek, kaos putih ditambah jaket hitam, lengkap dengan sepatu boots warna hitam. Membuat kesan pertama yang melihat Lisa itu menakutkan.

Hanya karena penampilan nya yang menakutkan bukan berarti tingkahnya juga seperti itu. Tetapi, dia tidak merasa harus mengadakan klarifikasi tentang penampilannya untuk menepis tentang gosip tentang dirinya. Biar semua orang berfikir sesuka hati mereka tentang lisa, dia tidak pernah peduli tentang itu. Semakin banyak orang yang menjaga jarak dengan dirinya, semakin hidupnya tenang.

Lisa sudah memasuki area kantin dia mencari seseorang, dan akhirnya melihat seorang lelaki duduk di pinggir meja. Lelaki itu asyik melihat kamera di tangannya sambil tangan lainnya pegang sedok. Lisa menghampiri lelaki itu.

" Coy" sapa lisa sampil nepuk pundak lelaki itu

" Eh monyet" teriak lelaki itu kaget dan sendok ditangan nya jatuh. Lelaki itu menatap lisa dengan tatapan kesal tapi sabar " Eh ya lu, tanggung jawab sendok gue jatuh tuh. Hobi banget lu ngagetin orang"

Lisa melihat lelaki itu dengan senang " Bagi napa makananya laper ni gua", ucap Lisa.

Lelaki memungut sendok itu dan berkata " gak punya duit lu? Beli yang baru elah gue traktir"

Lisa menepuk bahu lelaki itu sembari tertawa kecil. Tanpa basa basi Lisa berdiri untuk memesan makanan. Beberapa mahasiswa lain menjauh dari Lisa saat Lisa mengatri makanan. Meskipun Lisa baru semester 3, dia sudah cukup terkenal sebagai mahasiswi paling seram di jurusannya. Padahal.... Lisa tidak pernah berbuat onar di kampusnya, mereka hanya melihat tampilan saja.

" Nasi Chikennya satu ya plus lemon tea satu dingin ya ibu cantik..." pesannya.

Bu Ningsih adalah salah satu penjual di kantin kampus itu. Lalu bu Ningsih membuat pesanan Lisa.

" Ini neng makananny" Ibu Ningsih menyerahkan makanan Lisa yang dipesan nya.

Lisa membayar makanannya itu, Lalu kembali ke meja tadi. Lelaki itu bernama Hanbin teman Lisa. Hanbin masih melihat kamera itu dan mengutak ngatiknya. Sampai makanan yang tadi belum habis.

Lisa menarik sedikit kamera Hanbin, lalu mengejek. Hanbin sedang melihat foto pacarnya, bernama Kiko " Duh gue gak nyangka kalo lu pacaran sama anak manja itu" , ledek Lisa sambil memasukan sesendok nasi dan ayamnya ke mulutnya. Hanbin yang mendengarkan itu membalas " Manja manja juga dia sayang ko sama gue" kata Hanbin

" Ya deh ya yang bucin"

Hanbin mengabaikannya. Lisa dan Kiko tidak bisa berteman baik karena Lisa dan Kiko berbeda karakter seperti langit dan bumi. Sejak Kali pertama Lisa dan kiko memputuskan untuk saling memusuhi. Setiap mereka jalan bareng, Lisa dan kiko selalu berdebat dari kecil sampai besar. Sehingga Hanbin harus siap sedia untuk memisahkan mereka.

Hanbin mematikan kamera itu dan memasukannya ke dalam tas, lalu Hanbin menghabiskan makanan yang dia pesan. " Dari pada lu iri sama hubungan gua, kenapa si lu kagak nyari cowo aja"

Lisa yang mendengarkan coletahan Hanbin membalas

" Sorry gak minat" kata lisa, kembali fokus dengan makanan dan minuman di depannya.

Hanbin menggeleng gelengkan kepala
" Sampai kapan lu jadi jomblo terus, gak semua lelaki itu brengsek, contohnya gua"

Lisa menyeruput minuman nya lalu berkata
" Halah lu mah blom keliatan aja brengsek nya hahaha, bayar makanan gue katanya lu traktir semuanya 50 rebu" lisa menadahkan tangan nya

No Love Onde histórias criam vida. Descubra agora