[Name] Artemis Fido Scamander adalah anak dari Newt Scamander dan Porpentina Goldstein. Di tahun pertama, tentu saja orang sudah mengenal [Name], bukan karena [Name] famous, tetapi karena nama belakang yang dibawanya. Tidak seperti Newt Scamander ya...
"Ilvermony berbeda dengan Hogwarts. Apakah kau tidak berniat untuk mendaftarkan anak bungsu mu kesekolah itu Tina?" Tanya Queenie memecah keheningan.
Merasa dirinya disebut, [Name] langsung cepat-cepat bergabung dimeja makan.
"TIDAK MAU! AKU MASIH MENUNGGU HOGWARTS LETTER KU AUNTY"
"Tapi Dao dan Leo sudah bersekolah di Hogwarts, apakah kau tidak mau mencoba ke Ilvermony? Bagaimanapun Mum dulu sekolah disana"
"Tidak mau. Leo saja yang dipindahkan ke Ilvermony. Bukankah dia selalu mengatakan bahwa Hogwarts itu payah?" Sarkas [Name] seraya mendelik kearah kakak laki-laki nya itu.
"Kenapa jadi aku? Jelas-jelas kau yang disuruh bersekolah disana. Orang-orang sana jauh tidak beradab dan kau sama saja" balas Leo tak kalah pedasnya
"Language babi! I mean baby, kau—"
"Language, love" ucap Newt yang tiba-tiba sudah bergabung dimeja makan seraya mengacak-acak rambut anak bungsunya itu.
"Ini masih pagi dan kalian berdua sudah bertengkar."
"Dia duluan yang mulai dad," ucap [Name]
"Kau duluan!"
"Kau"
"Kau"
"SUDAH SUDAH! Kenapa kalian jadi seperti anjing dan kucing—"
"Oh ya jelas sekali dia anjing nya" tunding Leo
"Bukankah kau yang mirip seperti anjing huh?"
"KAU"
"KAU"
"KAU"
"Mum, sepertinya salah satu dari mereka harus ada yang mengalah, dan menyatukan mereka di satu sekolah bukan ide yang bagus. Aku khawatir Hogwarts akan menjadi kapal pecah karena pertarungan sengit mereka," ucap Dao dengan muka memelas.
Mendengar pernyataan Dao, Tina hanya bisa terkekeh.
"Kau benar Dao. Apalagi jika [Name] sudah mendapatkan wand nya, bisa-bisa mereka saling mengutuk satu sama lain."
"Dan kalau sudah begitu mari kita lihat siapa pemenangnya," sambung Newt dan mereka berempat tertawa.
"KAMI MASIH DUDUK DISINI" ucap [Name] dan Leo secara bersamaan. Kesal, tentu saja.
Digibahin secara langsung sih wkwk :v -author.
"Baiklah-baiklah, mari kita sarapan," ajak Newt.
***
"Jadi Tante Queenie hari ini akan pulang?" tanya [Name]
"Iya [Name], uncle mu sudah merindukan aunty haha."
[Name] mengangguk paham dan kemudian mengangkat tangan kanannya seperti meminta sesuatu.
"Apa ini?" tanya Queenie bingung.
"Biaya penginapan. Aunty sudah menginap disini untuk beberapa hari. Dan ya, asal aunty tahu tidak ada yang gratis didunia ini."
Mendengar hal itu Queenie langsung tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak? Kelakuan keponakannya ini sangat realistis padahal ia baru berusia 11 tahun. Sesudah puas tertawa, Queenie langsung merogoh sakunya dan memberikan beberapa keping Knut untuk [Name]
"Ini bukan Galleon, aku maunya Galleon," ucap [Name] polos
"Oh, sudah tau Galleon juga rupanya. Baiklah-baiklah," ucap Queenie seraya tersenyum dan kembali merogoh sakunya. [Name] tersenyum puas.
"Hei hei apa yang kau lakukan [Name]. Memeras uang Aunty mu sendiri huh? Itu tidak sopan. Daddy tidak pernah mengajarkan mu seperti itu," ucap Newt seraya mengambil uang Knut yang berada ditangan [Name] dan mengembalikan kepada pemiliknya.
"Tidak apa-apa Newt, [Name] ju—"
"Ah tidak-tidak. [Name] kau tidak boleh bersikap seperti itu. Bersikaplah seperti Helga Hufflepuff, kau mau masuk Hufflepuff bukan?"
"Yes Daddy and sorry Aunty" ucap [Name] seraya menunduk.
"That's my daughter" ucap Newt dan dibalas senyuman oleh [Name].
"Kalau begitu, aku duluan," pamit Quennie kemudian berdisapparate.
"Daddy"
"Yes, love?"
"Apa aku bisa disortir ke Hufflepuff dengan sifat yang seperti ini?"
makanya [Name] jangan barbar, biar bisa masuk :v - author
"Tentu saja bisa. Helga Hufflepuff berbeda. Helga menerima semua penyihir untuk disortir kedalam asramanya serta tidak memilih-milih".
[Name] mengangguk paham.
"By the way, kenapa kamu mau disortir ke Hufflepuff?"
"Eh? Bukan apa-apa sih sebenarnya, [Name] cuma mau jadi penyihir hebat seperti Daddy"
Newt tersenyum, "Semua asrama akan menghasilkan penyihir yang hebat [Name], jadi apapun asramamu kau harus bangga dengan itu. Di Hogwarts, teman satu asrama akan menjadi seperti keluarga. And that's why you should be proud of your house, whatever it is. Go it so far?"
[Name] mengangguk mantap.
"[Name] HOGWARTS LETTER MU" Ucap Tina tiba-tiba. Mendengar hal itu [Name] dan Newt menjadi lebih bersemangat. Dengan antusias mereka membuka surat itu dan membacanya dengan seksama.
" 'Dear [Name] Artemis Fido Scamander'— Seperti dejavu. Kau tahu? dulu disana tertulis 'Dear Newton Artemis Fido Scamander', " ucap Newt menerawang. Melihat hal itu Tina spontan mengelus bahu Newt.
[Name] tersenyum, "I'll be your next generation, Dad"
"Sure" ucap Newt.
🖤🖤🖤
Hola!
This is my first fanfiction. Sorry if the story isn't good, i'll do my best to be able to write better
Btw, untuk karakter Queenie sebenarnya dia udah die 😭 tapi gapapa, anggep aja dia masih idup wkwk.
C u!
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.