bagian 1

32 3 0
                                        

Apakah yg kamu rasakan ketika karakter imajinasimu menjadi nyata, bisa dilihat banyak orang, berinteraksi layaknya sesama. Pasti awalnya kamu mengira itu hanya bunga tidur atau mimpi, tapi segera kamu akan tau kalau itu nyata.

Sama halnya seperti yg di alami gadis
Ini

Like imagination


Namaku Misaki aihara. Aku adalah seorang siswi biasa, dengan hobi memasak segala jenis makanan. Berkat hobi itu aku jadi mahir memasak dan selalu di paksa untuk mengikuti perlombaan memasak. Di sekolah aku mendapatkan julukan chief ninja Karna aku yg selalu memakai masker sehingga di wajahku hanya bagian Mata dan alis yg terlihat, sering mereka ingin membuka maskerku tapi selalu gagal hahaha

Awalnya semua berjalan seperti biasa, sampai pada saat dia muncul dan membuat semuanya berbeda.

" Aku ingin berfoto bersamamu, bolehkah? "

" Aku juga! "

" Kau sangat tampan! Seperti karakter fiksi! "

Suara ribut² itu berasal dari sekumpulan gadis yg ingin sekali berfoto dengan laki-laki yg mengubah keseharianku.

Dan semua itu dimulai ketika aku menggambar di aplikasi misterius....

Misaki pov end

Flasback

" Hahhhh... Hari yg membosankan. " Hari ini Misaki tidak melakukan kegiatan apapun, karna ia sedang dalam masa libur sekolah, mungkin lebih tepatnya homeschooling karena sekolahnya yg tengah mengalami renovasi. Tapi sekarang ia tengah di terpa rasa bosan yg membuatnya sengsara karna tidak tau apa yg harus dia lakukan untuk menghabiskan waktu senggang.


" Ting~ " Tiba-tiba ada notif di handphone Misaki. Ia segera mengecek handphone takutnya itu notif penting.


" Hmm... Aku rasa aku tak pernah melihat aplikasi ini, apa mungkin aku tidak sengaja mengunduhnya. Coba ku cek dulu. " Misaki langsung menekankan aplikasi misterius itu.

Setelah melihat lihat ternyata itu aplikasi gambar karakter secara digital. Di aplikasi itu kita bisa menggambarkan karakter sesuai imajinasi kita+menulis sifat, jika mau kita juga bisa menulis kekuatan karakter tersebut.

Karna bosan, akhirnya Misaki menuangkan imajinasinya di aplikasi tersebut.


" Akhirnya selesai! Uhhh aku tidak tahan. " Misaki langsung berlari ke dalam rumahnya karna sudah tidak tahan ingin buang air kecil.

Setelah beberapa saat, Misaki kembali ke halamannya untuk mengambil handphonenya yg tertinggal.

Tapi alangkah terkejutnya dia, saat melihat laki² duduk di tempat dimana ia duduk tadi. Tapi sekilas dia merasa tidak asing dengan laki-laki tersebut.

" Heyy kau yg disana! Siapa kau!? Kenapa kau bisa ada di sini!?" Tanya Misaki yg penasaran akan laki-laki tersebut dan bagaimana cara dia masuk mansion nya yg letaknya di hutan.

Ya, letak mansion Misaki berada di hutan karna bibinya yg begitu menyukai alam, Yg udaranya sejuk ditambah kicauan burung yg membuat tenang.

Karna merasa terpanggil laki-laki itupun menoleh. Menatap Misaki yg kebingungan.

Misaki di buat terkejut lagi dengan wajah laki-laki itu, Juga penampilannya.

" Apa kau bertanya aku siapa? Kau tidak mengingatku. Padahal kau baru pergi beberapa menit dan sudah lupa. Dasar pikun. " Ujar pemuda itu.

Mendengar kata² Laki-laki itu, yg terdengar seperti sedang mengejeknya. Langsung saja membuat Misaki kesal.

" Apa!!? Kau bilang aku pikun, heyyy!!! Aku itu tidak pikun ya!!! " Teriak kesal Misaki.

" jika tidak pikun, maka kau tidak akan melupakanku hanya dalam waktu beberapa menit. Yg berarti kau itu pikun p-i-k-un. " Ujar laki-laki itu sambil mengeja kata pikun. Sontak saja kekesalan Misaki jadi bertambah.

" Apa kau tidak bisa menyaring dulu kalimatmu sebelum kau mengatakannya!! Sekarang jawab aku dengan benar, sebenarnya kau itu siapa dan berasal darimana?? " Tanya Misaki yg mencoba bersikap tenang.

" Baiklah karena kau bodoh jadi biar ku jelaskan. Aku adalah karakter yg kau buat di aplikasi yg baru saja kau pakai untuk menggambar diriku, juga sifatku. jadi intinya badanku wajahku sifatku itu adalah hasil dari imajinasimu yg kau gambarkan di aplikasi tersebut. Jika kau tidak mengerti, itu artinya kau benar benar bodoh. " Jawab laki-laki itu dengan nada mengejek di bagian awal dan akhir.

Mendengar kalimat awal dan terakhirnya membuat kekesalan Misaki muncul lagi, tapi dia segera melupakannya. Karna masih tidak percaya ternyata laki-laki yg bermulut pedas itu adalah hasil dari ciptaannya. Rasanya dia ingin mencelupkan kepalanya ke dalam air dingin agar kembali segar

" Hey! Kenapa kau melamun? apa karna kau tidak bisa mencerna penjelasanku tadi hah! " Mendengar itu Misaki langsung saja mengelak.

" Apa katamu!? Kau pikir aku ini bodoh sehingga tidak bisa mencerna perkataanmu. Jangan sembarangan ngomong. " Elak Misaki.

" Ya ya ya. Kalau begitu segera beri aku nama, kau sama sekali belum memberi nama untukku. " laki-laki itu ternyata belum Misaki namai.

" Oh ya, aku lupa kalau aku belum memberimu nama.. " Sahut Misaki sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.

" Dasar pikun. " Lagi² Laki-laki itu menyebut Misaki pikun.

" Jangan membuatku kesal lagi! Aku tidak ada ide untuk nama yg cocok, besok saja kuberikan lagipula aku lelah setelah berdebat denganmu. " Misaki langsung berjalan ke pintu masuk mansion, meninggalkan laki-laki itu..

" Heyy! Tunggu aku! "

Flashback end

Terkadang aku menyesal telah mencoba aplikasi itu. Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur



















TBC

Like ImaginationStories to obsess over. Discover now