Part 9

75 3 2

Maaf kalau ada typo.

Virgie POV

Kalian tau apa yang aku temukan di dalam laci meja Marcel? Yap, aku menemukan KTP nya.

Kalian tau apa? Nama yang tertulis di KTP Marcel adalah Marcello Davidson Jethrow. Apakah aku bermimpi? Marcel anak dari om Carl dan tante Arthalia! Setau aku, nama Marcel di kantor hanya Marcel Davidson. Jadi aku tidak curiga sama sekali.

Kepalaku mulai berputar-putar,

Flashback

"Hai, nama kamu siapa?" Tanya seorang lelaki kepada Virgie.

"Nama aku Virgie, kalau nama om?" Tanya Virgie balik.

"Namaku Marcel, panggil aja kak Marcel"

Flashback end

Mataku mulai berkunang-kunang dan semuannga gelap.

***

Marcel POV

Tadi aku menyuruhnya untuk mencari KTP ku di laci sebelum aku pergi ke toilet.

Aku lupa bahwa selama ini Virgie tidak pernah tau bahwa aku adalah seorang Marcello Davidson Jethrow.

Setelah aku kembali dari toilet, yang aku lihat adalah Virgie tergeletak di lantai dan tangannya menggantung di laci mejaku yang sedang terbuka.

Sebenarnya aku tidak sengaja melakukan hal ini, ini bukan bagian dari acara balas dendamku. Yah, tapi hitung-hitung untuk mempercepatnya.

***

Virgie POV

"Errgghh" desisku sambil mengeliat dari tempatku. Jam berapa ini? Jam 7 malam, ternyata aku sudah pingsan selama 3 jam, tapi dimana ini?

Cklek!

"Kamu ada dikamar aku" kata Marcel seolah tau apa yang sedang aku tanyakan dalam hatiku.

"Besok kita menikah" katanya.

"Tidak ada bantahan!" Desisnya ketika aku mulai membuka mulut dan langsung dipotongnya.

"Ta..tapi" kataku.

"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya besok kita menikah, di gereja, tidak mewah, hanya dihadiri mama, papa, aku, kamu serta satu orang pendeta" jelasnnya.

Ha? Aku tidak pernah membayangkan akan dinikahkan dengan cara seperti ini. Apa-apaan ini?

"Aku tidak mau!" Jeritku.

"Kalau kamu tidak mau, aku akan memperkosamu sekarang juga" katanya sambil berjalan maju mendekatiku.

"Jangan salahkan aku jika nanyi kamu hamil, kamu akan menyuruhku bertanggung jawab dan menikahimu" katanya lagi dengan senyum miringnya.

"Dasar bajingan!" Desisku.

"Itulah daddy mu! Haha" Tertawa Marcel.

***

Marcel POV

Sekarang aku ada diruang kerjaku. Menelepon papa dan mama untuk datang ke gereja.

Ah, sebenarnya aku tidak tega menyiksa Virgie seperti ini, tapi dia adalah anak dari bajingan itu. Bagaimana aku bisa membiarkannya hidup bebas?

"Halo pa, besok aku menikah di Gereja xxx, datang ya, ajak mama juga" kataku.

"Dengan siapa?" Tanya papa.

"VIRGINIA FRENDIAZ GERALDINE" kataku penuh penekanan.

"Mau kamu apakan anak orang?" Tanya papa dengan nada terkejut.

"Hanya sedikit balas dendam" kataku.

"Yasudah, pa. Aku tutup dulu" kataku lagi sebelum papa sempat berbicara.

***

Author POV

Virgie menangis diatas tempat tidur Marcel. Lalu mengambil hadphonenya.

"Halo, Nat" kataku dengan suara parau.

"Iya, ada apa, Vir?" Tanyanya.

"Besok aku mau dinikahkan, dengan anak mantan sahabat daddy ku, secara paksa!" Kata Virgie.

"Ha? Besok? Siapa namanya?" Natalie bertanya  seperti orang kebakaran jenggot.

"Marcello Davidson Jethrow, alias bos kita" kata Virgie.

"Bagaimana ini Nat?" Tanya Virgie dengan nada takut

"Kabur saja" kata Natalie.

Tiba-tiba Virgie merasa bahwa handphonenya ditarik. Setika ia berbalik, ia menemukan Marcel.

"Jika kamu mau kabur, kaburlah, kamu akan menjadi gelandangan, tanpa sepeser uang pun!" Kata Marcel dengan nada yang tajam.

Virgie tidak berani jawab dan hanya menunduk.

***

"Saya, Virginia Frendiaz Geraldine, menerima Marcello Davidson Jethrow menjadi suami saya, di kala senang maupun susah, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit" kata Virgie dengan suara kecilnya.

"Saya, Marcello Davidson Jethrow, menerima Virginia Frendiaz Geraldine menjadi istri saya, di kala senang maupun susah, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit" kata Marcel tenang.

"Sekarang, silahkan cium pasangan masing-masing" kata pendeta

Marcel pun hanya mencium kening Virgie. Ia tak mau menyium bibir Virgie karena hubungan mereka tanpa cinta.

Setelah pendeta pergi, Marcel dan Virgie menghampiri orang tua.

"Kamu cantik sekali nak, loh, dimana daddy dan mommy kamu?" Tanya mama Marcel.

"Daddy masuk penjara dan mommy meninggal 10 tahun yang lalu, tante" kataku sedih.

" Jangan panggil tante, panggil mama dan papa ya" kata papa Marcel.

"I..iya om, eh pa" jawabku dengan cengiran walaupun dihatiku sangat sedih karena daddy tidak melihatku menikah.

"Kami pergi dulu ya pa, ma" kata Marcel berlalu sambil menarik tangan Virgie.

"Pa, mama ada feeling seperti bahwa Griendo tidak bersalah, apa itu benar?" Tanya mama Marcel.

" Papa tidak tahu, tunggu waktu saja yang menjawab" kata papa Marcel.

***

Marcel POV

Setelah aku menikah, aku membeli sebuah rumah besar, sangat besar bahkan, dengan banyak pelayan. Untuk anak cucuku kelak, ralat, itu hanya mimpi belaka. Tidak akan terwujud.

Aku langsung kekamar, ganti baju lalu keluar dari kamar.

"Kak, makan dulu"

"Aku mau keluar, kamu dirumah jangan kemana-mana" kataku dingin.

"I..iya" jawabnya dengan kepala menunduk.

Virgie POV

Lho, Kak Marcel jam segini kok belum pulang, kemana dia? Padahal udah jam 11.30 malam.

Cklek!

"Virgie"

"Vir..gie" racaunya dengan suara yang kecil

Akupun langsung membopongnya ke kamar. Melepas sepatunya. Lalu meletakkannya di tempat tidur.

"Virgie, aku benci kamu. Aku benci semua keluarga kamu"

Kata-kata Kak Marcel bagaikan belati yang menusuk dihatiku. Yah, dia membenciku. Semuanya ini hanya sandiwara belaka.

Ya ampun, Tuhan, apa yang harus kulakukan,? Apa aku harus meninggalkannya? Tapi aku begitu mencintainnya.

***

Okay, cut! gimana? Udh update part 9. Semoga suka ;)

You Ruin MeBaca cerita ini secara GRATIS!