"nnnngghhhhh ahhhhhh uuuhhh"
Suara desahan New yang diiringi derasnya hujan membuatnya semakin tak karuan merasakan penis Tay yang menghantam lubangnya. "Newwwiee...you like it?" tanya Tay dengan penuh semangat menghantam lubang New tak henti-hentinya.
"YAA--SSS--HHH BABBIIEEHHHH AAHH MAA-SS TAAYYY--YY PLEASE FUCK ME!!! DEEAAPE-RRR MASSS"
"what do you say babby?? i can't hear it!!" Tay terus saja menggoda New, membuat New semakin menuju puncak kenikmatanya.
"i wanna cummm maaass please faster ugh agh!!!"
"i wan't you to beg babbyyy!!"
"pleeeaaaassee FASTER MASSSSS ughh enakh bangett!!" New memohon pada Tay agar mempercepat kocokannya dan Tay pun menuruti apa kemauan New, dia mempercepat kocokan penisnya didalam lubang New.
"ughh maaasss Taayyy i cum--mm" desah New panjang dan membuat tubuhnya mengejang penuh kenikmatan. Sedangkan Tay masih belum mencapai puncak kenikmatannya, dia terus saja memaju-mundurkan penisnya dalam lubang sempit milik New.
New hanya terkapar lemah. bagaimana tidak New dihujam berkali-kali oleh Tay tanpa henti mereka menikmati sex dari sekitar jam delapan malam dan saat ini sudah jam tiga pagi. Tay yang masih belum capek terus saja memasukan penisnya kedalam New, membuat birahi New kembali sekitar lima belas menit lamanya setelah New mencapai klimaks.
"massss Tayyy cu-kkuu-ppp aku mau arghh" desah New
"sebentar lagi sayanghhh, Newww lubang kamu enakkh banget argh shit, i wanna cum New arghh" Tay segera menarik penisnya dari lubang New dan mengeluarkan cairanya di wajah New.
Tay menyetubuhi New hampir tujuh jam lebih bukan berarti Tay tidak mengeluarkan cairannya. Tay mencapai klimaks hampir lima kali. Cairannya Tay tak pernah ia keluarkan dalam lubang New. Tay selalu mengeluarkan di perut New, dipinggiran pantatnya, di bagian dada New, dan lebih sering Tay mengeluarkan cairannya di muka New. Tay merubuhkan dirinya disamping New, lalu setelah Tay selesai mengatur deru napasnya. Tay memeluk New dan mengecup pipi chubby milik New.
"thank you babby for tonight" bisik Tay pelan membuat New memeluk tubuh Tay erat-erat.
Cahaya matahari membangunkan New yang masih lemas tertidur dalam pelukan Tay.
"New bangun sarapan dulu yuk, Mas Tay juga harus kekantor New" Ujar Tay.
"mm bentar lagi mas, New masih ngantuk"
"iya tapikan kamu juga harus ke kampus sayang".
"iya bentar lagi mas, 10 menit lagi" kata New sembari melepaskan pelukannya dari Tay.
"Yaudah terserah kamu mas tinggal mandi yah".
"mm"
Tay kemudian membersihkan dirinya lalu sibuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan New. New bangun dari tidur dan langsung menghampiri Tay yang sedang sibuk melahap sandwitchnya sambil memegang HP. New duduk di bangku meja makan, disana sudah tersedia sandwitch dan susu coklat hangat buatan mas Tay, saat New duduk, New meringis kesakitan dibagian pantatnya.
"aauchh" Tay yang sedang asik menatap layar HPnya segera menaruh HP dan sandwitch lalu menghampiri New yang berteriak kesakitan.
"kenapa sayang? sakit banget yah?" Tanya Tay dengan perasaan bersalah karena semalaman menghujam New tanpa henti.
"iya sakit, perih, mas Tay mainnya kasar" Jawab New yang sedikit ingin mengerjai Tay.
"hufffttt maaf sayang ya abis lobang pantat kamu enak banget New".
YOU ARE READING
DON'T LEAVE ME!!
Randomcerita ini tentang taynew. bahasa yang frontal. konten 18+++ bxb.homo. jadi yang homophobic please jangan saah lapak.
