Kepala Kumala

35 4 6
                                        

Genjer-genjer

Pukul jam 5:30 sore, Kumala dan ibu nya sudah sampai rumah nenek di kampung. Kumala pun turun dari mobil dan segera disambut oleh nenek nya, Kumala pergi ke salah satu kamar kosong di rumah nenek yang akan dia tiduri malam ini, di kamar itu ada rak berisi barang-barang jadul seperti koleksi piringan hitam dan buku-buku yang usang.

Kumala tertarik dengan piringan hitam itu dan mengambil salah satu piringan hitam yang dibungkus plastik bertuliskan 'Genjer-genjer', Kumala membuka plastik itu dan dia memutar piringan hitam itu dengan gramofon (alat pemutar piringan hitam) yang berada di sudut kamar. Piringan hitam itu mulai berputar dan mengeluarkan suara lagu nya.

"Genjer-genjer nong kedokan pating keleler" Piringan hitam itu mulai bernyanyi

"hihihi masih berfungsi" pekik Kumala

Baru beberapa detik piringan itu berputar dan mengeluarkan nyanyian nya, nenek Kumala langsung memasuki kamar Kumala dan menghentikan Piringan hitam lalu segera membungkus nya kembali.

"loh lohhh, kenapa nekkk? Kan Kumala mau mendengarkan lagu-lagu nya" Kumala kebingungan, mengapa nenek nya menghentikan piringan hitam itu

"itu lagu tidak bagus, yang lain saja" jawab nenek.

"lohhh kenapa?" bantah Kumala
.
.
.
"ooohhh gitu" Kumala mengerti mengapa lagu ini tidak boleh disetel.

Setelah itu Kumala tertidur dan terbangun di pagi hari, ia keluar kamar lalu melihat nenek dan ibunya sedang berbincang dengan wajah tegang.
Nenek Kumala yang sedang mengobrol dengan Ibu Kumala langsung menghentikan obrolan karena melihat Kumala yang sedang berdiri sambil melihat dan mendengarkan mereka.

"ngobrol apa sih? Kok serem banget hahaha" timpal Kumala.

"ibu baru masak makanan, sarapan gih masih hangat tuh" Ibu Kumala langsung mengalihkan topik dengan menyuruh Kumala sarapan.

3 hari kemudian

kumala dan ibu nya akan pulang ke kota tempat tinggal Kumala karena besok lusa nya ada acara perkemahan sabtu-minggu di sekolah Kumala.

2 hari kemudian-di sekolah Kumala

Pukul 20:00 PM

Kumala turun dari mobil dan memberi salam kepada ibu nya lalu membawa tas yang berisi baju dan barang lainnya untuk dibawa ke perkemahan di sekolah nya.

"hati-hati ya Kumala, Ibu sayang Kumala" bisik Ibu Kumala

"iya bu, Kumala masuk ke sekolah ya dadah ibu, Kumala bakal kangen ibu!" Kumala berpamitan

Sampai di gerbang sekolah, Kumala langsung disambut Lestari dan Melati, mereka adalah teman Kumala di sekolah.

"kamu kok lama banget sih dateng nya! Kita nungguin kamu tau" seru Melati

"ahhh iya maaf, tadi aku isi bensin dulu hehehe" sahut Kumala

Kumala dan teman-temannya pergi ke lapangan belakang, disana banyak tenda yang sudah berjejer rapih. Mereka pergi ke salah satu tenda untuk menaruh barang-barang Kumala, setelah itu mereka pergi ke lapangan depan karena ada kegiatan.

Pukul 01:00 AM

Saat semua nya sudah tidur di dalam tenda, Kumala terbangun karena kebelet buang air.

"duhhh pengen buang air. Lesss... lestariii bangun bentar!" bujuk Kumala yang membangunkan Lestari.

"kenapa sih udah malem begini" omel Lestari

"temenin aku ke toilet bentar plisss, aku mau buang air!" seru Kumala yang tak kuasa menahan rasa kebelet nya dan segera ke luar tenda.

Lestari mengikuti Kumala, Mereka berdua berjalan ke toilet. Sesampai nya di toilet, Kumala masuk ke salah satu pintu dan Lestari menunggu di luar.

"tunggu bentar ya les!" seru Kumala

"..."

"oh iya Melati ga takut kan ditinggal sendirian di tenda?" tanya Kumala

"engga lah, kan ada aku" jawab Lestari

"apa sih aneh deh" celetuk Kumala

"aku nyanyi ya hahaha" kikih Lestari

"Genjer-genjer nong kedokan.." Lestari mulai bernyanyi dengan pelan

"lohhh les, kata nenek aku ga boleh nyanyiin lagu itu loh" potong Kumala.

"pating keleler...." Sambung lestari, melanjutkan nyanyian nya

"stop deh mending bawain aku gayung, disini ga ada gayung" suruh Kumala

"Kepala aja ga ada, apa lagi ambil gayung..." .. .... .....

.
.
.
.

"eh Mel, Kumala kok ga ada? Tumben dia pergi sendirian..." -Lestari

.
.
.
.

"ditemukan jasad anak perempuan tanpa kepala di toilet sekolah, diduga kasus pembunuhan dan pelaku masih dicari."

Genjer-genjerWhere stories live. Discover now