Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

FIRST ROUND

6.1K 318 41
                                        

Meski pandangannya gelap karena matanya ditutup blindfold hitam, tetapi pemuda bergigi kelinci itu dapat mendengar suara alunan musik beradu dengan suara gelak tawa yang memekakan telinga.

Kini ia sedang terduduk di salah satu kursi bar tanpa bisa melakukan banyak pergerakan, karena sejak tadi ada dua orang yang menjagal lengan kanan dan kirinya. Jemari mereka mencengkeram sangat kuat sampai-sampai pembuluh darahnya kesemutan.

Malam ini pastilah sama dengan malam kemarin di mana ia dijadikan sebagai bahan taruhan oleh pria paruh baya yang menawannya sejak satu minggu yang lalu. Semua ini karena perkara utang.

Ketika bunga sudah menumpuk dan ia tidak mampu melunasi utang-piutang peninggalan orangtuanya, lantas ia lah yang dijadikan sebagai jaminan. Padahal orangtuanya sudah meninggal sejak dua tahun yang lalu, tapi Tuhan masih terus memberikan cobaan bertubi-tubi sampai ia mati rasa.

"Kau yakin akan menang, Tuan Kim?"

Sebuah pertanyaan yang terdengar seperti ejekan. Namun, pria bermata setajam elang itu tampak tidak terpengaruh. Ia justru menghembuskan asap rokok ke udara, menyesakkan ruang Kasino yang pengap.

"Tergantung," ia menghisap dan menghembuskan asap rokok lagi, "tawaranmu layak untuk dipertaruhkan atau tidak."

"Jangan khawatir, Tuan. Dia adalah salah satu aset saya paling mahal dan dijamin tidak akan mengecewakanmu," sedikit mencondongkan tubuh untuk berbisik, "masih tersegel."

Pria dengan setelan kemeja putih dan vest berwarna hijau tua itu tertawa pelan, "Siapa namanya?"

"Jeon Jungkook, usianya 23 tahun."

Ujung matanya melirik pemuda yang duduk tak jauh darinya dengan kondisi yang mengenaskan—tangan terikat di belakang, mata ditutup blindfold hitam, dan pakaiannya sudah tak layak pakai seperti orang yang bertahan dari serangan zombi.

"Deal. Let's play the game."

Sekarang permainan dimulai. Papan roulette diputar setelah masing-masing pemain memasang bid dengan angka fantastis. Membuat siapa pun menganga jika mendengar bid yang dipasang oleh Tuan Kim atau yang memiliki nama asli Kim Taehyung itu.

Seketika ada dorongan yang membuat adrenalinnya terpacu. Entah karena ingin mengalahkan musuh bebuyutannya atau karena libidonya meningkat saat melihat pemuda bergigi kelinci yang terus merengek minta dilepaskan. Alhasil sukses memicu gundukan di dalam celananya nyaris berdiri tegak.

Untungnya Dewi Fortuna berpihak pada Taehyung hari ini, karena jarum panjang menunjuk ke arah angka pilihannya di papan roulette. Sudut bibirnya terangkat sedikit dengan mata yang tak pernah lepas dari sosok Jungkook.

"Bawa hadiahku," titah Taehyung pada salah satu pengawalnya.

"Baik, Tuan."

Pengawal tersebut langsung berjalan ke arah Jungkook, lalu menggendongnya di pundak seperti karung beras. Pemberontakan yang dilakukan Jungkook tentu sia-sia. Ia tidak tahu bahwa lawannya saat ini adalah pengawal bertubuh tinggi kekar yang bisa membuatnya pingsan hanya dengan satu tinjuan di wajah.

***

BRUK!

Jungkook dihempaskan di atas ranjang king size hingga tubuhnya sedikit terpental. Pandangannya masih gelap, tapi hidungnya dapat mencium aroma kayu yang maskulin. Saat mendengar ada langkah kaki lain yang berjalan mendekatinya, Jungkook memilih beringsut mundur meski ia tahu tidak ada jalan keluar.

"Selamat datang di rumahku," Taehyung mengusap pelan pipi Jungkook, membuat empunya reflek menjauhkan kepala. "Kau takut?"

"Tolong lepaskan aku, Tuan. Aku mohon..."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 12, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Roulette • VKook 🔞Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang