[01] Beruntung, mungkin.

6 3 0
                                        

[2018-07-11]

on this day i feel grateful and ashamed at the same time.

Setelah kepindahanku ke apartemen baru yang lebih murah dan cocok dari pada dorm kemarin aku memutuskan untuk meredakan lelahku di minimart seberang apartemen. Kursi khas ala drama korea yang kerap digunakan untuk minum soju dan miras lainnya, tersedia di situ juga.

"i cheon won ibnida" ucap pegawai di kasir minimart tersebut yang berarti "dua ribu won totalnya ya" membuat kantongku yang semula hanya datang dengan satu lembar uang sekarang punya empat lembar.

"ne, kamsahabnida" jawabku kepada pegawai tersebut yang berarti terimakasih.

"seru juga nih minum sprite di sini" di sini yang dimaksud olehku adalah kursi depan minimart tadi yang sebenarnya sudah kuberi jaket sebelum aku masuk membeli minuman.

"aneh banget rasanya ya, Sheng, kuliah di negeri orang dan belum punya kenalan sama sekali kecuali anak satu jurusan" celotehku sambil menaruh sedotan ke kaleng sprite yang tadi aku beli. "Coba aja kalau haluku yang sebelum kuliah dulu kejadian, rasanya kayak gimana ya?" Aneh memang pertanyaanku malam itu, mungkin efek minum soda dua kaleng ya.

Benar saja.

Aku terbangun di tempat yang asing dan baunya seperti kamar laki-laki yang kerap makan di kamar, tetapi nampak tidak asing bagiku. Terheran-heran aku memutuskan untuk mengelilingi kamar tersebut dan melihat polaroid yang ditempel di antara AC dan kaca berbentuk melenglung di kedua sisinya. Itu seseorang yang aku tahu dan kenal, tetapi mungkinkah?

Itu Lee Taeyong, leader atau pemimpin dari idolaku yakni NCT 127.

Kutampar pipiku setelahnya. Namun, tetap saja aku tidak tiba-tiba terbangun. Ini nyata bukan hanya haluanku semata.

Lalu aku mencoba mendudukkan diriku di sebelah kasur besarnya tersebut. Terkejut hebat sampai rasanya kakiku lemas seketika tanpa tahu cara untuk menegakkan diriku kembali. Ini sangat tidak mungkin sehingga aku mencoba menidurkan diriku kembali bahkan belum lima menit setelah diriku terbangun tadi. Namun, masih saja aku terjaga.

Setelah berdebat dengan pikiranku sendiri agar cepat tertidur dan tetap terjaga, pintu, yang penuh dengan jaket dan celana yang digantung di belakang sisi pintu, itu terbuka lebar dan menampakkan sosok yang sangat tidak masuk akal untuk dilihat sekarang ini, bahkan untuk dibayangkanpun juga tidak.

Dia Lee Taeyong, pemilik kamar yang aku inapi semalam, mungkin.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jan 29, 2021 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

They are Mine, ProbablyHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora