Prolog

323 30 17
                                        

Langit terlihat gelap seakan menyimpan rahasia paling besar, seorang wanita sedang memandangi itu semua dari balik jendela kaca besar yang mengadap jalan raya yang selalu padat di bawahnya, bibirnya tersenyum, senyum yang di keluarkan disaat memang di butuhkan atau bisa dibilang formalitas, mungkin ini sudah waktunya untuk siwanita melepaskan topeng menjadi sosok yang selalu tersakiti, seakan tidak tahu apa yang telah seluruh jiwa raganya alami. "Sudah saya tanda tangani" setelah mengatakan itu dia berbalik tanpa peduli akan raut wajah sang lawan.

**

Wanita itu terus berlari menerobos orang orang yang sedang berlalu-lalang, matanya memancarkan ketakutan, selama ini dia hanya akan dijadikan tawanan atau budak sexs, ia ingin bebas.. sebebas burung- burung yang terbang setinggi mungkin, persetan dengan hati nurani persetan dengan adanya keadilan, kenapa ia sangat lemah, suatu saat nanti ia akan membalas semua rasa sakit atas kekejaman keluarganya yang menjual dirinya demi sebuah kekuasan dan juga orang yang sudah merenggut mahkotanya.

**

Kenapa takdir sangat bermain-main kepadanya, orang yang ia harapkan malah menjadi milik oranglain, tidak pernahkah sosok lelaki itu menganggap perasaanya ada, apakah selama ini semua pengorbanan jiwa dan raganya hanya mainan belaka... kenapa takdir begitu kejam padanya, sosok lelaki yang ia dambakan malah menorehkan luka yang paling mendalam, "Anggap saja kita tidak pernah kenal, aku sudah dijodohkan oleh orangtua ku" kalimat menohok yang sangat membekas itu menorehkan luka yang paling dalam, wanita itu terisak tidak dapat berbicara untuk satu patah katapun.

**

Ternyata kebenaran lelaki berpikir menggunakan logika saja itu benar, karna nyatanya kalimat yang mereka anggap lelucon sangat menohok hati perempuan ini,"Kau gendut... aku tidak menyukaimu enyahlah dari hadapanku"kalimat super pedas diterima oleh perempuan cantik itu.. wanita memang cantik kan?? Tanpa harus menilai dari betuk badan dan semacamnya.

**

Pernikahan dalam perjodohan, mencintai sepihak, tidak dihargai itu sudah menjadi makanan sehari-hari wanita itu, hingga sampai saat ini akhirnya datang, sang suami membawa seseorang yang disebut wanita itu sahabat tengah merangkul mesra lengan suaminya, ia terkejut harus sampai seperti inikah rasa sakit yang ia dapatkan, satu hal yang pasti setelah itu wanita itu berjanji akan membalas rasa sakitnya.

**

Entah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan jalan hidup yang mereka lewati membawa mereka pada satu tujuan yang sama yaitu balas dendam, motto dari berdirinya mereka hingga saat ini adalah "Jatuh Ditindas Bangkit Melawan" melawan semua yang pernah menyakiti mereka.



Hallo saya korubieee, biasanya saya sliweran di komen-komen author yang lain hehehe apalagi yang ceritanya menguras kadar darah tinggi wkwkwk, jadi di sini diriku mencoba menuangkan lah tulisan-tulisan ini, btw kalo misal ada yg bilang cerita ini mirip sama yang lain tolong tegur diriku, karna diriku banyak sliweran disana sini banyak terinspirasi sama tulisan author-author yang lain, cuma mau bilang ini pure ide aku sendiri, jadi tolong tegur diriku ... diriku menerima segala kritik dan saran ... serta maafkan kalo ada typo :)

Bella TrappolaWhere stories live. Discover now