Waktu kian berlalu, yang pernah terkurung oleh patahan pilu
Ragaku terbujur kaku, menatap kau yang pernah bersamaku
Memikirkanmu setiap waktu, menahan rindu yang membiru didalam hatiku
Rasa malu selalu menghantuiku, hingga waktu pun bertemu
Rinai airmata disudut kota terakhir kau dan aku berjumpa
Serpihan kata terucap begitu saja, bahwa kau akan pergi bersamanya
Menjalin cinta, hidup bersama, tanpa ada aku diantaranya
Sakitku menerpa datang begitu saja, hingga ikhlas menjumpai hati didalam dada
Bertahun tahun ku jalani hatiku dengan kesendirian
Penuh dengan sayatan luka, yang pernah datang menertawakan
Suport kawan, penyemangat keluarga, menjadi tiang tuk menjalani kehidupan.
Luka, pilu, gundah, sakit, dan kecewa kini telah terlupakan
Bagai debu yang tertiup angin, sirna dan menghilang perlahan
Aku bangkit dari hati yang pernah patah, dan senyum di bibirku kembali merekah
Sapaan yang datang selalu aku Terima tanpa hati gundah
Gembira, tertawa hidupku kini betul" Terasa berbeda
Dan semua luka yg pernah aku Terima, sungguh telah aku lupa
Bahagia, tentu aku bahagia, kini hidupku telah sempurna
Tanpa kau yang pernah membuat luka.
Kau yang pernah memberi rasa kecewa
Hilang begitu saja, kau tau aku sungguh ikhlas kau bersamanya
Tanpa sesal yang pernah mendekam, hingga hatiku pun kini telah terbuka dengan lebar dengan senyum tanpa kesal
timika papua
07 November 2020
tn.zaiin_
BINABASA MO ANG
ELEGI SENANDIKA
Poetry"Cinta bukan mengajarkan kita untuk menjadi lemah, tetapi membangkitkan kekuatan." "Cinta bukan melemahkan semangat tapi membangkitkan semangat. Tunjukkan pada orang yang pernah menyakiti itu, bahwa engkau tidak akan mati, lantaran dibunuhnya."
