Saat itu, aku berumur 18 tahun. Itu adalah saat dimana aku membuat keputusan yang cukup rumit. Sebelumnya, aku tidak pernah mempercayai bahwa aku di umur 18 tahun akan seperti itu. Aku hanya gadis biasa yang punya kehidupan yang biasa juga. Yang menjalankan hidup sebagaimana seharusnya. Hanya itu. Tapi, itu semua berubah ketika aku bertemu suatu sosok yang mungkin tidak akan tahu keberadaanku.
Na Jaemin, he is a kind of guy that made me fall deeper and deeper. Dia adalah seorang idola yang hampir dikenal oleh seluruh penjuru dunia. Mungkin banyak yang mengenalinya karena ketampanannya, bakatnya, tapi aku mengenalinya karena kelembutannya. Dia adalah salah satu idol yang paling menyayangi penggemarnya. Dia memperlakukan penggemarnya layaknya orang istimewa dikehidupannya. Aku tahu dia tulus. Dari segi dia menatap penggemarnya, tersenyum lebar dan berusaha menutupi pahitnya hidup dengan senyumannya.
Dulu, aku menyukai lelaki yang memiliki kepribadian dingin dan hanya bersikap hangat di depanku. Lelaki yang jarang tersenyum kecuali berada disampingku. Aku ingin seorang lelaki yang hanya menjadikan aku satu-satunya. Tapi sekarang, diumurku yang ke18, dimana seharusnya aku menjadi dewasa, aku malah menyukai seseorang yang tidak pernah mengetahui keberadaanku. Seseorang yang selalu tersenyum manis kepada banyak orang, seseorang yang menjadikan aku salah satu dari berjuta penggemarnya.
Tapi, entah kenapa aku mencintainya. Menghabiskan untaian doaku untuk memohon agar bisa bertemu. Mendoakannya disetiap tetesan hujan, menyebut namanya disepertiga malam. Walau aku tahu, dia bukan seorang Muslim. Tapi, aku tetap mendoakannya, berharap dia mendapatkan hidayah. Tidak apa jika dia bukan jodohku, tapi setidaknya aku ingin bertemu dengannya di surga. Sebagai sesama muslim.
Dulu, aku hanya membayangkan bisa bertemu dengannya di sebuah fansign atau fanmeeting, dimana dia akan menandatangani album yang kubeli atau menerima hadiah dariku. But, who knows? I met him as Na Jaemin, not Na Jaemin from NCT.
You were a poem
And I memorized it all
- Kazishia
