Heyyy... Kamu pasti istimewa karena bisa menemukan cerita ini.
Aku baru pertama kali nulis cerita genre ini. So ...
Happy Reading.
_____________
Sarah berjalan menyusuri trotoar basah sisa hujan sore tadi. Ia telusupkan tangan dalam kantong jaket agar terhindar dari sapaan dingin udara malam. Ia pikir, seandainya ia bisa berteleportasi, pasti hidup akan menjadi lebih mudah. Jadi ia tidak harus menempuh jarak tiga kilometer jalan kaki di malam dingin begini hanya demi menghemat ongkos untuk bisa makan esok hari.
Sarah berdecih merasakan perutnya merungut. Dasar perut tidak tahu diri, masih saja menggerutu padahal sudah ia isi dengan sepotong roti siang tadi.
Perut gadis itu kembali berbunyi gara-gara penciumannya menangkap aroma lezat ayam panggang dan sup tomat berkuah kaldu yang kental. Sarah melewati sebuah restoran dengan dinding kaca, yang cukup terkenal di jalanan Greenford. Langkah kaki Sarah berhenti. Tak hanya bisa mencium aromanya, ia kini juga bisa melihat orang-orang makan di dalam sana. Di bawah cahaya remang yang terlihat hangat juga nyaman. Ya, tentu saja, tidak semua orang semalang dirinya yang harus merasakan dingin malam sambil menahan lapar.
Sarah menghela napas hingga uap tampak mengepul dari mulutnya. Baru satu langkah ia berjalan, saat memutuskan untuk berhenti lagi sebab ada seseorang di dalam sana yang menarik perhatiannya. Seorang laki-laki muda, mungkin berusia sekitar 25, dengan celana jeans biru gelap, mengenakan kaos berwarna merah dipadukan jaket berwarna hitam. Laki-laki itu duduk sendirian, tengah menyantap makanan, yang kelihatannya terlalu banyak untuk bisa dihabiskan sendirian.
Sarah berkerut dahi dan memiringkan kepala saking heran melihatnya. Ia merasa ada yang tidak biasa. Dan benar saja dugaannya. Saat pelayan membawakan bill untuk makanannya, laki-laki itu hanya tersenyum sembari mengedipkan sebelah mata. Bangkit dari kursi lalu pergi, namun pelayan itu diam saja tanpa berniat untuk mengejar atau menahannya.
Laki-laki tadi keluar dari restoran, berjalan sebentar, lalu tersadar ada seorang gadis yang memperhatikannya. Laki-laki itu menghentikan langkahnya, balas menatap Sarah dengan raut penuh tanya.
Sarah tahu laki-laki itu bukanlah manusia.
__________
Bersambung ...
Vote and comment, or not, is up to you guys 👍🏻
STAI LEGGENDO
Another
Casuale"Mahluk apakah kau ini sebenarnya?" adalah pertanyaan yang ditujukan Fandiaz kepada Sarah. Namun, kini mulai menjadi pertanyaan Sarah untuk dirinya sendiri. "Apakah aku bukan manusia?" Sarah merasa hidupnya biasa saja, normal seperti manusia pada um...
