Previous Page of 30Next Page

Unforgiven Hero

spinner.gif

by Santhy Agatha

blog : anakcantikspot.blogspot.com

twitter : @santhy_agustina

Facebook fanpage : Santhy Agatha

Unforgiven Hero

BAB 9

“Elena.” Rafael meraih lembut jemari Elena yang melangkah menjauh. “Tolong dengarkan aku dulu.”

Elena menatap Rafael dengan marah. “Kenapa kau harus membawaku ke dalam situasi ini Rafael? Dia, perempuan itu tampak sekali sangat membenciku, dan sepertinya ingin menyingkirkanku. Dan dia tahu bahwa kita sudah menikah dan berbulan madu, tetapi dia tetap datang dan tidak mempedulikanku.”

“Aku akan mengusirnya. Segera. Sementara itu kita harus menahan diri.” Rafael merangkum jemari Elena dan mengecupnya, “Aku juga membenci kehadirannya, Elena, lebih benci darimu. Tetapi Luna perempuan yang kejam. Aku takut kalau kita tidak hati-hati melangkah, dia akan berbuat jahat kepadamu.”

Elena mendesah kemudian menghela napas panjang, “Iya Rafael, maafkan aku, mungkin aku terlalu bingung dengan ini semua.”

“Aku yang harus meminta maaf karena menempatkanmu ke dalam situasi seperti ini.” Rafael merengkuh Elena ke dalam pelukannya, “Kita akan mengatasinya bersama. Oke?”

“Oke.” Elena memejamkan matanya dan menempelkan pipinya ke dada Rafael yang hangat. Membiarkan lelaki itu membuainya.

Sementara itu di depan pintu kamar tamu yang terbuka di lantai dua. Luna berdiri dan menatap ke bawah. Pemandangan dua pasangan yang saling berpelukan mesra itu tampak jelas dari atas. Membakar hatinya, membuat matanya menyala penuh kebencian.

***

                Rafael duduk dengan gusar di ruang kerjanya. Elena tadi tertidur di ranjangnya, dan menolak bercinta dengannya. Kedatangan Luna telah merusak moodnya. Tentu saja, perempuan mana yang tidak rusak moodnya ketika menghadapi bahwa mantan kekasih suaminya dengan tidak tahu malu menyusul mereka di saat mereka masih berbulan madu.

                Tetapi Rafael tidak bisa bertindak gegabah. Luna perempuan pandai yang licik dan sedikit jahat ketika ingin mencapai tujuannya. Dia akan menggunakan segala cara untuk memperoleh apa yang dia mau. Meskipun itu harus melindas orang lain. Tadi, Luna sudah menyiratkan ancaman ketika mengatakan ‘nama Elena membuatnya terkenang akan masa-masa indahnya’

                Rafael tahu persis apa maksud perkataan Luna. Dia menyiratkan bahwa dia akan memberitahu Elena bahwa Rafael sering menggunakan Luna ketika mereka bercinta, dengan memanggil dan menganggapnya sebagai Elena.

                Dengan frustrasi Rafael mengacak rambutnya, kenapa Luna menyusul kemari? Dia tidak habis pikir. Hubungan mereka sudah berakhir. Rafael sudah mengakhiri hubungan mereka baik-baik dan waktu itu Luna tampak menerimanya dengan baik pula. Apakah pada saat itu Luna masih berpikir bahwa Rafael akan kembali kepadanya? Dan ketika ternyata Rafael menikah dengan Elena, hal itu memicu sifat posesif perempuan itu?

                Rafael harus mencari cara untuk menyingkirkan Luna dari pulau ini. Jauh-jauh dan tidak akan kembali lagi untuk mengacaukan hidupnya. Tetapi dia harus berhati-hati melakukannya.

***

                “Makanan ini enak sekali.” Luna sepertinya sudah berdandan habis-habisan untuk makan malam mereka. Gaun suteranya panjang dan berwarna kemasan, nampak membungkus tubuh indahnya dengan sempurna dan indah. “Mungkin aku harus membujuk kokimu supaya mau ikut denganku.”

Previous Page of 30Next Page

Comments & Reviews (16)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended