Saatnya jam makan siang, semua murid kebanyakan berhamburan menuju ruang makan siang.
Teman-teman yg lain berada disana kecuali Gahyun, menimbulkan pertanyaan.
"Loh, Gahyun mana Soo?" Sunhee bergabung dengan mereka, ikut jaehyun.
"Ehm, dia lagi ada urusan.."
"Urusan apa? Kok gua aneh" jaehyun mengernyitkan dahinya.
"Gua juga kurang tau sih.."
Soodam kebingungan, ia tidak tau, harus mengatakan yg sebenar nya atau harus menyembunyikannya..
"Iya, dia juga tadi bilangnya ada urusan, jadi gak ikut makan."
"Soo, lu kenapa sih tegang gitu?" Sunhee menyadari soodam yg dari tadi gelisah.
"Enggak, gua gakpapa kok.."
Di kelas, Gahyun masih menunggu, ia sambil membuka sosial media nya, kenapa harus Gahyun yg menghampiri cewek itu, kan yg ada perlu dia.
Gahyun tidak sendiri, masih banyak siswa yg seliweran di depan kelas dan ngobrol di kelas.
Tiba-tiba saja, seperti yg sudah diduga, mereka datang.
'brakkk' suara pintu belakang kelas yg di dobrak terdengar sangat keras, seketika semua menjadi diam, dan mencari sumber suara, sedangkan Gahyun, ia tersenyum miring mendengarnya.
Cewek dengan name tag bertuliskan 'jeon soojin' itu datang bersama dengan beberapa temannya, menghampiri Gahyun.
Kini pusat perhatian tertuju ke meja Gahyun.
'prakk'
"Lu yg namanya Gahyun?" Diawali dengan memukul meja, soojin membentak Gahyun.
Gahyun masih santai dengan kedatangan yg penuh dengan emosi itu.
"Iya, gua, ada perlu apa?"
"Lu, jauhin juyeon sekarang!"
"Kenapa?"
"Ehh bitch, gak usah ganjen ya, lu tuh murid baru disini, dan lu udah berani nyari masalah sama gua, gua senior disini, lu harus patuh sama gua! Jauhin juyeon sekarang!"
Gahyun ingin tertawa rasanya, melihat betapa gegabahnya senior satu itu.
Salah satu teman yg berada di dalam kelas berbicara
"Hah? Tapikan kak juyeon itu-"
Gahyun mengangkat tangannya, isyarat meminta temannya itu untuk diam.
"Lu denger ya! Juyeon itu pacar gua! Lu gak usah deketin dia!"
"Bukannya lu udah putus sama kak juyeon, which Mean, lu itu mantan kak juyeon?"
Semua orang mulai berbisik, membicarakan soojin yg tak jelas.
"Jangan sembarangan ya lu!" Soojin mengangkat tangan nya berniat ingin menampar Gahyun, namun di tangkap oleh Gahyun.
"Pantes kak juyeon gak betah sama lu, bar-bar banget sih."
"Ehh lu nyolot ya!"
"Gua dari tadi udah santai kali, kalian aja yg dari tadi ngegas terus, udah kayak mau balapan aja.."
"Gak lucu ya!" Kembali melayangkan tangannya ke pipi Gahyun, namun kali ini di tahan oleh tangan lain.
"J-juyeon.."
"LU NGAPAIN!"
"G-gua cuma-"
"Lu apain Adek gua hah!"
Seketika soojin dan teman-teman nya kaget mengetahui hal itu.
"J-jadi, dia Adek lu juy, duh dek, kenapa gak bilang.." soojin meraih tangan Gahyun, namun ditepis oleh Gahyun.
"Sorry.."
"Lu apain dia, gua tanya!!"
"G-gua cuma ngomong dikit sama dia juy.."
"Dia udah coba nampar aku tadi, terus dia bilang aku bitch, ahaha."
Soojin cemas, ia terjebak di perangkapnya sendiri.
"Berani lu ngatain Adek gua, hah!!?"
"Sorry juy, gua gak tau kalo dia Adek lu."
"Satu sekolah tau, Gahyun Adek gua."
"Ya kalo gua gak tau gimana.." soojin masih mencoba membela diri.
"Sekarang lu pergi dari hadapan gua, dan jangan coba-coba buat muncul dihapadan gua, ataupun Adek gua lagi!"
"T-tapi juy-"
"Pergi!!"
Soojin dan teman-teman nya pergi dari kelas itu, tidak ada suara sorakan kekalahan namun bisikan dari murid-murid yg ia lewati sepanjang koridor mengiringi nya.
"Adek gakpapa?" Juyeon memastikan keadaan Gahyun, ia melihat wajah adiknya.
"Gakpapa, tapi kok kakak bisa tau kalo soojin ngelabrak Adek?"
"Ada yg lapor sama kakak, katanya soojin Dateng ke kelas kamu terus marah-marah ke kamu."
"Widih ada yg lapor, udah kayak pos jaga aja ahaha.."
"Ya ampun anak ini, temenmu yg lain mana? Kok gak ada buat bantuin kamu?"
"Adek sengaja mau ngadepin mereka sendiri, Adek suruh soodam sama yg lain makan duluan, biar Adek yg urus soojin.."
"Yaudah, ikut kakak.."
Juyeon dan Gahyun keluar dari kelas, mereka menuju taman sekolah.
"Duduk disini dulu, kakak beli minum."
Juyeon berlari menuju Minimart, Gahyun menunggu sambil memainkan ponselnya.
'padahal masih pengen maluin tu anak.' Gahyun sedikit menyesal karena belum totalitas.
"Ini, minum dulu.."
Juyeon datang membawa dua zero cola, yg satu untuk gahyun, dan satunya lagi untuk dirinya, mereka berdua sama-sama sedang mengurangi konsumsi gula.
"Kakak minta maaf ya, karena kakak, kamu jadi repot gini, dilabrak orang lagi."
"Iya kak, Adek gakpapa kok.."
"Kakak udah lama mutusin soojin, karena dia ternyata anak gak bener, dia sering ke club malam, ketemu cowok gak jelas, dan disekolah, dia juga tukang bully, kakak malu dong punya pacar kayak dia, ya kakak putusin aja."
"Kakak kan tau dia tukang bully, kok kakak nembak dia?"
"Eits, dia yg nembak kakak ya, waktu itu karena kakak lagi bosen gak ada temen chat, ya kakak terima deh dia, gak lama dek, cuma 2 bulan, kakak udah gak betah dan bosen, kakak putisin deh."
"Waw, ternyata kakakku fakboy juga yaa.."
"Sembarangan!" Juyeon menoyor kepala Gahyun.
Tanpa mereka sadari, banyak murid dari kejauhan melihat keakraban mereka, jarang sekali ada saudara yg bersekolah disana.
Ada beberapa memang yg belum mengetahui kalau juyeon dan Gahyun adalah saudara kandung, mereka mengira malah kakak adik itu pacaran.
"Jadi, kamu belum makan siang?"
"Udah lah."
"Loh, udah?"
"Iya, makan ocehan soojin ahahahah"
"Yeay, mana kenyang kalo gitu, yaudah, balik ke kelas gih, kakak mau ke kelas juga nih.."
Mereka berpisah, menuju kelas masing-masing..
Di koridor, Gahyun bertemu dengan soodam yg baru saja selesai makan siang.
"Gahyun! Gua nyariin lu dari tadi, lu gakpapa kan? Lu abis dari ketemu mereka ya?"
"Engga, gua abis ngobrol sama kakak gua."
Jaehyun dan younghoon yg entah darimana ataupun mau kemana melihat Gahyun dan soodam dan menghampiri mereka.
"Kenapa nih? Emang Gahyun kenapa?"
"Ahh gak ada apa-apa kok, tadi gua cuma ngobrol dikit sama kakak kelas yg agak penyakitan."
"Apaan sih lu ga ahaha"
"Iya Hoon, doi penyakitan, darah tinggi, jantungan, banyak deh.."
"Maksud lu, lu abis dilabrak senior?"
"Hooh jae.."
"Kenapa? Masalah apa?"
"Ya biasalah, masalah cewek."
"Sampe Jambak rambut gak?"
"Jae lu apaan sih" soodam menepuk lengan jaehyun.
"Ya kan kalo cewek berantem maenannya jambak-jambakan."
"Ahahaha gua tadi cuma hampir ditampar.."
"Hah? Ditampar! Dimana? Mana yg ditampar?" Younghoon melihat wajah Gahyun.
"Woy, cuma hampir, bukan udah!"
Bel masuk kelas sudah berbunyi.
"Masuk ke kelas sono."
******
Hollaaaaaa
Aku butuh bantuan kalian but share cerita ini dongggg
Kalo setelah part ini publish dan readers udh 200, aku bakalan sering update kok, promise hehe.
Jangan lupa vote dan coment yaaaaaa, makasih udah mau mampir ❣️❣️❣️