Hallo teman temann!! Hari ini aku gak update sabtu/malming hehe. Kira kira lebih suka update sabtu atau sesukanya nih??
Jangan lupa vote dan komennya yaa!! Aku seneng banget kalau kalian udah mau baca cerita ini, tapi jangan jadi siderr yaa sedih juga akunya. Bingung mau nerusin apa enggak jadinya.
Aku saranin untuk denger laguu yang diatass yaa waktu udah mauu bagian akhirr di part ini!!
Let's Go!!
-------------------------------------------------
"Biar apaziii twing!" Akbar selalu mengulang kata kata itu.
"Biar apazii twingg!"
"Biar apazii-"
"Shut up by, lo berisik," kata Ghesha kesal.
"Omaygatt! Aku di panggil by sama Ghesha. Haduhh," ujar Akbar histeris di kantin. "Lo jangan sering sering gitu Sha, bisa meleleh gue dini hari," kata Akbar.
"Gak usah geer. By itu babi," ucap Ghesha dingin.
Angga tertawa paling kencang. "Mampus anjir! Sukurin! Siapa suruh geer banget jadi orang, mampus anjing,"
"Udah buset Ngga, seneng banget lu," kata Arthur.
"Iyalah! Soal menistakan Akbar itu harus number one!!" ujar Angga.
"Biar apazii twing," ujar Seaghan kesal. Yang lain kaget karena ucapan Seaghan.
"Ga usah panik gitu. Gue tampan, gue udah ada yang punya," ujar Seaghan kalem.
"Dih?! Emang siapa yang mau ngaku kalau dia punya lo?" tanya Allena.
"Si Bintang, kemarin baru dinner," kata Seaghan enteng.
"Bohong muka lo jerawatan ya Kak!" ketus Vioreen. "Kalau beneran jerawatan gue bilang seluruh toko perawatan buat gak kasih lo barang barang perawatan, biar tau rasa," ujar Vioreen.
"Coba aja, kan ada barang perawatannya Bintang. Dia udah stok," ujar Seaghan.
"Main main dia Bun!" Akbar mengompori. "Sikat aja lah Bun! Hajar hajar!"
"Udah lah. Orang caper diemin aja," ujar Ghesha. Membuat mereka semua tertawa puas.
"Utututut, kaciann gak di notice sama pacar sendiri," ledek Xanna.
"Ku tak peduli," balas Seaghan tak kalah songong.
"Wah beneran cari war lo ya Han!" ujar Xanna.
"Udah lah. Lagi berduka gini masih aja," tegur Kenzo mengingatkan.
"Oh iya gue lupa kalau kita lagi berduka," ujar Akbar.
"Punten nya. Selagi kita lagi lengkap disini, perwakilan dari bendahara Basecamp mau tanya. Nasib Basecamp kita itu bagaimana ya? Uangnya di gue semua masalahnya. Gak berani gue megang duit banyak," ujar Allena.
"AH IYA! SAMPE LUPA GUE KALAU KITA MAU BIKIN BASECAMP!" ujar Akbar bersemangat.
"Biar apazii twing," ujar Seaghan. Namun mereka hanya menghiraukan.
"Apa dari masing masing udah ada lokasi atau barang barang yang mau dibeli? Kasian nih duit gue taro di dompet mulu," ujar Allena lagi.
"Kemarin kan kita gelut," ujar Bulan.
"Lo nyindir gue maksudnya?" Arthur langsung menanggapi Bulan begitu Bulan menoleh kearah Arthur.
"Gak gitu Bang. Baikan kita," kata Bulan tercengir. "Gue ada ide, karena gak mungkin ini kita tunda trus. Sebagian ada yang urus basecamp, sebagian lagi urus pemakaman Reza. Gimana?" ujar Bulan.
"Sabi tuh," ujar Angga.
"Biar apazii twing," ujar Seaghan lagi.
"Yang urus pemakaman biar Akbar, Angga, Seaghan, Arthur, Gilang, Kenzo, Xanna sama Ghesha aja," kata Bulan lagi. "Sisahnya urus basecamp, cari perlengkapan, lokasi, pengeluaran nanti seberapa, trus bikin laporan," ujar Bulan.
"Ngapain bikin laporan anjir?" tanya Allena bingung. "Kayak tugas Bahasa aja,"
"Biar tau apa aja barangnya, seberapa uang yang kepake. Jadi kalau ada sisa kita bisa sumbang ke orang yang membutuhkan atau beli alat tulis buat anak anak lampu merah," ujar Bulan.
"Atau mau buka bimbel kecil kecilan? Jadi liburan nanti kita ada kegiatan buat ngajar mereka, secara gratis aja. Kebetulan ada Gilang sama Kenzo disini yang ilmunya di atas rata rata," usul Bulan lagi.
"Lo udah mikir ini dari jauh jauh hari ya?" tanya Xanna. "Cemerlang banget, gue suka," katanya.
"Dih, biar apazii twingg,"
"Sekali lagi lo ngomong gitu gue gorok ya Han!" ketus Ghesha yang terganggu. "Biar apasih ngomong kayak gitu?!" tanyanya kesal.
"Kan katanya caper,"
"Trus kalau caper, mau caper beneran?!" tanya Ghesha sewot.
"Iya. Biar kamu perhatian trus ke aku," kata Seaghan tersenyum.
Ghesha benar melempar buku tebalnya ke muka Seaghan tanpa ampun. "Dari kemarin sikapnya aneh trus, bikin stress aja," ketusnya.
"Awas ubanan," ujar Gilang.
"Biar apazii twingg!" kata Seaghan kesal. "Giliran cewek gue lo sahutin, omongan serius diem aja lo! Ngapa demen?" tanya Seaghan.
"Enggak,"
"Ya udah bagus!" kata Seaghan bangga. "Ayok di lanjut rapatnya Bunda Bunda ku sayang," kata Seaghan.
"Yang serius dong Han," tegur Allena. Wajah Seaghan langsung berubah cepat. "Ya-ya gak gitu juga kali. Serem diliat," kata Allena ngeri.
"Oh gitu,"
"GOROK PACAR SENDIRI BOLEH GAK SI?!"
***
Siang ini rencana untuk acara pemakaman Reza. Sesuai usulan Bulan, yang berangkat hanya Akbar, Angga, Arthur, Seaghan, Gilang, Kenzo, Xanna dan Ghesha. Itu sama aja semua Regaza dan dua orang Sisterhood sih.
"Reza beneran udah gak ada ya?" Xanna membuka pembicaraan di heningnya suasana mobil. "Mau nangiss, huwaaaa," katanya lalu memeluk Ghesha.
"Padahal gue udah berusaha gak sedih loh Xan. Lo kenapa masih ingetin sih? Jadi gagal kan usaha gue selama ini," kata Akbar.
"Lah gue mana tau. Lo gak ngasih tau sih," ujar Xanna. "Gak kebayang basecamp bangun tanpa Reza," ujar Xanna.
"Padahal kan yang mempersatukan kita itu Reza," ujar Xanna.
"Vioreen, kalau lupa," kata Gilang.
"LAH IYA YAK?! Oh iya karena dia deh. Karena kalian racunin Vioreen kan. Udah lama banget itu," ujar Xanna. "Padahal gue udah percaya banget sama kalian, udah gak ada perdebatan. Eh taunya kalian jahat banget jadi manusia. Heran gue,"
"Yang lebih herannya kenapa Vioreen mau maapin kita kita," ujar Angga. "Jarang tuh spesies macam Vioreen. Gue kalau gak jadian sama Allena udah gue pacarin kali Vioreen," ujar Angga.
"Mulut, mulut! Jadi gini ya kelakuan lo di belakang Allena!" ketus Xanna menjitak kepala Angga.
"Pacarin aja kali, setuju gue mah. Dari pada sama cowok yang putusin dia disaat lagi susah?" ujar Arthur membuka mulut.
"Ngomong di depan kalau berani," ucap Gilang dingin.
"Biar apaz-"
"Cukup Han. Jangan bikin emosi," tegur Ghesha begitu Seaghan membuka mulutnya.
"Karena perjanjian konyol Vioreen dan tau kalau Allena sama Seaghan temen kecil kita jadi deket. Bahkan ada yang iri sama kita, haha. Lucu ya, masa kita deket aja banyak yang iri, padahal kan mereka juga bisa deket sama orang lain," ujar Xanna.
"Baru ada niatan mau bentuk basecamp, gue lupa itu usulan dari siapa. Yang jelas semua pada setuju. Kita mulai cari dana, banyak drama dulu pas cari dana, banyak yang ngebucin lah-"
"Iya salah satunya lo!" potong Arthur. "Gue suka sebel kalau kalian udah ngebucin! Jujur deh. Buat apasih ngebucin di depan orang jomblo? Buat bikin iri?" tanya Arthur.
"Buat memotivasi agar para jomblo punya pasangan," kata Kenzo.
"Ngadi ngadi bangsul!" ketus Arthur.
"Eh, pas dana udah kekumpul kita malah berantem karena masalah rokok. Miss banget deh kita disitu, gak saling mendukung satu sama lain. Untungnya Reza dateng mau bantu gue sama yang lain," ujar Xanna masih trus mengingat. Ia masih berada di pelukan Ghesha.
"Dan mulut embernya si Arthur sama Akbar ini yang bikin gue benci banget sama kalian! Pengen gue getok pala nya satu satu," ketus Xanna langsung menggetok kepala Arthur dan Akbar.
"Itu bukan pengen lagi namanya, tapi udah," ujar Ghesha.
"Habisnya mulut mereka tuh lambe banget kayak cewek. Lo tau kan seberapa keselnya gue waktu mereka ledek ledek Sisterhood?! Pake nempel nempel sama Fivers lagi kan!" ketus Xanna.
"Apalagi ketua sama wakilnya! Kayak goblok gak sih mereka?" tanya Xanna berapi api. "Udah goblok masih aja narsis," ketus Xanna.
"Dan hidup," Ghesha menambahkan. Seaghan hanya menatap Ghesha tajam.
"Sumpah ya waktu itu gue rasanya pengen marah banget. Emosi gue! Untungnya ada Allena yang nahan gue, coba kalau engga? Udah habis lo semua sama gue sekarang!" ketus Xanna.
"Zo, pacar lo serem ihh," kata Akbar ngeri. "Kek setan gitu,"
"Astaghfirullah Akbar nyebut," tegur Arthur. "Gak baik temen sendiri dibilang setan. Kunti baru bener," kata Arthur tos dengan Akbar.
"Gak ada lo numpang wifi dirumah gue lagi Bar," kata Kenzo langsung kesal. "Gak tau diri,"
"Yhaaaa, mampus," ledek Angga.
"Lah masa bisa gitu sih-"
Ting.
Satu notifikasi masuk dengan sopannya. Itu dari ponsel Ghesha. Semua mata langsung tertuju pada Ghesha yang sedang memegang ponsel sekarang. Terlihat kalau Ghesha tersenyum sangat tulus.
"Siapa Bun? Selingkuhan?" tanya Akbar tanpa jeda.
"Gebetan baru biasa," ujar Xanna ingin mengintip. "HEH?! APAAN NIH?!" tanya Xanna kaget.
"SERIUSAN?! KOK SEREM SIH ANJIR!" kata Xanna langsung melepas pelukannya.
"Kenapa sih kenapa?" tanya Angga kepo. "Ghesha menang undian satu miliyar?" tanya Angga.
"Bukan, bukan,"
"Dapet pulsa gratis dari selingkuhan?" tanya Akbar.
"Bukan anjir,"
"Di notice sama idola?" tanya Arthur.
"Bukan Thur! Deketan dikit coba mikirnya!" kata Xanna bersemangat. "Eh gue seneng banget ini Sha gak boong, tapi serem juga," katanya melihat Ghesha memasuki ponselnya.
"Kenapa?" tanya Kenzo.
"Apaan sih anjir?! Trending satu di tiktok karena goyang woah nganu?" tanya Akbar ngawur.
"OHH! ATAU JANGAN JANGAN! ITU KAN ITU!" kata Akbar bersemangat.
"Itu apaan goblok?" ujar Angga.
"Itu lohh! Ghesha ranking satu di satu angkatann!! Ngalahin Gilang berarti dia," kata Akbar. "Selamat yaa Bundaaa!!"
"Amin Bar, tapi bukan itu," ujar Ghesha.
"Reza mati suri?"
Semua langsung menoleh kearah Gilang. Suasana di dalam mobil langsung tegang dan tidak nyaman.
"Mobil gue ini. Jangan horror," tegur Seaghan.
"Kan gue cuman nanya," kata Gilang.
"Beneran apa? Reza mati suri?!" tanya Arthur.
Ghesha menoleh. "I-iya Thur. Info dari Khadijah sih gitu," kata Ghesha.
"SEREM ANJIRRR! BISA DI WAWANCARAIN GUE NTARR KARENA KEMARIN GIBAHIN DIA!!"
"NYEBUT AKBAR NYEBUT!"
***
Ghesha.elret
Reza mati suri.
"ASTAGHFIRULLAH!" teriak Bulan di supermarket. "Masya Allah, istigfar Bulan," kata Bulan.
"Permisi Mbak, volume suaranya mohon di kecilkan ya karena menggangu pembeli yang lain. Terimakasih," tegur pelayan laki laki yang berada dekat mereka.
Vioreen menyegir. "Iya maaf ya Kak," katanya.
"Kenapa sih?" tanya Allena.
"Mending lo buka grup deh. Merinding gue kalau dibacain," ujar Bulan.
Mata Allena dan Vioreen langsung melotot kaget. Ini beneran atau cuman mimpi aja? Seriusan nih?
"Coba lo tampar gue," ujar Allena pada Bulan. Bulan langsung menampar tanpa hitungan menit.
"Sakit anjing! Pelan pelan goblok!" bentak Allena membuat suasana supermarket mendadak terganggu akan suara mereka.
"Ya kan lo minta di tampar, ya gue tampar lah," ujar Bulan. "Tapi ini beneran gak sih anjir? Gue merinding nih beneran," kata Bulan lagi.
"Gatau ah, gue takut," kata Vioreen langsung lari ke kasir.
Bulbul
Ini beneran apa hoax kayak di tipi tipi?
Xanmark
This is real girl, no fake.
Bulbul
Don't lie to me.
Xanmark
I'm seriously
Bulbul
Okay, wait for me there.
Bulan langsung mengambil makanan dan minuman secara asal lalu mengajak Allena menuju kasir sekarang. Mereka bertiga berniat untuk ke Rumah Sakit sehabis dari supermarket. Mereka perlu bukti, bukan hanya informasi.
***
"Reza, sayang.." sapa Uminya lembut. "Alhamdulilah kamu ternyata masih bangun," kata Uminya lega.
"Loh Umi? Umi kenapa bisa ada disini?" tanya Reza heran. "Ini Reza dimana? Perasaan Reza udah berasa di surga tadi,"
"Panjang ceritanya sayang. Selagi kamu udah sadar, Umi mau minta maaf yang sebesar besarnya sama kamu. Umi sama Abi merasa bersalah karena sudah membandingkan kamu sama anak lain, maafin Umi ya sayang?" ujar Umi nya semakin lembut.
"Pasti temen temen ngomong aneh aneh sama Umi Abi kan?" tanya Reza menebak.
"Iy-"
"Enggak kok sayang. Justru teman teman kamu yang bikin Umi sama Abi sadar, sekali lagi Umi sama Abi minta maaf ya," kata Umi nya memotong ucapan Abi nya.
"Kenapa bukan Abi yang minta maaf sama Reza? Kenapa harus perwakilan dari Umi?" tanya Reza.
"Sekalian," kata Abinya.
Reza hanya terkekeh. "Utarakan aja Bi, jangan jadi pengecut," ujar Reza mulai berani. "Tanpa Abi sama Umi bilang maaf ke Reza, Reza udah maafin Abi sama Umi. Ya kali Reza durhaka sama orang tua sendiri," kata Reza sedikit bercanda.
"Udah sehat ya, udah berani sama Abi," tegur Abinya menahan tangis. Jujur ya, Ayah mana yang tidak sedih putra semata wayangnya meninggal? Gak ada.
"Iya dong, masa cemen terus," kata Reza tersenyum.
"Itu teman teman kamu udah nunggu di depan. Dari tadi mereka nunggu gak sabaran mau ketemu kamu," kata Uminya.
"Iya Mi, suruh masuk aja,"
Sekarang gantian. Abi dan Umi nya yang keluar dan memberi waktu pada Reza untuk berbicara pada teman teman dekatnya. Baru juga mereka masuk, dari arah pintu sudah terlihat ada orang yang berlarian lalu membuka pintu secara kasar.
"REZA! BUSET REZA!" kata Bulan ngos ngosan. "Tar dulu jangan ada yang komen. Gue mau tarik nafas bentar aja," katanya lalu mengambil nafas sangat dalam.
"Pelan pelan anjir, kasian Vioreen kecebur di got. Lo itu mau ketemu Reza atau artis sih? Cepet banget lari lo kayak marathon," kata Allena kesal.
"Oh iya Vioreen kecebur di got? Bagus deh," kata Bulan lalu ikut bergabung dengan yang lain.
Baru juga Vioreen sampai dengan keadaan kaki kanan yang penuh kotoran langsung di tolak oleh Xanna.
"Eits! Mau ngapain lu? Sana cuci kaki ganti celana dulu di kamar mandi, gue bawa celana double. Kasian Reza baru mati suri gak boleh nyium bau bau gak sedap," ujar Xanna.
"Tega banget lu ya Xan! Segitunya sama temen sendiri," ujar Vioreen kesal.
"Gue udah pinjemin lo celana ya! Segitu masih lo bilang tega?" tanya Xanna.
"Nyenyenye, serah!"
"Dih, ngedumel bocah," ketus Xanna kesal juga.
"Udah kasian Vioreen. Jangan selalu di gituin," tegur Reza.
"Jadi lo..." kata Allena memotong ucapannya sendiri. "Ma...mati suri Za?" tanya Allena was was.
"Iya kali. Padahal gue udah ngerasa gue itu udah di surga. Gue udah bisa nikmatin makanan kesukaan gue, segala macam barang kesukaan gue ada disitu. Eh gue di balikin lagi ke bumi," kata Reza.
"Sialan lu ya! Kita sedih sedihan disini, lo malah enak enakan disana! Bener bener ye," ujar Akbar ingin menjitaknya namun ditahan Arthur.
"Ciee yang nangisin gue," ledek Reza. "Udah gue bilang ujung ujungnya gue tetep sama kalian manusia berdosa ini," kata Reza lagi.
"Tanpa sadar lo baru mati suri dan lo udah bikin dosa pertama Za," ujar Gilang membuat Akbar dan Angga tertawa.
"Mampus," ledek Angga.
"Gue minta maaf Za," ujar Arthur spontan. "Maaf udah bikin lo luka luka begini. Maaf udah ngerepotin lo sampai lo dirawat, trus lo koma berhari hari," kata Arthur menahan air matanya.
"Gue juga," kata Seaghan. "Maaf gagal menjadi ketua lo," katanya dingin.
"Biar apazii twing," ledek Akbar sengaja.
"Gak lucu lo," ketus Seaghan benar benar berubah. Seaghan yang tadi di kantin hanya sementara.
"Serem banget tuh mata!" sahut Vioreen. "Awas ntar lo jadi vampire yang matanya item item di samping!" ketus Vioreen.
"Oh,"
Vioreen mengambil nafasnya. "Sumpah ya! Baru kali ini gue sabar banget sama kalian. Hadeh," katanya memegang kening.
"Hai Reza!" tiba tiba Vioreen menyapa Reza. "Apa kabar Za? Baik kan?" tanyanya.
"Hai Vioreen, baik bangett malah. Sehat walafiat," katanya tersenyum.
"Pasti disini langsung pada nanya lo beneran mati suri apa enggak kan? Emang parah banget mereka, bukanya nyapa lo nanya kabar gitu, malah nanya begituan. Berhubung gue satu satu nya orang yang berbeda. Boleh kali kebab," usil Vioreen.
"Modus banget najis," ujar Bulan kesal. "Baru juga sadar orangnya udah minta kebab aja, suka gak ngotak,"
"Bodo wleee," Vioreen menjulurkan lidahnya.
"Ren," panggil Reza.
"Ya?"
"Udah balikan belum sama Gilang?" pertanyaan spontan Reza membuat mereka berteriak pelan namun riuh.
"Belum, kenapa tuh? Reza mau pacarin Vioreen?" tanya Vioreen.
"Di rem kali tuh mulut," tegur Ghesha.
"Loh ada Ghesha? Gue pikir ngambek karena Seaghan dingin lagi ke lo Sha," Vioreen sengaja membahas soal itu.
"Ember bat mulut lo," ketus Ghesha pelan.
"Emang boleh?" tanya Reza tersenyum usil ke Gilang, meminta penjelasan.
"Tau dah," ujar Vioreen.
"Boleh gak nih? Kalau misalkan boleh ayok hari ini juga," kata Reza hampir tertawa.
"Lang, jawab kali," ujar Angga memberi kode pada Gilang.
"Gak,"
"BIAR APAZII TWING," kata Akbar dan Arthur kompak. Lalu tertawa.
"Gak usah labil jadi cowo," tegur Seaghan. "Kalau suka utarakan, kalau gak suka tinggalkan. Jangan sampai di gantung," ujar Seaghan.
"Tumben bijak otaknya," sindir Ghesha.
"Hm,"
"Itu bisa diatur, tunggu aja," kata Gilang menjawab pernyataan Seaghan barusan. Seaghan hanya mengangguk.
"Gak jadi deh kebabnya Ren. Harusnya Reza nih yang minta kebab ke Vioreen," ledek Reza membuat Vioreen malu.
"Gak usah kasih harapan gitu kalau ujung ujungnya di sakitin," ujar Vioreen.
"Gak ada yang kasih harapan," Gilang membalas.
"Tuh kan! Emang PHP doang kamu," ketus Vioreen.
"Aku kan cuman jawab pertanyaan," kata Gilang. "Emang mau dikasih harapan?" tanya Gilang sengaja.
"Dibuka jasa badutnya kakak! Ayok open preorder nihh, mumpung masih anget barang produknya!!" ujar Arthur kesal. Baru juga dibilang, udah begini aja.
"Ya-ya gatau," kata Vioreen ragu.
"Yang jelas, biar aku juga jelas," ujar Gilang membutuhkan jawaban Vioreen. Namun Vioreen hanya terdiam, lalu berlindung di belakang Arthur.
"Yahh yahhh, maunya sama Arthur tuh Vioreen. Sedih hatiku... potek potekk!!" ledek Bulan begitu Vioreen berjalan kearah Arthur.
"Yahhh," ucap Gilang tak sengaja.
"Tuh Ren! Gilang udah kecewa banget lohh Ren!" ucap Xanna memanas manasi. "Masa lalu ya masa lalu aja Ren. Kalau lo masih ragu kasian Gilang juga mau gimana lanjut sama lo. Lo kan pernah bilang tiap manusia punya kesempatan kedua, kasih lah Gilang kesempatan kedua. Ikutin kata hati jangan pikiran," ujar Xanna.
"Kalau lo masih sayang sama dia ya perjelas jangan uring uringan begini Ren. Gue kalau di posisi Gilang juga bingung mau gimana sama lo," ujar Ghesha.
"Oh jadi maunya di posisi Gilang," ucap Seaghan sengaja.
"Apa sih?!"
"Gak,"
"Gak jelas banget Han," ketus Ghesha merasa kesal akan sikap aneh Seaghan akhir akhir ini.
"I-iya nanti gue pikirin deh," kata Vioreen memberi celah pada Gilang.
"Berhubung Reza udah sadar. Balik ke tujuan utama. Jangan pura pura bego kalian," ujar Allena. "Tadi gue, Bulan sama Vioreen udah cari beberapa barang yang mau di beli. Berhubung Reza udah hidup lagi-"
"Kata kata lo, astaga," tegur Akbar. "Bagusan dikit kek, udah bangun gitu. Ini udah hidup lagi, serem bego," ujar Akbar.
"Iya iya! Berhubung Reza udah bangun, jadi tugas diubah yaa. Gue, Bulan sama Vioreen tetep cari perlengkapan. Yang urus laporan nanti Xanna sama Ghesha, buat cari lokasi Angga, Akbar, sama Kenzo. Buat desain basecampnya urusan Seaghan sama Gilang gimana? Ada usulan?" ujar Allena.
"Arthur kemana Arthur? Kok nama dia gak disebut sih?" tanya Akbar bingung.
"Di hati gue," jawab Ghesha asal. Seaghan langsung menarik nafas saat itu.
"Cari perkara aja lo Sha! Awas ya sampai lo jadiin gue bahan nistaan habis ini di room chat!" ketus Vioreen begitu tau reaksi Seaghan.
"Arthur jaga Reza aja disini. Gue yakin kalian butuh waktu lebih buat ngobrol hal hal penting atau semacamnya," kata Allena membuat semua mengangguk.
"Gue gak bisa sama Vioreen?" tanya Gilang.
"WOW! IMPRESIPP!" kata Angga terkejut. "Gas juga lo Lang. Bagus bagus! Ku suka gayamu," ujar Angga.
"Gak ada penawaran. Lo kalau mau pdkt cari cara lain aja, jangan memanfaatkan situasi Lang. Ini udah bulat, yang ada kalau lo sama Vioreen di satuin malah bikin masalah baru," ujar Allena.
"Padahal maunya sama Vioreen," Gilang memasukan tangannya di kantung hoodie nya lalu mengerucutkan mulutnya.
"Utututut, sabar ya sayangg. Tenang kan ada Seaghan, kalau dia galak pukul aja, lapor ke Buna," ujar Ghesha mengelus kepala Gilang. Kebetulan mereka dekatan.
"Iya Buna," Gilang hanya manggut manggut.
"Bisa bisa nya lo Sha! Cari perkara beneran anying," ketus Vioreen sangat kesal.
"Wow, kenapa marah gitu Ren? Masih suka sama Gilang yaa?" tanya Bulan ikutan.
"Diem bangsat," marahnya Vioreen tak main main sekarang.
"Kalem Ren. Tarik nafas tiga kali, ayok," ujar Arthur menenangkan.
"Lo pikir gue mau lahiran hah?! Ga usah sok kasih saran deh," ketus Vioreen mengusir Arthur.
"Tenang Ren nanti kita balas," bisik Seaghan pada Vioreen.
***
Karena tadi Allena, Bulan dan Vioreen menyusul ke Rumah Sakit, jadilah mereka sempit sempitan di mobil Seaghan yang isinya sebelas orang. Widih sebelas orang udah kayak tim sepak bola yang mau turnamen aja nih.
Sebenernya Allena, Bulan dan Vioreen bisa aja pesan bang ojol buat jemput di Rumah Sakit, cuman karena udah malem juga dan Xanna tidak mengizinkan jadinya mereka sempit sempitan deh.
Bisa kalian bayangkan gimana posisi mereka sekarang? Jadi begini. Yang menyetir Seaghan dengan Angga di depan. Di bagian tengah hanya perempuan dan di bagian belakang Arthur, Akbar, Kenzo dan Gilang.
"Sumpek banget ya Allah!!" keluh Bulan mengatur AC tengah agar kearahnya. "Bentaran ya yang di belakang, panas banget sumpah ini," ujar Bulan.
"Lagi siapa suruh gerak gerik mulu, kepanasan kan lo," ujar Allena di pojok. "Geseran dikit dong Xan sempit njir," kata Allena menyenggol Xanna.
"Lo pikir gue gak sempit apa?! Gue mau cari posisi enak gak nemu nemu!" kata Xanna membalas garang.
"Haduh cewek cewek berisik banget si mulutnya. Kasian tuh cewek gue lagi nyanyi di dalem radio gak kedengeran," ujar Akbar dari belakang.
"Lo bukan cewek jadi gak ngerasain Bar," tegur Bulan menoleh kearahnya.
"Sha! Geseran kek, gue di dorong mulu sama Allena. Emang ini anak berat badannya udah naik anjir," ujar Xanna kesal.
"Deh ilah, ribet banget si timbang duduk doang," ujar Ghesha. Xanna hanya tercengir.
"EH ITU YANG DI POJOK GESERAN DONGG!!" Allena berteriak pelan. "Sumpah gue duduk cuman setengah anjir parah banget," ujarnya.
Vioreen yang berada di pojok harus bergeser lagi. Memang Allena tuh ribet banget sih.
"Gak usah geser lagi Ren, biarin aja udah. Lo duduk gak ada setengah gitu," sahut Arthur.
"Males debat," hanya itu jawaban Vioreen.
Arthur langsung menoleh ke Allena. "Len wilayah lo gede banget anjir. Maruk itu namanya, geseran lah itu Vioreen gak kebagian tempat," ujar Arthur.
"Gak mau ah, gue mau bobo bai!" ujar Allena langsung memejamkan matanya.
"Lo di bawah aja udah Ren," kata Bulan hanya bercanda namun terdengar mengejek. "Lebih leluasa deh gue jamin," katanya.
Vioreen hanya tersenyum. "Hehehe, mulut lo sekalian gue injek ntar di bawah," katanya kesal.
"Ren lo beneran gak kebagian tempat?" tanya Angga menoleh kebelakang.
"Kebagian kok ini, tenang," kata Vioreen menanggapi. Vioreen menyenderkan tubuhnya pelan. Untung saja di sampingnya Ghesha jadi tidak marah sama sekali jika tempatnya berkurang dikit.
"Gue seneng banget hari ini," Akbar tiba tiba berbicara. "Ternyata Reza itu mati suri. Walaupun serem tapi gue seneng gitu Reza masih hidup ternyata. Kira kira alasan Pencipta masih kasih kesempatan buat Reza apa yak? Ada yang mau nebak?" tanya Akbar.
"Mau liat gue sukses," kata Xanna pede. "Dia waktu itu pengen banget liat gue jadi model padahal cita cita gue jadi pengusaha buka salon gede gedean," kata Xanna tertawa kecil.
"Salah sihh. Dia mau liat ponakannya nanti," kata Angga. "Siapa tau gue beneran nikah sama Allena trus punya momongan, kan dia jadi ada ponakan. Soalnya dia pengen banget punya adek," ujar Angga.
Bulan langsung memukulnya. "Enak aja ponakan, ponakan! Sekolah dulu yang bener, trus kuliah baru kerja! Mikir udah kemana mana," tegurnya.
"Kalau menurut gue karena dia mau liat ketampanan gue sih," kata Akbar lebih pede dari Xanna. "Secara kan jika gue di masa depan nanti gue makin tampan," ujar Akbar.
"Huwekkk," Vioreen langsung bersuara.
"Lo jangan ngeledek gitu dong Ren. Gue udah pede banget padahal," kata Akbar jadi kurang pede. "Mengurangi kenarsisan gue aja nih," ujarnya.
"Ada plastik gak? Gue butuh banget nih," kata Vioreen cepat.
"Ada di Korea Selatan, banyak lagian," kata Akbar enteng. Langsung di pelototi Bulan.
"Lo mau muntah?" tanya Ghesha menoleh. Vioreen mengangguk.
"Gak enak perut gue, lemes banget," kata Vioreen lagi. "Ada yang punya gak? Malah di liatin doang sih," ujarnya.
"Nih, nih! Gue punya satu tapi," kata Xanna langsung mengeluarkan bekas plastik dari dalam tas nya.
"Han berhenti dulu, Vioreen mau muntah bentar," kata Ghesha. Seaghan langsung memberhentikan mobil yang tidak dekat jalan raya.
Sembari menunggu Vioreen muntah di luar, Allena langsung terbangun. Sebentar penghuni di bagian tengah meregangkan badannya karena sempitnya tempat duduk.
"Lo ada minyak kayu putih gak? Atau antangin gitu?" tanya Bulan. Vioreen hanya menggeleng. "Mau mampir beli dulu?" tanya Bulan lagi.
"Gak usah lah. Bentar lagi juga sampe," kata Vioreen. "Lanjut Pak, jalan!" serunya pada Seaghan.
"Lo beneran gak mau mampir beli antangin Ren? Takutnya perut lo kenapa napa lagi, mana lo ada asma kan," ujar Bulan lagi.
"Nanti aja ya dirumah," katanya.
"Dirumah sepi," Gilang langsung menyahut. "Nih di minum, AC nya geser aja, habis diminum langsung tidur, jalan masih jauh. Kalau udah mau sampe gue bangunin," kata Gilang memberikan antangin.
"Bilang dari tadi kek anjir kalau lo punya antangin," ujar Akbar emosi.
"Acieee makin perhatian aja nich," ledek Angga.
Vioreen menoleh, harus seluruhnya. Karena Gilang tepat di belakangnya. "Iya, makasih Lang," katanya.
"Dingin gak?" tanya Gilang memajukan wajahnya ke badan belakang Vioreen.
"Astaghfirullah, Buna pikir siapa yang ngomong. Ternyata kamu Gilang. Toh kalau mau ngomong gedein dikit volumenya, sampe kaget ini dikira setan," ujar Ghesha kaget.
"Sejak kapan sih Ghesha jadi di panggil Buna?" tanya Angga heran. "Jadi lucu banget anjir. Berasa keluarga kecilnya Seaghan sama Ghesha kita ini," ujarnya.
"Bener bener, dan Xanna paling tua hahaha," Akbar tertawa.
"Enak aja! Kenzo lah, kan dia lebih tua dari gue. Jangan mengadi ngadi deh Bar," ujar Xanna.
"Mau pinjem hoodie aku?" tanya Gilang saat pertanyaan sebelumnya tidak dibalas Vioreen.
"Mboh kalau mau uwu uwu jangan di dalem mobil juga toh, apalagi depan orang jomblo macam saya ini. Susah sekali Bapak satu ini dibilang," tegur Arthur jengah.
"Pura pura tidur aja yaa kalian!! Inget pura pura, soalnya sambil nguping pembicaraan mereka kan bisaa," ujar Akbar.
"Penggibah akut lo," balas Kenzo lalu menutup wajahnya lagi dengan bantal.
"Ren," panggil Gilang.
"Ren, dijawab dong. Itu telinga denger, hati lagi disko masa mulut gak jawab sih?" ujar Ghesha kesal. "Jawab aja apa susahnya sih Ren? Gue mau tidur ini, capek," ujarnya lagi.
"Iya iya, biasa aja sih!" ketus Vioreen pada Ghesha. "Iya kenapa Lang?" tanya Vioreen.
Gilang menghela nafasnya. "Ini terakhir Ren. Dingin gak?" tanya Gilang.
"Enggak, anget ini," kata Vioreen menggeleng.
Gilang langsung memegang pipi Vioreen dari samping. Untungnya kepala Gilang tidak ikut ke samping. "Iya, badan kamu yang anget. Aku kan nanya dingin suhu cuaca, bukan suhu badan," ujar Gilang.
Padahal Akbar dari tadi gigit jari sama Arthur di tengah tengah Kenzo dan Gilang waktu liat mereka berdua, rasanya mau teriak trus jingkrak jingkrak.
Gilang langsung membuka hoodienya.
"Wow, so sexy," kata Akbar melotot. Mulutnya terbuka lebar.
"Gilang pacar-able banget anjir. Harus banyak belajar gue dari dia," kata Arthur yakin.
"Lo berdua tuh ngomong tapi masih kedengaran orangnya goblok. Deh ilah bikin emosi aja," ujar Xanna. "Udah tidur tidur, besok mulung,"
"Mulung cinta kamuu, eakkk," Akbar menggombal.
"Cinta gue bukan sampah yang di pulung. Cari cinta lain aja. Cinta seorang jamet misalnya," kata Xanna kesal.
"Ini di pake. Baru tidur," kata Gilang memberikan hoodienya. "Di ambil Ren, jangan di liatin aja," ujarnya.
"Eh, iyaiya ini mau di pake," kata Vioreen kaget. "Udah tuh," katanya.
Gilang langsung menarik kepala Vioreen pelan lalu menyenderkan di senderan kursi mobil. "Tidur, jangan keras kepala," ujarnya sambil mengelus rambut Vioreen.
"Balikan aja lah lo berdua anying," Bulan langsung berbicara. "Lain kali tuh hargai perasaan temen juga ya Gilang, sakit nih," ujar Bulan.
"Gimana rencana gue lancar kan?" tanya Allena membuat semua menoleh. "Lancar lahh, harusnya lo juga bisa peka ya Lang tanpa pake skenario dari gue dulu," kata Allena.
"Oh jadi lo biangnya," Ghesha langsung menoleh. "Bener bener lu ye Allena! Pusing pala gue denger mereka sweet dari tadi," ketus Ghesha.
Malah karena respon Ghesha, Allena tambah seneng. Karena Ghesha sudah mulai tidak menunjukkan sisi dinginnya pada mereka mereka. Itu artinya Ghesha sudah mulai menerima lingkungannya.
"Pantesan lo marah marah gak jelas kayak guru BK, ternyata lo punya rahasia," ujar Akbar. "Kalau ada begini lagi ajak ajak gue lah Len. Gue juga mau kali bikin skenario. Nanti gue bikin tentang comedian biar lucu," ujar Akbar.
"Gue kira lo mau bikin 'biar apazii twing!' kan lebih keren dan memotivasi," kata Arthur tertawa. "Nanti di kalimatnya lo kasih garis strip tertanda 'Seaghan Pak Ketu Regaza'. Biar jadi sejarah langka," ujar Arthur.
"Gue tulis ntar pakai typing jamet," ujar Akbar histeris. "Nanti begini 814R 4I>AZ1 TVV1I/I6. Gitu," ujar Akbar mengejanya.
"Cie gak paham ya? Makanya jadi jamet," ujar Akbar.
"Si kampret," ketus Arthur memukul wajahnya. "Itu lo ngeja tolol mana paham, coba lo tulis pasti pada ngerti. Disini kan jamet semua," ujar Arthur.
"Gak usah ngadi ngadi kaoo Arthur!" Vioreen langsung bangun dari tidurnya dan menatap Arthur. "Gak Sudi banget gue di bilang jamet," ketusnya.
"Tidur Ren," tegur Gilang.
"Apasi anjir? Ngomel ngomel gak jelas. Udah sono tidur, diomelin kan sama calon suami. Nurut aja udah Ren," ujar Arthur.
"Tapi dia nya emang nyebelin Lang," kata Vioreen tak mau kalah.
"Iya faktanya gitu. Kalau kata Ghesha 'orang caper, diemin aja' gitu," ujar Gilang.
"Lohh kok malah Ghesha sih?! Tau ah kamu mah," Vioreen langsung kesal.
"Bacot goblok. Gue cuman mau tidur dengan estetek, ini kenapa pada nyebelin banget sih?!" ujar Ghesha kesal. "Lan! Sini lo, ganti tempat. Gak kuat gue," ujar Ghesha kesal.
"Gue juga yang kena korban. Nasib emang udah begini Bulan. Sabar, sabar," ujar Bulan.
"Bengek banget anjir, kebelet pipis," ujar Akbar tak puas menahan tawa. "Estetek, dikira cetek kali ah," ujar Akbar.
"Es cetek kali maksudnya Ghesha. Es krim yang buat anak anak, jadi namanya es cetek," ujar Angga menanggapi.
"Estetik kali cuman di plesetin jadi estetek," ujar Arthur ikut nimbrung.
"Lah? Bisa jadi itu. Tapi di plesetin pake apaan? Pel-an gitu? Ada soklinnya gak?" tanya Akbar. "Sakit dong kalau di plesetin," ujar Akbar.
"Ilmu lo bertiga yang di plesetin trus jadi cetek seperti es cetek. Dah!" ketus Seaghan kesal.
***
OTW KONDANGAN EMAK REZA
Akbarbar
Ganti nama grup ah, mumpung si Reza belum nongol.
Angga.ni
Ngapain diganti sih? Udah ini aja, gak ngaruh bagus jeleknya.
Akbarbar
Bukan gitu sayang, tapi biar✨ estetek✨ aja.
Akbarbar telah mengubah subjek OTW KONDANGAN EMAK REZA menjadi OTW BASECAMP
Akbarbar
Nah kan begini enak dilihat.
Allenascoot
Gak di pelototin sekalian Bar?
Xanmark
Dipacarin kali ah.
Akbarbar
Jangan di pelototin lah, orang yang di grup ini kan imut imut. Apalagi yang lagi baca😘
Bulbul
Modus bat anying.
Eh, laporan gimana laporan? Udah jadi belum?
Viorencia
Bentar deh gue bingung. Disini ketuanya siapa sih?
Sghnt.
Aku beb, why?
Viorencia
Cuman mau bilang, love u.
Aarthur
Anjing, damagenya sampe ginjal.
Ghesha.elret
Laporan udah beres dirumah. Kalau mau ambil silahkan.
Kenzo_Arviano
Nanti gue ke rumah @Ghesha.elret
Akbarbar
Ngapain nih jamal ke rumah Bunda gue? Dah ijin belum sama selingkuhannya?
Xanmark
Emang siapa selingkuhannya?
Gilang.am
Gue.
Allenascoot
Tolong ya serius dulu ini. Barang barang kemarin yang gue cari di online udah lengkap semua. Kapan mau ke lokasi yak?
Sghnt.
Besok? Lokasi udah dapet, tinggal interview aja.
Bulbul
Blom lu interview?!
Sghnt.
Blm.
Bulbul
Dih goblok. Gimana ceritanya dah lo udah dapet lokasi tapi belum interview? Dimana mana juga kalau udah dapet lokasi ya sekalian interview anjir.
Aarthur
Bayar orang kali. Banyak duit kan dia.
Bulbul
Hadehhh, interview dulu dong sayang. Trus siapa yang mau interview besok? Semua gitu?
Sghnt.
Jangan sembarangan panggil gue sayang.
Gak semua, gue sama Vioreen aja.
Akbarbar
LOH, LOH?! INI APA KONANG?!
Tolong lah kalian jangan bikin gue mikir mulu tiap malem. Gue tuh suka mikir, sebenernya kalian itu cinta segi berapa sih?
Ghesha.elret
@Kenzo_Arviano ngapain ke rumah?
Kenzo_Arviano
Mau ambil laporan. Uang sebagian ada di gue, kemarin Allena yang kasih.
Viorencia
Ini kenapa jadi ribet sana sini sih? Sumpah gue bingung.
Aarthur
Coba perjelaskan Pak ketu @Sghnt.
Sghnt.
Tanya Sekre.
Xanmark
Sebenernya gue juga bingung dari kapan kita bentuk kepengurusan begini? Dan kenapa tiba tiba ada Sekre, ketua, wakil, bendahara. Kenapa, kenapa??
Bulbul
Oh maap itu kesalahan gue. Lupa gue share. Jadi simak, ketua disini Seaghan, wakilnya Xanna. Untuk Sekre 1 itu gue, Sekre 2 itu Ghesha. Bendahara itu Allena sama Kenzo. Sekian.
Akbarbar
Emang urusan begini gue gak pernah di anggep bgst. Ngambek aku 😣
Viorencia
Akhirnya lepas dari kepengurusan. Gomawo.
Xanmark
Wait. Kenapa Seaghan pergi sama Vioreen bukan sama gue?
Al_Reza
Acieee maunya pergi berdua yak?
Xanmark
Bukan gitu, kan gue wakil Za.
Sghnt.
Karena lo ngurus perlengkapan yang ada di rumah Allena dan lo cek laporan di rumah Ghesha.
Ghesha.elret
Kenapa gak minta anak cowok?
Angga.ni
Gue juga curiga dari awal.
Sghnt.
Lo yakin gak butuh anak cowok buat angkut barang? @Ghesha.elret
Al_Reza
Dan kenapa Vioreen cewe sendiri yang gak kebagian pengurus?
Akbarbar
Tanyakan pada mantan.
Bulbul
Ribet lu semua banyak nanya. Intinya gitu deh. Besok Seaghan sama Vioreen interview ke lokasi. Anak cowok yang tinggal angkut barang dirumah Allena ke pick up. Yang anak cewek beli cat, figura, hiasan, wallpaper dinding, dll. Jelas?!
Angga.ni
Jelas banget Bu Sekre.
Aarthur
Buset ngegas. Besok bangunin gue tapi yak. Gue mau gadang.
***
Di depan rumah Allena sudah ramai sejak pukul tujuh pagi. Akbar dan Arthur lah penyebabnya. Mereka datang terlalu pagi ternyata. Libur sekolah sudah sejak lama, mereka hanya menunggu informasi hasil Ujian Nasional mereka dibagikan.
"Tin, tin, tin, tin!!!" Akbar berteriak. "Buset nih pemilik rumah kemana dah??" tanya Akbar heran.
"Assalamualaikum Ukhti," kata Arthur. "Woi Allena! Gue yang bedagang lo yang bangun siang, gimana sih?" ujar Arthur heran.
"Bukain pager kali Len, pegel nih kaki," ujar Akbar.
Allena langsung keluar dari rumahnya. Allena tidak jadi mengontrak karena menurut Angga lebih baik langsung punya rumah sendiri. Lagi pula harganya tidak terlalu mahal.
"Sabar buset. Lagi siapa suruh dateng pagi pagi?" ujar Allena sewot. "Itu motor parkir luar aja, gak muat di teras," kata Allena.
"Barang barang yang mau di angkut apa aja? Btw, pick up nya mana?" tanya Akbar.
"Lah?! Belum lo sewa?" tanya Allena kaget. Akbar menggeleng. "Lo gimana si? Tau gitu lo sewa pick up dulu baru ke rumah gue. Gue baru banget bangun ini," ujar Allena.
"Emang siapa yang suruh sewa?" tanya Arthur.
"Xanna gak suruh lo sewa pick up?" tanya Allena langsung di jawab gelengan. "Goblok, gak jelas banget Xanna. Katanya iya iya nanti gue bilangin kok. Php banget," ujar Allena.
"Lo sewa pick up dulu Bar, gue mau cuci muka," kata Allena langsung beranjak ke dalam.
"Gue gak di tawarin minum apa Len? Haus nih," ujar Arthur.
"Ambil aja sendiri, biasanya juga main nyosor,"
"Gak boleh gitu Len. Gue kan mau berubah jadi laki laki yang baik," ujar Arthur. "Barangnya banyak banget anjir, kayak mau pindahan," Arthur berjalan melihat barang barang yang mereka beli.
"Habis berapa duit ini anjir?" tanya Arthur. "Woi curut! Gue nanya ini, dijawab kek," ujar Arthur.
"Haduh Thur, gue tuh lagi sibuk. Mending lo tanya tembok sana," ujar Akbar. "Anjai sok sibuk banget gue yak? Hahaha," Akbar tertawa setelah itu.
"Gue telpon Deby lah kalau gitu," ujar Arthur.
"Widihhh ada yang udah deket aja sama Deby," Bulan tiba tiba datang dengan Ghesha. "Udah sampai mana Thur?" tanya Bulan usil.
"Diem lu bebek," ketus Arthur.
"Thur, gak jaga Reza?" tanya Ghesha bingung.
"Oh, kebetulan yang lagi jaga Abi sama Umi nya full hari ini. Jadi dari pada gue rebahan gak guna di rumah mending ke sini," kata Arthur menjawab.
Ghesha manggut manggut. "Pick up nya dimana?" tanya Ghesha.
"Tau nih si kunti. Karena dia kita belum jadi sewa pick up," sahut Allena. "Jadi makan waktu kan," ujarnya lagi.
"Kecapean kali," ujar Bulan.
"Gue udah dapet pick up nya. Sekitar dua puluh menit lagi sampe disini," ujar Akbar lalu memasukkan ponselnya. "Bay the way any busway, itu kunti kemana ye? Batang hidungnya kagak nongol," ujar Akbar.
"Masih ngebo tadi," ujar Ghesha.
"Apa kan gue bilang! Emang tuh orang nyebelin banget," ketus Allena. "Ini berangkat mau cari cat, wpp, dan lainnya kapan?" tanya Allena.
"Sekarang aja biar gak kelamaan," ujar Bulan.
"Gak nunggu Xanna dulu?" tanya Arthur. "Padahal yang lain juga belum ngumpul kesini. Gak enak kali," ujar Arthur.
"Vioreen sama Seaghan udah duluan tadi," ujar Ghesha.
"Tuh orang beneran pacaran apa gimana sih? Bingung gue," ujar Akbar menerawang. "Kisah cinta kalian ribet banget sih. Kayak gue dong mulus, udah cinta habis itu putus," ujar Akbar.
"Mulus pala lo!" ketus Bulan. "Iyalah mulus, orang lo bebas gak gue kekang," ujar Bulan kesal.
Akbar tercengir. "Hehe, iya makanya makin sayang," usil Akbar.
"Gak usah bahas Vioreen sama Seaghan. Mereka cuman interview doang," ujar Allena. "Ini Angga gak dateng dateng atau emang gak kesini?" tanya Allena menawarkan minum.
"Tau dari mana mereka interview doang?" tanya Akbar.
"Keliatan lah. Vioreen sama Seaghan bukan tipe nyakitin orang lain," ujar Allena. "Gue kenal mereka berdua juga udah lama kali," ujar Allena lagi.
"Puntenn Akang Teteh, good morning," sapa Xanna mengalihkan pandangan. Cewek itu datang bersama Angga, Gilang, dan Kenzo.
"Good morning, good morning. Good time lo ntar gue colong!" ketus Allena kesal. "Kemarin lo bilang mau sewa pick up, tadi aja baru gue sewa bareng yang lain," ujar Allena.
"Oh iya gue lupa sumpah! Suer beneran Len. Gue langsung bobo kemarin," ujar Xanna. "Maap yaa," katanya.
"Mekdi dulu baru gue maapin," ujar Akbar. "Habis dua rebu nih pulsa gue cuman mau sewa pick up!" ujar Akbar.
"Yaela dua rebu doang," balas Angga. "Gue pikir lima rebu baru protes," ujar Angga.
"Iya iya, nanti gue traktir mekdi," ujar Xanna. "Ayo yang ciwi ciwi kita shopping shopping," ujar Xanna semangat.
"Seneng banget anjir," ujar Arthur bingung. "Cari yang diskon yee, jangan yang mahal mahal. Inget buat anak anak," ujar Arthur.
"Anak anak kita nanti kan Thur?" ujar Xanna mengedipkan matanya.
Kenzo langsung menghela nafasnya. "Ayo biar cepet selesai. Biar ada waktu buat ngurus anak," ledek Kenzo.
Semua tertawa hanya mendengar ucapan Kenzo.
"Makin lama semua orang yang ada di sini sintingnya kayak Akbar anjir, ketularan apa yak?" ujar Bulan. "Jadi pada genit, centil, ew," katanya.
***
Para perempuan berangkat dengan mobil Xanna. Tadi Xanna kerumah Allena membawa mobil. Di dalam cuman ada empat orang. Rencananya mereka mau ke toko dekorasi terlebih dahulu, baru terakhir ke tempat cat dinding.
"Emang lo gak ada beli hiasan di online Len?" tanya Bulan terus memikirkan hiasan apa yang mau mereka beli.
"Enggak semua, cuman beberapa aja. Itu juga cuman bingkai kosong," ujar Allena.
"Kenapa beli bingkai kosong coba? Emang mau di isi sama poto siapa?" tanya Xanna bingung.
"Poto aib aib kita gimana?" ujar Allena hampir tertawa.
Bulan langsung menoyorkan kepalanya pelan. "Yang bener bener aja deh Len. Ya kali poto aib mau di pajang. Mending poto kita bareng bareng aja," ujar Bulan.
"Tapi kita gak ada poto bareng," ujar Ghesha.
"NAH MAKA DARI ITU! KITA HARUS POTO DI DEPAN BASECAMP NANTI!" ujar Allena mendadak semangat. "Gimana? Bagus kan ide gue?" tanya Allena mereka hanya mengangguk.
"Beli daun rambat plastik gimana? Kayaknya lucu deh kalau di panjang di depan," ujar Allena memberi pendapat lagi. "Trus sama tanaman hias sedang gitu buat di depan," ujar Allena lagi.
"Deh ilah jangan deh. Udah pusing gue liat tanaman depan rumah, harus di basecamp juga ya?" tanya Bulan. "Rumah gue berasa hutan lama lama," kata Bulan.
"Waktu itu gue minta Nyokap buat beli Album terbarunya KAI SOLO. Sama Nyokap gak di kasih uang katanya gak ada uang nanti aja ya. Eh besoknya dia beli tanaman lima anjir, dimana letak gak ada uangnya?!" ujar Bulan emosi.
"Tapi kalau banyak tanaman itu bagus Lan," ujar Ghesha. "Gue setuju sama ide Allena, biar gak bosenin banget,"
"Iya tau! Tapi jangan banyak banyak kayak hutan. Lo tau kan pintu depan, pintu belakang sama samping rumah gue tanaman semua?!" ujar Bulan.
"Beli Guninco Hinjang deh sekalian," usul Xanna. "Pasti lucu tuh kalau di taruh nya di dalam kamar. Nanti isi sama poto poto Polaroid kita aja," ujar Xanna.
"Gak sekalian lampu tumbler biar rame?" tanya Ghesha. "Yang ada ini bukan basecamp," ujar Ghesha.
"Ya gak gitu juga Sha. Lampu tumbler buat apaan? Mending lilin buat ngepet," ujar Xanna.
"Ngepet aja sendiri," ujar Ghesha gak minat. "Coba cari yang bener bener dibutuhin. Semacam piring, mangkuk, gayung, sabun cuci tangan kan bisa," ujar Ghesha.
"Itu udah Ghesha. Tanpa lo bilang gue juga udah beli," ujar Allena menoleh. "Lo juga yang kira kira anjir, ya kali barang yang di butuhin gue belakangin? Gak mungkin lah," ujar Allena.
"Beli masker gak? Siapa tau mau maskeran di basecamp," ujar Bulan.
"Otak lo semua dangkal banget yak, heran," ujar Ghesha kesal. "Dah lah diskusi aja gue mau molor,"
Selama Ghesha tidur, Xanna, Allena dan Bulan tidak melanjutkan diskusinya. Menurut mereka pantang jika mereka diskusi tapi Ghesha tidak ikut. Jadi untuk menggantikan kebosanan selain bermain gadget, mereka gibah. Walaupun dosa.
Selang beberapa menit mereka sampai di toko hiasan yang mau mereka beli. Bulan langsung membangunkan Ghesha.
"Sha, Sha!!" ujar Bulan menggoyangkan badan Ghesha. "Sha!" panggilnya dekat telinga, namun Ghesha tak bangun juga.
"Ini orang beneran kebo anjir," ujar Bulan. "Masa iya gue harus basahin dia pake air sih?" ujar Bulan pada kedua temannya.
"Coba bangunin lagi," ujar Xanna.
"Gheshaaa!! Hallo Gheshaaaa!!" panggil Bulan. "Ghesha masya Allah Gheshaaa!!" ujarnya lagi.
"Ghesha ada Seaghann!!" ujar Bulan siapa tau caranya berhasil, namun tidak. "Sha! Ada Seaghan lagi jalan sama Bintang Sha!" kata Bulan sengaja.
"Dia harus dibangunin pake apaan sih? Nyerah deh gue," ujar Bulan langsung keluar dari mobil. "Tinggal aja lah tinggal! Ribet banget," ujar Bulan jadi kesal.
"Sha, Ghesha. Neraka menunggu mu Sha ayok bangun," ujar Allena membisiknya pelan.
"Astaghfirullah! Mulut lo ya!" ketus Ghesha kaget.
"Epic banget ye lo Sha, bangunnya harus bawa neraka. Serem," ujar Xanna ikut keluar.
Mereka berempat langsung memasuki toko. Bulan dan Xanna fokus mencari hiasan sementara Ghesha dan Allena fokus mencari hiasan yang lain. Intinya sama sama mencari hiasan sih.
Saat hendak membayar ke kasir, tak sengaja mereka berempat bertemu dengan Syeril dan Deby dekat pintu masuk.
"Loh penja-eh bukan, Syeril?" ujar Xanna. "Kebetulan banget ketemu disini. Mau cari apa Ril?" tanya Xanna berusaha melupakan masalah yang lalu.
"Eh Xanna. Ada dekorasi yang harus gue beli buat sekolah," ujar Syeril.
"Oh buat perpisahan itu ya? Kenang kenangan satu angkatan kan?" tanya Xanna lagi. Syeril hanya mengangguk.
"Tumben banget kesini berempat, Vioreen kemana?" tanya Syeril basa basi.
"Oh udah mati dia," balas Ghesha. "Eh bukan, maksudnya lagi pergi," ujar Ghesha membenarkan.
Syeril hanya tercengir. "Beli apa Xan?" tanya Syeril.
"Oh ini, dekorasi buat basecamp," ujar Xanna tersenyum.
"Denger denger mau bentuk basecamp sama Regaza ya? Lucu banget deh. Dari dulu kepengen buat basecamp tapi wacana trus," ujar Deby langsung cerocos.
"Hehe iya Deby, jangan wacana dong," ujar Allena. "Btw, gimana sama Arthur? Tadi pagi telponan kan?" tanya Allena.
"Heh? Kok bisa tau?" ujar Deby kaget. "Ya gak gimana gimana. Arthur nya juga gak jelas. Aku di gantung trus," ujar Deby.
"Mampus kasian," gumam Bulan. "Jahat banget anjir si Arthur. Nanti kalau balik gue omelin deh Deby. Anaknya emang suka gitu, malu anjing emang," ujar Bulan.
"Xan," panggil Syeril. Xanna hanya menoleh.
"Keputusan lo gimana?" tanya Syeril. Membuat mereka semua bingung.
"Oh itu. Cukup lama sih gue mikirnya. Setelah gue matengin lagi, lebih baik mereka gue biarin dulu sampai angkatan lulus nanti. Setelah itu baru mereka gue lepasin," ujar Xanna. "Maaf ya kalau baru bisa lepasin mereka nanti bukan dalam waktu dekat ini," ujar Xanna.
"Gapapa Xan. Justru gue berterima kasih karena lo udah mau bebasin mereka bertiga," ujar Syeril. "Gue duluan ya? Babay," katanya melambaikan tangannya.
"Iya bay, hati hati ya Ril,"
"Harusnya lo yang hati hati, kan lo udah mau pulang,"
"Oh iya hehe, lupa gue," ujar Xanna. Kenapa dia jadi banyak lupaan begini?
Bulan langsung menatap Xanna. "Cerita lo ntar di mobil. Kebiasaan apa apa suka di pendem sendirian!" ketusnya.
***
Viorencia
Tolongin gue.
Bulbul
Napa lu?
Viorencia
Gue diliatin orang orang mulu masa. Berasa artis hiks 🥺🥺
Angga.ni
Dih pede amat.
Viorencia
Sumpah Sha! Ibu ibu disini genit semua anjir sama Seaghan. Serem ah.
Ghesha.elret
Trus gue peduli?
Akbarbar
✨Wow impresip✨
Angga.ni
Biar apaziii twing!☺️
Viorencia
Gue kayak jalan sama kulkas, tolongin.
Aarthur
Kita mau otw ke sana, shareloc dong.
Viorencia
Mengirim shareloc.
Udah tuh.
Vioreen langsung mematikan ponselnya begitu Seaghan memanggilnya.
"Ren!" panggil Seaghan.
"Apaan?" tanya Vioreen.
"Jangan jauh jauh, ntar hilang," ujar Seaghan.
"Gue pikir apaan Han! Gak jelas banget. Lo dari tadi narsis mulu, ini Ibu Ibu udah kayak mau makan gue tau gak?" ujar Vioreen kesal.
"Kalau lo hilang, gue yang di salahin," ujar Seaghan.
"Gue juga udah gede kali, gak bakal hilang," ujar Vioreen. "Bang," panggil Vioreen memakai embel embel.
"Hm?"
"Jajanin Vioreen dong. Laper banget nih, sekalian beli makanan buat yang lain. Gimana??" tanya Vioreen mendekati Seaghan.
"Bang di jawab dong. Kan abang baik, ganteng, penyayang pasti mau deh jajanin Vioreen," ujar Vioreen.
"Ya udah ayok buru," kata Seaghan langsung merangkul Vioreen.
"Haduh Bang," ujar Vioreen.
"Kenapa?"
"Yang di rangkul bahu, yang gemeteran jantung Bang," ujar Vioreen kelepasan.
"Jangan merasa aneh sama gue ya Ren. Gue emang kadang suka pendiem, suka tiba tiba rusuh. Gue emang gini orangnya. Seaghan yang dulu emang pendiem banget, gue sekarang mau berusaha biar gak selalu pendiem," ujar Seaghan.
"Setelah gue liat ke depan, gue sadar kalau gue gak pernah sendirian Ren. Banyak orang di luar sana masih kurang beruntung dari gue. Dulu gue child banget," katanya lagi.
"Trus sekarang? Tambah child ini mah Bang," ujar Vioreen. "Malah makin gemesin, bisa diabetes Ghesha ntar," ujar Vioreen tertawa.
Seaghan ikut tertawa. "Gue gak enak minta tolong ke yang lain. Lo kan tipe yang bodo amat, kalau gue pendiem tiba tiba ingetin gue ya Ren. Jangan takut sama gue," ujar Seaghan.
"Dih pede banget. Dulu sih iya takut banget, sangar lo mah! Tapi sekarang harusnya sih lo yang takut sama gue Bang," ujar Vioreen.
"Ngelunjak nih bocah," ujar Seaghan.
"Iya nanti Vioreen ingetin. Jangan cuman terbuka sama orang lain Bang, Ghesha juga harus lo pikirin. Gue liat liat lo sama Ghesha ada kemiripan ternyata," ujar Vioreen.
"Apa tuh?"
"Cari tau sendiri dong, jangan manja Abang ku," ledek Vioreen langsung berlari ke supermarket.
Begitu Vioreen dan Seaghan keluar dari supermarket, mereka langsung bertemu dengan teman teman yang lain. Oh iya tak lupa banyak barang di sekitar mereka. Memang Vioreen ini agak lama memilih makanan tadi.
"Widih dalam rangka apa nih ada jajan jajanan??" tanya Akbar langsung merebut kresek dari Vioreen. "Buset ada makanan kesukaan gue lagi, ini sih enak banget namanya," ujar Akbar.
"Gue mau dong, haus," ujar Bulan langsung kearah Akbar.
"Dibagi bagi, jangan cuman stop di lo berdua doang," ujar Vioreen. "Ini barangnya udah lengkap semua? Eh gue mau ngecat dong!!" ujar Vioreen.
Arthur mengangguk. "Iya lengkap. Yang cat dinding laki laki aja lah, cewek cewek mah nata barang aja," ujar Arthur.
"Yang ada kalau tembok di cat sama Vioreen bisa cuman tulis nama Gilang dia," ujar Angga tertawa.
"Ngaco Angga!" kata Allena lalu memberinya air putih. "Gue cuman beli cat warna coklat, hitam, putih, dan krem cuman gak krem banget. Apa namanya yak? Ribet gue, anggep aja kayak krem soft gitu," ujar Allena.
"Dan akhirnya lo namain juga Len," ucap Kenzo. "Ayo buru biar cepet beres," kata Kenzo.
"Buru buru banget si Ken, mau kemana emang kamu?" tanya Vioreen heran.
"Kasian Xanna sama Arthur mau urus anak," ujar Kenzo.
"Astaghfirullah," ujar Seaghan. "Yang jelas aja lah,"
"Masih aja di bahas, itu cuman bercandaan doang Zo. Jangan di bahas dong," ujar Xanna. "Kamu marah ya?" tanya Xanna membuat semua berteriak histeris.
"Awas nanti cowoknya di pelet sama Ibu Ibu sarkas," ujar Vioreen. "Demi Ibu Ibu disini sarkas semua anjir. Begimana kalau kita sering ke sini apalagi yang cowok cowok modelan Seaghan, Kenzo sama Gilang yak?" ujar Vioreen.
"Ghesha pms tiap hari sih," ujar Akbar.
"Trus Vioreen ngambek mulu," sambung Angga.
"Kalau Xanna banting tulang?" tanya Arthur.
"Dikata kerja kali banting tulang!" ketus Xanna.
"Lah? Maksud gue banting tulang beneran padahal, jangan seuzond gitu dong Xan," ujar Arthur. "Udah rapih rapih yok!" ajaknya.
Karena mereka banyakan, seperti biasa tugas di bagi bagi. Akbar dan Angga bagian cabut cabut rumput di halaman. Seaghan, Kenzo bagian cat dinding ruang tengah. Gilang dan Arthur bagian cat dinding sisahnya.
Untuk perempuan, Bulan membersihkan toilet. Xanna dan Allena merapihkan letak barang barang nanti. Ghesha dan Vioreen mengangkut barang berat dengan bantuan cowok cowok jika ada yang free.
Selama mereka membersihkan basecamp mereka, Allena menyetel musik dengan spiker yang mereka beli. Hitung hitung menambah suasana agar tidak terlalu hening.
"Ren!" panggil Allena dari ruang dapur.
"Apa?"
"Coba lo cari yang lagi cetak poto Polaroid tuh dimana, langsung kirim potonya kalau udah ketemu. Cek di ponsel gue, buka galeri cari namanya 'beban keluarga' yak, disitu poto kita semua," ujar Allena.
"ANJIR BEBAN KELUARGA!! GILA," Akbar menyahutinya berteriak. "KALAU MAU JADI BEBAN GAK USAH NGAJAK NGAJAK KALI LEN!" katanya.
"Bukan ngajak emang nyatanya," sahut Kenzo. "Kecuali gue," sambungnya lagi.
"Cetak semua Len?" tanya Vioreen. Langsung di jawab teriakan dari Allena.
"Enak banget ye lo berdua duduk duduk doang!" ujar Angga ingin mencuci tangan.
"Enak dong, emangnya situ?" Ghesha meladeninya.
"Songong banget lu Sha. Kalau bukan Ibu Negara gue pacarin juga," ujar Akbar kesal. Ikutan mau cuci tangan.
"Ini cat ruang tengah udah lumayan kering, angkut aja kursi sama mejanya," ujar Seaghan memberi arahan. "Wallpaper ini buat dimana?" tanya Seaghan.
"BUAT DI HATI MU!!" Bulan membalasnya.
"Trus aja trus," kali ini Ghesha membalas juga. "Dari kemarin godain aja trus cowo gue. Pacarin sekalian," ketusnya.
"Ayo Ngga, angkut kursi sama mejanya ke ruang tengah," kata Ghesha mengajak Angga. Vioreen dan Akbar juga ikutan.
"Mampus marah kan ceweknya, bandel sih lu Lan," ujar Xanna. "Tempat gula gula taruh sini aja Len," ujar Xanna.
"Ghesha maapin aku, aku cuman bercanda," kata Bulan berteriak pelan. "Itu buat di teras Han, rencananya mau gue kasih daun rambat sama tanaman di depan," ujar Bulan.
"Anjir basecamp monyet," latah Arthur. "Ntar Akbar jadi uuk aak dah," katanya.
"Lo kalau ngomong di jaga dulu anjir!" ketus Bulan lalu melempar sabun colek dan kena ke wajah Arthur.
"Aduh luntur sudah skincare mahal gue, buang buang duit aja anjir gue," ujar Arthur langsung mencuci mukanya.
Baru juga Arthur selesai mencuci mukanya, sudah kena noda lagi. "Bangsat, siapa si biang nya?" katanya kesal.
"Yahh pleset tuh, gak pro," ujar Ghesha tak jadi memuji Akbar.
"Lo belum liat aja Sha. Target gue emang mau ke Arthur tadinya," ujar Akbar namun Ghesha tetap melanjutkan perkerjaannya.
"Tuh Akbar, tuh Akbar!!" kompor Angga. "Maen pistol pistolan pake cat dinding," katanya lagi.
"CAT NYA JANGAN DI HABISIN TAI," teriak Bulan. "Mahal cat tuh, mahal!!" katanya kesal.
"Mana si Akbar?!" Bulan langsung keluar dari kamar mandi. "Sini lo kampret! Ganti rugi tuh cat! Lo pikir beli pake daun apa?" ujarnya.
"Ampun Lan, itu masih ada dua tabung lagi buset. Jangan emosi gitu dong. Kan gue cuman pake satu gelas," ujar Akbar.
"Satu gelas tapi penuh," kata Ghesha ikut mengkompori.
"Emang udah usir aja dia usir!" Arthur juga ikut kesal. "Bisanya nyusahin doang anjir,"
Dan pada akhirnya Bulan mengomeli Akbar juga. Dia tidak diusir, lebih tepatnya di kasih tugas tambahan untung menata barang barang berat dengan Ghesha dan Vioreen.
Hampir lima jam waktu yang mereka pakai untuk menata, merapihkan, mengecat, menempelkan bahkan sampai makan juga. Mereka tinggal membersihkan tangan dan kaki mereka dari tumpahan cat karena ulah Akbar.
Tadi, Allena punya usul. Ada kanvas kosong yang nantinya akan diisi oleh cat tangan mereka masing masing dengan warna kesukaan mereka masing masing. Dan salah satu cat ada yang tumpah karena Akbar, untung aja kanvasnya gak kena.
"Hallo vlog! Welcome back to my guys!!" sapa Akbar yang memulai siaran langsungnya di Instagram.
"Jadi gue tuh capek banget. Lelah kaki, tangan, pikiran sampai hati juga. Gak ada yang mau hibur gue gitu?" tanya Akbar melihat komentar.
"Jangan mauu! Orangnya nyebelin," kompor Xanna.
"Haii Khadijahh!! Gimana Reza disana aman kan?" Akbar malah menyapa Khadijah yang ikut bergabung live nya.
"Eh ada si Nyi Roro Kidul, apa kabar Ril?" Angga tiba tiba ikutan menonton live Akbar. "Oh baik, bagus bagus, sehat sehat ya Ril," katanya.
"Eh mau nanya dong, ingus tuh sebenernya apa sih?" Arthur membaca komentar yang terlihat random. "Waduh ingus apaan Bar? Kasih tau Bar!" ujar Arthur.
"Geli banget anjir topiknya," ujar Bulan langsung menjauh.
"Hm, ingus yak. Ingus itu dahak yang tertunda," ujar Akbar.
Ghesha yang sedang minum kopi langsung tersedak. "Uhuk. Sinting banget," ujar Ghesha menggeleng.
"Trus bedanya dahak sama ingus apa dong?" tanya Vioreen.
"Ren," tegur Gilang. "Itu aja ditanya, jangan bikin tambah rumit," katanya.
"Ya kan aku cuman mau tau aja jawaban Akbar,"
"Kalau ingus itu kan dahak yang tertunda. Berarti dahak itu ingus yang udah dalam proses matang," kata Akbar ngawur.
"Jorok banget anying," ujar Xanna. "Ganti topik lah, ganti topik!" ujar Xanna lagi.
"Lagi ini siapa sih yang nanya ingus itu apa?" tanya Akbar juga heran. "Si Reza anjir, wah ini orang kudu di smekdon," ujar Akbar.
"Mau tanya dong Gilang sama Vioreen itu udah balikan blum ya?" Angga membaca salah satu komentar di live Akbar. "Waduh kalau itu silahkan kalian dm orangnya langsung yaa. Itu privasi Dek, jangan di umbar umbar," ujar Angga.
"Angga, aku padamu," ujar Allena memberikan love ala ala orang Korea.
"Masih bisa bisanya lo berdua," ketus Arthur.
"Wah pada ribut karena Gilang udah balikan sama Vioreen anjirr. Klarifikasi sana lo berdua, jangan php ke publik," ujar Akbar.
"Lah emang mereka artis?" tanya Angga.
"Bukan sih, cuman mukanya Gilang tuh mengundang untuk menjadi artis," ujar Akbar.
"Kirain mengundang untuk berumah tangga," ujar Ghesha.
"Wahhh! Bales dong Han! Katanya lo mau bales gimana sih?" ujar Arthur tak terima. Seaghan hanya terdiam.
"Bang!" Vioreen langsung menyapanya. Walau semua bingung siapa yang di maksud 'Bang' oleh Vioreen.
"Hm."
"Lo mau temenin gue gak?"
"Kemana?"
"Jalan jalan lah,"
"Iya kemana Ren?"
"Ke hati gue Bang. Kasian sepi gak ada roller coaster gitu," ujar Vioreen. Seaghan hanya tertawa.
"Temen temen Akbar mau kasih tau kayaknya Vioreen belum resmi balikan sama Gilang deh. Liat tuh lagi ngegombal Seaghan dia," ujar Akbar menggeser tubuhnya.
"Diajarin siapa ngomong begitu?" tanya Seaghan.
"Itu yang lagi live ig. Emang suka gak tanggung jawab, ngajar setengah setengah," kata Vioreen. "Jangan cemberut Bang, kalem," bisik Vioreen pada Seaghan. Cowo itu hanya menggangguk.
"Dari pada otak gue makin muter. Tolong lah diperjelas. Sebenernya Seaghan sama Ghesha masih pacaran, atau Vioreen sama Gilang udah balikan? Coba tolong yaa," ujar Xanna berusaha tenang.
"Gue sama Ghesha masih," kata Seaghan mantap.
"Lah trus kenapa lo begitu sama Vioreen jamal?" ujar Bulan.
"Gak boleh? Vioreen kan temen gue," ujar Seaghan.
"Oke oke udah Bulan!" kata Xanna memotong ucapan Bulan. "Trus lo berdua ini gimana nasib nya hah? Masalahnya Fawwas bilang ke gue mau nembak Vioreen ini," ujar Xanna makin bingung.
"Dijawab dong konang, jangan diem doang," ujar Akbar gemas. "Nih gue matiin deh live ig gue. Udah dulu ya para kaum rebahan baii!!" ujar Akbar.
"Dah ngomong cepat!" kata Akbar.
Vioeren hanya menatap Gilang meminta untuk Gilang yang menjawab. Sebenarnya Vioreen bisa saja menjawab mudah, tapi untuk memperkeruh suasana kan boleh juga.
"Iya, kemarin balikan," ujar Gilang.
***
Yash setelah di lihat, ternyata aku ngetik ini sampe 8.728 kata loh. Gila aku juga sampe bingung kenapa bisa sebanyak ini.
So, jangan lupa untuk kelik vote, komen dan share cerita ini ke temen temen kamu yaa!!
Ada yang penasaran sama gimana basecamp mereka gakk?? Kira kira begini yaa.
Ini bagian ruang tengah.
Ini juga ruang tengah sih cuman disambung sama ruang makan, dapur trus kamar ada di atas gitu.
Ini untuk di belakang.
Apa ada yang penasaran kenapa Gilang sama Vioreen tiba tiba udah balikan lagi? Ini dia jawaban buat kamu yaa.
Btw, bentar lagii udah mau part akhirr lohh. Huhuhuu FL udah mau tamatt temen temenn 🥺✨. Menurut kalian mau ada extra chapter gakk?? Ayok komen²!!
Enjoy!