"Huaaaaaaaaa!!!"
"Hohohoho"
"Kenzi jangannnn awas Lo yahh!!! Huaaa"
"Hahahaha gigit diaa obet hahaha"
"Jauhin binatang Lo dari gue kenziiiiiii!!! Gue aduin ke-.."
Bughhh!!!
"Awww!"
Bugghhh!
"Awwww Lo napa sih main berhenti2 aja" kesal kenzi mengusap2 pantat nya yang terjatuh karena menabrak belakang tifah yang Tiba2 saja berhenti
Gadis itu mendengus "looo tuhhhhh ini sakit depan belakang tau!" Kesal gadis itu balik
"Lagian bilang kek kalau mau berhenti!" Rutuk kenzi yang masih terduduk dan sperti mencari sesuatu
"Ehemmm"
Suara deheman yang tidak asing, membuat kenzi mendongak. Sedetik nya ia langsung melotot lalu cengingiran tidak jelas
"Ehh ada bang Evan, udah lama berdiri di situ bang?" Kenzi cengingiran menggaruk2 tengkuk nya yang tidak gatal "Gak capek berdiri bang? Sini duduk hehe" ucap nya menepuk2 lantai di samping nya
Gadis yang ternyata adalah tifah itu menjulurkan lidah nya pada kenzi meledek "mampus Gak tuhh" ejek nya hendak berlari pergi namun sebuah suara membuat nya menghentikan langkah
"Siapa yang suruh Lo cabut?"
Tifah berbalik dengan wajah yang cemberut lucu, ia menghentak hentakkan kaki nya kesal
"Kenapa lari2 pagi2 gini?" Ucap Evan datar sambil bersedekap dada
"Lah napa gue yang salah, kenzi tuhh siapa suruh nakut nakutin pake bala2" Letta memonyongkan bibir Nya ketika melihat kenzi yang mengolok olok nya
Kenzi geleng2 kepala "laba2 tifah bukan bala2" gumam nya
Sama hal nya dengan Letta, tifah juga sama takut nya dengan hewan bernama laba2 itu sedangkan kenzi malah sangat suka memelihara nya bahkan sampai di beri nama
"Kenzi" ucapan datar Evan membuat kenzi diam
Kenzi mendongak "heheh sekalian olahraga pagi bang"
"Tapi Gak gitu juga tauuuu!!!" omel gadis cantik itu, sudah sangat biasa jika adik nya itu menjahili nya dengan ancaman laba2
"Siapa suruh gitu aja takut" ledek kenzi
"Kenzi" tegur Evan, ia menghela nafas pelan "mana laba2 nya?"
Kenzi menoleh sekitar, ia tersenyum melihat yang di cari nya ada di lantai dekat sepatu tifah, bocah smp itu mendongak menatap kakak perempuan nya dengan senyum aneh
"Napa Lo natap2 gue?" Ucap tifah bersedekap dada
"Tuh" kenzi menunjuk sesuatu kaki tifah membuat Evan menoleh ke bawah dan terkekeh pelan menggeleng2 kan kepalanya sedangkan tifah hanya melihat kedua Sodara laki2 nya heran lalu ikut menoleh ke bawah
"Ap..... huaaaaaaaaa mamaaaa!!!"
***
Sampai di meja makan pun kenzi masih saja tertawa ngakak sedangkan Evan hanya terkekeh pelan melihat tingkah kedua adik nya
"Kenzi, berhenti ketawa, kamu tidak lihat wajah kakak mu sudah cemberut gitu"itu suara Letta yang datang dengan membawa cangkir berisi kopi ke meja makan
"Lagian lucu mahh, masa gitu aja langsung lompat ke bang Evan" kenzi terus tertawa membuat tifah semakin kesal dan melempari nya buah anggur yang terletak di tengah meja makan
"Ups tidak kena" ucap kenzi meledak membuat tifah geram sendiri
"Papaaaaaaa" tifah berlari meninggalkan meja makan,sudah di pastikan ia akan mengadu pada papa nya
"Yah ngadu" lirih nya membuat Letta geleng2 sendiri melihat tingkah kenzi yang memang paling jahil di antara Kakak kakak nya
Satu menit berlalu tifah muncul dengan menggandeng tangan Kevin manja
"Kamu apain kakak kamu hmm?"
Kenzi dan Evan menoleh
"Pagi papa" ucap mereka bersamaan
Kevin mengangguk "pagi juga kalian" ia melangkah menuju Letta yang sedang memasak membelakangi mereka "pagi sayang" ucap nya memeluk wanita itu dari belakang
"Papaaaa" ucap tifah,Evan dan kenzi bersamaan
"Get a Room mom,dad" ucap Evan santai sambil menggigit roti isi nya
Kevin terkekeh mendengar ocehan anak anak nya lalu mengecup pipi Letta secepat kilat dan berlari bergabung di meja makan bersama anak2 nya
"Kevin!" Tegur Letta lembut lalu ikut melangkah dengan piring berisi nasi goreng
"She is mine dad" Evan memeluk perut Letta dari samping yang kebetulan berdiri di samping nya
Kevin melotot "No!! She is mine!!" Gerutu nya tidak terima
"You're wrong dad, mama milik kami jika di luar kamar kalian" ucapan Evan membuat pipi Letta merona begitupun Kevin yang melongo mendengar ucapan anak pertamanya itu
Letta terkekeh pelan mengusap rambut Evan "anak mama sudah besar besar rupanya"
"Aku padamu nak" Kevin terkekeh di ikuti yang lain nya
"Aku juga dong kalau gitu" ucap kenzi sambil mengunyah nasi goreng
"Diam Lu bocah" ledek tifah menjulurkan lidah nya
Baru saja kenzi ingin membalas, Letta sudah lebih dulu memotong
"Udahh, cepat Habisin makanan nya biar Gak telat masuk Skolh"
"Jadi? Gimana kegiatan ospek kalian?" Ucap Kevin meraih koran yang ada di depan nya
"Good dad, tapi tifah di godain sama kakak kelas terus,aku Gak suka" ucap Evan jujur membuat tifah menerjang nya dengan pelukan dari samping
"Ahhh Abang ku sayanggg" ucap nya membuat Evan mendelik dan menjitak dahi Letta hingga gadis itu meringis pelan
"Gue lagi makan, keselek Ntar" oceh nya membuat Letta terkekeh
"Yamaap, ternyata Lo perhatiin gue juga"
"Yaiya lah sayang, kan Evan kakak kamu"itu suara Letta
"Yah kan biasanya juga bodo amat mah"
Letta tersenyum "kalau kenzi gimana?"
Kenzi tampak berfikir sebentar "enak mah, banyak cewek cantik" ucap nya jujur membuat Kevin menggeleng geleng, padahal kenzi baru saja masuk SMP sudah genit2
"Fakboy Lu" Oceh tifah
"Dari pada Lo? Udah SMA masih jomblo2 aja" ledek nya balik membuat tifah melotot sedangkan yang lain hanya terkekeh, sudah kebiasaan tifah dan kenzi berdebat biarpun untuk hal yang sangat tidak penting
"Heh gue jomblo bukan karna Gak laku yah! Tapi banyak yang dekatin gue makanya bingung mau milih yang mana" jelas nya, memang benar kecantikan dan pesona tifah sangat tidak jauh beda dengan Letta, di tambah sikap nya yang ceria dan friendly membuat nya semakin menjadi incaran para teman2 atau bahkan Kakak kelas nya
Begitupun dengan Evan dan kenzi yang mewarisi ketampanan Kevin beda nya Evan lebih cool dan tidak peduli dengan semua cewek yang mengejarnya sangat persis dengan Kevin saat sekolah dulu berbeda dengan kenzi yang memanfaatkan ketampanan nya untuk menggoda gadis2 biarpun hanya bercanda
***
Ceklek!
Pintu terbuka menampilkan wanita yang masih terlihat sangat cantik yang berjalan dengan anggun membawa rantang di tangan nya
Kevin mendongak dari berkas yang di baca nya "kamu di sini sayang? Knp Gak bilang hmm? Kan bisa aku jemput" ia berdiri dari duduk nya menghampiri Letta dan memeluk nya posesif
"Kevin, aku ga bisa bernafas"
Menyadari pelukan nya yang erat membuat Kevin tersenyum "habis nya kangen heheh"
Letta ikut tersenyum dan melangkah bersama Kevin untuk duduk di sofa ruang kerja Kevin
"Ketemunya tiap hari juga"
"Iya kan kalau di rumah harus nyulik kamu dulu dari anak2 biar bisa berduaan" ucap Kevin dengan bibir mengerucut
Letta terkekeh menyandarkan kepalanya di dada bidang suami nya "kamu sama anak2 aja cemburu"
"Gatau, mau nya kamu terus Gamau di bagi2"
Ucap Kevin menggemaskan, ia meraih wajah Letta dan mengecup bibir nya lembut
"Kamu kenapa pucat hmm?" Kevin menatap lekat wajah wanita nya
Letta menggeleng "mungkin lagi kecapean aja sayang" ia meraih rantang makanan dan membuka nya "makan siang dulu"
"Beneran gapapa?"
"Gapapa, tenang aja yang" Letta mengecup bibir Kevin singkat dan lnjut merapikan rantang2 makanan yang di bawa nya
"Makanya jangan kecapean, Diam2 aja gausah kerja di rumah, kan Ada pembantu juga"ucap Kevin perhatian "anak anak belum pulang?"
Letta melirik arloji di pergelangan tangan nya dan menggeleng "1 jam lagi"
"Mau kemana?" Kevin bersuara ketika melihat Letta hendak berdiri
"Ambil sendok sayang, aku lupa bawa dari rumah"
Kevin tersenyum lalu menunduk merapikan beberapa buku yan tergeletak di meja
Brughhhhh!!!
"Lettaaaa!!" Kevin terlonjak kaget dan berlari meraih tubuh Letta yang Tiba2 tergeletak di lantai tidak sadarkan diri
Buru2 ia berlari ke meja kerja nya dan menekan salah satu tombol telefon kantor "siapkan mobil saya sekarang!" Ucap nya khawatir lalu berlari kembali menggendong Letta ala brydal
***
Ceklek!
"Papaaa mama kenapa?" Sentak Evan begitu pintu ruang rawat terbuka di susul dengan tifah dan kenzo yang raut wajah nya sama khawatir nya dengan Evan
Mereka lansung menuju rumah sakit ketika Tiba2 Kevin mengabari kalau mama mereka masuk rumah sakit
"Paaahh mama kenapa???" Sentak kenzo lagi ketika sudah berada di samping brangkar yang di tiduri wanita itu
Merasa tidak ada jawaban dari Kevin dan Letta tifah meraih wajah mama nya "mah? Mama kenapa? Jangan bikin kita khawatir" mata tifah sudah berkaca kaca
"Papa jawabb!" Evan menatap Kevin datar meminta penjelasan
Kevin menatap Letta, begitupun Letta yang menatap nya sedetik nya mereka berdua tersenyum
"Mama hamillll!!!!!" Teriak mereka berdua bersamaan membuat tiga remaja itu terlonjak kaget
Tifah yang sedang memeluk Letta langsung mendongak gemas dan menatap Letta dengan tatapan terkejut
"Ma...mama hamil?" Tanya kenzo lirih dengan raut wajah yang sulit di jelaskan begitupun tifah dan Evan
Senyum Letta memudar "kalian Gak suka mama hamil lagi?"
Kenzi menoleh pada Evan dan tifah
"Gue udah mau jadi kakak?" Tanya nya pada kedua kakak nya yang Lngsung di angguki
Mereka bertiga saling tatap membuat Letta dan Kevin menegang bingung
"Kal.."ucapan Kevin terpotong oleh teriakan yang membuat nya terteguh
"JADI KAKAK!!!!" Teriak 3 remaja itu bersamaan dan langsung berpelukan ala teletabis
"Gue jadi kakak lagi!!" Teriak Evan bahagia menghiraukan sikap nya yang tidak pernah se antusias sekarang
"Gue punya Adek lagiiii"kini tifah yang menjerit sambil melompat2 berputar memeluk dua Sodara nya yang lain
"Gilakkk keluarga kita nambah satu lagiiii huaaaa" kenzi berhambur ke pelukan Letta di susul Evan dan tifah
Sedangkan Kevin hanya melongo lalu terkekeh "kita nambah satu lagi" ucap nya bahagia dan ikut nyusul memeluk Letta dan anak anak nya
"Makasih atas keluarga kecil yang bahagia kami Tuhan" batin nya mengecup pipi Letta pelan dan tersenyum hangat
End
Voteeeee