THE CAPTAIN • Wonwoo & Sana✅

By cafelblue

53K 4.1K 514

"Supir supremacy." Jawabnya dengan wajah penuh percaya diri. Warning! ⚠️ Harsh Words More

Pertama
Kedua : Tokoh
Pembahasan serius
Permulaan
Dia ini supir!
Single parent?
Si jutek tapi manis
Mimpi buruk
Ini masalah serius
Perseteruan sengit
Hari ke hari
Sehari bersama Sana
Eksekusi profesi
Tanya jawab
Lamaran
Tinggal seatap
Confess
Agenda satu hari
Wedding day!
Kisah, kasih, kamu, kita
Proses
Trip
Kabar penting
Family gathering
Biboo!
Bincang-bincang
Wake up
Terbang tinggi, Biboo kecil
Halo Juan
Update sosmed dulu gak sih
Realistis
Perkembangan Juan
Pelan-pelan Oci gugup
Whisper
Afterglow
Siapa sih Jiwon itu?
Ini tentang Ayem & Odoy
Pagi-pagi sarapan emosi
Conversation
Goes to Milan
Olaf
Teyong Ceplok Made In Edinburgh
Happy Birthday Juan
Pasukan Komplek Heboh
Final Chapter : Time To Shine Juan
Bonus Chapter
Chit chat
SEASON 2

Ada tamu jauh

1.1K 83 13
By cafelblue

Versi baru = tokoh baru

"Iiiii Oh Sangmin!!!"

"Tante Nanaaaaaaaaaa..."

Anak laki-laki berumur hampir 4 tahun dengan wajah mirip ayahnya itu berlari melepas tautan lengannya dari sang ibu menuju Sana ketika wanita itu baru saja datang dengan Wonwoo.

Awalnya anak itu minta digendong namun ia mendengar intrupsi dari Sehun bahwa Sana tengah mengandung maka anak kecil itu mengurungkan niatnya.

"Hamil itu apa?" Tanya Sangmin.

"Hamil itu didalam perut Tante ada adik bayinya." Ujar Wonwoo.

"Adek aku?" Sangmin menunjuk dirinya.

"Iya, Sangmin bentar lagi punya adek."

Anak itu mengerutkan keningnya melihat ke sisi kanan kiri kedua pasutri tersebut. "Mana?"

"Belum lahir sayang." Sahut Sana.

"Oooo otay..."

Seulgi yang baru selesai untuk menyelesaikan tugasnya didapur langsung menyambut kedatangan adik ipar dengan sumringah.

"Akhirnya datang juga kalian, apa kabar bumil sehat?" Tanya Seulgi, seraya memeluk wanita yang lebih muda.

"Puji Tuhan sehat, Kakak gimana sehat?" Tanya Sana.

"Seperti yang bisa kamu lihat aku selalu sehat." Cengir Seulgi, perempuan itu selalu melempar senyumannya ramah.

"Asik Wonwoo junior bentar lagi launching nih jadi tambah rame dong di rumah." Ujar Sehun.

"Hahahaha iya nih makin gak sabar banget."

"Jagain Nu istrinya baik-baik ibu hamil perlu kasih sayang dua kali lebih extra." Gurau Sehun.

Wonwoo terkekeh, "siap itu sih pasti."

"Eh istirahat dulu dong capek pasti perjalanan kesini kan jauh." Titah Seulgi. "Sangmin main sama Papi dulu ya,"

"Udah gapapa disini aja Kak." Sahut Sana.

"Dia belum tidur siang Na, suka rewel nanti kamu pusing."

"Ih segitunya loh."

Seulgi menatap kepergian adik serta suaminya yang sama-sama tengah berbincang satu sama lain, mungkin mereka akan menghabiskan waktu bersama melakukan boys time.

"Mau makan dulu atau minum?" Tawar Seulgi.

Wanita itu menggeleng pelan sambil tersenyum, "Udah makan kak tadi sama Wonwoo pas diperjalanan lumayan masih kenyang."

"Padahal aku masak loh tapi gapapa deh kayaknya sepupu aku juga mau datang kesini."

"Siapa Kak?" Tanya Sana.

"Seungkwan, ponakan dari Mami hari ini pulang dari California si paling pecicilan kamu udah tau kan?"

"Ohhh dia toh... Wonwoo sih waktu itu sempet ngenalin terus ngeliatin foto dia dan ternyata anaknya seru kita sering video call juga." kekeh Sana.

"Nah bagus deh," Seulgi menatap sang adik ipar dengan senyuman manis.

"Aura ibu hamil itu emang gak bisa ditolak ya kaya beda aja gitu cantiknya, dia sering bergerak kah?" Tanya Seulgi.

Sana menunduk menatap perutnya yang sudah lumayan besar, ia kembali tersenyum sambil mengusapnya dengan sayang. "Tiap malem aktif banget gak mau diem apa lagi kalo udah diajak ngobrol sama Wonwoo dia makin heboh, tiap aku ajak komunikasi pun dia selalu ngerespon dengan baik."

"Jadi keinget waktu hamil Sangmin deh, pokoknya kalo lagi aktif tuh tenaganya udah kaya pemain bola kadang sampe bikin Kakak kaget gitu, kamu suka gitu juga gak?" Tanya Seulgi.

"Huum, kadang agak ngilu juga sampe aku gak bisa tidur kalo Wonwoo elus-elus baru dia tenang ikut tidur juga." Jawab Sana.

"Kakak boleh elus juga kah?" Ujar Seulgi dengan wajah penasaran.

"Ya boleh dong Kak masa gak boleh." Kekeh Sana.

Ibu anak satu itu mengelus permukaan perut Sana sambil terkikik geli. "Sehat-sehat ya kamu anak pinter, anak baik, ayo cepet gede banyak yang nungguin kamu lahir nih..."

"Oh iya untuk acara reveal gender nanti gimana udah selesai kah?" Seulgi lanjut bertanya.

"Itu udah aman aku dibantuin Jojo sama Dikey juga sih kebetulan mereka juga kan sempet punya pengalaman gitu terlibat di projek semacamnya jadi aku percayain mereka, apa lagi Dikey kan pernah ngehandle acara Kakak katanya waktu hamil Sangmin." Cetus Sana.

"Bener waktu acara aku juga Dikey yang ngurus semuanya padahal dia tuh asisten Wonwoo tapi baik banget mau mengajukan diri ngebantuin aku, tapi emang sih Dikey dikeluarga kami itu udah dipercaya banget jadi gak heran aku juga udah anggap dia kaya adek sendiri." Papar Seulgi.

"Iya dia juga baik suka bikin ketawa terus kocak banget anaknya." Ucap Sana.

Seulgi mengangguk setuju, "masih suka pengen ngidam atau makan apa gak gitu?"

"Enggak sih Kak, terakhir waktu umur empat bulan aja sempet pengen liat Wonwoo ngegendong Oci."

"Hahahahahaha calon ponakan aku ada-ada aja deh ngidamnya, waktu itu juga Papi kena kan ya?"

Sana mengangguk malu, "sumpah ya Kak aku tuh sebenernya malu juga minta begituan ke Papi tapi mau gimana lagi dong ya bawaan bayi tuh kalo gak diturutin suka bikin nyesek banget deh." 

"Gapapa Na, santai aja Papi tuh dari anaknya Abang Inyeop udah langganan banget kena korban ngidam cucu-cucunya. Mungkin aja itu pertanda sayang kan..." kekeh Seulgi.

"Iya tapi tetep ada rasa gaenakannya."

"Papa babel juga kena kah?" Tanya Seulgi.

"Kena juga!! Aduh aku tuh sampe diketawain Wonwoo minta ini." Ujar Sana menggebu-gebu.

"Emang apaan sih Na?"

"Aku pengen liat Papa babel cuma pake kolor gambar kucing terus kacamata hitam berdiri ditrotoar sambil dadah-dadah sambil dikasih efek flash kamera gitu sama Dikey Jojo Wonwoo huhuhu aku merasa berdosa banget, kayaknya baby ada dendam tertentu sama kedua Kakeknya Kak." Sana menceritakan semuanya sambil menahan tawa.

Sontak perkataan itu pun membuat Seulgi tertawa terbahak-bahak ditempatnya mendengar cerita dari sang adik iparnya, gak tahu deh diantara keturunan Jeon yang lain dari generasi Inyeop lalu Seulgi hingga Wonwoo entah kenapa para istri selalu menginginkan ngidam hal random semacam itu, puncaknya saat hamil Sana, ia kira keinginan Inyeop untuk menjadi badut bersama Papi juga Wonwoo adalah yang terparah saat hamil istri Kakak pertamanya namun ia salah sangka bahwa ada yang lebih parah dari itu.

"Mana aku juga pernah minta Abang Inyeop buat makan duren di Canada lagi sambil video call liat dia, huft... baby yang satu ini kayaknya doyan ngerjain orang." Gumam Sana menatap perutnya.

"Serius? Abang bukannya gak suka sama duren ya?" Heran Seulgi.

"Diancam Wonwoo dia Kak jadi terpaksa makan, tapi akhirnya dia malah doyan loh sampe sekarang katanya masih sering beli duren." Sana tertawa geli mengingat hal tersebut.

"Ajaib banget emang dia tuh, eh btw ya menurut kamu kalo ditelaah dari ciri-ciri ngidam atau kegiatan dia selama ini gender dia apa?

Sana terdiam sambil berfikir lalu setelahnya menghela nafas, "Susah ditebak Kak mengingat kemauan dia random banget. Lagi pula aku sama Wonwoo sejak awal emang sengaja kalo tiap usg gak pernah minta dokter buat kasih tau jenis kelaminnya biar kita surprise gitu pas lahir..."

"Seru dong kaya gitu tapi lihat aja tuh pas nanti reveal gender kira-kira apa hasilnya."

"Iyappp."

Saat tengah asik berbincang satu sama lain tiba-tiba salah satu asisten rumah tangga Seulgi datang sambil membawa koper berwarna kuning genjreng juga beberapa tas lainnya.

"YUHUUUU SPADA HOLA!!!"

Orangnya belum muncul tapi suaranya sudah menggema memenuhi rumah.

"Nah kan dia udah datang tuh." Ujar Seulgi.

Tak lama dari itu seorang pemuda memiliki pipi chubby datang, masih mengenakan kacamata hitamnya sembari menenteng tas biru andalannya.

"KAK SEULGI! KAK SANA!"

Seungkwan berlari menuju mereka berdua namun sebelum itu Seulgi menyuruhnya untuk berhenti.

"Eitsss steril dulu ada ibu hamil disini." Tahan Seulgi.

Seungkwan membuka kacamatanya, "Kak masa steril sih gua kan manusia bukan virus."

"Lo habis dari luar negeri ayo masuk kesono dulu." Titah Seulgi.

Pemuda itu menghela nafasnya kemudian tersenyum sumringah kearah Sana sambil melambaikan tangannya dan dibalas baik oleh wanita itu.

"Seungkwan udah datang ya?" Ujar Wonwoo yang baru muncul dari arah belakang.

"Iya, lagi steril dulu."

Pria itu mengangguk singkat lalu menunduk memeluk leher Sana dari belakang sofa sambil menciumi pipi istrinya dengan sayang, baru saja Seulgi ingin mencibir melihat aksi adiknya tersebut namun ia urungkan rasanya terlalu asing melihat Wonwoo clingy seperti ini hingga membuat Seulgi terkekeh pelan ikut senang dengan kebahagiaan pasangan muda tersebut.

"Pacaran mulu." Sindir Seungkwan yang baru saja keluar dari arah barat.

"Pacaran juga dong biar bisa mesra mesraan." Gurau Wonwoo.

Mereka berdua tertawa lalu saling memeluk satu sama lain.

Wonwoo menepuk pundak Seungkwan. "Balik juga lu akhirnya."

"Bosen ah sendirian mulu di negeri orang mending balik kesini rame sama keluarga."

Kini pemuda itu beralih untuk memeluk Sana. "Akhirnya gue bisa ngeliat model terkenal ini yang billboardnya menyambut gue di sepanjang jalan tadi, emang deh kata orang-orang cantik banget."

Sana terkekeh, "Bisa aja, ternyata kalo diliat secara langsung beda ya."

"Lebih ganteng ya?" Tebak Seungkwan.

"Lebih burik." Sahut Wonwoo.

Seungkwan mendelik tidak terima. "Gak boleh ngomong gitu lu bang, nanti anak lu mirip gue tau rasa."

"Bapaknya gua kenapa harus mirip lu aneh-aneh aja."

"Hehehehe." Cengir Seungkwan.

"Seungkwan mau nginep disini dulu apa gimana?" Tanya Seulgi.

"Mau ikut sama Bang Wonwoo aja deh Kak."

Seulgi menoleh menatap sang adik, "emang iya?"

"Heem, mau tinggal disana katanya. Gapapa lumayan juga bisa jagain Sana kalo Wonwoo lagi kerja biar gak sepi-sepi amat."

Seungkwan mencibir pelan, "gaji ya gue."

"Aman itu mah."

Padahal yang minta diam dirumah Wonwoo itu Seungkwan sendiri tetapi pemuda itu juga yang meminta upah, emang agak ajaib pemuda yang satu itu.





°°°






"Loh Jojo Lino?!"

"Lah Seungkwan?!"

Sana dan Wonwoo saling menatap satu sama lain ketika mereka baru saja sampai di rumah.

"Kalian saling kenal?" Tanya Wonwoo.

"Anjir Bang ini mah sobat gue waktu SMP! Heh curut apa kabar lu." Seungkwan langsung memeluk Jojo.

"Anying Babon kemana aja lu tiba-tiba ngilang." Sungut Jojo.

Jojo berbalik menatap Sana. "Ini Babon yang sering gue ceritain itu lho Kak."

"Ohhhh babon tuh Seungkwan, kenapa dunia sempit banget deh..."

"Gak nyangka Babon sepupunya Pak Bos."

Wonwoo menggeleng pelan, "lanjut deh reuniannya kita tinggal ya Sana harus istirahat, oh iya Seungkwan kamarnya disebelah Jojo pintu warna hitam ya kalo ada apa-apa panggil Mrs. Lin aja."

"Siap bos! Thank you Bang Wonwoo, thank you Kak Sana."

"Sama-sama, kita duluan ya." Pamit Sana. 

Kedua pasangan itu pergi meninggalkan sepasang teman lama tersebut untuk beristirahat pasalnya hari esok Wonwoo sudah harus kembali bekerja dan Sana pun sudah merasa lelah.

Sehabis mandi tadi Wonwoo melihat Sana tengah menyiapkan barang-barangnya kedalam koper bukannya istirahat ia malah mempersiapkan kebutuhan sang suami.

"Sayang bukannya istirahat kok malah beresin barang aku?" Ujar Wonwoo.

"Ih gapapa loh."

"Udah biarin aja itu gampang biar besok dadakan juga bisa kamu gak boleh kecapekan." Calon ayah itu mensejajarkan tubuhnya untuk menghentikan gerakan lengan sang istri.

Sana mendongak, "Kamu besok flight pagi, tadi aku liat belum siapin apa-apa jadi aku bantuin sedikit nanti kamu keteteran kan kasihan."

Wonwoo tersenyum lembut. "Udah cukup bantuinnya, Mommy gak boleh capek-capek nanti baby nya ikut capek juga."

Sana menggeliat geli lalu mendorong lengan Wonwoo salah tingkah. "Ih aku belum terlalu capek tau."

"Tapi kakinya sakit kan?" Tanya Wonwoo.

"Sedikit sih..." Jawab Sana.

"Tuh artinya harus istirahat, yuk istirahat sambil aku pijitin mau?" Tawar Wonwoo yang dihadiahi tolakan halus Sana.

"Daddy harus bangun pagi gak boleh begadang supaya gak telat kerjanya."

"Emang kalo kerjanya telat kenapa?"

"Nanti gajinya dipotong terus aku gak bisa belanja kebutuhan baby lagi." Ujar Sana.

"Hahahaha gemes banget calon Mommy yang satu ini jadi makin cinta..."

"Harus! Wajib cinta aku sama baby juga."

"Setiap saat kayaknya rasa sayang aku bertambah terus deh apa lagi sejak baby hadir juga." Goda Wonwoo.

"Gombal." Cibir Sana.

"Gapapa, soalnya cuma sama istri aja gombalnya." Ia menggendong tubuh sang istri.

"Emangnya aku gak berat ya?" Tanya Sana. "Badan aku kan gendut tau."

"Gak berat sama sekali dan kamu gak gendut, orang cantik kaya gini kok masa dibilang gendut." Sahut Wonwoo.

"Tapi berisi?" Tanya Sana.

Wonwoo mengangguk, "berisi kan faktor punya baby. Itu artinya Mommy sama baby sehat tapi walaupun begitu calon Mommy yang satu ini tetep paling cantik sedunia."

Perempuan itu terkekeh pelan mendengar penuturan dari Wonwoo.

"Kalo gitu Mommy tunggu disini dulu ya, Daddy mau buatin susu dulu biar baby kita sehat selalu sampai lahir."

Akhirnya tawa Sana pecah suaranya memenuhi kamar. "Ahahahaha ihhh!!"

Wonwoo ikut tersenyum sambil melangkah untuk membuat segelas susu khusus ibu hamil yang memang sudah disiapkan didekat meja yang ada dikamar jadi pria itu tak payah turun kedapur untuk membuatnya setiap malam.

Setelah selesai ia menyodorkan gelas itu sambil duduk disamping Sana.

"Makasih Daddy cayanggg." Ucap Sana kemudian mengecup pipi Wonwoo sekilas.

Pria itu mengangguk. "Sama-sama minum abisin ya."

Laki-laki itu selalu menatap lekat setiap gerakan yang Sana lakukan dari meneguk susu sampai habis kemudian mengusap bibirnya, setelahnya Sana menguap lucu lalu mendumel sedikit karena kakinya terasa pegal sampai meringis akibat tendangan anak mereka hingga membuat Wonwoo sedikit terkejut akibat suara pekikannya.

"Awh!" Sana meringis pelan sambil memegangi perutnya.

Wonwoo yang sigap langsung bergerak untuk mengusap perut sang istri ketika anaknya kembali aktif.

"Sakit ya?"

Wanita itu mengangguk singkat, "sedikit."

"Boboan coba yuk biar aku usap-usap."

Dengan telaten Wonwoo membantu Sana untuk berbaring dengan nyaman tangannya tak tinggal untuk terus mengusap perut sang istri, yang dapat ia rasakan bahwa bayi mereka tengah menendang-nendang didalam sana.

Sulit sekali menjadi ibu hamil, pikirnya

"Sayang bobo yuk kok jam segini malah aktif lagi kasihan loh Mommy nya mau istirahat..." Ia bergumam dengan nada lembut sambil mendekatkan bibirnya kearah perut Sana.

"Dilanjut besok ya mainnya, kan udah malem."

Sambil mendengarkan obrolan Wonwoo dengan calon bayi mereka Sana memejamkan kedua matanya merasakan setiap moment tersebut walaupun perutnya terasa agak nyeri namun ia tahan sebab tak ingin membuat Wonwoo khawatir karena hari esok suaminya harus terbang jauh ke luar negeri untuk waktu yang cukup lama.

Ia harap rasa sakit ini akan berhenti hari esok karena rasanya cukup luar biasa cekat cekit dan ia yakin calon anaknya akan mengerti.



















------------

⚠️
DILARANG KERAS MENJIPLAK ALUR CERITA

Continue Reading

You'll Also Like

684 145 23
"Kamu kalo kakek ngomong dengerin, jangan iya-iya aja! Awas kamu sampe Kakek liat kamu jalan sama cucunya Ahong!" - kakek Juwan "Keluarga kita jangan...
7.9K 698 13
"Kukira ini cinta. Kukira, dengan menemukan orang yang sempurna, maka cinta akan tumbuh. Namun aku salah, ternyata cinta ditumbuhkan dengan saling me...
17.4K 1.5K 36
[ Fresh Publish On Completed // 19022022 ] Jeon Wonwoo harus menerima kenyataan, kalau pernikahannya yang akan diselenggarakan sebentar lagi dibatal...
537K 70.5K 36
"kalo bahasa inggris nya 'apakah kamu mau menikah denganku' apa pak?" "will you marry me?" "yes pak. i will hehehe" -The 1st Teacher Series- [typos...
Wattpad App - Unlock exclusive features