Siang yang cerah. Tidak panas dan tidak mendung, cocok sekali dengan suasana hati vinka.
Sembari mengelilingi komplek dengan gerobak nya, vinka menghayal suatu saat nanti ia ingin mengejar cita-cita nya menjadi seorang artis.
Ya! Artis adalah impian vinka dari dulu. Menjadi artis apa saja yang penting vinka bisa mengangkat derajat keluarga nya.
Seseorang tiba-tiba menepuk pundak vinka dengan cukup keras membuat vinka menjerit pelan.
"Sekar!" Kesal vinka dengan mimik muka cemberut.
"Hahahaha. Hai vin, apa kabar? Udah lama gak berjumpa" Sapa sekar yang membuat vinka memutar bola mata jengah.
"Lebay ah kamu kar" Vinka terus mendorong sambil mengbrol dengan sekar. Memang sekar adalah teman baiknya dari SMA. Walaupun omongan nya frontal dan ceplas-ceplos, sekar adalah tipe sahabat yang setia dan tidak munafik.
"Ohiya vin, gue baca berita terbaru katanya Kevin Alatas mulai konser lagi minggu depan" Antusias sekar. Sekar adalah salah satu juga fans dari kevin.
Vinka diam. "Kenapa sih harus ingetin aku lagi dengan pria itu?" Batin vinka bergemuruh.
"Woi vin, kenapa diem? Biasanya lo paling seneng sama tuh penampilan kevin. Sekarang kok malah kaga minat gitu?" Tanya sekar heran. Biasanya jika mendengar kata 'kevin akan konser' vinka langsung terlihat sangat antusias. Bahkan cerewet dan tidak jelas jika mendengar kalimat tersebut.
"Enggak kok. Kayaknya aku gak dateng deh, soalnya...." Vinka mulai memikirkan apa alasan yang tepat untuk tidak harus pergi kesana.
"Kenapa? Lo gak punya.... Maaf ya vin, uang?" Sekar tampak tidak enak hati mengatakan nya.
Vinka bersyukur. "I-iya!" Jawabnya cepat. Ia tidak mau jika sekar curiga.
"Itu mah gampang, gue bayarin deh"
Vinka terkejut. Alasan apa lagi yang akan diberikan vinka jika sudah begini?
"Ayolah sih vin, masa gue dateng sendirian?. Lo tau kan keluarga gue mana suka liat konser" Sekar memohon kepada vinka dengan mata yang berkaca-kaca.
Vinka sangat bingung. Dia harus menjawab apa sekarang?
"O-oke..."
Sekar refleks menjerit antusias. "Makasih vinka sayang kuhh" Ia memeluk vinka erat membuat sang empu kesulitan bernafas.
"Lepasin sekar!!!!!!!!!"
• • •
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan pintu yang tidak terlalu keras, membuat kevin yang tadinya sibuk menonton tv menjadi setengah terkejut.
"Siapa?" Teriak nya keras. Berharap seorang membalas nya dan kevin bisa bergeas membuka nya.
Hening.
Tidak ada suara sama sekali. Ketukan itu kembali terdengar dengan tidak sabar.
Kevin mengerutu. Dipanggil nama nya tidak menjawab. Tapi ketukan nya kaya tidak sabaran.
Ceklek!
Kevin melotot kaget. Yang mendatangi nya adalah seorang wanita yang tidak ia harapkan. Melihat itu, seperti kevin melihat mbak kunti.
"Ngapain sih lo kesini? Dan lo tau darimana apartemen gue?" Tanya kevin dingin.
Wanita itu tampak tersenyum antusias. Ia langsung mengelayut manja di lengan kekar kevin.
"Kenapa sih emangnya. Kita kan calon suami-istri" Ujar chelsea bangga.
Dengan gerakan cepat, kevin mendorong tubuh chelsea sampai hampir terjatuh.
"Gue bukan calon suami lo."
"Ihh kevinn. Kita keluar yuk" Ajak chelsea semangat.
Kevin semakin curiga kepada chelsea. Hatinya mengatakan bahwa chelsea bukan orang yang baik.
Dan mengapa ia tiba-tiba datang kesini? Bukan kah kevin belum meminta maaf atas kesalahan yang dulu ia perbuat kepada chelsea? Saat kevin mengatakan chelsea dengan kata 'cewek murahan'.
Kevin berusaha memancing chelsea untuk tau tujuannya datang kesini. Dan dia juga tau darimana apartemen kevin.
"Gue nanti mau jalan sama... Pacar gue" Ucap kevin mantap. Tiba-tiba terlintas wajah vinka saat kevin mengatakan itu.
Chelsea tampak berubah. Raut wajah yang tadi nya antusias berubah menjadi masam.
"Dia itu juga bakal jadi mantan. Gue masa depan lo" Chelsea bersikeras membuat kevin mengumpat dalam hati.
"Pergi. Gue sibuk" Kevin mengusir chelsea dengan cara halus tapi masih membuat chelsea terhina.
"Maksud lo apasih vin? Aku ini calon ISTRI kamu. Siapa sih pacar kamu? Vinka si cewek miskin itu hah?" Astaga! Chelsea keceplosan. Rasanya ia ingin menampar mulut brengsek nya itu. Bagaimana reaksi kevin?
Kevin langsung melotot. Ia kaget. Darimana chelsea bisa tahu vinka?
"Jangan Coba-coba lo hina vinka!" Teriak kevin murka. Chelsea tidak pantas menghina orang yang saat ini ia sangat perjuangkan.
Chelsea tersulut emosi. Oke, dia bakal bongkar tujuan dia kesini. Untuk apa sudah ketahuan masih ditutup tutupi? Chelsea bukan orang seperti itu! Ia akan memberi tahu bahwa dia akan membuat hidup vinka sengsara!
"Gue bakal pastiin vinka si cewek miskin itu dibully sama netizen. Biar dia menderita!" Ancam chelsea lalu pergi meninggalkan kevin yang sudah sangat emosi.
"Maksud dia apa? Gue gak bakal biarin dia melakukan apa-apa sama vinka." Kevin bertekad melindungi pujaan hati nya itu. Walaupun vinka sama sekali tidak mengiginkan kehadiran nya.
• • •
"Vin istirahat dulu yok, gue cape banget" Sekar mengeluh sedikit pegal karna menemani vinka berkeliling di kota jakarta yang luas.
Vinka menggaguk lalu mereka duduk sejenak di taman kota. Tepatnya di sebuah kursi panjang bewarna coklat tua.
Tringg
Suara nada dering handphone mengagetkan dua perempuan ini.
"Hape kamu bunyi kar" Ucap vinka kepada sekar. Karna tidak mungkin jika handphone nya yang berdering.
"Enggak ah. Gue gak bawa hape" Balas sekar.
Vinka mengecek handphone nya yang diselipkan di tas selempang nya. Benar saja, handphone nya mendapatkan notifikasi dari seseorang.
Riyan
Online
P
Vin
Kamu dimana?
Kenapa Yan?
Aku mau bantuin
Kamu buat kerja.
Mumpung ada waktu
Luang.
Hah? Em....
Kenapa vin? Gak
Mau ya? Yaudah
Kalo gitu, aku
Gak maksa kok
Vinka jadi tidak enak hati menolak permintaan Riyan. Ya, emang Riyan adalah teman baru vinka. Entah bagimana ia sedikit akrab. Tak jarang juga Riyan membantu nya berjualan jika ada waktu luang.
"Kenapa lo Vin?" Tanya sekar. Vinka kaget. Ia sampai lupa jika disini ada sekar.
"Gak papa kok. Eh kar, boleh gak nanti temen aku mau dateng kesini. Katanya sih mau bantu aku juga buat jualan. Kamu kaya nya udah cape kan? Sebaiknya pulang aja. Biar aku sama temen aku yang jualan" Terang vinka panjang lebar.
"Temen? Beneran? Cantik gak?" Tanya sekar antusias.
"Dia pria kar."
Sekar melotot kaget. "Hah?cowok?"
"Iya hehe" Vinka tersenyum kecut.
• • •