Dengan perasaan campur aduk yerin duduk dengan gelisah setelah lulus dari casting yerin akan di pertemuan dengan trainee source music yang lain.
Yerin menatap setiap sudut agensi barunya, source music bukan agensi besar bahkan ruang latihan pun berada di ruang bawah tanah, namun tidak membuat yerin ragu jika dia dapat mewujudkan mimpinya di bangunan ini.
"nuguseyo?"
Yerin terpingkal saat wanita bertubuh tinggi dan berambut merah menghampirinya, sepertinya dia trainee source music.
Wanita berambut merah tersebut melambai tangannya di hadapan yerin.
"eu..yerin, saya trainee baru disini"
"so jung.. Kim sojung"
Wanita bernama sojung itu mengulurkan tanganya di hadapan yerin, tentu saja yerin menyambut ukuran tangan wanita bernama sojung tersebut.
Sojung membawa yerin memasuki sebuah ruangan dimana tempat trainee source music berlatih choreography dan semacamnya.
Yerin terkejut karna ada jenny di dalamnya, yang tak lain adalah teman satu sekolahnya.
"yerin-ssi?! Woah" Jenny berdiri menghampiri yerin dan so jung.
"ahh ye"yerin menggaruk telengkuk nya yang tidak gatal.
" woah jadi anak baru itu kamu? Bukannya kau trainee di fantagio? "
Sojung yang mendengarkan percakapan antara jenny dan yerin hanya menyimak, terkecuali dengan wanita yang berperilaku seperti laki-laki dan wanita yang bertubuh ramping di sebelahnya.
"yak eunbi, Yuna Jangan menguping" Bisik Sojung.
Perempuan yang di panggil dengan sebutan eunbi dan Yuna menatap kesal kakak satu trainee nya itu.
"eum tidak aku sudah memutuskan untuk keluar dari fantagio, mungkin aku di takdirkan berjuang bersama kalian disini" yerin mengakhiri ucapannya dengan senyum lebarnya hingga matanya menyipit sempurna.
Eunbi yang melihat itu sangat terpesona dengan senyum indah yang di miliki yerin, bahkan Yuna memuji kulit putih yerin, ternyata ada yang lebih putih darinya.
"hey ayo bersiap kita harus mempersiapkan choreo baru!"
Obrolan mereka terputus saat salah satu staf menyuruh mereka bersiap untuk mempelajari choreo.
...
Wonwoo terlihat sangat tidak bersemangat hari ini bukan tanpa sebab, menemani adiknya bermain bukan sesuatu yang baik untuknya.
Kepalanya pusing melihat adiknya trus berlari ke sana kemari di taman anak-anak yang cukup luas.
" yak Bohyuk jangan pernah hilang dari jangkauan ku arraseo?"
"hyung jika aku terus berada di depanmu seperti ini? Bukan bermain namanya, jika tidak ingin menemaniku hyung pulang saja"
Wonwoo berdecak pinggang, bahkan jika tidak di suruh pun wonwoo akan pergi dari hadapan adiknya itu, namun apa boleh buat jika ibunya sendiri yang memintanya menjaga adik sematawayangnya itu, jika harus memilih menjaga adiknya ataupun membersihkan rumah wonwoo lebih baik membersihkan rumah, menjaga Bohyuk sama seperti mengerjakan pekerjaan rumah yang 2 kali lipat lelahnya.
"pokoknya jika kau hilang dari jangkauan ku, hyung akan memberikan mu pada singa sebagai makan malam mereka" ancam wonwoo.
Bohyuk yang takut akan hal itu menganggukan kepalanya patuh. Wonwoo tersenyum senang adiknya patuh padanya ya walaupun harus di ancam terlebih dahulu.
Wonwoo mendudukan dirinya di bawah pohon rindang dengan buku dan tak lupa dengan kacamatanya.
Wonwoo mulai membaca setiap kalimat yang tertata rapih di dalam buku itu, sesekali dia memantau adiknya yang bermain tidak jauh dari hadapannya.
..
Duk
Ckitt
Duk
Suara dentuman kaki menggema di ruangan berukuran segi empat.
"tidak Yuna-ya kau harus melemaskan tangun lalu mengeluarkan energinya saat terakhir" yerin yang mulai akrab dengan trainee lainnya dan mengajari beberapa gerakan yang mungkin sulit untuk Yuna lakukan.
Yuna yang terus memperhatikan dengan teliti setiap gerakan yerin dan eunbi.
Setelahnya Yuna mencoba mempergakannya dan yup Yuna berhasil.
"keren aku sangat pandai Yuna"
Yuna yang mendengar pujian itu tertawa. "yerin eonni yang sangat sabar mengajariku"
"benar aku kira kau tidak dapat menghapalnya ternyata salah kau sangat cepat menghapal" puji sowon.
"jadi kalian percayakan aku juga seorang trainee?" yerin membanggakan dirinya.
"eonni kau terbaik" hwang eunbi memeluk yerin.
Tawa mereka menggema di dalam ruangan itu, yerin berharap mereka bisa mewujudkan nya bersama-sama. Meski yerin tidak tahu hal apa yang akan terjadi padanya esok, namun yerin percaya dia bisa melewatinya seberat apapun.
Yerin bergegas untuk pulang karna waktu sudah menunjukkan sore hari dimana mereka harus pulang dan bertemu esok hari.
Yerin berdiri dengan lelah di depan gedung agensinya, satu persatu teman satu trainee nya sudah di jemput pulang oleh orang tuanya ataupun pergi menuju halte bus.
"yerin kau pulang pakai apa?" Sojung khawatir yang melihat yerin berdiri di depan agensi sendirian.
"eum tadinya aku pikir oppa atau appa ku akan menjemput tapi sepertinya tidak, appa ku belum pulang kerja jam segini, mungkin bus"
Sojung melihat kesekitar dan melihat jenny yang berjalan melewati mereka.
"jenny!"
Jenny yang merasa terpanggil menolehkan tubuhnya.
"ada apa eonni?"
"eumm kau naik bus kan?"
Jenny mengangguk bingung.
"nah kebetulan kau ajak yerin juga bersama mu ya"
"oh tentu saja, tapi eonni?"
"ah aku akan pulang deng-"
"kekasihmu?" potong Jenny.
Yerin sedikit terkejut mendengar itu, tidak aneh memang jika Sojung memiliki kekasih, dia cantik dan tubuhnya sangat bagus.
"eyy ani! Dia teman ku, jangan menyebarkan yang tidak-tidak"
Yerin tersenyum saat melihat pipi Sojung memerah. "eonni kau demam?" ledek yerin.
"eyy sudah sana, ingat besok ada jam tambahan"
Yerin dan Jenny tertawa melihat Sojung salah tingkah, aoa yang salah dengan jatuh cinta?
Jenny maupun yerin menaiki bus yang sama, mereka tidak banyak bicara.Jenny sibuk dengan ponselnya, dan yerin sibuk dengan pikirannya.
Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalanya, ntah dia bisa atau tidak mengejar mimpinya? Gagal atau berhasil?.
Yerin menghembuskan napasnya gusar. Memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan perlahan.
Jenny yang menyadari itu menyenggol bahu yerin seakan-akan menanyakan apa yang terjadi.
"tidak apapa" yerin tersenyum untuk meyakinkan jenny.
Keduanya kembali sibuk dengan dunianya masing-masing sampai tidak menyadari mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Yerin dan Jenny menuruni bus dan berjalan, arah rumah yerin tidak jauh namun tidak dekat juga. Yerin harus menaiki taksi untuk memasuki kompleks rumah nya.
"yerin sepertinya kita harus berpisah disini, aku akan bertemu dengan temanku terlebih dahulu, kau tidak apa-apa jika pulang sendiri?"
"gwenchana, lagian ini sudah dekat dengan rumah ku"
"ahh begitu, baiklah annyeong sampai ketemu besok"
Jenny melambaikan tangannya dan berlari ke arah taman anak bermain.
Yerin memperhatikan jenny seblum ia melanjutkan perjalanannya. Untung saja yerin memakai kacamatanya jadi dia bisa melihat dengan siapa jenny bertemu.
Yerin tidak tahu pasti jenny bertemu dengan siapa namun dia hanya melihat jenny terlihat sangat akrab dengan laki-laki memakai hoodie hitam itu.
Yerin tidak ingin di sangka sebagai penguntit akhirnya dia memberhentikan sebuah taxi dan melanjutkan perjalanannya.
"hey kau tumben sekali menjaga adikmu" jenny tertawa meledek temannya itu.
"diam, aku terpaksa melakukannya"
"Jenny noona wonu hyung sangat tidak ikhlas menjaga ku kan?"
Jenny mengacak rambut Bohyuk dengan gemas. "memangnya hyung ku ini pernah ikhlas membantu mu?"
Wonwoo mengacak rambut Jenny dengan kesal. "Enak saja"
"hey nanti rambutku berantakan" kesal jenny
"memang kenapa? Kau takut tidak ada yang menyukai mu?"
"tidak, enak saja masih banyak laki-laki yang mengantri untuk ku"
"dan di antara itu semua tidak ada aku di dalam nya, sayang sekali"
Jenny merubah ekspresi nya yang awalnya sangat senang menjadi sedikit sedih terlihat dari kelopak matanya.
Wonwoo tetaplah wonwoo yang tidak bisa merasakan itu semua. Bahkan wonwoo tidak pernah memuji kecantikan seorang wanita kecuali ibunya dan wanita yang pernah ia tabrak waktu itu. Namun perlu kalian garis bawahi adalah wonwoo tidak percaya dengan cinta pandangan pertama.
"bagaimana jika kau bertemu tiap hari? Tidak adakah sedikit perasaan itu muncul?" gumam jenny
...
Bersambung..
Jung yerin (gfriend)
Jeon wonwoo (seventeen)
Jenny (DIA)