Di taman yang penuh dengan rerumputan hijau nan asri indah dengan taburan berbagai macam jenis bunga, angin sore yang membuat rumput itu bergoyang-goyang bagai menari, sungguh sore yang indah, sepasang sahabat yang baru saja bertemu di taman dan mulai berbincang-bincang tentang masa depan sambil memakan es krim yang baru mereka beli.
"wahh tak terasa kita sudah lulus SMA ya shikadai" ucap yodo Sahabat dari shikadai yang telah menghabiskan es krimnya.
"Ya, dan kau mau melanjutkan pendidikan/kuliah di mana yodo?" Ucap dan tanya shikadai pada yodo yang sedang meminum capuccino nya.
"Em ya mungkin aku akan kuliah di Tokyo, bagaimana dengan mu shika? Mau ikut bersama ku? Kita akan kuliah di sana bersama pasti menyenangkan bukan??"
Shikadai tampak berfikir "entahlah aku tidak tau"
"Hey apa maksudmu! Kau harus segera memutuskan nya, karena itu adalah untuk masa depan mu nantinya"
"Ya ya aku tau itu, aku akan segera memutuskan nya"
"Hm baiklah, Semoga kau memilih tawaran ku untuk kuliah di Tokyo bersama ku, aku akan berangkat seminggu dari sekarang, pikirkan lah dengan baik dulu"
Kalian tau? Sebenarnya shikadai sangat lah ingin satu kuliah dengan yodo sahabat kecilnya nya itu, tapi dengan keadaan yang sakit seperti ini rasanya tak mungkin untuk pergi jauh-jauh dari keluarga nya.
Shikadai baru saja tau kalau dia memiliki penyakit leukimia walaupun tidak terlalu parah namun tidak berarti penyakit itu akan tidak akan bertambah parah, dan jika sudah terlalu parah maka akan menyebabkan kematian.
keluarga shikadai menyuruhnya agar jangan jauh-jauh dari mereka karna kemungkinan saja hidupnya shikadai tidak lama lagi(?).
Dia shikadai menyembunyikan penyakit nya ini dari yodo, jika ditanya kenapa? Maka ia akan menjawab 'agar yodo saat di sana (tokyo) tidak menggangu pikiran nya hanya karna ku dan dia bisa fokus kuliah nya'.
Wow sahabat yang baik sekali bukan?
6 hari kemudian~
"Jadi? Apa keputusan mu?"
"Aku akan berkuliah di konoha saja" jawab shikadai santai namun sebenarnya dia sangat lah sedih saat mengatakan nya.
"He? Apa kau yakin? Maksud ku kenapa kita tidak satu kuliah saja? Apakah ada alasan lain?" Yodo tampak begitu tak percaya.
"Tidak, tidak ada àlasan lain hanya saja aku- ah lupakan, ya karena aku tak ingin jauh-jauh dari Konoha hehe.."
"Apakah itu bisa menjadi alasan?"
"Yaa, mungkin"
"Hm baiklah, sebenarnya aku tidak mau tapi karena kau sudah memutuskan nya dengan baik maka baiklah, dan besok sore jangan lupa kau antarkan aku ke bandara ya, karena besok aku berangkat ke Tokyo"
"He? Secepat itu do? Tak mau di konoha seminggu lagi mungkin?"
"Hoyy! ini sudah mau masuk ajaran baru lagi tahu aku akan berkuliah, kau juga kan? Lebih baik persiapkan dirimu" yodo pun memasang headset yang selalu dia bawa kemana saja karna itu barang yang penting baginya(?).
"Hm iya iya"
•••
"Arghh bisa-bisanya aku ketiduran! Sudah jam segini apakah dia sudah berangkat?" Gumam shikadai, dia berlari sangat lah kencang saat ini di lorong tempat penugguan pesawat terbang.
'hm dimana dia ya?' shikadai sudah berada di tempat yang sudah yodo kirim lokasi nya, namun tampak kosong disana, apakah dia sudah berangkat?.
"Akhh sial bisa-bisanya seperti ini! Padahal kan hari ini hari terakhir nya berada di konoha!?, Walaupun dia bisa saja kembali lagi tapi pasti sangat lah lama"
'puk'
"Eahh" tiba-tiba ada yg menepuk pundak shikadai
"ah yodo? maafkan aku ya ku kira kau sudah berangkat tadi uhh leganya aku"
"Eum dasar! Pasti kau ketiduran kan? Yah aku sudah hapal kegiatan mu sehari-hari~, dan aku akan berangkat malam bukan sore ehehee.. aku cuman ingin kau datang lebih cepat"
"Ah kau ini mengagetkan ku saja"
"Ya maaf, bagaimana kalau kita keliling bandara dulu? Sembari menunggu malam, kau ingin beli sesuatu shika?"
Kemudian mereka pun pergi ke kedai Starbucks bandara terdekat untuk membeli minum dan kembali lagi ke dalam bandara.
Malam pun telah tiba penerbangan yodo sebentar lagi, beberapa menit kemudian terdengar lah suara instruksi dari pihak bandara yang mengatakan penerbangan konoha - Tokyo, yodo dan shikadai pun mulai mengucap kan selamat tinggal pada masing-masing.
"Dadah shikaaa, jangan lupakan aku! Kuliah bener-bener jan main-main doang, aku janji akan kembali kok"
"Iya iya, kau juga kuliah dengan benar ya, dadah selamat tinggal" 'mungkin ini terakhir kalinya kau akan bertemu dengan ku'
Kemudian yodo menarik koper Kuning yang lumayan cukup besar dan menaiki tangga pesawat.
Malam yang cerah, bulan sangat lah bersinar terang saat ini bintang juga terlihat jelas pada malam ini, tak ada tanda-tanda hujan yang berarti sangat lah bagus untuk penerbangan.
'semoga kau baik-baik saja disana, aku yakin cita-cita mu akan terwujud, berjuang lah ya, aku menantikan kehadiran mu lagi, namun kalau aku masih ada jika tak ada maafkan aku ya yodo'
•••
Shikadai hanya terduduk di atas singgasana alis kasurnya, Menatap langit-langit kamar yang ter poles cat putih, polos tak ber warna bagai hidupnya sekarang terasa tak berwarna.
Sudah bermacam-macam obat bahkan kemoterapi yang dia lakukan namun keinginan nya untuk kesembuhan tak pernah terkabul, sungguh Ia hanya ingin sembuh dan terbebas dari para monster yang menggerogoti tubuhnya.
"Leukimia tidak bisa disembuhkan, bahkan untuk anak-anak berusia dibawah 14 tahun memiliki tingkat kelangsungan hidup sebanyak 90%, dan untuk penyakit leukimia stadium akhir hanya akan bertahan untuk 4 sampai 5 tahun lagi. pengobatan dengan tranplantasi sel darah pada penderita leukimia untuk mengganti kan sel yang hancur akibat kemoterapi, terbukti efektif untuk penyembuhan penyakit ini"
Namun apa ucapan dokter tersebut juga tidak lah sepenuhnya benar misalnya untuk pengobatan dengan kemoterapi, nyatanya penyakit shikadai bertambah parah padahal sudah beberapa kali dia menghabiskan uang untuk kemo dan hasilnya tetaplah sama.
Stadium akhir kemungkinan hanya akan bertahan untuk empat sampai lima tahun lagi, namun baginya itu sudahlah cukup, tapi bagaimana dengan sahabatnya?.
Sahabat nya akan pulang dari Tokyo lima tahun lagi kan? Apakah saat yodo pulang dia bisa menjemput nya dari bandara? Bisa kah dia melihat yodo lagi? Ataukah kemarin pertemuan terakhir nya dengan yodo? Dia takut saat yodo telah kembali ternyata dia sudah hilang.
"Uhukk uhuk" Beranjak dari kasur dan pergi ke kamar mandi, darah segar keluar lagi dari hidung nya entah yang ke berapa kali untuk hari ini.
Shikadai dia mulai membersihkan darah segar dari hidungnya dengan air mengalir, dia menyipitkan matanya ke cermin yang berada di depan nya akhir-akhir ini penglihatannya sedikit terganggu, ya dia tau itu bagian dari gejala penyakitnya dia sempat bertanya pada dokter, dokter pun menyarankan untuk menggunakan kacamata.
Berat badan nya menurut drastis, shikadai kehilangan selera makannya wajahnya pucat, beberapa lebam juga terlihat dan tentunya itu semua bagian dari gejala-gejala penyakit leukimia yang dimiliki nya.
Empat tahun kemudian~
"A-ayah ibu aku sudah tak tahan lagi"
Di ruangan yang bernuansa putih dengan bau obat-obatan yang menyengat ke Indra penciuman, serta alat-alat asing berada di dalam ruangan tersebut.
Shikadai kondisi nya terlihat sangat memperhatikan alat-alat serta infus yang tertancap di bagian tubuhnya sangat lah terlihat ngeri bagi sebagian orang.
Dia sekarat hidupnya sekarang sudah tak lama lagi, mungkin tinggal beberapa jam lagi dia sudah hilang dari dunia ini dan berpindah tempat ke alam yang selanjutnya.
Orang tua dan teman-teman yang berada di luar ruangan begitu sedih bahkan sangat sangat sedih, memang siapa yang tidak sedikit jika bagian dari keluarga mu atau teman seangkatan mu sedang berjuang keras melawan sakit nya? Bahkan harus melewati masa-masa kritis nya.
Shikadai akan di operasi dengan angka keberhasilan yang dibawah 10%, yodo yang baru saja diberi tau oleh ibu shikadai langsung lepas landas ke Konoha, sungguh dia sangat khawatir saat ini.
'Sakit ku sangat parah yodo, dan mungkin ini adalah hari terakhir ku hingga kita pun akan berbeda alam'
-Shikadai
'He-hey jangan bicara seperti itu, tolong jangan lah berfikir seakan kau akan hilang dari bumi ini! Dimana otak cerdas nara mu hah! Aku tak ingin itu terjadi!, Aku segera ke sana tunggu lah aku'
-Yodo
'Hm maafkan aku ya, tentunnya nanti aku akan tiada lagi di bumi ini, dan maaf untuk selama ini karena telah menyembunyikan penyakit ku ini dari mu, sungguh aku minta maaf, aku tak bermaksud seperti itu'
-Shikadai
'Sudah ku bilang! Jangan berbicara atau berfikir seperti itu! A-aku tidak akan ikhlas hiks-!'
-Yodo
'Ikhlas kan saja yodo, atau aku tidak akan tenang nanti saat di sana, dan sebenarnya aku mencintaimu aku ingin kita bersama setiap waktu bahkan mungkin aku ingin menikahi mu. Namun mungkin itu takkan pernah terwujud jadi lupakan lah'
-Shikadai
'shika aku juga mencintaimu hikss- ayo kita menikah setelah ku lulus nanti, dan kau harus tetap hidup jangan tinggalkan aku sendiri disini hikss- tolong jangan pernah tinggalkan aku sendiri shikaa, ayo kita buat impian mu terwujud'
-yodo
'Maaf dan selamat tinggal'
-Shikadai
Telpon terputus secara sepihak.
Kenapa? Kenapa shikadai menyembunyikan penyakit nya dari dirinya? Bahkan sudah lima tahun terakhir! Ok yodo sudah tak habis fikir dengan sahabat nanasnya ini, bisa-bisanya dia terlihat baik-baik saja saat sedang berbalas pesan dengan nya, saat sedang ber-telponan shikadai tampak tertawa-tawa saja bagai tak ada beban hidup.
Isak tangis juga tidak bisa pungkiri, sahabatnya sedang sekarang sekarang, setelah sampai dan mendarat yodo langsung saja menuju rumah sakit tempat di operasi nya shikadai.
Bertepatan dengan sampai nya yodo di rumah sakit Operasi shikadai juga telah selesai dengan terlihat tanda merah yang menjadi hijau di atas pintu ruangan operasi.
Dokter keluar dari ruangan raut wajahnya sedang bersedih, oh tidak tanda apa ini‽ "Maafkan kami kami sudah melakukan yang terbaik namun Tuhan berkehendak lain"
Seketika semua orang yang berada di sana syok atas apa yang di katakan dokter, ibu shikadai tiba-tiba lemas dan pingsan dengan sigap ayah shikadai membawanya dan membantu duduk dan mencoba menenangkan ibu shikadai walaupun sebenarnya ayah shikadai juga sangat lah tidak bisa menahan tangisan.
Perawat mulai membawa jenazah shikadai keluar ruangan oprasi, tubuh pucat yang tak bernyawa sudah tertutup kain putih di seluruh badannya.
"Hah! Apah ti-tidakkk tidak mungkin shikadaii hiks, shikaa aaargh hikss.. tidak mungkin Arghh- hikss.. hikss.." ayah ibu serta teman-temannya tak tahan menahan tangisan.
"SHIKAA TIDAKKK I-INI TIDAK MUNGKIN ARGHH- BODOH HIKSS... SUDAH KU BILANG JANGAN TINGGALKAN AKU KAN AKHH- KAU JUGA TAK MENEPATI JANJI UNTUK MENUNGGU KU PULANG ARGHH..." Tangisan histeris yodo sudah tak bisa terdengar oleh orang yang dipeluk nya sekarang.
•••
Pemakaman shikadai sudah selesai beberapa menit yang lalu namun yodo masih saja berada disana lebih lama, ayah dan ibu shikadai sudah menyuruh nya untuk pulang namun ia tidak mau.
Sekarang yodo berada sendirian di kuburan shikadai angin sore yang tenang lah yang menemani nya, menaburkan bunga-bunga itu dengan sedikit isak tangis.
Yodo mulai mengikhlaskan kepergian nya, yang dia bisa lakukan sekarang adalah menerima takdir ini, mau suka atau pun tidak.
Kita tidaklah bisa memesan takdir sesuai keinginan yang kita inginkan, yang hanya bisa kita lakukan adalah untuk menerima takdir tuhan, seburuk apapun itu akan terasa ringan dan mudah jika sudah mengikhlaskan nya.
•END•
free tag
Krmlamla
mutiyanurrizky
alanhm
19 November 2k20~