Three Faces ✔

By cutefanfan

25.8K 3.1K 441

WENYEOL VERSION | Mungkin sekilas, dia tampak seperti kebanyakan orang pada umumnya. Tapi, percayalah. Dia ta... More

Prolog
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Ending 1 : "War For Love!"
With Park Chandra
With Park Charis
With Park Chanyeol
Ending 2 : "What If They Become One?"
The New Chaos

Chapter 35

386 54 4
By cutefanfan

Trust me, he's crazy!

•••

Wendy tak mampu lagi menahan bibirnya untuk tidak melengkung ke bawah. Perasaan bingung bercampur kesal dengan suasana hening yang tiba-tiba melanda atmosfer di sekitarnya. Dia tidak bisa bergerak bebas dengan rantai yang melingkar kuat di kakinya. Wendy hanya sibuk membolak-balikkan halaman novel yang tengah ia baca. Tapi, tetap saja. Hal itu tak mengurangi rasa bosan yang mendera gadis itu. Dia butuh teman bicara atau paling tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain duduk dan membaca buku. Bermain game misalnya.

"Oppa, apa aku boleh pinjam ponselmu?"

Sementara, di depan ranjang empuk yang ia tempati. Pria yang masih berstatus sebagai pacarnya itu tengah asyik sendiri dengan layar monitornya.

"Untuk apa?"

Kedua matanya berkedip dalam tempo cepat saat mendengar balasan Chanyeol yang terdengar sangat ketus. Berbeda jauh 180 derajat dari perangainya tadi. Beberapa belas menit lagi yang lalu. Dia memperlihatkan tatapan super mesum dan selalu mengincar kesempatan untuk menyentuh area pribadinya. Let's just say, he's trying to touch her breast.

Tapi, coba lihat sekarang. Dia begitu dingin dan bersikap acuh tak acuh padanya. Membuat Wendy merasa kehadirannya sama seperti butiran debu yang berterbangan di aspal jalan, tidak berarti apa-apa baginya.

"Aku bosan. Aku cuma mau main game kok, Oppa. Boleh ya?"

Dia berbalik, matanya menyempit, menatap gadis itu dengan tatapan penuh curiga, "Tidak boleh."

"Loh, kenapa?"

"Kau pikir aku bodoh, hah?"

"Bu-bukan begitu."

"Heh, aku rasa kau tidak hanya sekedar ingin bermain game, bukan?" ucapnya dengan nada sarkastik, "Bisa saja kau diam-diam ingin menghubungi seseorang, hm?"

Dia mematikan komputernya. Bangkit dan berbalik ke arah Wendy. Mendatangi gadis yang duduk manis di atas ranjangnya. Merangkak pelan mendekati gadis itu. Hingga jarak yang membentang di antara mereka tertinggal beberapa belas sentimeter.

"Apa dugaanku itu benar, Son Wendy?"

Wendy meneguk air ludahnya sendiri. Apa yang harus ia katakan padanya?

"Aku cuma mau main game. Sungguh." cicit Wendy.

Pria itu memainkan helai rambut gadis itu, dengan jarinya menggulung-gulung dan melepaskannya begitu saja. Dia menjauhkan wajahnya, tertawa pelan, "Astaga, kau lucu sekali, Wendy."

"Huh?"

Dia menekan ujung hidung gadis itu, senyuman kemenangan mengembang sempurna di bibir tipisnya, "Dasar baru dibentak sedikit saja sudah takut."

"Ti-tidak! Siapa bilang!?" Wendy bersidekap dada, dia tidak terima dibilang sebagai gadis penakut. Walau pada kenyataannya memang dia ketakutan melihat ekspresi dingin nan menusuk yang pria itu perlihatkan padanya.

"Aku selalu memperhatikanmu, Wendy. Setiap kali ketakutan, gadis menyebalkan, kau selalu saja bertingkah seperti anak-anak."

"A-apa maksudmu, Charis?"

Dahi pria itu reflek mengkerut, "Kau menyamakan aku dengan si mesum itu?" dia menepuk dahinya, tak percaya dengan apa yang dia dengar, "What the hell! Are you kidding me?"

"Ja-jadi siapa kau?" tubuh Wendy bergetar hebat. Dia yakin pria di hadapannya ini bukanlah Chanyeol yang dia kenal. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Apa dia Charis? Ah, tidak. Charis bukan tipe orang yang berperangai super dingin seperti dia.

Lalu siapa dia?

"Kau masih belum tahu siapa aku?"

Wendy kehabisan kata-kata. Dia bingung mau membalas ucapan pria itu dengan kata apa lagi. Hell, tentu saja dia tidak tahu siapa dia!

"Chandra." sahutnya datar, "Namaku Chandra. Dan jangan samakan aku dengan si mesum itu lagi. Ingat itu baik-baik, Son Wendy." titahnya seraya menekan jidat indah Wendy dengan jari telunjuknya.

Wendy mengangguk kuat. Chandra. Yang paling dingin di antara mereka bertiga. Tentu saja, dia akan menyimpan nama itu jauh di dalam ingatannya.

"A-apa masih ada yang lain?"

"Maksudmu?"

"Hm, maksudku, selain kau dan juga Charis. Apa masih ada orang yang belum aku kenal?"

Hening sejenak, Chandra lantas menggeleng, "Tidak ada. Hanya ada kami bertiga disini." jawabnya dengan nada enteng, seperti hal itu bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan lagi dengannya.

Wendy menghela nafas lega. Syukurlah jika tidak ada lagi orang yang harus ia ingat. Jujur saja, dia mulai pusing untuk membedakan yang mana Chanyeol dan yang bukan. Demi Tuhan, dia seperti tengah berkencan dengan 3 orang yang berbeda.

"By the way, aku bosan, mau nonton film?"

Sekilas, Wendy mengalihkan pandangannya pada manik hitam milik pria tampan itu. Menonton film? Hm, kedengarannya itu bukanlah ide yang buruk.

Dia lantas bangkit dari ranjang. Menghidupkan televisi dan mengambil album kaset yang ia letakkan di dalam lemari kecil di dekat meja komputernya.

"Bagaimana kalau Brightburn?"

"Brightburn? Film apa itu, Oppa?"

"Kau belum pernah menontonnya ya?" Wendy menggeleng, "Filmnya bagus kok. Kita nonton yang ini saja ya." dia langsung memasukkan kaset itu ke dalam tempat pemutar kaset. Mematikan lampu kamar dan beranjak naik ke atas kasur, duduk tepat di samping Wendy.

Chandra menarik pinggang ramping Wendy. Yang tentu saja tindakannya itu membuat gadis bermarga Son di sebelahnya ini sedikit terkejut. Baru saja Wendy ingin membuka mulutnya, melayangkan sebuah gugatan. Dia langsung saja dipotong oleh Chandra.

"Ssstt! Filmnya sebentar lagi akan dimulai." balasnya.

Wendy mengatup rapat bibirnya dengan wajah cemberut. Selain dingin, dia ternyata juga bisa bersikap menyebalkan seperti ini. Ujar Wendy pada dirinya sendiri.

Awalnya alur yang tercipta di sepanjang film masih terpantau normal. Dimana sosok bayi alien yang terjebak di sebuah tabung aneh jatuh di pekarangan kebun sepasang suami istri yang sudah lama mendambakan kehadiran sosok malaikat mungil dalam hidup mereka. Kehadiran bayi mungil itu tak ubahnya jawaban Tuhan atas doa mereka selama ini. Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk membawa dan merawat bayi itu seperti anak mereka sendiri.

Tapi, disaat bayi mungil itu telah memasuki usia remaja. Dia yang awalnya memiliki sifat seperti anak yang baik perlahan mulai menunjukkan topengnya. Amarah lambat laun menguasai dirinya. Suara aneh dari tabung aneh yang membawanya ke dalam bumi. Suara yang memberikan perintah mutlak untuk menguasai dunia.

Merasa dirinya lebih tinggi, dia istimewa dan dia merasa tidak pantas untuk hidup bersandingan dengan umat manusia. Kaum rendah yang sudah membesarkannya dari kecil.

"Brandon, what are you doing!"

Kraak!

"Aaaakkkhhh!!"

Wendy menggigit bibirnya, dia menyembunyikan wajahnya di balik lengan Chandra. Wendy tak habis pikir, hanya karena sebuah kesalahan kecil saja, anak itu tega menghancurkan tangan dari gadis yang sangat dia sukai.

"Kau takut?" Chandra menyampirkan anak rambut yang bertebaran menutup dahi Wendy.

Wendy mengangguk lemah.

"Tenanglah, itu cuma film. Jangan terlalu dipikirkan, okay?" ucap Chandra sekenanya. Berusaha menghapus rasa ngeri gadis itu walaupun hanya sedikit.

Wendy mengangkat wajahnya, menatap kedua mata milik pria itu. Hatinya seakan teriris-iris oleh pisau tak kasat mata saat menyadari jika situasi yang menyelimutinya memiliki corak yang hampir sama.

Apa suatu saat, dia juga akan bernasib sama seperti gadis itu?

Tuhan, bagaimana dia bisa tenang?

.
.
.
.
.

To Be Continues

Continue Reading

You'll Also Like

57K 2.1K 48
" hm.. Banyak yg menyukainya, dia itu memang cantik." jawabnya dengan wajah yg menunduk sedikit minder. " mmm, tapi menurutku 'kamu juga cantik kok'...
12.9K 1.2K 26
Bahasa : Baku Start : 3 November 2020 Finish : 29 Desember 2020 Cover by : @i_vennie [Alur Cepat, Sudah Revisi] Semuanya terasa begitu rumit, hatinya...
14.2K 1.8K 32
[COMPLETED • Unpublish • Revisi] The worst feeling in the world is being hurt by someone you love the most.
14K 976 16
"Kau terlihat seperti orang yang lupa cara bernapas." Kim Dohoon ♡ Shinyu Doshin ♡ TWS: • Start : 21.01.2025 • End : 23.01.2025 © itsmyhalluniverse2...
Wattpad App - Unlock exclusive features