Malam masih setia menggigit sebagian piringan waktu yang mengundang pekikkan burung malam. Menghadirkan desiran angin yang setia membelai dan mengusik kekhusyukan seorang wanita di ambang jendela sana.
Ayra Sekar Ratu Gayatri namanya. Wanita dengan sorot mata yang sukar dibaca. Matanya kadang terlihat kelam, sekelam laut dalam. Siap menenggelamkan siapapun yang mencoba menyelami dan mencari sekeping rahasia masa silam. Mata itu pun, sering kali terlihat ber api-api, penuh ambisi dan semangat menggelora diri. Tatapan itu tak jarang menyiratkan sebuah dendam dan benci yang mengepul dalam raga perempuannya.
"YaAllah, ke manakah angin kehidupan meniup dan membawa tubuhku ini?" batinnya. Mata itu terus menerawang keluar jendela. Bayangan hitam masalalu seolah berebut ingin mengisi cakram otaknya. Memutar sebuah kejadian yang sekuat tenaga ingin ia lupakan.
Mendesah, hanya itulah yang bisa Ayra lakukan. Ia bercerita dengan sang malam melalui embusan napasnya. Napas hangat yang lolos dari lubang hidung minimalis namun manis itu seakan membawa informasi dari dalam dirinya. Informasi yang keluar akan diterima oleh tubuh malam tanpa meminta imbalan sedikitpun. Malam bagi Ayra adalah sosok teman yang sedia memberikan waktu untuk menerima keluh kesahnya. Malam dengan bebas merayapi tubuh dan menelanjangi Ayra, guna mencari segumpal penderitaan dan rahasia.
"Tidur nak, besok hari pertama kamu sekolah," kata ibu kost di balik pintu kamar.
"Eh iya Bu," sahut Ayra sambil menutup jendela.
000-IBS-000
Bagaimana kesan membaca bagian awal?
Keritik dan sarannya ya
#IBS
#Bali
#Jawa Tengah
#
Ida Bagus Satriya
#Ayra Sekar Ratu Gayatri
#romantis
_wicaksonowahyu_