With the Baby | VERIVERY

By EkaFebi_Malfoy27

12.6K 2.1K 615

[COMPLETED] Tiba-tiba lima anak ini harus ia rawat selama sebulan?! "Mau mamam." "Ya ampun, Chan ganteng ban... More

Cast
Prolog
Bab 1
Bab 3
Bab 4
Bab 5
Bab 6
Bab 7
Bab 8
Bab 9
Bab 10
Bab 11
Bab 12
Bab 13
Bab 14
Bab 15
Bab 16
Bab 17
Bab 18
Bab 19
Bab 20
Epilog
Bonus : Bab 1
Bonus : Bab 2
Bonus : Bab 3

Bab 2

662 107 64
By EkaFebi_Malfoy27

Selagi anak-anak tidur Hoyoung memasak untuk makan siang nanti sedangkan Dongheon membersihkan ruang tamu yang tampilannya seperti kapal pecah. Apalagi remah biskuit yang bertebaran di karpet dan juga sisa jelly yang jatuh di sofa dan meja, lengkap sudah.

DUK!

"AKHHH!"

Dongheon meringis ketika bahunya yang masih linu karena digigit Yeonho, kini menyenggol pinggiran meja.

"Sial banget gue perasaan dari tadi." keluh Dongheon yang disambut tawa ngakak dari Hoyoung.

"Lo sendiri juga salah, namanya anak kecil kalau lo sama keras kepalanya kek mereka, endingnya ya gitu."

"Lah lo mah enak, gue? Baru ketemu aja udah dikatain jelek!"

"Fakta sih..."

"HAH APA? GUE GAK DENGER!"

Dongheon emang beneran gak denger kok guys, karena saat ini Hoyoung lagi goreng jelly ikan. Suara minyaknya itu membuat suara Hoyoung gak kedengeran.

"Enggak kok, gue gak bilang apa-apa." jawab Hoyoung sambil haha-hehe.

Dia gak mau nambah-nambahin masalah Dongheon. Masa iya sahabatnya itu dari tadi pagi udah sial mau dia nistain juga.

Gak etis namanya.

"HA APA?"

"Nggak apa-apa, Dongheon."

"HAH? GIMANA?"

"HEALAH DASAR BUDEK!"

Akhirnya Hoyoung ngegas juga setelah sekian lama ia tahan.




***




"Ayo Minchan adek-adeknya dibangunin dulu yuk, kita makan siang bareng." ujar Hoyoung setelah membangunkan Minchan.

Minchan menggeliat pelan sebelum akhirnya berhasil mencerna kalimat Hoyoung.

"Minchan kan anak tunggal, hyung."

Hoyoung yang tadinya mau keluar kamar jadi berbalik lagi. "Iya tapi kan disini Minchan yang paling tua. Jadi selama sebulan nanti mereka jadi adek kamu."

"Nggak mau!" jawab Minchan cemberut.

Ia bersedekap, menunjukkan ekspresi marah yang justru terlihat lucu di mata Hoyoung. Menyadari bahwa Hoyoung ngetawain dirinya, Minchan langsung menyisir rambutnya menggunakan jari tangannya.

Minchan berpikir, mungkin Hoyoung ngetawain dia karena dia jelek.

"Hyung kok ketawa?!"

"Lucu." jawab Hoyoung masih dengan tawanya.

"Minchan jelek ya?" tanya Minchan dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

Loh ini anak kenapa?

Hoyoung yang bingung langsung jawab. "Nggak kok, Minchan ganteng." jawabnya sambil ngasih dua jempol.

Minchan tiba-tiba langsung sumringah. "Beneran?"

"Iya."

"Oke, kalau itu hyung ke bawah aja dulu biar Minchan yang bangunin adek-adek nakal ini."

Lah? Kok tiba-tiba berubah?

Serem juga ternyata ini anak.

Dengan mengesampingkan pikiran negatifnya, Hoyoung tersenyum. "Oke, jangan lama-lama ya?"

"Siap hyung!"

Setelah Hoyoung pergi, Minchan segera memikirkan cara alternatif. Iya, dia pengen bangunin mereka sekaligus.

Maksudnya biar cepet gitu, kalau satu-satu kan lama.

"Aku harus gimana ya? Apa aku injek aja salah satunya?"

Minchan berpikir, mungkin dengan ia menginjak salah satu dari mereka maka orang yang ia injak akan berteriak. Terus yang teriak itu otomatis bangunin yang lain kan karena dia berisik.

Cara kerjanya mirip-mirip toa lah.

"Tapi kalau diinjek kasihan juga." gumam Minchan bingung.

Sekarang Minchan memikirkan cara alternatif lain. Ia turun dari kasur. Ia berdiri agak jauh dari kasur sambil natap keempat anak lain yang tidurnya mirip jejeran ikan bandeng presto.

"Disiram aja kali ya?"

Minchan suka renang, makanya ia pikir mungkin dengan nyiram, semuanya bisa bangun dengan senang gitu tanpa mengeluh.

Kan kasur jadi basah, pasti mereka seneng kalau bangun-bangun sensasinya udah kayak di pinggiran kolam renang.

"Tapi nanti dimarahin kalau kasurnya basah."

Minchan mikir untuk kesekian kalinya sambil nyisir rambutnya. Setelah selesai nyisir akhirnya Minchan berhasil mengambil keputusan dengan otak cerdasnya.

"Oke, aku bangunin satu-satu aja deh."

Anak berumur tujuh tahun itu segera mendekati Yongseung yang tidurnya tadi ada disampingnya.

Minchan noel-noel pipi Yongseung. Awalnya lembut gitu eh tapi Yongseung gak mau bangun. Jadi terpaksa Minchan harus pakai kekerasan dikit.

Dia tambahin nampar pipi Yongseung.

Yongseung yang kaget dengan tamparan yang tiba-tiba itu langsung nyeletuk. "Pi sama dengan 3,141592653--"

"HEHH KAMU NGOMONG APA? AKU GAK PAHAM!" teriak Minchan histeris. Serem cuy, Yongseung ngucapinnya kek ngucapin mantra gitu kan Minchan jadi takut.

Yongseung langsung diam mematung.

Dia gak nangis kok, dia lagi mikir aja setelah 3 itu angka berapa. Dia udah hafal sebenarnya tapi kok tiba-tiba lupa, makanya dia mikir.

Gyehyeon yang mendengar teriakan Minchan juga otomatis bangun. Dia duduk dulu bentar ngumpulin nyawa sebelum nepuk pundak Yongseung.

Yongseung yang sadar langsung noleh. "Apa hyung?"

"Pindah ke rencana B."

"Lhoh kenapa?" jawab Yongseung bingung.

"Tadi aku mimpi ada peramal yang nyebut-nyebut angka banyak banget sampai aku pusing. Terus abis itu ada yang teriak. Kayaknya itu pertanda kalau rencana A kita akan gagal." ujar Gyehyeon dengan mendramatisir.

"Eh hyung itu kayaknya ak--"

Gyehyeon nepuk pundak Yongseung lagi. "Yongs, ini mimpi dari langit."

Yongseung cuma ngangguk nurut. Padahal dia pengen banget nyemplungin kepala Gyehyeon di larutan amoniak.

Tapi ya gimana, misi ini kan udah dia rencanain sama Gyehyeon jauh-jauh hari :(

Minchan yang gak paham sama percakapan dua bocah itu langsung mendekatkan diri ke arah Kangmin. Kangmin tadi tidur di samping Gyehyeon.

Jadi mereka tuh tidur di satu kasur gitu. Urutannya, Minchan-Yongseung-Gyehyeon-Kangmin-Yeonho.

Pas dia ngelirik keadaan Kangmin, Minchan kaget.

Telapak tangan kiri Kangmin udah masuk semua ke mulut Yeonho. Kangminnya diem aja, malah senyum bahagia. Terus Yeonho malah keasyikan dapat dot baru.

Tangan Kangmin kan masih mungil jadi muat di mulut Yeonho.

Minchan langsung ngeri ngeliatnya. Bulu kuduknya langsung merinding.

Jadi Yeonho sebenarnya zombie?!

Terus sekarang Kangmin jadi target pertamanya?!

Minchan noleh kebelakang dimana Yongseung masih diskusi sama Gyehyeon. Minchan makin berpikir buruk dong, kan bisa aja tuh Yongseung sama Gyehyeon mau numbalin dia ke Yeonho setelah Kangmin. Soalnya dua anak itu sejak tadi pagi mencurigakan.

"Duh, Minchan harus gimana ini? ๏_๏" celetuk Minchan gelisah.

Tiba-tiba Gyehyeon nepuk pundak Minchan. "Hyung..."

"AAAAAAAAAKKKKHHHHHHHH ZOMBIE, ZOMBIE!!! MINCHAN GAK MAU DITUMBALIN!"

Minchan langsung keluar kamar karena takut. Pokoknya dia harus menyelamatkan diri sekarang.

Di saat yang sama Yongseung sama Gyehyeon jelas bingung dong. Padahal niat awal mereka kan mau merekrut Minchan juga jadi anggota.

"Minchan hyung kenapa?" tanya Yongseung.

"Gatau." jawan Gyehyeon sambil mengendikkan bahunya.

Di sisi lain Yeonho dan Kangmin terbangun karena teriakan Minchan. Mereka duduk perlahan-lahan lalu natap Yongseung dan Gyehyeon polos.

Yongseung dan Gyehyeon yang paham apa maksud tatapan itu segera menggeleng.

Mereka sama-sama nggak tahu.

Padahal tadi Kangmin lagi enak-enaknya mimpi mainan slime. Terus Yeonho lagi mimpi makan lollipop bentuk tangan.

Gara-gara Minchan mimpi mereka jadi terpaksa berhenti.




















Tbc
141120

Continue Reading

You'll Also Like

20K 1.4K 13
Sandiwara juga butuh rasa, tetapi tidak mengira sampai sejauh ini. DISCLAIMER: • Stray Kids Fanfiction [2Min / Top!Seungmin & Bot!Minho] • Multiple c...
63K 6K 55
Hanyalah cerita horang kaya nan tamvan bernama jungkook yang harus jadi supir pribadi selama 3 bulan karena kalah taruhan sama si anak mommy tapi jag...
129K 10.4K 33
[ Finish ] ;;; Ngeselin tapi sayang. ;;; []start : 28 Maret 2020 []finish : 04 Agustus 2020
140K 13.9K 56
[COMPLETED] Berawal dari kerja sama kelas dengan anak terpandang di sekolah barunya, dan anehnya entah mengapa hanya Kim Y/N yang mampu menaklukan da...
Wattpad App - Unlock exclusive features