"Bantu aku Krit, aku sudah tidak kuat,"ucap seorang pria yang terbaring lemah.
"Jack bertahanlah, sebentar lagi kapal akan segera selesai dan kamu bisa pulang lalu obati sakitmu itu,"balasnya sambil meneteskan air mata.
"Krit, ku mohon bantu aku, lebih baik aku mati dari pada seperti ini,"ucap Jack dengan suara bergetar.
"Jangan berkata seperti itu! Aku mencintaimu Jack, bertahanlah demi kita,"ucap Krit.
"Krit, jika kamu mencintaiku bantu aku."
"Tidak Jack, tidak. Aku tidak ingin kehilanganmu, aku sangat mencintaimu,"ucap Krit sambil menangis dan memeluk Jack.
"JACK.... JACK.... JACK AKU MENCINTAIMU, sangat mencintaimu dan aku tidak mau kehilanganmu."
"Hoy Perth! Kamu kenapa? Sungguh suaramu membuat kupingku rasanya ingin pecah! Apa kamu bermimpi lagi?"tanya seorang pria yang merasa tidurnya terganggu gara-gara teman sekamarnya berteriak memanggil nama Jack, hampir setiap malam begitu.
"Title bantu aku, ku mohon bantu agar Jack tidak memaksaku untuk membawakan obat padanya,"ucap Perth dengan suara bergetar.
"Hei Perth sadar!"ucap Title mengguncang-guncangkan badan Perth.
Perth pun sadar dengan air mata yang mengalir. Kemudian Title pergi kedapur untuk mengambilkan air putih untuk Perth.
"Perth minumlah ini, agar kamu sedikit merasa tenang,"ucap Title sambil menyodorkan air putih itu.
Perth pun meminum airnya dengan perasaan campur aduk.
"Perth ceritakan padaku apa yang kamu mimpikan? Siapa Jack?"tanya Title.
"Tle itu seperti nyata, aku juga tidak tau siapa itu Jack, aku ingin bertemu dengannya Tle, aku ingin membantu dia agar dia tidak mati,"ucap Perth panik.
"Ayolah Perth, itu cuman mimpi. Kamu jangan terlalu percaya pada mimpi,"ucap Title berusaha menenangkan teman sekamarnya itu.
Perth tidak menjawab ucapan Title, ia hanya melamun memikirkan siapa itu Jack dan siapa itu Krit, kenapa mereka berdua selalu menghantui Perth dalam mimpi dan kenapa Perth merasakan sakit yang mereka rasakan.
"Ah yasudah, tidur lagi saja Perth ini masih jam setengah tiga, besok kamu ada kelas jangan sampai kesiangan,"ucap Title tidak ingin bertanya lagi, karna ia tau sampai kapanpun ia bertanya Perth tidak akan menjawabnya. Title akan menunggu Perth bercerita sendiri kepada dirinya.
Perth mengangguk, lalu dia berbaring lagi di ranjangnya dan Title pun melanjutkan tidurnya yang terganggu. (btw pisah ranjang ya)
------------
"Ck, Perth kamu terlambat lagi? Apa teman sekamarmu tidak membangunkanmu?"ucap Nanon kepada Perth yang terlambat.
"Diamlah! Title itu brengsek dia sengaja tidak membangunkanku agar aku terlambat,"ucap Perth kesal.
"Tapi kamu cukup hebat dalam mengendap-ngendap, padahal dosen ada di depan loh!"ucap Nanon takjub.
"Memang,"balas Perth cuek.
"Perth apa kamu tau? Sekarang akan ada seorang penulis terkenal datang kesini!"ucap Nanon antusias.
"Jujur nih Non aku tidak perduli,"ucap Perth bodo amat.
"Penulisnya sangat tampan asal kamu tau! Penulis itu pacarnya P'Pure,"ucap Nanon menjelaskan.
"Hah? P'Pure cheerleader terkenal itu?"tanya Perth.
"Ck, Perth setiap membicarakan wanita cantik kamu selalu tau? Kenapa saat membicarakan penulis terkenal itu kamu tidak tau. Padahal mereka satu fakultas di bangkok,"ucap Nanon.
"Loh? Katanya dia penulis kenapa dia masih berkuliah?"tanya Perth yang mulai tertarik dengan obrolannya dengan Nanon.
"Emang apa salahnya menulis sambil berkuliah?"tanya Nanon.
"Tidak ada yang salah, pasti dia orang yang rajin,"ucap Perth.
"Tentu saja, sudah rajin tampan lagi,"ucap Nanon.
"Kenapa kamu bisa menyebutnya tampan? Apa kamu sudah pernah bertemu dengannya?"tanya Perth.
"Tidak sih, tapi tadi Bua mengirimkan fotonya kepadaku. Apa kamu ingin melihatnya?"ucap Nanon.
Perth pun mengangguk.
"Sebentar aku akan mengambil ponselku di tas,"ucap Nanon, padahal Nanon belum sempat mengambil ponselnya tetapi...
"NANON! apa yang kamu lakukan perhatikan kedepan, saya sedang menjelaskan,"ucap dosen itu.
"Perth kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa dosen memperhatikanku?"bisik Nanon pada Perth.
Perth tidak peduli pada Nanon, lalu mereka pun memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan pelajaran di depan.
Kelas pun selesai, lalu Perth dan Nanon pergi untuk berjalan-jalan mengelilingi kampus. Entah kenapa mereka berdua sering sekali berkeliling kampus, mungkin hanya ingin tebar pesona kepada wanita-wanita cantik.
"Perth satu jam lagi penulis itu datang,"ucap Nanon antusias.
Perth tidak menjawab ia fokus pada ponsel yang sedang ia mainkan.
"Duh aku rasanya lagi ngomong sama Limbad,"ucap Nanon yang merasa tidak di gubris oleh Perth.
"Apa Non?"ucap Perth tanpa dosa.
"Nggak Perth nggak,"jawab Nanon.
Mereka sudah selesai berkeliling kampus dan mereka memutuskan untuk minum jus di kantin.
"Eh Perth kamu nanti mau liat penulis itu gak?"ucap Nanon.
"Emang dia kesini mau ngapain sih Non?"ucap Perth.
"Meet and great , mungkin. Sekalian sharing materi juga tentang kepenulisan,"ucap Nanon menjelaskan.
"Duh, kayanya aku nggak dateng deh. Kamu tau kan Non aku gak suka materi-materi kaya gitu, kalo kamu mau datang, datang aja,"ucap Perth.
"Oke deh,"ucap Nanon.
------------
"Perth kamu pulang sendiri aja ya, aku mau ikutan liat penulis itu,"ucap Title yang baru saja menghampiri Perth.
"Baiklah, aku akan pulang berjalan kaki saja,"ucap Perth.
Kondo mereka dengan kampus jaraknya lumayan dekat, jadi Perth memutuskan untuk berjalan kaki karena biasanya dia menggunakan sepeda motor bersama Title.
Perth bergumam sendiri di jalan.
"Kenapa orang-orang sangat tertarik dengan penulis itu, sedangkan aku? Aku hanya teringat seseorang, Jack...."ucap Perth dengan suara bergetar.
"Nasib punya pacar penulis ya gini, pasti selalu di cuekin karna dia sibuk menulis,"sindir Krit saat melihat pacarnya itu sibuk menulis.
"Ada apa Krit? Sebentar ini sedikit lagi selesai,"ucap Jack yang masih sibuk menulis di atas kasur itu.
Kemudian Krit ikut terlentang di sebelah Jack yang sedang menulis.
"Jack bisakah kamu berhenti menulis? Apa kamu tidak merindukan pacarmu ini?"ucap Krit berusaha menggoda Jack.
"Diam dulu Krit, jangan mencoba menggodaku,"balas Jack.
"Apa kamu tidak ingin melakukan itu denganku?"tanya Krit membuat Jack menoleh padanya.
"Oke baiklah saat ini kamu menang, karena kamu menggodaku,"ucap Jack kemudian merubah posisinya jadi tertidur di samping Krit.
"Krit? Apakah kamu ingin melakukan itu denganku? Ayo aku sudah selesai menulis,"ucap Jack.
Kemudian mereka berdua saling bertatapan, wajah mereka berdua mulai mendekat, deru nafas keduanya sudah terasa....
"Perth sadar, Perth!"ucap Nanon dan Title sambil menguncang-guncang badan Perth. Saat ini mereka sedang ada di UKS.
"Hah..hah..hah.."Perth sadar, nafasnya tidak beraturan.
"Tle? Nanon? Kenapa aku bisa ada di sini? Aku sedang melihat Jack menulis? Kenapa aku ada disini?"tanya Perth.
"Jack? Siapa Jack?"tanya Nanon yang tidak tau apa-apa.
Title yang sudah tau apa yang di alami Perth pun tidak menjawab.
"Perth, tadi Bua melihatmu sedang tergeletak di pinggir jalan sambil menangis, dan dia memberitahu aku dan Nanon, jadi kami membawamu ke UKS,"ucap Title menjelaskan.
"Kalian berdua kan ikut materi kepenulisan? Kenapa kalian malah menolongku?"tanya Perth.
"Perth! Sahabat itu lebih berarti,"ucap Title.
Nanon hanya mengangguk-angguk tidak jelas.
"Yasudah Perth, pulang denganku sekarang, aku takut terjadi apa-apa denganmu, dan Nanon, kamu kembali saja ke acara itu, aku tau kamu salah satu penggemar penulis itu,"ucap Title.
"Hmm baiklah,"ucap Nanon.
-----------
Perth Tanapon
Title Kirati
Nanon Korapat