don't forget to follow it first!
be wise in reading stories that contain certain elements❤
Happy reading....
~•~
"Selamat ulang tahun sayang ..." kedua pasangan Arga dan Mika mengucapkan selamat kepada putri pertama mereka yang hari ini baru saja berulang tahun yang ke-13.
Dia adalah Grissella Dewi Rihana, atau yang kerap dipanggil Nana. Gadis manis, ceria, dan pintar. Ia baru saja mendapatkan suprise ulang tahun dari kedua orang tuanya ditemani adiknya, Zidan yang berumur 8 tahun.
"Kak, kue ultahnya untuk aku yaa ..." ucap Zidan memohon pada kakaknya. Nana tersenyum geli sambil mencubit pipi tembem milik Zidan.
"Aww kak, jangan dicubit!"
"Makan! Makan sepuasnya, dasar rakus." Nana terkekeh melihat adiknya kesakitan.
"Ini kado untuk Nana, Ma?" tanya Nana menatap bungkusan berbentuk persegi.
"Iya, Mama harap kamu suka sama kadonya."
"Apapun pemberian Mama sama Papa Nana akan terima, karna itu istimewa!" ucap Nana sumringah.
"Yaudah, silahkan Nana lihat isinya!" seru Arga.
Nana merobek kertas kado yang menutupi kotak persegi itu. Perlahan-lahan keningnya mulai mengkerut ketika menatap kotak persegi itu.
"Handphone?" tanya Nana menatap kedua orang tuanya. Arga dan Mika mengangguk.
"Mama'kan pernah bilang, kalau Nana akan punya hp jika usia Nana udah meranjak remaja. Di sekolah pasti cuman kamu yang belum punya hp, dan kamu butuh hp ini untuk mengirim pesan, menelfon temanmu atau pacarmu mungkin?" goda Mika.
"Ihh, Nana kan masih kecil masih Smp! Lagi pula Nana punya laptop. Nana bisa pake laptop dulu, kalau untuk hp, Nana bisa beli nanti kalau udah punya uang sendiri. Pasti mahal, mending uangnya untuk belajar les Zidan." Nana menunduk sedih, dari dulu Mika sudah mengajarkan kedua anaknya untuk berhemat karna itu sangat berguna jika mereka dewasa nanti. Mika yang mengerti dengan perasaan putrinya tersenyum haru.
"Sayang ... Mama ngerti perasaan kamu. Mama malah senang karna tau kalau Nana sudah mengerti cara berhemat. Tapi, gak mungkin Nana mesti mengikuti apa kata Mama. Kebutuhan kamu itu banyak sayang, tidak semestinya kamu menolak sesuatu yang diberikan, ada hal yang tidak boleh kamu terima seperti pemberian dari orang yang tidak kamu kenal atau semacamnya. Mama sama Papa ngasih kamu hp karena kita orang tua kamu, kita tau betul apa yang kamu butuhkan. Anggap ini adalah rejeki yang gak boleh kamu tolak, Mama yakin kamu bisa menggunakannya dengan baik dan bijak." Mika mengusap rambut Nana dengan tulus.
"Berarti ini rejeki Nana dong? Alhamdulillah Nana dapat rejeki hari ini," ucap Nana polos.
"Walaupun sekarang kamu punya hp tetaplah fokus untuk belajar, jangan sampai prestasimu menurun," sambung Dirga.
"Siap Pak!" ucap Nana memberi hormat.
*****
Di sisi lain, segerombolan cowok dengan seragam putih abu-abu sedang melakukan konvoi balapan liar. Di pimpin seorang cowok dengan hoodie hitamnya memilih untuk menonton, melihat anak buahnya sedang mempertaruhkan motor mereka masing-masing untuk memenangkan balapan.
Dia adalah Akeil Resqiananda sanjaya, cowok populer di SMA Khatulistiwa. Terkenal dengan aurahnya yang mematikan, serta tatapan singanya yang membuat musuh berpikir dua kali untuk melawannya. Apapun yang mengusik kehidupnya akan dituntaskan dalam sehari baik segi fisik mapun non fisik. Tidak ada yang berani melawannya jikapun itu ada Akeil bersumpah tidak akan membuat orang itu hidup dengan tenang. Tak khayal jika ia sering berurusan dengan guru BK bahkan kantor polisi sekalipun karna ulahnya itu.
Dengan sebatang rokok di tangan kirinya, ia menatap satu persatu sahabatnya seakan memberi kode rahasia yang hanya diketahui sahabatnya.
"Bos, gue menang!" Seorang cowok yang baru selesai mengikuti balapan menghampiri ketua gengnya.
"Emang ya, ninja biru lu gak ada tandingannya." Mereka bertos ria, sedangkan satu dari mereka diam membisu.
"Bos, napa lu? Diam-diam bae." Zilvan Dwi Reynanta sahabat Akeil yang menjabat sebagai playboy SMA khatulistiwa. Pesona dan sifatnya yang cool membuat para kaum hawa menjerit meminta untuk dinikahi. Ia tak akan betah dengan satu perempuan bahkan lima saja masih merasa kesepian. Buaya yang sesungguhnya.
"Jangan diganggu! Lagi galau ...." sambung Bintang Aan Wijaya, cowok yang paling mengerti dengan kehidupan Akeil. Sahabat dari kecil. Bintang merupakan siswa terpintar ke dua di sekolah setelah Akeil yang menjabat sebagai siswa terpintar nomor satu. Bintang yang diketahui orang-orang dengan sifatnya yang pendiam ternyata adalah siswa terbucin di mata sahabatnya. Bintang pernah menyukai teman perempuannya ketika masih duduk di bangku SMP hingga sekarang. Namun mereka harus berpisah karna perempuan yang di sukai Bintang memilih bersekolah di luar negeri. Anggap saja Bintang belum move on, dan berharap sang pujaan hatinya kembali dari negeri paman sam.
"Lah, galau kenapa?" tanya Zilvan menatap satu persatu sahabatnya.
"Banyak bacot lu, mending lu ambil sono hasil tawuran lu. Lumayan'kan di jual ulang. Uhuy pake party besok!" Raynad Giovano, memiliki sifat humor yang tinggi, nak broken home. Raynad juga memiliki wajah yang lumayan tampan namun tidak playboy. Tipe wanita yang ia suka yang mau menghiburnya ketika dalam keadaan rapuh dan mau menerima semua kekurangannya.
"Astagfirullah, mending lu tobat dah. Gue gak suka sahabat-sahabat gue terjerumus ke hal-hal yang beginian." Azka Dranamawinta, cowok pintar, rajin beribadah, anak sholeh, gak merokok, anak orang kaya, bank berjalan, gak pernah mainin cewek, penceramah di kala sahabatnya berbuat kesalahan, dan bersungguh-sungguh dalam melakukan perintah. Cowok idaman.
"Apaan sih, kayak gak pernah buat dosa aja lu," sambung Bintang.
"Bro, tobat mah belakangan. Ini masa mudah kita, nikmatin aja selagi gak ada yang ngelarang." Zilvan menimpali. Padahal ia sendiri kerap dilarang orang tuanya untuk berkumpul dengan Akeil yang terkenal dengan gengnya yang bringas.
Azka hanya menggeleng-geleng tak paham dengan jalan pikir sahabatnya, mungkin di antara mereka hanya Azka lah yang tidak mengikuti balap liar atau mengikuti war antar geng.
"Gue balik dulu." Akiel membuang putung rokoknya lalu memakai helm full facenya.
"Eh-eh mo kemana? Gue ikut!" sahut Raynad.
"Gak usah, bentar sore kita kumpul di basecamp. Jangan ada yang gak datang! Ini penting," ucap Akeil menyalakan mesin motor ninjanya.
Mereka mengangguk, lalu membiarkan Akeil melaju gesit di jalanan.
"Bintang, lu tau Akeil kemana?" tanya Zilvan.
Bintang menyimpan hpnya di saku celana, "Ke rumah sakit."
"Virly drop lagi?" tanya Azka.
"Bukan drop, tapi hari ini Virly lagi menjalani operasi yang ke-3x."
"Kasihan ya sih Virly, gimana perasaan Akeil yaa? Mana orang tua mereka sibuk terus sama pekerjaannya. Gue sih gak tahan digituin apa lagi harus merawat adik yang sakit keras," ucap Zilvan.
"Makanya tobat," sambung Azka.
"Apa hubunganya jancok!" teriak Zilvan menggampar wajah Azka.
Skip_
"Pak, Apel sama jeruknya sekilo." Akeil berada di toko buah, karna permintaan Virly yang ingin makan buah-buahan.
"Aduh!"
Akeil berbalik ketika mendengar suara perempuan dibelakangnya. Matanya tertuju pada siswi berseragam putih biru sedang memungut buah mangga yang berserakan di lantai.
"Yah, kertasnya bolong." Gadis itu menatap kantung kresek bening yang sudah bolong penyebab dari buah mangganya yang terjatuh.
"Pak, kasih saya kantung kresek dua!" pintah Akeil kepada penjual buah itu. Penjual itu memberikan kantung plastik permintaan Akiel, juga menyarahkan pesanan buah yang tadi di beli Akiel.
"Ini Pak, ambil aja kembaliannya." Setelah membayar, Akiel berjakan menghampiri siswi Smp tadi yang masih menatap buah mangga yang telah dikumpulkannya.
Tanpa berlama-lama Akiel membantu gadis Smp itu, dengan wajah dingin ia fokus mengambil mangga dan memasukkannya kedalam kertas.
"Sa-saya bisa sendiri," ucap gadis itu merasa gugup karna baru pertama kali menatap cowok sedekat itu.
Akeil menjejerkan pandangannya, menatap gadis dihadapannya. Suara dari gadis itu sangat lembut terdengar, bola matanya yang berwarna coklat tua membuat Akeil tak bisa berkedip.
'Sadar Akeil, ini hanya bocah!' Akeil langsung berdiri, wajahnya terlihat menakutkan. Benar-benar bringas.
Alis tebalnya hampir bertabrakan kala menatap gadis itu dari bawah.
Tanpa pikir panjang ia berjalan keluar, perasaannya berbeda ketika menatap gadis tadi. Buru-buru ia memakai helm dan menyalakan mesin motor, entah perasaan apa yang muncul dihatinya sekarang. Sungguh jelas berbeda.
"Ini nih, efek terlalu lama ngejomblo. Lihat anak Smp langsung cenat-cenut," cibir Akeil sepanjang jalan.
Sedangkan gadis tadi terpaku menatap kepergian orang asing yang sempat membantunya.
"Lah, kok Nana malah bengong sih? Nana'kan harus cepat-cepat ke rumah sakit." Dengan cepat ia memasukan buah mangga yang ia beli ke dalam kantung plastik yang baru.
Namun, sesuatu tiba-tiba menjanggal disaat ia sibuk memasukan buah kedalam kantung plastik.
"Ini hp siapa?"
Bersambung ....
-Akeil-
Bright Vachirawit
-Nana-
Wonyoung Iz*one
Maaf kalau pemerannya ga sesuai dengan ekspetasi kalian😊
Akan ada pemeran lainnya so, stay tuned for the next part.
Next