Different Fate For My Athanas...

By Yfon1308

57.5K 6.3K 1K

Lee Jihye, wanita muda yang bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh di novel yang dia baca sebelum tidur... Da... More

...Kau...
Kakak?
Tahun Ajaran baru
Berangkat
Bahaya!
Teman kedua
Kenakalan awal
Dihukum...
After Mission
Jatah bulanan
Gara gara air putih...
Note
Perjamuan bangsawan
Insiden perjamuan
Family time
Selesai libur?
Bruk
(Pengumuman)
17 years old (1)
17 Years old (2)
Balik kampung
Tenang
Malam pesta
Calon
Istana
Hadiah
Makan malam
Paginya
Mata duitan
Perihal hukum tata negara
Murni pemberian tuhan
Ayo jawab jujur
Haven
Kanjeng Ratu
Terbongkar Sudah
Lupa anak
Alergi
Dampaknya
Dampaknya (2)
Ke Casino
Ada suatu-
Situasi yang serius
Jadi-
Ada yang hilang
Atha kangen
Alisha yang tersakiti
(Spesial tahun baru)
(Special tahun baru part 2)
Perundingan kakak-adik

Keputusan yang adil

1.2K 141 60
By Yfon1308

"Nona! " Alisha berteriak.

"Astagfirullah Alisha! " Ucap Athanasia mengelus dada. "Aku lagi sakit bisa gak sih gak teriak kek gitu?"

"Ya habisnya nona ngapain guling guling dikasur?"

"Gatal nih!"

Alisha berjalan tergesa gesa mendekati Athanasia, begitu juga dengan Anastasius. Papa muda itu begitu khawatir dengan Athanasia, jangan tanyakan dimana Ethaniel berada karena dia masih mengambilkan air minum, salahkan ukuran istana yang membuatnya nyasar beberapa kali.

"Kenapa kau makan makanan itu?" Tanya Anastasius tak habis pikir.

"Ya mana aku tahu ada campuran almondnya." Jawab Athanasia sambil menggaruk tangannya, tapi Anastasius melarang.

"Jangan!"

Jennette yang membawa penyihir langsung menyuruhnya menyembuhkan Athanasia, penyihir itu melihat kondisi Athanasia dan terkejut, langkah kakinya mundur dan sekilas melihat ke Claude dan Anastasius, penyihir itu lalu melihat ke arah Jennette.

"Apa kalian tukaran anak?"

krik-

krik-

Silence-

"Kau mau mati?" Ucap Claude kesal.

"Ma-maafkan hamba yang mulia." Penyihir itu bersujud. "Karena gelombang mana milik tuan putri Jennette lebih mirip dengan yang mulia Anastasius sedangkan gelombang mana milik tuan putri Athanasia lebih mirip dengan anda yang mulia."

"Udah dibilang aku bukan tuan putri." Bantah Athanasia.

"A-apa maksudmu tuan penyihir?" Tanya Jennette takut. "Jadi aku bukan anak papa?"

Claude membeku sedangkan Felix mempunyai reaksi yang biasa saja.

Udah tau aku tuh.
-Felix

Tok-

Tok-

"Atha! kau sakaratul maut?" Tanya Dimitris shock.

Dimitris bertemu Ethaniel dijalan dan langsung diseret masuk ke ruangan bersama Haven tentunya.

"Mata kau!" Balas Athanasia lalu melempar bantalnya kasar.

"Oh masih bisa ngelempar, berarti belum sekarat."

(Mengacungkan jari tengah) -Athanasia

Ethaniel memberikan minuman ke Athanasia, dia tidak menyadari situasi awkard dimana seorang penyihir sedang bersujud. Pikirannya hanya tertuju pada Athanasia. 

"Huwaaa gatal banget! Obatin kek! malah sujud gitu! gak guna banget jadi penyihir!" Rengek Athanasia.

Disaat penyihir itu mulai mengobati Athanasia, Dimitris menahannya. "Biar aku saja."

"Kadang aku lupa dia anak penyihir." Bisik Anastasius pada Ethaniel.

"Kau tahu ayah? kau benar, aku juga lupa." Jawab Ethaniel.

"Udah jangan sok gentleman obatin aku cepat!" Perintah Athanasia.

"Iya!"

.
.
.
.
.

3 jam kemudian:

Doengg——

Setelah Dimitris menyembuhkan Athanasia, mereka semua duduk di ruangan itu, (Dimitris lagi lagi harus menyihir beberapa kursi untuk mereka semua).

Penyihir yang dibawa Jennette telah disuruh pergi lantaran gak ada gunanya juga, menurut Athanasia penyihir itu hanya menghabiskan oksigen ruangan saja.

"Hiks hiks papa jawab hiks aku bukan anak papa? Jadi selama ini aku dan Athanasia tertukar? " Jennette meminta penjelasan sambil menangis.

"Gak tertukar hanya saja ada sedikit kesalahpahaman. " Ucap Dimitris menyela.

"Jadi hiks kalian udah tahu aku bukan anak papa? Hiks hiks. "

Dari zaman raden kian santang baru keluar juga aku udah tau!
-Athanasia

"Sudah temanku jelaskan ada sedikit kesalahpahaman." Ucap Athanasia tersenyum palsu.

"Tapi—"

"Ayah! bantu jelasin lah ke dia! " Ujar Athanasia.

"Apa yang harus dijelaskan? " Tanya Anastasius tidak mengerti.

"Apapun. " Ucap Athanasia. "Ini juga satu! Gak ada niatan mau akrab gitu sama tuan putri? "

Athanasia sedikit menaikan nadanya saat mengatakan tuan putri, pada Ethaniel.

"Gak. " Singkat Ethaniel.

"Anggap saja kita tidak tahu hal ini. " Bujuk Anastasius. "Sebentar lagi kami semua akan kembali ke Huale, jadi tidak ada yang perlu diperhatikan. Bersikap seperti awal saja. "

Athanasia dan Ethaniel mengangguk setuju.

"Lagipula aku tidak ada niat untuk mengangkat saudara lagi. " Ucap Ethaniel yang dihadiahi tonjokkan dari Athanasia.

"Maap emang anaknya minta dihukum mati. " Celetuk Athanasia.

Claude memperhatikan penampilan Athanasia, memang dia akui mirip dengan seseorang tapi dia tidak tahu siapa, ada perasaan familiar dipikirannya.

Athanasia juga melirik Claude, seperti tahu apa yang Claude coba pikirkan. "Aku tahu aku mirip ibu, makasih. "

Claude menatap seperti orang bodoh, entah dia yang bodoh atau Athanasia yang pasti Claude sangat terkejut.

"Dia terlalu santai " Ucap Dimitris pada Ethaniel. "Dan juga Lucas akan datang sebentar lagi. "

"Lucas? Untuk apa? " Tanya Ethaniel.

"Aku memberitahukan tentang apa yang terjadi pada Athanasia tadi. " Jelas Dimitris. "Sepertinya anak itu benar benar akan membunuh Jennette. "

"Kalau itu terjadi aku akan berterimakasih. " Ucap Ethaniel senang.

Athanasia mendekat ke Anastasius, matanya mengeluarkan kilauan kilauan bak rayuan, beberapa kali dia berkedip.

"Apa? " Tanya Anastasius.

"Hehe. " Athanasia tertawa. "Mau apel. "

"Minta saja dengan Alisha. " Jawab Anastasius.

"Aish! Alisha mau apel! " Ucap Athanasia marah.

"Nona kan punya tangan dan kaki. " Ujar Alisha. "Tinggal ambil saja didapur istana."

"Pelayan macam apa kau! " Tekan Athanasia.

Dia mengangkat tangannya dan mengeluarkan sihir.

Ctak-

Seperti biasa satu apel langsung berada tepat diatas telapak tangannya, Athanasia langsung memakannya dengan wajah tak senang.

Sriing-

"DIMANA TUAN PUTRI SIALAN ITU? "

Lucas datang bersama ayahnya dengan wajah khawatir, Lucas langsung memeriksa Athanasia mulai dari kepala, badan, kaki, semuanya.

"Kau terlambat! Aku sudah menyembuhkannya. " Jelas Dimitris.

"Putraku kau baru saja didahului dengan temanmu sendiri. " Ucap ayah Lucas prihatin.

"Hah? " -Athanasia

"Eh? " -Ethaniel

"Apa!? " -Lucas

"Ck itu tidak penting! " Lucas melihat Jennette dengan wajah murka, tangannya mengeluarkan bola api besar, Jennette mulai ketakutan. "Kau harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan pacarku! "

"Pa-papa—" Panggil Jennette ketakutan.

"Sudahlah hentikan saja." Ucap Athanasia menarik tangan Lucas.

Lucas masih ingin menyerang, tidak ada yang mau menghentikannya kecuali Athanasia karena mereka berpikir tidak apa apa menghilangkan satu beban didunia ini.

"Berhenti gak! " Ancam Athanasia sambil teriak.

"Iya iya! " Jawab Lucas pasrah.

Bahaya kalau Athanasia marah, ntar jadi jomblo ngenes kan gak enak. Belum lagi olokan teman temannya yang akan berlangsung seumur hidup.

"Yah gak ada yang mati." Ujar Dimitris kecewa.

semua orang menatap Dimitris lekat, emang mulutnya gak bisa diprediksi. "Bisa diam gak sih! " Ucap Athanasia lalu memukulnya keras.

"Tapi emang benar kan? " Kata Dimitris.

"Ya—" Saut yang lain.

Astagfirullah
-Athanasia

.
.
.
.
.

Malam harinya:

"Saudara!" Panggil Jennette pada Ethaniel.

Setelah perbincangan panjang akhirnya diambil satu keputusan yaitu menukar kembali anak-anak mereka selama jangka waktu tertentu.

Claude harus adil karena saksi matanya banyak banget, jadilah Jennette tinggal sama Anastasius, dan Athanasia tinggal sama Claude.

"Bagaimana jika kita makan malam bersama?" Tanya Jennette.

Ethaniel yang sedang membaca buku langsung menutupnya dan pergi ke kamar tanpa berkata apapun, karena teman yang menipis jadi dia tidur dengan Dimitris, biarkan Jennette tidur sendiri saja.

Jujur saat kembali dari istana, mereka tidak ada yang membuka perbincangan sama sekali, padahal biasanya rusuh banget. Anastasius langsung masuk ke kamar dengan mulut komat kamit kek emak emak, marah dia tuh sama Claude.

Tidak apa apa, ini baru hari pertama
-Jennette

Bersambung...

Continue Reading

You'll Also Like

32.4K 1.9K 15
" Desde que te vi supe que eras mi chica, solo mía y de nadie más ". Lee Suhyeok fanfic.
810K 45.8K 55
"𝙉𝙤 𝙫𝙖𝙨 𝙖 𝙥𝙤𝙙𝙚𝙧 𝙩𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙤𝙟𝙤𝙨 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙚 𝙢𝙖𝙨, 𝙨𝙤𝙮 𝙩𝙪 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙙𝙖𝙙." - j.jk ❌NO SE ACEPTAN COPIAS NI ADAPTACIO...
13.3K 1.3K 5
❛¿Por qué es tan cruel el amor? Que no te deja pensar, que te prohibe olvidar y que a veces te mata el dolor Que no te deja amar, que te enseñaron a...
Wattpad App - Unlock exclusive features