"Ketika kamu menutup mata lalu membukanya, tanpa kamu sadari, itu adalah bagian kecil dari sebuah takdir. Ia terjadi diluar akal pikiran. Selalu bermain teka-teki tanpa memberi jawaban pasti. Bersembunyi dalam suatu bilik tanpa mau menunjukan sesuatu yang pelik. Itu lah takdir. Dengan segala hal unik yang siap mengombang-ambing hidup mu dari balik rantai manik"
– Zila Revalina Lycny –
Hari ini Zila sudah bersekolah seperti biasa setelah satu minggu tidak masuk, Zila berangkat bersama dengan Aziz membuat para penghuni sekolah menatap ke arah mereka
"Ziloyy, akhirnya lo masuk juga" pekik Wisnu saat Zila memasuki kelas nya
"Kenapa emang nya? Gue ngangenin yah" pede Zila sambil tersenyum jahil
"Yhaa ga jadi kangen dah, pulang aja sono lo Zil" ucap mereka bersamaan
"Ishh jahat loh kalian mah, tahu ah aku ngambek" ujar Zila dengan nada alay sambil berjalan menuju bangkunya
"Kamu mah meni ngambek ih" sambung Fahmi
"AKU TEH PENGEN SEBLAK" ujar Sena nyeleneh
"YAUDAH HAYUK-HAYUK" sahut Yoga emosi, meninju angin dengan penuh semangat
Mereka pun tertawa karena ke jayusan mereka sendiri, tak lama kemudian guru pun masuk ke dalam kelas yang berarti pelajaran akan segera dimulai
***
"Gimana?" Tanya seorang gadis berseragam SMA Mahapa
"Semua sudah siap bos"
"Lo yakin mau lakuin ini?" Tanya seorang gadis berambut merah
"Gue yakin karna dengan cara ini gue bisa ambil perhatian dia"
"Yaudah terserah lo aja, tapi kalo lo mati jangan sampe gentayangin kita loh yah" ucap gadis berambut pirang
"Cih, santai aja kali"
***
"Zil, pulang sekolah nanti gue mau ke rumah lo yah" ucap Neta
"Boleh aja tapi lo mau ngapain?" Sahut Zila setelah meminum es teh
"Nginep deh kaya nya, soalnya biasa lah rumah gue sepi jadi males gue sendirian" sahut Neta dengan sendu
"Udah gausah sedih-sedih gitu deh, kita juga bakal ikut nginep di rumah Zila biar rame" ucap Cantika sambil merangkul Neta
"Iyah, selagi ada Dark lo gak boleh ngerasa sendiri karna kita itu satu" sahut Gitsa sementara Zila dan Aziz dkk hanya tersenyum melihat semua itu
"Dark? Kenapa kalian namain persahabatan kalian Dark?" Tanya Rey yang kepo nya tidak bisa di cegah
"Dark itu artinya gelap sama kaya hidup kita berlima yang suram dan ga ada kebahagiaan sebelum kita bertemu, tapi saat kita berlima di pertemukan kita baru bisa merasakan apa itu bahagia, kita itu sama-sama anak yang tidak di pedulikan jadi kita bisa merasakan apa yang di rasakan diantara kita berlima, kita bisa saling menguatkan satu sama lain, jadi karna itu kita kasih nama persahabatan kita dengan Dark" jelas Zila di sertai senyum sendu
"Sorry gue gak maksud" sesal Rey
"Gapapa kali santai aja sama kita mah, yah ga" sahut Gitsa dengan nada ceria untuk mengembalikan suasana, mereka melanjutkan acara makan mereka yang tertunda
Yap Zila dkk memang berasal dari keluarga konglomerat tapi sayang keadaan keluarga mereka tak seharmonis keluarga orang lain, di mulai dari Zila yang papah nya selingkuh dengan perempuan lain hingga menyebabkan kondisi mamah Zila menurun dan akhirnya meninggal, lalu ada Sena yang orang tua nya gila kerja hingga melupakan Sena bahkan selama hidup Sena baru tiga kali bertemu orang tuanya, lalu ada Neta yang orang tua nya sudah bercerai dan menikah lagi dengan pasangan masing-masing hingga Neta terabaikan, lalu ada Gitsa yang papah nya berselingkuh sedangkan mamah nya lebih perhatian pada adik nya hingga Gitsa tak pernah dianggap ada, dan yang terakhir Cantika kedua orang tuanya tidak bercerai bahkan keluarga nya terlihat harmonis jika di mata orang lain tapi di balik itu semua orang tua Cantika memiliki selingkuhan masing-masing dan mereka tidak ingin bercerai karna jika mereka bercerai perusahaan mereka akan di cap jelek katanya, entah lah keluarga Cantika ini sungguh aneh
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi membuat semua murid bergegas menuju parkiran, sama hal nya dengan Zila dkk serta Aziz dkk
"Eh kalian duluan aja deh ke parkirannya gue mau beli cimol dulu di kantin" ucap Zila
"Kita anter aja"
"Eh gausah gue sendiri aja, udah sono kalian duluan aja" usir Zila
"Yaudah tapi cepet yah"
"Iyah" setelah teman-teman nya berjalan menuju parkiran, Zila pun berjalan menuju kantin
"Hai bi Sumi" sapa Zila
"Eh neng Zila, ini neng pesenan cimol nya eneng" ucap Bi Sumi
"Oh iya bi jadinya berapa?"
"Lima ribu aja neng"
"Nih bi uang nya, makasih yah"
"Iyah neng sama-sama" Zila pun berjalan keluar dari kantin tapi tanpa dia sadari ada yang memperhatikannya sejak tadi
"Dia udah menuju ke parkiran dan gue juga udah taruh bubuk cabe di dalam makanan nya" ucap orang itu pada seseorang di telfon
***
"Ayo guys pulang" ajak Zila lalu memakan cimol yang baru saja di belinya
"Ay--" ucapan Aziz terpotong saat melihat raut wajah Zila
"Zil lo kenapa?" Panik Cantika
"Pedes banget anjirr" pekik Zila sambil mengipasi lidah nya yang seperti terbakar
"Emang lo kasih bubuk cabe berapa sendok?"
"Ga gue kasih bubuk cabe, lo gak liat cimol gue warna putih" ucap Zila sambil menahan pedas
"Ya iya sih tapi--"
"Duhh banyak tanya deh,cariin minum ke, jahat amat lo pada" potong Zila yang sudah kepedesan
"Gue cari dulu, lo tahan pedes nya oke" ucap Aziz lalu berlari menuju mini market di sebrang sekolah karna jika beli ke kantin jaraknya terlalu jauh
Tapi saat menyebrang jalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang yang ingin menabraknya tapi tiba-tiba saja tubuhnya terdorong ke depan dan mobil tersebut menabrak seseorang
Zila dkk dan Agam dkk yang melihat hal tersebut menahan nafas mereka dan Zila juga tiba-tiba saja rasa pedas di lidah nya menghilang saat melihat ke jadian itu
Semua orang berlari ke arah siswi yang tertabrak tadi lalu betapa terkejut nya mereka saat melihat siswi yang tertabrak itu adalah Cecilia, Yap Cecilia yang sudah menolong Aziz dengan mengorbankan diri nya sendiri
Dengan cepat Aziz membopong Cecilia yang sudah berlumuran darah menuju mobilnya dan langsung pergi ke rumah sakit tanpa ingat pada teman-temannya
***
Zila dkk serta Aziz dkk sedang menunggu Cecilia yang sedang di tangani oleh dokter sejak satu jam yang lalu, mereka mencemaskan keadaan Cecilia karna mau bagaimana pun Cecilia itu sudah menolong Aziz dari kecelakaan tersebut dengan mengorbankan dirinya
Dokter dan suster pun keluar setelah menangani Cecilia membuat Zila dkk serta Aziz dkk bangkit dari duduk mereka
"Keadaan nya gimana dok?" Tanya Aziz dengan cemas
"Untung saja pasien segera di bawa ke rumah sakit jika tidak pasien akan kekurangan banyak darah, keadaan nya saat sini sudah stabil dan dia baik-baik saja, tetapi kaki sebelah kirinya retak dan di perlu kan pengobatan agar kaki nya cepat pulih seperti semula" jelas dokter tersebut yang ternyata om nya Zila yang bernama Alam a.k.a papah Joshua
"Kita udah bisa tengokin om?" Tanya Agam pada Alam
"Bisa, silahkan saja tapi jangan terlalu brisik yah"
"Iyah om, makasih"
"Sama-sama"
Setelah itu mereka pun masuk kedalam ruang inap Cecilia dan ternyata Cecilia sudah sadar dari pengaruh obat tidur
"Gimana keadaan lo?" Tanya Zila
"Baik, makasih yah udah nolongin gue" sahut Cecilia dengan parau
"Harusnya kita yang bilang makasih sama lo karna lo udah nolongin Aziz" sahut Sena
"Gue mau bilang makasih sama lo, makasih karna udah nolongin gue tapi malah jadi lo yang celaka" ucap Aziz sambil menatap Cecilia
"Gapapa yang penting lo baik-baik aja" ucap Cecilia sambil tersenyum kecil
"Oh iyah Cil, nomer bonyok lo mana? Sini biar gue telfonin" ucap Ryan
"Gausah, bonyok gue lagi di luar negri jadi gausah di kabarin, gue takut mereka khawatir dan langsung buru-buru kesini yang ada mereka ikut celaka karna kebut-kebutan" ujar Cecilia
"Oh yaudah kalo gitu"
"Terus lo malam ini siapa yang nungguin?" Tanya Aziz
"Ga ada sih kaya nya soalnya bonyok gue lagi di luar negri terus abang gue lagi di luar kota karna ada tugas kampus"
"Kalo gitu gue yang temenin lo disini" ujar Aziz membuat yang lain terkejut
"Yess akhirnya masuk perangkap juga, gapapa lah yah kaki retak yang penting gue bisa terus sama Aziz karna dia merasa hutang budi sama gue" batin Cecilia tersenyum menang
"Gausah Ziz, lo pulang aja gue gapapa ko sendirian lagian juga kan ada suster disini" tolak Cecilia, orang tuh emang yah di mulut sama di hati suka ga sejalur
"Ga ada penolakan" paksa Aziz
"Ya udah kalo gitu kita juga ikut nginep disini deh biar rame" ujar Bayu yang sedang merangkul Cantika
"Engga, biar gue aja untuk kalian pulang aja pasti kalian cape kan?" Tolak Aziz
"Yaelah santai kali, waktu itu aja Zila yang celaka kita ikutan nginep ko" sahut Neta
"Untuk kali ini biar gue aja sendiri, kalian pulang aja besok baru ke sini lagi" ujar Aziz
"Kenapa sih lo Ziz? Orang kita mau nemenin ko"
"Disini gue yang merasa hutang budi sama dia jadi biar gue aja yang jagain"
"Ya kita juga hutang budi kali sama dia, kalo tadi lo yang celaka pasti sahabat gue yang satu ini udah nangis kejer" sahut Neta sambil merangkul Zila yang berada di sebelahnya
"Kalian ngerti gak sih, gue bilang pulang yah pulang" bentak Aziz membuat mereka kaget
"Udah-udah kita pulang aja, kasian Cecil pasti mau istirahat" lerai Zila
"Serah dah serah" sinis Sena lalu menarik Agam keluar
"Gue pulang yah Cil semoga cepet sembuh, gue pamit Ziz" pamit Zila
"Hati-hati yah sayang" ucap Aziz
"Iyah, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah teman-teman serta kekasih Aziz pergi keheningan pun terjadi diantara mereka berdua hingga Cecilia yang mengajak Aziz berbicara
"Ziz"
"Hm?"
"Nanti pas gue sekolah gimana? Kan kaki gue retak" tanya Cecilia
"Nanti gue yang bakal bantuin lo jalan sama anter jemput lo sekolah" ucap Aziz dengan santai
"Emang nya ga ngerepotin? Nanti Zila cemburu gimana?"
"Zila bukan tipe cewe cemburuan jadi lo tenang aja Zila pasti ngerti ko, dan lo gak ngerepotin karna lo udah nolongin gue tadi"
"Makasih yah"
"Gue yang harus nya bilang makasih, sekarang lo istirahat" ucap Aziz lalu menaikan selimut Cecilia hingga sebatas pinggang setelah itu mengusap pelan rambut Cecilia
***
"Neng Zila" panggil Ryan
"Hm?"
"Aziz mana? Ga berangkat bareng?" Tanya Ryan saat melihat Zila yang datang sendiri
"Engga, kata nya dia ada urusan jadi ga berangkat bareng gue" jelas Zila
"Oh gitu"
"Eh si Cecilia itu masuk sekolah kan yah sekarang?" Tanya Gitsa
"Iyah, kata dia nya sih pas kemaren gitu lagian udah 4 hari dia gak masuk sekolah"
"Eh tapi dia berangkat sama siapa yah? Kan Kaka dia masih di luar kota"
"Lo tahu dari mana Sen?"
"Kan Kaka dia satu kampus sama abang gue"
Tiba-tiba saja keadaan menjadi ramai membuat Zila dkk serta Agam dkk bingung karna sejak tadi koridor depan sepi-sepi saja tapi sekarang mendadak ramai
"Eh eh kenapa sih ko tiba-tiba rame gini?" Tanya Bayu menyetop salah satu murid yang berlari
"Itu ka katanya ka Aziz sama ka Cecil berangkat bareng jadi kita mau lihat" jawab siswi yang merupakan adik kelas mereka
"Oh yaudah makasih yah"
"Iyah ka sama-sama" siswi tadi pun langsung berlari kembali
"Zil" panggil Neta yang melihat Zila sejak tadi hanya diam saja
"Eh kenapa?" Tanya Zila
"Lo kenapa?"
"Oh engga, gapapa"
"Eh iyah tadi kata lo Aziz ada urusan jadi ga berangkat bareng lo kan? Tapi sekarang ko malah dateng bareng Cili sih?" Ucap Rey
"Positif thinking aja, siapa tahu mereka ga sengaja ketemu di jalan terus Aziz ngajak bareng, yaudah yah gue duluan udah mau bel masuk" ucap Zila lalu pergi begitu saja
Walaupun Zila bicara seperti itu pada teman-temannya tetap saja dalam hati Zila bertanya-tanya kenapa Aziz dan Cecilia bisa berangkat bersama
"Apa mungkin yang di maksud Aziz urusan itu menjemput Cecilia?" Monolog Zila
***
"Ziz kantin yok" teriak Bayu dari pintu kelas
"Duluan aja"
"Oke tapi nyusul yak" ucap Bayu yang diangguki Aziz
"Cel, mau ke kantin?" Tanya Aziz saat setelah berdiri di depan meja Cecilia
"Engga deh, gue ga laper"
"Bener? Atau mau nitip?"
"Gapapa emang nya?" Tanya Cecilia yang diangguki Aziz
"Kalo gitu gue nitip roti sama susu coklat deh"
"Tunggu" ucap Aziz lalu pergi menuju kantin
"Ziz sini" teriak Rey saat melihat Aziz yang berdiri diambang pintu kantin
Aziz yang namanya di panggil pun berjalan menuju meja teman-teman nya yang sedang menikmati makanan mereka
"Ziz ko lo tadi bisa berangkat bareng Cecil?" Tanya Ryan setelah meminum es jeruk nya
"Tadi gue jemput" sahut Aziz santai, sementara yang lain kaget mendengar ucapan Aziz lalu menoleh ke arah Zila yang terdiam
"Kenapa di jemput?" Tanya Neta
"Kan kaki dia retak karna nolongin gue jadi sebagai balas budi gue jemput dia" jelas Aziz sementara yang lain memilih diam dan suasana mendadak canggung
"Seharus nya lo gak perlu bohong sama gue, lo tinggal bilang aja kalo lo mau jemput Cecil dan gak perlu bohong dengan bilang kalo lo ada urusan" ucap Zila lalu pergi dari sana
"Seharus nya lo jujur sama Zila, ga usah bohong" ketus Neta
"Gue cuma gak mau nyinggung perasaan dia dengan gue bilang mau jemput Cecil" sahut Aziz
"Tapi cara lo salah, cewe mana yang mau di bohongin, oh bukan cuma cewe aja sih pasti cowo juga gak mau kalo di bohongin" sinis Sena lalu pergi dari sana diikuti oleh Cantika, Gitsa dan Neta
"Ck, childish" gerutu Aziz membuat Rey, Bayu dan Ryan menepuk jidat mereka sementara Agam hanya menghela nafas