Arka dengan Sendu

Par BilaaByun

7K 632 355

Amazing cover by: @ameliagraphic_ Sekuel TAKDIR (Disarankan baca Takdir terlebih dahulu) Jangan lupa follow d... Plus

2. Arka dengan Sendu
3. Arka dengan Sendu
4. Arka dengan Sendu
5. Arka dengan Sendu
6. Arka dengan Sendu
7. Arka dengan Sendu
8. Arka dengan Sendu
9. Arka dengan Sendu
10. Arka dengan Sendu
11. Arka dengan Sendu
12. Arka dengan Sendu
13. Arka dengan Sendu
14. Arka dengan Sendu
15. Arka dengan Sendu
16. Arka dengan Sendu
17. Arka dengan Sendu
18. Arka dengan Sendu
19. Arka dengan Sendu
20. Arka dengan Sendu
21. Arka dengan Sendu
Perhatian!
22. Arka dengan Sendu
23. Arka dengan Sendu
24. Arka dengan Sendu
25. Arka dengan Sendu
26. Arka dengan Sendu
27. Arka dengan Sendu
28. Arka dengan Sendu
29. Arka dengan Sendu
30. Arka dengan Sendu
31. Arka dengan Sendu
32. Arka dengan Sendu
33. Arka dengan Sendu
34. Arka dengan Sendu
35. Arka dengan Sendu
36. Arka dengan Sendu
37. Arka dengan Sendu
38. Arka dengan Sendu
39. Arka dengan Sendu
40. Arka dengan Sendu
41. Arka dengan Sendu [ENDING]
Extra Part: Pertunangan Arka dan Sendu
Extra Part Pernikahan Arka Sendu
Extra Part: Marriage life Arka dan Sendu Part. 1

1. Arka dengan Sendu

905 34 1
Par BilaaByun

"Hari ini gue ketemu cewek dengan kadar kegilaan yang melebihi batas. Em, gue manggil dia cewek sedeng."-Arka Putra Giovano.

***
Semuanya telah berlalu. Kisah Arka dan Rachel telah berakhir dengan takdir yang memisahkan mereka. Kini hanya tinggal menunggu permainan takdir selanjutnya.

Lima tahun berlalu, kini Arka sudah mulai meneruskan bisnis papahnya dan juga menjadi selebgram terkenal. Lima tahun, waktu yang lama untuk Arka mengikhlaskan kepergian Rachel. Tidak ada yang berubah, perasaan Arka pada Rachel masih tetap sama tak berkurang sedikitpun.

Tak banyak perubahan pada Arka. Yang ada lelaki itu kini lebih terlihat tampan dari pada saat SMA. Arka tetaplah Arka, orang yang ketika sudah jatuh sulit untuk bangkit kembali.

"Arka, sarapan dulu!" suruh Anjani-mamahnya.

"Iya, Mah," sahut Arka dari kamarnya. Lelaki berusia 22 tahun itu sudah terlihat rapi dengan tampilan kasualnya. Celana jeans hitam yang dipadukan dengan hoodie berwarna hijau tua juga sepatu Converse yang semakin membuatnya terlihat tampan.

Arka menuruni tangga dengan santai sembari bersenandung kecil. Lelaki itu melemparkan senyumnya pada keluarganya yang sudah menunggu di meja makan.

"Ganteng banget sih kamu hari ini," puji Anjani yang membuat Arka salah tingkah.

"Makasih, Mah," balas Arka lalu mengambil duduk di dekat papahnya.

"Mau kemana kamu, Ka? Papah liat kamu agak beda hari ini?" tanya Raden yang juga merasa aneh dengan Arka hari ini.

"Emang iya? Perasaan Arka biasa aja deh, Pah," jawab Arka sambil menyengir kuda.

"Nggak kamu gak kayak biasa, Ka. Hari ini kamu keliatan lebih santai terus wangi lagi," timpal Saras yang duduk berhadapan dengannya.

"Kak Saras bisa aja. Arka pakai baju kayak gini tuh mau ketemu sama Raihan yang baru pulang dari New York," jelas Arka lalu memakan sarapannya dengan lahap. Saras manggut-manggut saja, mungkin Arka tidak mau di sebut terlalu formal jika berpakaian seperti biasa. Memang sehari-hari Arka selalu mengenakan setelan ke kantor.

Sepuluh menit berselang, Arka sudah selesai melahap sarapannya. Arka berniat untuk pergi sekarang menemui Raihan, rasanya Arka rindu pada sahabatnya yang satu ini setelah empat tahun Raihan berkuliah di negeri orang.

"Pah, Mah, Arka pamit dulu, ya. Tenang aja Arka gak akan lama kok," pamit Arka lalu mengecup punggung tangan Anjani dan Raden.

"Hati-hati, Ka. Cepet cari pacar biar gak digosipin lagi kalau kamu gak laku. Malu Papah tuh masa bapaknya ganteng gini anaknya gak laku-laku," balas Raden yang membuat Arka terkekeh.

"Sekali Arka buka lowongan cari pacar pasti langsung di serbu, Pah. Arka tuh laku banget malahan laris manis, tapi untuk saat ini Arka mau fokus nerusin bisnis Papah," ujar Arka yang membuat Raden mengangguk paham. Pria paruh baya itu sangat paham dengan apa yang di rasakan anaknya. Bukan masalah fokus meneruskan bisnisnya tapi mungkin Arka masih terikat masa lalu yang membuatnya susah membuka hati.

***

Jalanan ibukota pagi ini sudah dipadati banyak kendaraan yang berlalu lalang. Arka mengendarai motor sportnya dengan santai sembari menikmati angin pagi yang masih terasa sejuk. Tapi, perjalanan Arka terhenti saat seorang gadis dengan rambut yang dikuncir kuda menghalangi jalannya.

"Stop!" perintah gadis itu pada Arka.

"Anterin aku ke Kafe Cinta dong, Mas," ujar gadis itu lalu menaiki motor Arka. Arka terdiam beberapa saat, kejadian ini seperti pertemuannya dengan Rachel dulu.

"Gue belum suruh lo naik," balas Arka datar sambil melihat gadis itu di spion.

"Terus aku harus turun lagi gitu?!" tanya gadis itu sewot.

"Ya, kalau bisa sih gitu," jawab Arka santai sebelum ada tangan mulus yang memukul bahu Arka.

"Lo!" geram Arka yang merasa nyeri di bagian bahunya.

"Apa? Mau marah? Boleh kok, tapi nanti aku ada janji nih ketemuan sama orang," balas gadis itu terlihat tenang lalu mengeluarkan ponselnya. Lalu gadis itu menyodorkan ponselnya pada Arka yang membuat Arka mengernyitkan dahinya.

"Tulis nomor Mas di sini!" suruh gadis itu yang membuat Arka berdecak.

"Ck! Gak mau gue! Pasti lo mau modus, kan? Harusnya gue gak nanya lagi sih soalnya gue ini kan terlalu tampan," ucap Arka dengan segala kepedeannya.

"Ge-er, siapa juga yang mau modus sama, Mas? Aku minta nomor Mas buat jaga-jaga kalau aku butuh tumpangan lagi," kata gadis itu dengan santainya.

"Astaghfirullah, kenapa pagi ini gue harus ketemu makhluk kayak lo sih." Arka mengusap dadanya berusaha sabar menghadapi makhluk di belakangnya ini.

"Eh, buruan dong jalan. Udah mau telat ini," ujar gadis itu sambil menepuk-nepuk pundak Arka.

Arka menurut saja, toh ia juga memang akan bertemu Raihan di sana. Arka harap ini pertemuan pertama dan terakhir antara dirinya dengan gadis tak waras ini.

Sekitar tiga puluh menit, mereka menikmati jalanan ibu kota di pagi hari. Arka fokus dengan pikirannya, memori tentang Rachel kembali memenuhi benaknya. Pikirannya tak fokus, Arka menambah kecepatan motornya yang membuat gadis di belakangnya berteriak sambil memeluk Arka erat.

"Aku belum mau mati, Mas! Kurangin kecepatannya!" teriak gadis itu heboh. Arka tak memperdulikannya dan malah semakin menambah kecepatan motornya, untung saja jalan yang mereka lalui saat ini adalah jalanan yang cukup sepi.

Gadis itu melingkarkan tangannya di perut Arka. Ia memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu lebar Arka. Tak sampai sepuluh menit aksi kebut-kebutan Arka akhirnya terhenti di parkiran Kafe Cinta. Ia melirik tangan yang melingkar erat di perutnya.

"Aku masih hidup, kan?" tanya gadis itu linglung.

"Gak, ini udah di akhirat," jawab Arka sambil melirik malas gadis di belakangnya.

"Ya Allah, aku belum siap mati," rengek gadis itu yang membuat telinga Arka panas.

"Sstt, turun lo sekarang! Lepasin juga tangan lo dari perut gue," ujar Arka yang membuat gadis itu sadar. Buru-buru gadis itu melepaskan pelukannya pada Arka lalu turun tanpa basa-basi langsung melenggang pergi.

"Dia kerasukan setan apa sih?" tanya Arka yang merasa bingung dengan gadis yang ditemuinya barusan.

****

Raihan duduk sambil ditemani secangkir kopi yang sudah ia pesan. Sambil menunggu kedatangan Arka, Raihan memainkan handphonenya sekedar bertukar kabar dengan calon istrinya Ralisha.

Tring!

Lonceng yang berada di pintu kafe berbunyi tanda ada pengunjung yang datang. Raihan mengalihkan fokusnya ketika melihat gadis berkuncir kuda dengan setelan celana jeans dan juga cardigan berwarna pink baby.

Gadis itu melambaikan tangannya ke arah Raihan yang dibalas juga oleh Raihan. Senyum gadis itu tak henti-hentinya terbit di wajah cantiknya. Dengan cepat gadis itu duduk di berhadapan dengan Raihan.

"Bang Raihan," panggil gadis itu dengan nada senang.

"Apa?" balas Raihan sambil menaik-turunkan alisnya. Jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja.

"Mana cowok yang mau dikenalin sama aku?! Gak sabar pengen ketemu terus ajak nikah," ungkap gadis itu heboh yang membuat Raihan geleng-geleng kepala.

"Sendu... lo tuh gak pernah berubah, ya? Terakhir kita ketemu pas gue ngelamar Lisha, kan?" tanya Raihan yang dibalas anggukan oleh gadis bernama Sendu itu.

"Aku kan pengen cepet nikah terus punya anak-anak yang lucu deh," jelas Sendu sambil terkekeh yang mau tak mau membuat Raihan juga terkekeh.

"Lo tuh masih muda tapi pikirannya udah jauh aja," ucap Raihan lalu menyesap kopinya. Sendu memainkan ponselnya sekedar untuk mengecek apakah ada postingan terbaru dari idolanya.

"Bang Raihan kan tau aku tuh kesepian kalau di rumah, mbak Lisha juga jarang-jarang main ke rumah, makanya aku pengen cepet berkeluarga," jelas Sendu sambil memanggil pelayan lalu memesan lemon tea.

"Tapi lo baru lulus SMA masa udah mau nikah aja, lo gak pengen gitu ngejar cita-cita dulu?" tanya Raihan heran dengan Sendu-sepupu dari calon istrinya.

"Kak Raihan lupa sama cita-cita aku? Aku itu cuma pengen hidup bahagia bareng keluarga aku. Dan soal nikah kalau udah ada jodohnya kenapa enggak?" jawab Sendu lalu menyedot lemon tea nya yang baru saja datang.

Tring!

Lonceng kafe kembali berbunyi dan menampilkan sosok lelaki dengan setelan casualnya. Raihan melambaikan tangannya ke arah lelaki itu.

"Arka gue disini!" panggil Raihan pada Arka. Arka melangkahkan kakinya ke meja yang Raihan tempati, Arka mengerutkan keningnya. Siapa yang duduk berhadapan dengan Raihan? Apa itu Ralisha? Tanpa banyak omong Arka mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Raihan. Begitu Arka menatap gadis di hadapannya, bola matanya membesar.

"Lo?" gumam Arka dengan wajah kesal saat mengetahui siapa gadis yang duduk dihadapannya.

"Eh, ketemu lagi kita. Jangan-jangan kita jodoh lagi," balas Sendu sambil menampilkan senyumnya. Sejenak Arka tersihir dengan senyuman gadis itu. Senyuman itu seperti senyuman Rachel-gadis yang dicintainya sampai saat ini.

"Btw, maaf untuk yang tadi ya, Mas. Tadinya emang gak mau modus tapi sekarang jadi kok modusnya," lanjut Sendu dengan nada rendah.

"Lo udah kenal sama Arka? Btw ini cowok yang mau gue kenalin sama lo," ucap Raihan yang membuat Arka melotot ke arahnya tapi beda halnya dengan Arka, Sendu malah menatap berbinar ke arah Raihan.

"Beneran?"

"Apa-apaan sih lo, Han?"

Respon yang diberikan Sendu dan Arka membuat Raihan tergelak. Entahlah Raihan merasa bahwa keduanya sangat cocok menjadi couple sedeng.

"Iya, sebagai sahabat lo yang baik dan rendah hati gue mau lo bahagia tanpa terikat masalalu, Ka. Dan ini namanya Sendu dia sepupu nya Lisha," jelas Raihan pada Arka. Perlahan Arka meredamkan emosinya yang tadi sempat mengepul.

"Btw, Mas Arka ganteng banget, Bang. Cocok kalau disandingkan sama aku, pasti nanti anak-anak aku jadi bibit unggul," kata Sendu yang membuat mata Arka terbelalak. Sudah cukup! Gadis bernama Sendu ini sudah kelewat gila bahkan lebih gila dari Rachel dulu.

"Dasar cewek sedeng!" Ucapan Arka barusan membuat Raihan terdiam, bukankah itu panggilan spesial Arka untuk Rachel?

"Sorry, Ka. Sendu emang agak beda. Fyi, katanya dia pengen nikah muda." Info dari Raihan semakin membuat Arka jantungan. Bagaimana bisa sahabatnya yang budiman ini memperkenalkan Arka pada gadis seperti Sendu. Dan sulit dipercaya harusnya hari ini Arka dan Raihan saling melepas rindu. Bukannya rindu hari ini Arka malah merasa ingin menimpuk Raihan dengan batu bata.

"Sendu Quensha Ranatasya," ujar Sendu sambil mengulurkan tangannya ke arah Arka. Dengan malas Arka membalas uluran tangan itu.

"Arka Putra Giovano, btw nama lo gak cocok buat cewek hiperaktif kayak lo," ujar Arka yang membuat Sendu tersenyum paksa. Lelaki itu belum tahu saja bagaimana kehidupan Sendu yang sebenarnya.

"Btw, kapan Mas Arka mau ngelamar aku?" tanya Sendu yang membuat Arka tersedak air liurnya sendiri.

TBC😋

Siap untuk membaca kisah Arka lagi?
Siapkan hati untuk membaca kisah ini, semoga bisa lebih baik lagi dari Takdir.

Jangan lupa rekomendasikan cerita-cerita aku, ya! Emm sayang kalian banyak-banyak ❤️

Kira-kira bakal gimana ya kelanjutan Arka dengan Sendu?
Penasaran gak?!

I Love You

NabilaAmalia
Selasa, 10 November 2020

Continuer la Lecture

Vous Aimerez Aussi

773K 21K 51
[ FOLLOW DULU SEBELUM BACA] Kisah sederhana tentang seorang gadis bernama Oktavia Anastasya Nugraini yang harus berjuang demi mendapatkan cintanya...
56.3K 4.5K 61
[FOLLOW DULU LAH] Kisah dua remaja yang dipertemukan di atas jembatan. Salah satu di antaranya yang bernama Arsya mencoba bunuh diri karena di putusk...
79.4K 3.2K 57
[ JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA, OKE? HAPPY READING ] Judul Sebelumnya : Cowok Manja VS Cewek Jutek ______ Takdir, apa itu Takdir? Yang jelas, s...
Don't Give Up Par nanayaaa

Roman pour Adolescents

6.6K 2.6K 18
"cium gue sekarang" "A-aku nggak mau" [ R•E•V•I•S•I ] "mau Lo apa sih!" jawab ara ketus "Aku mau kamu kembali seperti ara yang aku kenal" jawab pria...
Application Wattpad - Débloquez des fonctionnalités exclusives