Zero O'clock [END]

By yournanaa__

21.1K 3.2K 407

Jeon Jungkook ft. Hwang Eunbi Pertemuan dan perpisahan adalah suatu hal nyata yang akan terjadi. Hanya saja t... More

Zero O'clock | 01
Zero O'clock | 02
Zero O'clock | 03
Zero O'clock | 04
Zero O'clock | 05
Zero O'clock | 06
Zero O'clock | 07
Zero O'clock | 08
Zero O'clock | 09
Zero O'clock | 10
Zero O'clock | 11
Zero O'clock | 12
Zero O'clock | 13
Zero O'clock | 15
Zero O'clock | 16
Zero O'clock | 17
Zero O'clock | 18
Zero O'clock | 19
Zero O'clock | 20
Zero O'clock | 21
Zero O'clock | 22
Zero O'clock | 23
Zero O'clock | 24
Zero O'clock | 25
Zero O'clock | 26
Zero O'clock | 27
Zero O'clock | 28
Zero O'clock | 29
Zero O'clock | 30
Zero O'clock 31
Zero O'clock | 32

Zero O'clock | 14

551 108 11
By yournanaa__

Chapter 14 : Sedikit Cerita Dari Masa Lalu

° ° °

Sinbi menepati janjinya, ia membawa Jungkook ke salon yang tidak jauh dari rumah. Cukup berjalan sejauh 500 meter, mereka tiba di Salon Blackpink. Sesuai namanya salon itu identik dengan warna hitam dan juga pink. Pada bagian luar, cat dinding berwarna merah mudah lebih mendominasi sementara didalamnya warna hitam lebih mendominasi.

Begitu sampai disana Sinbi langsung menarik Jungkook masuk dan mendudukkan nya disalah satu kursi kosong kemudian seorang wanita setengah baya menghampirinya.

"Apa dia pacarmu hwang?" Wanita itu memang kenal dengan Sinbi, karena disinilah salon favorit Sinbi.

"Ya bisa dibilang, eonnie" Jawab Sinbi disertai kekehan

Wanita yang bernama Kim Sowon itu lebih suka dipanggil eonnie meski umurnya sudah berkepala 3. Tapi Sinbi tak keberatan, lagipula ia lebih nyaman memanggil Sowon dengan sebutan eonnie.

"Baiklah tampan, silahkan buka masker dan topimu dulu" Pinta Sowon diselingi lirikan pada lelaki didepannya ini

Perlahan Jungkook melepas topi dan maskernya kemudian memberikannya pada Sinbi

Sowon tersenyum melihat Jungkook, "Sudah kuduga, kau memang tampan" Jungkook hanya tersenyum tipis mendengar pujian itu

"Gaya seperti apa yang kau inginkan hwang?" Sowon beralih menatap Sinbi yang kini telah duduk disebelah Jungkook yang kosong dengan buku macam macam model rambut ditangannya

"Emm, kau ingin seperti apa Jung?" Sinbi menanyakan pendapat Jungkook

"Terserah kau saja"

"Yang punya rambut kau, kenapa terserah aku?"

"Ck, pilih saja model rambut yang kau sukai"

Sinbi diam sejenak, "Baiklah, potong seperti ini saja eonnie" Ia menunjukkan model rambut itu pada Sowon. Sowon mengangguk paham kemudian mulai berkutik dengan rambut Jungkook

"Dan juga ubah warnanya menjadi hitam legam, eonnie. Kurasa akan cocok dengan model rambutnya" Sowon tersenyum mendengar pinta Sinbi

"Sungguh, aku tidak tahu kau sedetail itu. Percayalah hwang, pacarmu ini terlihat tampan dengan model rambut apa saja" Goda Sowon yang membuat Sinbi tersenyum kaku

Disela kegiatannya Sowon bertanya, "Sejak kapan kalian menjalin hubungan?"

Mendengar pertanyaan itu Sinbi dan Jungkook saling memandang sebelum Sinbi menjawab, "Emm, seminggu yang lalu mungkin?"

"Kau tahu Jung, baru kau yang dibawa Sinbi kemari" Sowon memanggil 'Jung' karena mendengar Sinbi yang memanggilnya seperti itu

Jungkook terkekeh pelan dengan wajah yang kaku, "Ah benarkah?"

"Ya aku tidak menyangka, gadis kasar ini bisa menjalin hubungan dengan seorang lelaki. Sepertinya kau beruntung" Sowon tidak henti hentinya menggoda Sinbi

"Hentikan eonnie, kau membuatku malu" Ucap Sinbi dengan wajah yang memerah, Jungkook meliriknya dan tersenyum tipis

Sowon tertawa pelan, "Apa yang membuatmu malu? Dia pacarmu hwang, apa kalian sudah berciuman? Jika ya, kau tidak perlu malu lagi"

Kedua pipi Sinbi semakin memerah bak kepiting rebus, kenapa Sowon terlalu frontal mengucapkan 'ciuman'? Tidakkah ia tahu Sinbi sedang menahan malu yang luar biasa?

"Eonnie!" Sentak Sinbi membuat Sowon lagi lagi tertawa

"Ya, walau baru satu minggu melihat responmu sepertinya kalian sudah melakukannya" Sowon sama sekali tidak berhenti menggoda Sinbi

Sinbi mendengus sebal sesekali melirik Jungkook yang terlihat tenang, "Hentikan eonnie!"

"Arraseo!" Sowon mengulum senyum sebelum akhirnya memilih bungkam.

Hampir satu jam berlalu, kini rambut Jungkook sudah berubah. Warna coklat kini berubah menjadi warna hitam, dan lagi rambut panjang yang hampir menutupi mata kini terlihat lebih pendek. Bagian samping kanan dan kiri terlihat lebih pendek dibanding bagian tengah, undercut hairstyle.

Sinbi tersenyum melihat penampilan Jungkook yang berubah hanya karna rambut, "Bagus sekali, kau terlihat berbeda"

Jungkook menatap sekitar sebelum membalas ucapan Sinbi, "Itu karena kau baru melihatku. Diluar sana ada banyak orang yang selalu melihatku dengan gaya rambut yang berbeda. Jadi bagaimanapun gaya rambutku, mereka akan mengenalku"

"Ck, kau tidak ingat sedang berada dimana? Tenanglah, aku akan memastikan kau tidak dikenali. Untuk kita mari kita coba keluar tanpa masker ataupun topi" Ucap Sinbi menatap lurus kearah Jungkook. Jungkook hanya bisa menghela nafas, setelahnya mereka keluar dari sana

• • •

"Rileks Jung, mereka bahkan tidak memperhatikanmu" Ditengah perjalanan Sinbi melirik Jungkook yang berusaha menutupi wajahnya dengan tangan setiap kali ada orang yang melewati mereka

Jungkook menurut ia mencoba berjalan dengan santai, "Sebenarnya kemana kita akam pergi? Kenapa berbeda dengan arah pulang?"

"Aku ingin makan dimsum" Jawab Sinbi seadanya. Ya memang benar, ia tidak membawa Jungkook pulang justru ia membawanya berkeliling mencari makanan sampai mereka tiba disuatu tempat

Jungkook menatap kedai didepannya, "Disini?" Sinbi mengangguk mengiyakan, "Kenapa?"

"Ini kedai milik bibiku" Jawab Jungkook polos

Sinbi sontak menoleh, "Sungguh? Bibi Park adalah bibimu? Woah kebetulan sekali, aku mengenal Bibi Park cukup lama. Tak kusangka kau keponakannya"

Keduanya memilih untuk masuk, malam itu suasana kedai cukup sepi. Hanya ada beberapa orang disana, bahkan bisa dihitung dengan jari. Begitu masuk, mereka langsung bertemu dengan Bibi Park yang tengah melayani pelanggan.

"Imo!" Panggil Sinbi senang kemudian berlari menghampiri wanita paruh baya itu

"Aigoo, uri Sinbi kau disini?" Bibi Park membalas pelukan Sinbi dengan senyum yang cerah

Setelah pelukan terlepas Bibi Park beralih pada Jungkook, "Eoh Jeongguk? Kau juga disini? Kalian datang bersama?"

Mendengar nama itu Sinbi ikut menoleh pada Jungkook dan bergumam pelan, "Jeongguk?"

Jungkook menatap Sinbi sesaat ketika mendengar gumaman gadis itu sebelum beralih pada bibinya, "Iya imo, apa kabar?"

"Baik, tapi bagaimana kalian bisa datang bersama? Kalian pacaran?" Bibi Park menatap Sinbi dan Jungkook secara bergantian

Sinbi tersenyum kaku, "Tidak, hanya saja kami bertetangga"

"Daridulu kalian memang bertetangga" Ucap Bibi Park yang tidak terdengar begitu jelas

"Ya?" Sinbi ingin memastikan apa yang ia dengar

Bibi Park hanya tersenyum, "Sudahlah, ayo duduk! Aku akan membuatkan dimsum untuk kalian" dan keduanya menurut.

Duduk disalah satu meja dengan tenang, tidak ada yang membuka suara diantara mereka sampai Bibi Park kembali dengan 2 posri dimsum. "Makanlah!"

"Terimakasih imo" Sinbi meraih satu mampan, kemudian menyumpitkan satu dimsum dan meniupnya dengan pelan lalu memakannya. Jungkook juga melakukan hal yang sama

Bibi Park tersenyum melihat keduanya makan dengan lahap dengan mulut yang penah.

"Woah, rasanya tidak berubah. Masih enak seperti biasa" Puji Sinbi disela makannya

"Melihat kalian berdua aku jadi teringat masa lalu, saat kalian pulang dari sekolah dan datang ke kedaiku untuk memakan dimsum" Ucap Bibi Park mampu membuat Sinbi dan Jungkook diam tak mengerti

Melihat ekspresi wajah Sinbi dan Jungkook, Bibi Park ikut bingung, "Kalian tidak ingat?"

"Mwoga-yo?" Tanya Sinbi sebari menguyah sisa makanan dimulutnya

"Saat kalian berumur 4 tahun di taman kanak-kanak, kalian berteman" Jawab Bibi Park menerawang masa lalu

Sinbi menatap Jungkook, "Aku dan dia?"

"Sepertinya kalian tidak ingat, mungkin karna kalian masih terlalu kecil waktu itu. Dan semenjak Jungkook pindah ke Seoul, kalian tidak lagi bertemu. Mungkin karena itu juga kalian tidak saling mengenal" Penjelasan Bibi Park membuat keduanya termenung mencoba mengingat masa kanak-kanak mereka

"Ahjumma! Aku ingin 2 porsi dimsum" Seorang pelanggan berteriak membuat Bibi Park beranjak dari sana meninggalkan Sinbi dan Jungkook yang dikelilingi rasa penasaran

Jungkook melirik Sinbi sekilas, "Kau sudah selesai? Kurasa kita harus pulang sekarang"

Sinbi menoleh, wajahnya terlihat sedikit cengo "Ah, baiklah. Ayo"

Setelah itu mereka beranjak dari sana dan menghampiri Bibi Park, "Imo kami akan pulang"

Bibi Park menoleh, "Cepat sekali? Kalian sudah selesai? Padahal ada banyak hal yang ingin aku ceritakan pada kalian"

Sinbi tersenyum kaku, "Mungkin lain waktu imo"

"Baiklah, hati-hati dijalan. Apa kalian ingin membawa dimsum?" Tawar Bibi Park sebelum mereka pergi

"Berikan 1 porsi untukku" Ucap Jungkook membuat Bibo Park tersenyum lalu membungkuskan untuk Jungkook

"Kami pergi, Imo"

"Hati-hati"

Setelahnya barulah mereka pergi dari sana. Melanjutkan perjalanan menuju rumah dengan berjalan beriringan.

• • •

Sejauh ini keduanya masih terdiam tanpa suara. Menelurusi jalanan di malam hari dengan pemikiran masing masing. Sinbi yang tak suka suasana hening dan canggung mencoba membuka suara.

"Jadi Jeongguk memang namamu?"

Jungkook menoleh sebentar lalu mengangguk pelan, "Ya, nama lahir"

"Emm, aku ingat sekarang. Bukankah kau anak laki laki yang menembak ku dengan pistol air?" Kali ini Jungkook tersenyum tipis

"Ya, kurasa begitu"

Sinbi memberi jeda sejenak, "Tidak kusangka kau seseorang dari masa lalu. Kau sangat berbeda dengan yang dulu"

Masih dengan kaki yang terus melangkah Jungkook menatap lurus kedepan, "Apa yang berbeda?"

"Dulu, kau orang yang ceria dan juga jahil. Sekarang, kau sedikit err-- pendiam? Entahlah, tapi kau tumbuh dengan baik" Sinbi berpikir terlebih dulu sebelum berucap

"Semua orang bisa berubah" Ucap Jungkook pelan

"Kau benar. Hhh, aku masih tak menyangka. Kebetulan macam apa ini?" Sinbi menatap lurus kedepan

Jungkook menoleh sepenuhnya pada Sinbi, "Dibanding kebetulan, aku lebih percaya bahwa ini adalah takdir" Sinbi ikut menoleh hingga tatapan mereka bertemu

Ctarrrr

Wushhhh

Tiba-tiba guntur terdengar disertai kilat dan disusul dengan hujan yang turun dengan deras. Keduanya panik, mereka meletakkan kedua tangan diatas kepala.

"Hujan! Ayo cepat" Sinbi menarik tangan Jungkook dan membawanya berteduh disebuah Toko Serba Ada yang tak jauh didepan mereka.

Jika kembali mengingat, maka tempat inilah yang menjadi saksi ketika Sinbi menarik Jungkook berlari untuk menjauh dari penggemar yang mengenali Jungkook.

Dengan baju yang sedikit basah, baik Sinbi ataupun Jungkook mereka membasuh baju masing masing dengan tangan mereka. Sinbi memeluk dirinya yang merasa kedinginan, sementara Jungkook berbalik menatap Toko Serba Asa itu. "Tunggu disini!"

Sinbi tidak sempat bertanya kemana lelaki itu akan pergi karena ia sudah pergi lebih dulu, tapi Sinbi bisa melihat bahwa Jungkook masuk kedalam Toko.

Didalam toko, Jungkook menatap payung yang terjual didekat kasir. Namun hanya ada satu payung disana, sementara ia butuh dua payung. Tapi tetap mengambil payung itu, tidak masalah satu dari pada tidak ada. Setelah membayar ia kembali menghampiri Sinbi.

Tiba didekat Sinbi, Jungkook langsung membuka payung ia dan menggunakannya. Ia menatap Sinbi, "Ingin berbagi? Hanya ada satu payung yang tersisa"

Sinbi terdiam sejenak menatap lurus kearah Jungkook. Kenapa disaat seperti ini lelaki itu terlihat sangat tampan? Rambutnya yang basah menutupi dahinya dengan ujung ujung yang terlihat tajam, sementara bagian belakang tertutup karena tudung hoodie yang ia gunakan. Dan juga tatapan itu membuat hati Sinbi terenyuh, tidak hanya hati, jantungnya juga ikut berdebar tak beraturan.

"Jika tidak ingin, kau bisa tinggal disini sampai hujan berhenti" Lanjut Jungkook saat Sinbi tak kunjung memberi jawaban

Sinbi mendengus sebal, ucapan lelaki itu membuyarkan fantasinya. "Cih, baiklah. Ayo" Ia mendekat kearah Jungkook untuk masuk ke area batasan payung.

Kemudian mereka kembali melanjut langkah dengan beriringan dan juga jarak yang dekat. Untuk payung yang berukuran sedang itu, tidak begitu muat untuk menampung dua orang. Tak salah jika bagian salah satu sisi mereka terkena cipratan air, itu juga karna ada sedikit celah diantara keduanya.

Gedung rumah mereka sudah terlihat, namun tidak jauh dari gedung rumah itu sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh dipinggir jalan. Hingga tidak memperhatikan ada genangan air yang berada persis di samping Sinbi. Entah disengaja atau tidak, mobil itu melaju cepat dengan menginjak genangan itu.

Crrr

Blaashhh

Jungkook menyadarinya lebih dulu kemudian bergerak mengikuti instingnya, ia menarik pundak Sinbi agar dapat bertukar posisi. Dengan posisi berhadapan dengan Sinbi dan membelakangi genangan tersebut, bagian belakang Jungkook terkena cipratan air yang cukup banyak hingga mampu membuatnya basah kuyup.

Tidak hanya itu, payung yang ia pegang pun terlepas karena cipratan air itu. Sekarang bukan hanya Jungkook, Sinbi pun ikut basah cukup. Namun Sinbi tidak peduli dengan itu, ia masih terkejut dengan perbuatan Jungkook. Tatapannya tidak lepas dari pandangan Jungkook. Keduanya saling melempari tatapan yang tidak bisa diartikan.

"Kau tak apa?" Tanya Jungkook pelan

Tanpa mengubah ekspresi terkejutnya, Sinbi membalas ucapan Jungkook, "Seharusnya aku yang bertanya Jung. Kau tak apa?"

Jungkook memilih diam. Mereka berakhir dengan menatap satu sama lain untuk waktu yang lama dibawah hujan yang mengguyur keduanya.

°CONTINUE°
• • •

*model rambut Jungkook*
(ini tu sebenarnya Younghoon The Boyz terus aku edit pake muka Jungkook, jadinya gini deh. Agak aneh ya, abisnya nggak mirip sama Jungkook, tapi yaudahlah kan aku cuman mau kasih liat gambaran model rambutnya wkk)

*Ini model awalnya*


ps. Sojung dan Sowon adalah orang yang berbeda

Gimana part ini? Spesial loh karena full sama Sinkook

Suka gak?

Kalo iya, silahkan tekan gambar bintang dibawah!
Kalo gak, silahkan komen bagian mana yang kurang menarik!

See you guys~

Continue Reading

You'll Also Like

555K 36.9K 18
[FULL VERSION TERSEDIA DALAM BENTUK E-BOOK] Sekali ini saja, Jung Nara ingin mengutuk pertemuannya dengan Jeon Jungkook; karena pertemuan itu membuat...
284K 25.2K 35
Mature Contents🔞 Mana yang lebih kau pilih? Tetangga tampan yang gila, atau kekasih seksi yang brengsek? -Make It Right- ©Casadelcisne, 2020 Story w...
83.9K 12.1K 49
Ketika semua terjadi secara tiba-tiba. Pertemuan mereka, pernikahan mereka, dan perpisahan mereka. 2018 version ©LynCony🐰🌸
Wattpad App - Unlock exclusive features