Hey there Readers!!
Daisy come with another story
Story sebelah belom kelar, malah keluarin story baru
Tau iya tau utang ff on going makin banyak
Tapi gimana dong. Plot nya mateng sayang kalo ga di up hahahaa
Nomin Area in the house!!
Kalo kalian emang manusia tolong tinggalkan jejak berupa vote
Syukur-syukur mau komen
Rate : T/M
Genre : Romance Angst, Hurt/Comfort
Happy Reading!
PROLOG
-
Lee Jeno (26)
Sesuai tradisi, menjadi anak lelaki satu-satunya pewaris usaha keluarga membuatnya terbiasa hidup dalam tekanan dan aturan-aturan "khas anak lelaki" yang harus bertanggung jawab dan bisa diandalkan. Sejak awal di didik menjadi pribadi tegas, dan memikul tanggung jawab berat sejak kecil.
Saat lelaki pemilik senyum bulat sabit yang hanya ia tunjukkan pada keluarga dan orang-orang tersayangnya itu beranjak remaja, ia diharuskan untuk terjun langsung dalam permasalahan pelik perusahaan milik keluarganya. Tidak hanya itu, bahkan ia dipaksa menjadi dewasa dan kini dengan gagah menduduki kursi tertinggi di perusahaannya.
Namun bukankah hidup dalam tekanan dan tuntutan untuk menjadi sempurna akan berakhir ketika ia sudah berhasil menduduki kursi penting diusia muda? Jawabannya pasti tidak. Atau lebih tepatnya lebih buruk dari itu.
Kodratnya, manusia memiliki sifat ketamakan dan rasa kurang puas dalam hidupnya. Meski itu tidak berlaku pada Jeno, namun aturan itu mengikat padanya. Sekali lagi, tuntutan keluarga.
Memaksanya untuk mengikuti berbagai hal yang bahkan sekalipun tidak bisa membuat hidup Jeno berarti, setidaknya ketika ia berfikir. Mungkin jika Jeno harus menuruti keinginan-keinginan keluarga dan keadaan maka mereka akan bangga dan bahagia.
Ayolah,,, mau sampai kapan kita akan hidup untuk orang lain? Mau sampai kapan Jeno akan mengikuti rantai aturan yang sama sekali tidak membuatnya bahagia. Sampai kapan atas nama ingin membahagiakan kedua orang tuanya menjadi hal yang akan membuat dirinya cukup.
Jauh di dalam dirinya tentu ia pernah berfikir tentang dirinya sendiri, ya maksudku tentang Lee Jeno sebagai Lee Jeno, bukan anak lelaki pewaris tunggal Group Lee, bukan sebagai anak dari Tuan dan Nyonya Lee, namun sebagai Jeno seorang. Berdiri karena pilihannya sendiri, berjalan dengan kakinya sendiri dan berlari dengan kemauannya sendiri.
Namun sekali lagi, ia harus membuang harapannya itu, ia harus hidup sebagai anak yang tahu terimakasih kepada kedua orang tuanya, anak yang harus mengikuti keinginan orang tuanya dan menyerahkan apapun yang menjadi keinginannya sendiri termasuk jika kedua orang tuanya harus memaksanya untuk mencintai gadis pilihan mereka. Ya, Jeno hanya harus menjalani itu semua.
Sampai dimana ia sampai disebuah perjalanan yang menjadi titik balik hidupnya. Sebuah perjalanan yang membuatnya akhirnya sadar, bahwa tidak salah jika kita hidup sesuai keinginan kita. Perjalanan yang membuatnya sadar juga, sama seperti hidupnya. Cinta pun juga.
Perjalanan yang mempertemukannya dengan seseorang yang akhirnya menjadi keyakinannya untuk hidup tanpa aturan, seseorang yang ingin ia ajak juga untuk hidup bebas. Seseorang yang mungkin akan menjadi cinta pertama dan terakhir seorang Lee Jeno.
"Sudah lama aku tidak memikirkan apa itu kebebasan, yang ku tau aku harus hidup seperti yang kedua orang tua ku inginkan"
"Kadang aku juga berfikir untuk lepas dari semua beban yang mereka berikan padaku"
"Pegang tanganku, dan tutup matamu"
"Ya, ayo kita pergi jauh dan bebas. Aku akan dengan senang hati hidup bersamamu"
"Aku mencintaimu"
-
Na Jaemin (22)
Bidak catur. Hanya itu yang tepat menggambarkan bagaimana gadis terpandang ini. Putri tunggal keturunan bangsawan dari keluarga terpandang yang bahkan semua urusan dalam hidupnya tak pernah lepas dari aturan aturan "khas bangsawan" yang terkadang sangat memuakkan.
Terlebih, status sebagai wanita dinilai lemah dan harus mau mengikuti keinginan lelaki yang dinilai lebih hebat. Dan dalam prakteknya, selalu saja tak hanya kedudukan pria dan wanita saja yang membuatmu bisa berkuasa, namun kasta pun sama.
Terlebih jika kedua orang tuamu sangat haus akan kekayaan dan kekuasaan, tentu yang menjadi korban adalah seorang anak.
Lahir dari darah bangsawan yang kastanya tidak seberapa memang sangat merepotkan, selamanya hidupmu akan diatur dan direndahkan oleh keturunan lain yang mungkin kastanya lebih tinggi.
Dan meski dalam era saat ini, peraturan itu pun masih berlaku. Bagi Jaemin sendiri terutama.Ia harus menyerah pada impiannya menjadi musisi dan pengajar demi memuaskan dahaga keluarganya atas kekuasaan, ia dipaksa menukar impiannya demi sebuah perjodohan konyol dengan keluarga bangsawan lain yang kastanya jauh lebih tinggi dari kasta keluarganya.
Namun apakah Jaemin pernah memberontak ? Tidak. Jaemin tidak pernah sekalipun memberontak karena ia tahu, suaranya tidak mungkin akan didengar. Untuk itu daripada memikirkan cara-cara untuk bebas, ia hanya menjalani kehidupan memuakkan itu saja, sampai ia lelah dan mati.
Seperti bidak dalam permainan catur, ia hanya bisa berjalan sesuai keinginan pemainnya, meskipun itu harus mengorbankan dirinya sendiri, bahkan jika dipaksa harus masuk lubang neraka sekalipun.
Bagi Jaemin tidak ada yang lebih buruk dari hidupnya kecuali menjadi dirinya, bertunangan dengan pria yang hanya terobsesi padanya lalu menamakannya dengan sebuah cinta. Jaemin tidak buta untuk membedakan apa itu cinta apa itu obsesi.
Tunangannya memang sangat baik pada keluarganya dan menyanjung dirinya seolah Jaemin adalah seorang tuan puteri yang pantas dipuja. Namun tidak demikian, meski pria itu menghujaninya dengan banyak harta benda, semua itu hanya ia lakukan untuk membayar Jaemin untuk menjadi pelacur.
Ya, Jaemin hanya menganggap tunangannya membeli nya dari kedua orang tuanya. Sampai saat dimana ia muak dengan hidupnya dan berfikir untuk mengakhirinya untuk selamanya. Saat dimana ia ingin menyerah dan saat itu seolah Tuhan ingin menunjukkan pada Jaemin.
Menunjukkan padanya bahwa dalam situasi yang memuakan ini masih ada harapan lain jika ia berani dan mau meneguhkan hatinya, dalam perjalanan luar biasa itu ia menemukan harapan nya kembali. Harapan bisa terbang bebas tanpa belenggu yang menahan kakinya.
Dalam keputusannya akan harapan itu sekali lagi Tuhan kembali menunjukkan kuasanya dengan menghidupkan taman bunga yang selama ini layu dihatinya. Dengan pria yang tersenyum seperti bulan sabit juga sebuah mole dibawah matanya yang membuatnya semakin menenangkan, Na Jaemin memutuskan untuk memotong rantai besi dari kaki nya untuk bebas. Meski hanya sejenak.
"Kau dan aku bahkan tidak bisa memilih antara kebebasan dan kebahagiaan"
"Jika bisa aku ingin menukar hidupku untuk lepas dari semuanya"
"Aku percaya padamu"
"Setelah kapal ini berlabuh, aku ingin pergi berdua saja dengan mu. Hanya berdua"
"Lee Jeno"
-
Jung Jaehyun (27)
as Na Jaemin's Fiance
-
Lee Haechan (23)
as Lee Jeno's Fiance
-
Other cast are following :')
T B C or Something?
T
hankyou for coming!
vote & comment yaa~~
See you kalo mood mau lanjut (●'∀`●)
With love 💚
Daisy
2020.10.20