RelKan [COMPLETED]

By thithikhandhayani

50.8K 3.2K 88

"arel bukan Monster, arel juga bukan kuman, arel Sama kok kaya kalian, jangan benci arel" Dengan wajah yang b... More

PROLOG
BAGIAN 1
BAGIAN 2
BAGIAN 3
BAGIAN 4
BAGIAN 5
BAGIAN 6
BAGIAN 7
BAGIAN 8
BAGIAN 9
BAGIAN 10
BAGIAN 11
BAGIAN 12
BAGIAN 13
BAGIAN 14
BAGIAN 15
BAGIAN 16
BAGIAN 17
BAGIAN 18
BAGIAN 19
BAGIAN 20
BAGIAN 21
ucapan author
BAGIAN 22
BAGIAN 23
BAGIAN 24
BAGIAN 25
BAGIAN 26
BAGIAN 27
BAGIAN 28
BAGIAN 30
BAGIAN 31
BAGIAN 32
BAGIAN 33
BAGIAN 34
BAGIAN 35
BAGIAN 36
BAGIAN 37
BAGIAN 38
BAGIAN 39
BAGIAN 40
BAGIAN 41
BAGIAN 42
BAGIAN 43
BAGIAN 44
BAGIAN 45
BAGIAN 46
BAGIAN 47
BAGIAN 48
BAGIAN 49
BAGIAN 50
BAGIAN 51
BAGIAN 52
BAGIAN 53
BAGIAN 54
EPILOG
ucapan author pt.2
PROMOSI

BAGIAN 29

570 43 0
By thithikhandhayani

Happy reading my readers
________________________

Selepas sekolah arelia melangsungkan kegiatan classmeet, pada hari jum'atnya pengambilan rapot. Arelia dan Adelia mendapatkan peringkat pertama cahaya tak henti-hentinya berucap bahagia, kata selamat dan kata bangga pada adelia. Sementara arelia? Jangan tanya walaupun arelia peringkat 1 sedunia pun yahh tetap di abaikan dan tak di pedulikan.

Semua keluarga besar arelia berkumpul di rumah arelia mereka merundingkan kemana liburan kali ini, memang keluarga arelia setiap libur panjang mereka selalu merencanakan liburan dan pastinya tiap tahunnya tanpa adanya arelia.

Mana mau mereka mengajak arelia yang ada nantinya mereka malu. Mau di taroh mana muka mereka!

"Gimana kalo liburan kali ini kita ke Bali" usul Romi.

"Ih apa sih Rom udah bosen gua ke Bali, ga setuju gua" protes Novi.

"Gimana kalo ke luar negeri??" Kali ini usulan Adelia.

"Nah iya gua setuju Ama ka Adel, dimana euy??" Ucap Indra.

"Ke luar negeri yah....gimana kalau ke London??" Usul antoni

"Setuju Om aku kebetulan ada urusan di sana kan jadi sekalian"ucap lendi.

"Oke kita persiapkan semuanya ya, lusa kita berangkat" ucap Sinta.

"Emh kali ini arelia boleh ikut kan?" Saran Antoni ia ingin untuk liburan kali ini ia akan mengajak anaknya sudah terlalu lama anaknya tak di anggap ia ingin arelia merasakan kehangatan sebuah keluarga.

"Terserah kamu Antoni tapi ingat ibu tak akan ikut kalau anak sialan itu ikut" ucap tegas Oma indah.

"Iyah apa sih yah kasih saran kaya gitu kita semua ga setuju" ucap cahaya ia merasa kesal akan ucapan suaminya itu.

"Iyah udah gila ya kamu mas apa kata orang kalo kita bawa anak itu mau taroh mana muka kita" ucap olif marah.

Memang keluarga adipati ini sensitif dan elergi mungkin dengan adanya arelia seakan arelia sebuah kuman dan virus yang menjijikkan yang harus di jauhi dan di basmi.

Sudahlah antoni hanya bisa pasrah satu lawan banyak orang ya kalah kan??

Kalau kalian berpikiran arelia ikut serta nimbrung dengan keluarganya kalian salah besar manteman. Arelia ada di atas tangga paling atas dia mendengar semuanya, setiap kata yang mereka ucapkan arelia mendengarnya. Sakit? Jangan di tanya! yah, walaupun sudah biasa setiap tahunya ia tak di ajak berlibur tapi kali ini berbeda ia merasa ada secuil hatinya yang merasa senang dan bersyukur karna ayahnya berusaha mengusulkan ia agar ikut liburan yah, walaupun endingnya tetap di tolak.

oOo

"Rel lu Napa sih melamun aja dari tadi" ucap Laras yang lumayan keras ia merasa heran dan jengah sedari tadi mereka kumpul arelia terus melamun.

Yah saat ini arelia Laras dan juga Saras sedang berkumpul di salah satu kader favorit mereka. Laras dan Saras meminta traktiran akan peringkat yang di capai arelia.

"Ahhh gapapa kok" elak arelia.

"Rel, lu lupa ya kalo lu ada masalah lu cerita Ama kita, itu fungsinya lu punya sahabat. Kita tak masalah kalo lu cerita dan kalo mau minta bantuan kita selalu siap sedia rel. Lu ga perlu merasa ngerepotin" jelas Saras sebenarnya dia merasa kalau arelia ini orangnya suka memendam kesedihan. Dia tahu hidup arelia itu ga gampang dan kata kesedihan itu seakan berkeliling di kehidupan arelia, sebagai sahabat Saras hanya ingin ikut merasakan apa yang arelia rasakan dan bisa memberi kata semangat pada sahabatnya.

Arelia menelungkupkan wajahnya pada lipatan tangan di atas meja tak lama tubuh arelia bergetar. "Hikss... bukan gitu maksud arel...maaf.....hiks..."

Laras mengelus pelan punggung arelia yang bergetar "rel, maksud Saras bagus rel dia mau Lo, mau berbagi sama kita anggap kita bukan hanya seorang sahabat, lu bisa anggap kita seperti saudara lu rel, kita tau seberapa besar masalah yang lu hadapi dan kita tau lu ga bakalan kuat buat menampung semua beban lu itu. Di sini gua sama Saras ada buat lu walau kita ga ngerasain apa yang lu rasain setidaknya kita bisa mengurangi beban lu dengan lu cerita sama kita".

Arelia menganggukkan kepalanya. Saras memberikan air minum pada arelia "udah ya rel, jangan nangis lagi, kita ga maksa lu cerita kalo belum siap" ucap Saras.

"Nggak kalian benar kok, ga ada seorang pun yang dapat menampung beban yang begitu besar tanpa berbagi yang ada orang itu akan terjatuh dan tak kuat. Ahhh sebenarnya gua aja yang baperan orangnya, seharusnya gua udah terbiasa dengan keadaan tapi apa daya gua cuma orang biasa walau sudah terbiasa dengan keadaan, guaa tetap akan merasa sakit dan tak terima jika terulang terus"

"Keluarga gua liburan, memang setiap tahunnya mereka liburan entah itu di dalam maupun di luar negeri dan pastinya tanpa adanya gua...kadang gua berpikir apa mungkin gua berasal dari keluarga gua? Apa gua lahir dari rahim ibu gua apa tidak? Apa gua semenjijikkan itu hingga mereka tak sudi gua ikut? Ini bukan masalah liburan tapi walaupun sekali aja gua ingin ngerasain bagaimana kebersamaan sebuah keluarga bagaimana sebuah canda tawa itu hadir dalam kebersamaan itu" arelia menerawang ke atap kafee dan tersenyum getir.

Saras tersenyum manis "gua tau rel apa yang lu rasain, tapi lu harus yakin tiap detik yang lu lalui tiap hembusan nafas yang lu keluarkan itu tak akan berhenti berjalan sebelum takdir berkata berhenti. lu harus yakin detik-detik kesakitan yang lu lalui hembusan nafas berat yang lu keluarkan itu akan berhenti jika takdir berkata berhenti dan takdir sendiri yang akan merubah detik dan hembusan nafas berat itu berganti dengan sebuah kebahagiaan" ucap Saras tak terasa ia juga ikut menangis, sebagai seorang sahabat dia juga bisa merasakan kesakitan yang di derita sahabatnya sendiri.

"Aahhh pokoknya kesedihan itu harus segera hempas dari hidup Lo rel, gimana kalau kita liburan bareng aja" usul Laras dia tak ingin arelia terus larut dalam kesedihan.

"Ah bener rel apa kata Laras kebetulan nih kita ga ada jadwal liburan" ucap Saras.

"Keluarga kalian? Kalian ga berlibur bersama?" Tanya arelia dia tak ingin merepotkan sahabatnya.

"Ga rel, lu tenang aja keluarga gua pada sibuk kerja jadi ga sempet liburan" ucap saras.

"Kalian tau kan kalau gua anak tunggal dan saudara gua jauh-jauh, sedangkan orang tua gua lagi nengok Kakek nenek gua di Jogja yaah jadinya ga sempet liburan" ucap Laras

"Yaudah lah gua nurut aja" ucap arelia pasrah.

"Apa nih pada bahas liburan ya!?" Sahut Rico tiba-tiba. Arkan dkk tiba-tiba datang dan menyerobot duduk seenaknya.

"Mbaaak yuuuhuuu mau pesen dunk" teriak Rico yang langsung dihadiahi tampolan Laras yang duduk di sampingnya.

"Etdah tu mulut ga bisa nyantai apa" ucap Laras ngegas dia jadi korban atas teriakan Rico ga cuma jantungnya yang jedag jedug tapi telinganya juga ikutan jedag jedug.

"Emang mulut Rico tuh kaya mulut cewe" ucap Rivano spontan.

Semua tertawa mendengar ucapan Rivano yang spontan itu. "anjir mulut Lo lama-lama kaya mulut gua ya no, julid banget" ucap rico.

"Udah lah, jadi kalian mau ikut kita liburan nih?" tanya Saras menengahi biar ga ribut.

"Ah iya kebetulan kita ga ada rencana liburan" sahut Arkan.

Setelah itu pelayan kafee datang memberikan pesanan Arkan dkk.

"Jadi kita liburan kemana nih di dalam atau ke luar negeri nih" ucap Rico sambil menyomot kentang goreng pesanannya.

"Emh gimana kalau di dalam negeri aja" saran arelia.

"Ah iya di dalam negeri aja ga kalah bagus-bagus kok dari wisata luar negeri" Laras menyetujui saran arelia dan yang juga.

"Gimana ke puncak?" Tanya Rico.

"Anjir lu beri saran, itu deket cuy bagus sih udaranya seger juga tapi gua udah sering ke puncak, yang lebih jauh Napa" ucap Rivano tak menyetujui usulan Rico.

Rico mencebikkan bibirnya "punya masalah apa sih lu Ama gua sensi banget perasaan lu hari ini Ama gua"

"Pinyi misilih ipi sih Li imi giwi sisnsi bingit pirisiin Li Hiri ini imi giwi" sahut Rivano dengan mulut di nyenyenyenye kan. Entah lah hari ini dia rasanya ingin mengusili Rico.

"Udah lah gimana kalo ke Bali?" Kali ini usulan Laras.

"Boleh tuh dah lama juga gua ga ke Bali, ah gua dah rindu ini" ucap Saras.

"Nah gini donk kali ngasih saran ga kaya itu orang" ucap Rivano dengan lirikan jahil pada Rico.

Rico mengerang kesal "ahhh kesel gua lama-lama Ama lu rivanow!! woy kalian ya, Gua di nistain Ama si Rivano malah romantis-romantisan! dunia serasa milik berdua ya!?" Greget Rico gimana ga sebel coba udah dari tadi di nistain Ama si Rivano dan sekarang di perlihatkan ke uwuan arelia sama Arkan.

Arelia yang merasa tercyduk oleh rico pun menunduk malu bahkan pipinya sampai telinganya ikutan memerah, dalam hati arelia merutuki tingkah Arkan yang tak tau tempat. iya, iya ia tau kalau di sudut bibirnya ada saos sambal yang menempel dan Arkan bermaksud membantunya membersihkan saos sambal tersebut tapi seakan di sengaja Arkan memperlambat gerakan hingga tercyduk oleh teman-temannya. Sementara Arkan hanya memandang datar sahabat bawelnya itu.

"Anaknya mulai aktip ya bund" gumam Laras. Saras dan Rivano yang mendengarnya pun terkekeh pelan.

"He,emm jadi gimana tadi jadinya kita liburan di Bali?" ucap arelia dia tak ingin rasa malunya bertambah dan ledekan-ledekan tersebut akan berlanjut.

"Ah iya jadi kita ke Bali, kapan? Lusa aja gimana?" Ucap Saras.

"Diel nih ya lusa?? Kita siap-siap kebutuhan dulu biar nanti kebutuhan dan kegiatan di sana biar gua yang urus. kebetulan keluarga gua ada villa di sana" ucap Rivano.

"DIEL!!" Sorak semuanya.

##########

Anyeong yeoreobun
i'm come back
Jan lupa klik bintang di bawah ya...

Salam manis author

Continue Reading

You'll Also Like

885K 40K 71
SUDAH COMPLETED YANG MEMBACA, JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN COMMENT SERTA FOLLOW AKUN INI YA. (DILARANG PLAGIAT! KARENA INI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR SEN...
2M 180K 63
JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA KARENA SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE!! Alara Anindiya Bianchi, gadis polos penyuka es krim dan hal yang berbau dengan...
2M 212K 73
"Pengen mati aja Ya Allah!" Bukannya mencegah, Dean malah tersenyum kearah sahabatnya yang paling cantik itu sembari mengacungkan kedua jempolnya sem...
Alice By HIATUS

Teen Fiction

767K 40K 31
"Detik ini, lo pacar gue."ucap Alex enteng. "HAH?!" "I'm yours and you're mine." Bagaimana perasaan kalian saat ada orang yang langsung menjadikanmu...
Wattpad App - Unlock exclusive features