Mereka berempat tiba di tempat yang ditunjukkan di peta, Red juga masih diseret oleh OtakUdang dan MissV. Player - player yang melihat mereka hanya bisa geleng - geleng kepala dan menghindari mereka. Cukup mengerikan melihat dua orang player wanita menyeret seorang player pria sambil mengobrol santai, apalagi yang diseret justru terlihat menikmati keadaannya itu.
Tempat yang dituju mereka itu jauh dari keramaian player, tertutup oleh pepohonan yang rimbun serta berada diluar zona aman. Dungeon yang mereka temui juga sangat tertutup dan tersembunyi, jika tanpa peta yang mereka punya mungkin akan sulit untuk mereka menemukan jalan masuknya.
[Menemukan sebuah dungeon.]
[Infested Crystal Cave.]
[Karena menemukan dungeon ini pertama kali, mendapatkan tambahan exp 100% saat hunting didalam dungeon ini selama 1 hari.]
[Attention : Dungeon ini berisi monster berlevel 30 keatas!."]
Saat melihat peringatan yang muncul dari sistem itu, mereka berempat memutuskan untuk sedikit mengatur strategi sebelum masuk.
OtakUdang dan MissV melepaskan genggaman mereka di kaki Red.
"Baiklah, dungeon ini 20 level diatas kami bertiga." ucap OtakUdang dengan serius kepada Cat Maid, sementara MissV membantu Red berdiri dan membersihkan debu yang menempel pada pakaiannya Red.
"Ditambah lagi orang goblok yang satu itu masih belum mempunyai armor apapun." lanjut OtakUdang lagi.
"Aku mendengarmu!."
"Karena Levelmu juga diatas level dungeon ini, maka kau adalah harapan kami untuk menyelesaikan dungeon ini." OtakUdang tidak menghiraukan Red.
"Tapi karena aku adalah seorang player mage aku tidak bisa bertarung di depan." ucap Cat Maid pula.
OtakUdang terlihat memikirkan sesuatu, tidak lama kemudian dia terlihat mendapatkan ide yang bagus.
"Kau bisa membantu kami dari belakang." ucap OtakUdang.
"Kami menahan monster yang kami tidak mampu lawan dan kau bisa menghabisi monster itu dengan skill milikmu." lanjut OtakUdang lagi.
"Itu ide bagus." ucap Red yang sudah berdiri disamping OtakUdang secara tiba - tiba dan membuat OtakUdang kaget.
"Siapa sangka kau bisa membuat rencana yang bagus." lanjut Red sambil menepuk - nepuk punggung OtakUdang membuatnya jadi sedikit kesal.
"Kalau aku mungkin sudah langsung terobos ke dalam tanpa rencana apapun."
"Aku heran kau bisa bertahan sampai sekarang." ucap OtakUdang.
Red tersenyum. "Kalian berdua yang menyelamatkanku." ucapnya sambil tersenyum dan mengusap kepala OtakUdang dan MissV.
MissV hanya bisa tersipu malu diperlakukan seperti itu oleh Red, OtakUdang justru mencubit Red tanpa mengatakan apapun dan melangkah menuju pintu masuk dungeon. Cat Maid yang melihat itu tersenyum kecil.
Mereka bertiga hanya menatap OtakUdang tanpa bergerak sedikitpun, OtakUdang jadi merasa risih.
"A-apa yang kalian tunggu?." tanya OtakUdang pada mereka bertiga sambil terpatah - patah, pipinya juga tampak memerah walau pun sudah sedikit berkurang.
Red, MissV, dan Cat Maid hanya tersenyum melihatnya, setelah itu mereka berempat memasuki dungeon itu.
.................
Saat mereka memasuki dungeon itu, mereka disambut dengan pemandangan yang menkjubkan, seluruh isi goa itu ditumbuhi dengan kristal bercahaya biru muda. baik di dinding goa maupun di pinggir goa semuanya dipenuhi oleh kristal bercahaya itu sehingga seisi goa bersinar terang.
Red mencoba mematahkan salah satu kristal, saat dia berhasil kristal yang dia ambil itu tidak bersinar lagi dan menghilang dari genggamannya. Hal ini berarti kristal tersebut tidak bisa diambil.
Mereka berempat menyusuri dungeon tersebut, saat sampai di sebuah belokan, mereka berempat menemukan tempat yang lebih terbuka, disana juga ada jalan lagi tapi dijaga oleh sekelompok monster berbentuk kerangka manusia yang ditumbuhi oleh kristal yang sama seperti yang tumbuh di dinding dungeon.
Mereka menghitung jumlah monster yang menjaga jalan itu ada 12 skeleton, ke 6 skeleton itu membawa pedang panjang yang sudah rusak, sementara sisanya tidak membawa apa - apa.
Setelah mengetahui jumlah dari monster - monster itu, Cat Maid mengaktifkan sebuah skill.
"Firebolt!." ucapnya. Sebuah bola api sebesar kepala manusia mengarah ke arah salah satu skeleton itu.
Saat Firebolt milik Cat Maid sedikit lagi mengenai skeleton itu, dia menggerakkan tangannya kedepan membuat Firebolt miliknya menjadi tambah cepat dan menghantam salah satu skeleton itu, membunuhnya seketika.
"Wow, keren!." seru Red.
Firebolt yang membunuh salah satu skeleton itu masih ada dan masih dikendalikan oleh Cat Maid menghabisi setidaknya 7 skeleton yang ada diruangan itu sebelum akhirnya bola api itu menghilang. Kini skeleton yang tersisa mengarah ke tempat Red dan yang lainnya bersembunyi.
"Kuharap kalian bisa menghadapi sisanya." ucap Cat Maid.
Mereka bertiga mengangguk dan langsung menghadapi skeleton yang tersisa. ada 5 skeleton yang tersisa, 2 tidak bersenjata dan 3 membawa pedang.
"Kami berdua akan menghadapi 2 yang tidak bersenjata, kau hadapi sisanya." perintah OtakUdang pada Red.
"Oke, hmm tunggu dulu." Red menyadari sesuatu.
"Curang!." seru Red pula.
Kini Red ditinggal oleh OtakUdang dan MissV, dia jadi harus melawan 3 skeleton yang membawa pedang. Walaupun sudah rusak, tapi tetap berbahaya apalagi monster - monster ini berlevel 30.
"Tidak perlu khawatir Red, kubantu dari belakang. Kau hanya perlu menahan mereka dan akan kuhabisi mereka menggunakan skill Firebolt milikku." seru Cat Maid yang berada tidak jauh di belakang Red, dia tampak sedang menyiapkan sebuah skill dan menunggu momen yang tepat untuk menggunakannya.
Red mengangguk, dia pun langsung menggunakan dagger miliknya dan menyerang skeleton yang paling dekat dengannya.
Serangannya ditangkis dengan mudah oleh skeleton itu, tapi sepertinya hal itulah yang ditunggu oleh Red, Dia menggenggam pergelangan tangan skeleton itu setelah itu dengan kuat dia menendang lutut skeleton itu sehingga monster itu terduduk. Karena skeleton itu terduduk Red dapat dengan mudah membunuhnya dengan skill Dagger Thrust yang dia arahkan tepat di kepala skeleton itu.
Sementara skeleton yang kedua sudah di habisi oleh Cat Maid menggunakan skill Firebolt miliknya.
Kini satu lawan satu antara Red dengan skeleton terakhir.
Skeleton itu menerjang maju, kini jaraknya sudah sangat dekat dengan Red. Pedang monster itu dan Dagger Red saling beradu, membuat percikan api tiap kali sisi tajamnya saling bertemu. Perbedaan level dapat dilihat disini, setiap kali Red berhasil menahan serangan skeleton itu di selalu terdorong mundur beberapa langkah. Walau begitu Red tidak merasa bahwa skeleton ini lawan yang sulit, bahkan tampaknya dia menikmati pertarungan itu, tampak dari senyuman diwajahnya saat melawan skeleton itu. Sepertinya hal yang sama juga tampaknya terjadi pada si skeleton, jika memiliki wajah juga mungkin skeleton itu tersenyum juga.
Pertarungan antara Red dan skeleton itu di tonton oleh Cat Maid, OtakUdang serta MissV yang baru saja mengalahkan lawan mereka. Pertarungan Red itu tampak seperti di film - film.
"Haruskan kita bantu?." tanya MissV.
"Sepertinya tidak perlu." ucap OtakUdang yang diikuti anggukan Cat Maid.
"Toh dia menikmatinya." lanjut Cat Maid pula.
Tidak lama setelah itu Red berhasil mengaktifkan Dagger Thrust miliknya dan mengenai skeleton itu tepat di tangan kanan monster itu, menghancurkan sebagian tubuh dari skeleton itu, menghabisi si skeleton dengan seketika.
"Kau benar - benar kuat." Sebuah suara terdengar, bersamaan dengan itu sebuah bayangan yang menyerupai skeleton yang Red lawan tadi muncul dihadapannya. Skeleton itu bertekuk lutut dihadapan Red sambil meletakkan tangan kanan didadanya, seperti ksatria yang tengah menghormati pemimpinnya.
"Izinkan aku, prajurit tidak bernama ini melayanimu. Wahai ksatria tak berpedang." lanjut bayangan skeleton itu.
[Crystal Skeleton ingin membuat kontrak denganmu, terima?."
Red serta teman - temannya terkejut melihat itu, siapa sangka hanya karena terlalu mendalami pertarungan hingga bisa mendapatkan sebuah kontrak dari monster yang dilawannya, mereka semua tidak pernah mengetahui bahwa hal tersebut dapat terjadi.
Red menatap kearah OtakUdang, MissV dan Cat Maid, mereka bertiga mengangguk dengan semangat.
Red tersenyum kecil.
"Terima!."
To Be Continued
Hari Ke-4 menulis menggunakan komputer. Author mulai berpikir apakah punggung itu nyata? :v.