Naufal dkk pun menyusun rencana penyelamatan untuk Bella setelah Daniel dapat melacak keberadaan Febi.
"Gue tau itu gudang kosong di belakang sekolah kan?"
Daniel menggeleng,"bukan itu cuman mirip.Coba kalian perhatikan dengan seksama,"ujar nya.
Semua nya mencoba berfikir dimana tempat itu berada dan Naufal pun angkat bicara,"rumah kosong yang dulu nya bekas panti asuhan?gak jauh dari pangkalan ojek?itu tempat nya?"tanya nya memastikan.
Daniel menjentikkan jari nya,"jenius!yang Naufal bilang itu bener jadi gue bakalan kasih ka-"
"Tunggu gue mau nanya,pertama kenapa denah ini menunjukan 2 tempat sekaligus?sedangkan pelacak yang lo pasang cuman di casing ponsel Febi berarti diantara 2 ini ada satu yang jebakan,"
Daniel menatap Rio kagum selain memiliki paras yang rupawan Rio juga sangat jenius,"lo bener makanya gue nyuruh kalian buat perhatikan dengan seksama,"
"Coba kalian pikir apa mungkin Febi nyulik Bella ke gudang yang ada di belakang sekolah?gak mungkin banget karena di sekeliling gudang itu masih banyak pemukiman kalo warga melihat ada sesuatu yang mencurigakan pasti mereka langsung ketahuan,"jelas Daniel panjang lebar.
"Tapi buat mengantisipasi gue bikin 2 kelompok,pertama gue Angga sama Naufal kedua Rio Rizky sama Kevin.Kelompok gue bakal ke rumah kosong dan kelompok Rio pergi ke gudang"
Daniel menatap Naufal,"kita pasti bisa nyelamatin Bella!tenang aja,"kata nya di akhiri dengan senyum yang tulus.
Mereka pun berpencar menjalankan misi yang sudah diberikan tanpa mereka tau lawan mereka lebih licik dari apa yang mereka kira.
***
Daniel berjalan mengendap-endap mendekati pintu yang terbuka sedikit untuk melihat situasi yang berada di dalam sedangkan Angga dan Naufal mengikuti di belakangnya.
"Kenapa kita gak sergap langsung aja sih?gue bukan pengecut!"bisik Naufal kesal.
Plak!
"Lo pikir aja bego kalo musuh menang dalam jumlah lo pikir lo bakal menang?gak lah yang ada lo mati konyol!"balas Angga tidak kalah kesal.
"Cih gue bukan cowo lemah bahkan gua bisa ngalahin 10 preman sekaligus!"sombong nya.
Angga mendengus kesal,"sadar diri bego kalo gak ada gue sama yang lain mungkin sekarang lo udah mati!"
Naufal mendelik,"sialan lo!"
"Kalian bisa diem gak?!"tanya Daniel dengan tajam pasal nya suara mereka bisa menggagalkan rencana yang udah susah payah disusun.
Naufal dan Angga tidak mendengarkan Daniel dan tetap gelut dengan argumen mereka masing-masing tetapi mereka seketika diam ketika Daniel tidak melanjutkan langkah nya.
"Kenapa berhenti?"tanya Naufal.
"Gue curiga ini cuman jebakan,"
Naufal menarik kerah baju Daniel,"jangan bercanda lo!"ujar nya tajam.
Daniel melepaskan dengan kasar tangan Naufal emosi nya Naufal benar-benar tidak terkontrol."seharusnya di sini tapi kenapa cuman ada 2 penjaga yang berjaga seharusnya lebih atau..."
"Atau apa?!"tanya Naufal tidak sabaran.
"Lo berdua mending liat kebelakang seharusnya di situ ada pintu belakang,"
Naufal dan Angga pun langsung menuruti perintah Daniel sedangkan Daniel langsung berdiri di hadapan kedua preman itu.
"Siapa lo?"tanya preman itu.
Tanpa banyak basa-basi Daniel langsung menghajar kedua preman itu beruntung ia mengikuti ekskul pencak silat di Universitas nya jadi sekarang melawan dua orang sekaligus bukan lah hal yang sulit.
Daniel langsung memeriksa setiap ruangan yang ada hingga ia menemukan ponsel milik Febi dan Daniel pun langsung melemparkan ponsel milik Febi ke lantai.
"Sial!"Daniel mengacak rambutnya frustasi.
Tidak lama kemudian Naufal dan Angga pun memberikan laporan bahwa semua ruangan yang ada di rumah itu kosong tidak ada siapapun kecuali kedua preman itu.
Daniel langsung menghampiri kedua preman yang tergeletak itu lalu mencengkram bahu salah satu dari preman itu.
"DIMANA FEBI?!"
"JAWAB GUE ANJ*NG!"
"A-amp-un ta-adi kita c-uman d-disuruh jaga tempat i-ini sampai ada s-salah satu dari kalian datang,"jawab nya dengan terbata.
Naufal menyingkirkan Daniel dari hadapan preman itu dan langsung memukul preman itu dengan membabi-buta.
"Siapa yang nyuruh lo?jangan sampai kesabaran gue habis!"
Preman itu langsung memberikan ponsel nya kepada Naufal.
Naufal pun langsung membaca isi pesan nya,"sial!"Daniel menatap Naufal heran,"apa pesan nya?"tanya Daniel.
"Ini cuman jebakan!"
Daniel langsung menelpon Rio untuk menanyakan apakah Bella ada di sana atau kedua nya zonk.
"Disini kosong gak ada siapapun,"
"Ck sial!kalian ke tempat gue sekarang!"
"Oke"
Tuuuttt...tuutt
Sambungan telepon terputus dan Daniel harus memikirkan cara agar bisa menemukan Bella secepat mungkin bila tidak ia tidak tau apa yang akan wanita ular itu lakukan pada Bella.
"Kalau sampai gue ketemu sama tuh wanita ular gue pastiin dia mati di tangan gue!"kata Naufal dengan aura yang mencekam.
***
Setelah semuanya kumpul di tempat Daniel berada Daniel pun segera menyusun rencana selanjutnya.
Saat sedang menyusun rencana ponsel milik preman itu berbunyi dan Naufal langsung mengangkat sambungan telepon tersebut dan memberi isyarat agar semua nya diam.
"Gimana?orang-orang yang foto nya gue kasih ke lo udah pada datang belum?!
Naufal menatap tajam preman itu dan memberi isyarat agar preman itu berbohong.
"Hahaha biarlah mereka itu cuman makhluk bodoh!mereka datang juga semua nya sudah terlambat!"
Naufal beserta yang lainnya membelalakan mata nya,sial apa maksud nya!batin Naufal.
"Oke karena itu cewe udah gue urus gue bakal ke sana untuk memberi kejutan apabila mereka datang,"
Tuutt...tuuutttt
Sambungan telepon terputus sepihak dan mereka semua tau siapa 'cewe' yang wanita ular itu bicarakan.
Semoga lo baik-baik aja Bel,maaf gue gak bisa jaga lo dengan baik.batin Naufal
Naufal langsung mencengkram kerah baju preman itu,"kalo sampai lo bilang ada gue disini gue jamin hidup lo gak akan lama lagi!"bisik nya penuh penekanan dan ancaman.
Salah satu dari dari preman itu pun di bawa oleh Naufal dan lain nya bersembunyi karena wajah preman itu lah yang paling bonyok daripada teman nya.
Tidak lama kemudian ada suara deruman mobil dan tampak terdengar suara tapakan kaki.
"Mana temen lo?"
Naufal tau suara siapa itu iya itu adalah suara wanita ular yang licik.
Naufal memberikan isyarat kepada Rio,Angga,dan Kevin untuk melumpuhkan penjaga yang ada di depan lewat pintu belakang.
Sedangkan Naufal,Daniel,dan Rizky akan mengurus sisa nya.
Setelah beberapa menit ada notif dari ponsel Daniel.
Semua beres.
Mereka pun langsung keluar dari tempat persembunyian dan mengepung Febi.
Tidak ada rasa takut sedikit pun yang terlihat di wajah nya yang ada hanyalah senyum penuh kemenangan.
"Dimana Bella?!"
"Dia udah mati,"jawab nya santai.
Plak!
Tamparan keras milik Naufal mendarat sempurna di pipi kanan Febi,"jaga omongan lo!gue tanya sekali lagi dimana Bella!"geram nya.
"GUE BILANG DIA UDAH MATI!"
PLAK!
Tamparan yang mungkin lebih keras mendarat tepat di pipi sebelah kiri nya menimbulkan memar yang sangat terlihat jelas.
Daniel langsung menarik mundur Naufal takut-takut Naufal malah kehilangan akal nya dan malah membunuh.
"LEPASIN GUE ANJ*NG BIAR GUE HABISIN TUH CEWE ULAR!!" Naufal mencoba memberontak dari genggaman Kevin dan Angga yang menahan nya.
"Lo sabar dulu cuman dia yang tau dimana Bella kalau sampai lo bunuh dia kita gak bakal tau di mana Bella!"ujar Rio menenangkan.
Daniel berdiri tepat di depan Febi yang tengah meringis akibat tamparan Naufal,"dimana Bella?"tanya nya tenang namun aura yang di pancarkan sangat mencekam.
"JANGAN ASAL NGOMONG LO SAMPAI BELLA KENAPA-NAPA GUE BAKAL BUNUH LO DENGAN TANGAN GUE SENDIRI!"Naufal kembali memberontak.
Kevin dan Angga pun membawa Naufal pergi ke tempat lain sampai Daniel dapat mengorek informasi dari Febi.
"Denger gue gak suka main tangan sama cewe tapi gue punya cara lain agar lo buka mulut,"
Febi tetap diam tidak bersuara sama sekali.
"Lo masih punya seorang ibu kan?gimana rasa nya kalo ibu lo mati perlahan?"
Febi langsung menatap Daniel tidak percaya,"jangan pernah sentuh ibu gue!"ringisnya.
"Gue gak akan ngapa-ngapain ibu lo dan juga lo tapi itu pun kalo lo pun bisa di ajak kerja sama,"
Febi memikirkan ucapan Daniel Febi tidak mungkin mengorbankan ibu nya yang tidak berdosa untuk melancarkan aksi licik nya.
"Dia udah mati gue serius."
Ada gejolak emosi yang sewaktu-waktu siap untuk meledak tetapi Daniel menahan nya ia tidak boleh lepas kendali seperti Naufal.
"Ceritain dengan jelas!"
*Febi pun menceritakan bagaimana kronologi nya*
"Gue liat sendiri dia jatuh ke jurang dan gue yakin dia gak bakal selamat karena jurang itu sangat curam."
"Gue mohon jangan sentuh ibu gue"
Daniel sangat iba kepada Febi tidak seharusnya Febi melakukan hal itu dan membangunkan singa yang sedang tidur.
"Gue jamin ibu lo bakal aman tapi gue gak jamin kalau nyawa lo sendiri aman,lo liat sendiri gimana Naufal tadi."
Febi terisak,"gue tau biar gue yang nanggung kesalahan gue tapi gue mohon jaga ibu gue,"pinta nya dengan memohon.
"Dengerin gue mending sekarang lo pergi tapi kalo sampai lo bohong lo tau sendiri akibatnya."
Febi menganggukkan kepala nya,"makasih tapi sumpah gue gak bohong gue bener-bener liat dia jatuh ke jurang,"Daniel menghela nafas dan mengangguk.
"Pergi sana!"Febi pun pergi meninggalkan tempat itu menggunakan mobil
Sepeninggal nya Febi Daniel langsung memberitahu yang lainya tempat dimana terakhir kalo Febi melihat Bella,dan tanpa basa basi pun mereka segera menuju tempat itu.
***
Hari semakin larut namun tidak ada dari mereka satu pun yang menemukan titik terang.
Mereka kembali bertemu di titik awal untuk menyusun rencana selanjutnya,setelah semua nya kumpul semua nya pun menggeleng menandakan mereka tidak menemukan keberadaan Bella.
"Karena hari semakin malam jadi kita gak perlu berpencar jadi kita bakalan nyari bareng-bareng biar kita gak ke pisah satu sama lain."ujar Daniel.
Mereka langsung melanjutkan pencarian mengitari hutan yang diberitahu oleh Febi menyusuri setiap tempat tanpa melupakan setitik pun.
Mereka terus mencari tepat di dekat jurang-jurang yang curam yang berada di hutan ini.
"Liat itu ada bercak darah!"kata Daniel lalu mereka pun mengelilingi bercak darah itu,Daniel memegang bercak itu dan berkata,"darah ini udah mengering."kata nya.
"Ini gelang Bella,"ujar Angga sembari memberikan gelang yang agak kotor itu kepada semua teman nya.
"Kalo ini lokasi kejadian nya dimana Bella nya?!"tanya Naufal gusar.
Daniel memperhatikan wajah teman-teman nya wajah yang terlihat lelah namun tidak dari seorang pun mengeluh.
"Gue gak mau ambil resiko jadi kita istirahat dulu besok lanjut pencarian,"putus Daniel.
Naufal menatap tajam Daniel,"lo pikir dengan kita istirahat Bella bakal baik-baik aja gitu?!"
"Dan lo pikir gue ambil keputusan tanpa mikir gitu?kalian semua butuh istirahat!di hutan ini banyak jurang yang curam kalo kita terus melanjutkan pencarian bukan nya nemu Bella tapi malah nambah korban!"Daniel mengusap wajah nya gusar ia terbawa emosi.
"Gue cuman gak mau nambah korban lagi,udah itu aja."lirih nya.
Semua terdiam tidak ada yang membuka mulut sunyi nya hutan membuat udara semakin menusuk kulit mereka.
"Oke kita pulang tapi besok kita harus lanjut sampai kapan pun lanjut!"
Setelah Naufal setuju yang lain nya pun segera pergi meninggalkan hutan untuk beristirahat untuk mengisi energi mereka agar bisa mencari dengan energi yang full esok pagi.
***
Seminggu kemudian
Sudah genap seminggu pencarian Bella tim sar dan polisi pun dikerahkan agar mempercepat ditemukannya Bella namun hasil nya nihil.
Semua nya berkumpul rumah Angga merenung dan berpikir bagaimana cara nya agar menemukan Bella sekalipun sudah jadi mayat!
"Gue pikir kita sudahi pencarian Bella mungkin Bella udah meninggal dan mayat nya di makan hewan yang ada di hutan itu,"ujar Rizky pelan agar tidak menyinggung teman-teman yang lain nya.
Tidak ada yang menyahuti pernyataan Rizky semua nya termakan pikiran mereka masing-masing sampai Naufal bangkit dan meninggalkan tempat itu.
"Naufal gue gak bermaksud menyinggung lo cu-"
Naufal tetap pergi tanpa menoleh sedikit pun entah tersinggung atau tidak sekarang Naufal berubah sangat berubah.
Rizky menatap teman-teman nya lain,"gue minta maaf kalo kalimat gue barusan menyinggung kalian,"ujar nya tulus.
Angga tersenyum,"tenang aja gapapa Naufal emang lagi sensi jangan diambil hati."
Sedangkan itu Naufal mengendarai motor nya di atas kecepatan rata-rata ia akan pergi ke tempat yang sangat banyak kenangan di dalam nya.
Rumah pohon.
Itulah tujuan nya.
Mereka membuat rumah pohon yang tidak jauh dari perkebunan jadi tempat akan sangat indah saat menikmati pemandangan hijau sambil menikmati angin sepoi-sepoi.
Sesampainya Naufal di rumah pohon ia langsung menaiki rumah pohon tersebut dan melihat bayangan dirinya dan Bella sedang menikmati waktu bersama.
Setetes air mata turun dari kelopak mata nya kenyataan yang sangat tidak bisa diterima.
Meninggal kata nya?enak saja.
Bella belum meninggal Bella masih hidup dan akan hidup selama nya.
"Denger Bel dimana pun lo berada sekarang gue mohon kembali,gue janji gue akan membahagiakan lo,gue janji kita akan bersama selamanya,gue janji."
Naufal akan tetap mencari dimana pun kapan pun ia tidak akan pernah lelah untuk mencari ia akan menemukan Bella dan membuktikan pada semua orang bahwa Bella masih hidup,masih hidup!