"ah ya mumpung ingat, saatnya kau cari istrimu yg hilang, aku mendapat kabar mereka juga ada di seoul"
###
Chanyeol pusing, tiba2 saja ayahnya mengingatkan hal itu lagi, jujur dia tak ingin mengingatnya dia ingin bebas menjalani hidupnya dan mengejar cintanya, chanyeol ingin memperistri kekasihnya kelak, bukan istri hasil perjodohan itu, well nyatanya chanyeol memang sudah beristri sejak lama, karena amanah waktu itu.
Berakhirlah di club bersama jongin dan kris. Mereka bersenang2 berjoget di tengah2 wanita haus belaian, tubuh mereka di gerayangi, tak ada penolakan justru malah senang, hanya di gerayangi ne bukan di telanjangi, pakaian mereka masih utuh kok, wanitanya saja pake baju kekurangan bahan, tangan ketiga pria itupun sama, toel2 sana sini sesuka hati, gk mikir wanitanya kegerahan
"tampan bisakah kita ke ranjang?"
"kau boleh menyentuhku tapi tidak untuk tidur dgnmu" chanyeol
"kita lanjut di kamar"
"mianhae, lagi gk minat aku lebih menyukai wanitaku dari pada dirimu" jongin
"aku tak tahan, ayo kita lanjutkan"
"pergi saja dgn priamu yg lain" kris
Tetap saja rayuan2 itu meluncur dari bibir wanita2 lapar belaian. Ya mereka memang badung, Semoga mereka kuat iman
"chan, aku tak mau pulang larut karena aku besok harus menemani so ya" jongin
"hanya sampai jam 1 pagi, nanti jam 3 kita juga ikut balapan, ayolah aku butuh teman"
"anni aku bisa bangun kesiangan, so ya bisa marah padaku"
"bilang saja pada kyungso begadang karena tugas kan bisa"
"tidak bisa chan, sahabatnya ulang tahun, dia ingin bikin surprise" chanyeol terdiam sesaat, sahabat kyungso ulang tahun? Siapa? Luhan? Baekhyun? Chanyeol mengingat2 sesuatu, tiba2 dia menyeringai
"kyui kita pulang sekarang boy, ayo jongin kris kita pulang" ajaknya tiba2
"eh kok tiba2?" kris heran
"eh perasaan tadi ingin di sini sampai jam 1 pagi trus lanjut balapan?, kok sekarang minta pulang? aneh" jongun lebih heran lagi
###
Di apartement baekhyun yg sederhana di kejutkan dgn kedatangan wendi sang manajer dgn membawa kue ulang tahun berukuran kecil
"happy birthday hyunbe"
"ah terima kasih" baekhyun memekik girang
"buat satu permohonan setelah itu tiup lilinnya" perintah wendi
"ok" baekhyun memejamkan mata sesaat, merapal permohonannya dalam hati kemudian meniup lilinnya
Wuss
Wendi tertawa senang kemudian memeluk baekhyun "slamat ulang tahun hyunbe"
"saat hanya kita berdua, panggil baekhyun saja eonnie"
"arraso baek, ah ya hari ini kau ada kuliah pagi kan?! Ayo ku antar"
"ok tapi turunkan aku sedikit jauh dari kampus ne"
"ne"
Tau apa permohonan baekhyun di hari ulang tahunnya yg ke 19? Doa yg sederhana "Tuhan mudahkan urusanku, dan pertemukan aku dgn jodohku" kenapa dia tak meminta kebahagiaan? Atau kesehatan? atau kekayaan? Karena menurut baekhyun tuhan sudah memberikan itu setiap harinya
###
Baekhyun datang lebih awal sehingga hanya beberapa temannya yg datang, gadis itu langsung menuju mejanya, dia heran dgn sebuah barang lumayan besar berada di mejanya, menatap aneh, baekhyun memperhatikan sekitarnya, menoleh kanan dan kiri, siapa tau ada seorang pemilik yg lupa meletakkan di mejanya
"ini punya siapa ya?" lantangnya, tak ada sahutan, baekhyun menjadi heran dan penasaran, ini seperti sebuah kado, apa ada orang yg ingin memberi kado padanya? Pasalnya yg sangat hafal hari ulang tahunnya hanya kyungso dan luhan. Apa mungkin ini dari mereka? Baekhyun terdiam lama, menimang nimang sesuatu, matanya terus memperhatikan benda di depannya, sebagian teman2 sekelasnya mulai banyak yg datang
"apa itu baek?"
"aku tidak tahu, apa punyamu?"
"anni, buka saja"
Dgn ragu baekhyun membuka pelahan tutup kotak itu, dan baekhyun di buat melonjak dan deg degan, baekhyun ketakutan mukanya langsung pucat, banyak belalang beterbangan keluar dari kotak, dan ada seekor tikus mati dgn byk darah segar, baekhyun menjerit seisi kelas menjadi heboh.
Baekhyun segera berlari keluar, dia takut belalang dan tikus, pasti ada orang jahil yg ingin mengerjainya. Nafas baekhyun tersendat sendat, dan tampak dari kejauhan ada sosok yg tertawa terpingkal pingkat, baekhyun melihat itu
"pria itu...dasar brengsek" geram baekhyun menahan marah, hembusan nafasnya di buat teratur untuk mengatasi ketakutannya.
###
Baekhyun tak kembali lagi ke kelasnya, tak ada gunanya ikut kelas pagi, kelasnya banyak belalang yg masih beterbangan, baekhyun tak ingin ketakutannya muncul kembali, kakinya di seret menuju taman kampusnya dgn berat
Pret pret pret
Baekhyun di kejutkan dgn terompet yg di tiup cempreng, kedatangannya di sambut sahabatnya, luhan dgn membawa kue tar kecil dan kyungso membawa sebuah topi berbentuk kelinci, wajah mereka berseri
"slamat ulang tahun, slamat ulang tahun, slamat ulang tahun baekhyun, slamat ulang tahun yeyy" luhan dan kyungso menyanyikan lagu ulang tahun
Luhan bertepuk tangan senang, memasang topi di kepala baekhyun kemudian memeluknya
"cukhae baek" luhan dan kyungso
"gomawo" mata baekhyun berkaca kaca, senyumnya mengembang bahagia melupakan kejadian di kelas
"maaf tak ada lilin, buatlah permohonan" baekhyun mengangguk kemudian berdoa sama seperti tadi pagi
"baek" kyungso mengeluarkan kado dari dalam tasnya "untukmu semoga berguna"
"trima kasih so ya"
"baek ini juga untukmu" luhan menyerahkan sebuah gelang "maaf aku membeli 3 yg sama, untuk kita"
"ini, cantik gomawo lulu"
"ah aku lupa, ada titipan untukmu" luhan menyerahkan sebuah buku "itu tanda tangan hyunbe, model cantik yg baru naik daun, kemarin dia ada pemotretan dikampus kita, kau tak masuk, jadi aku minta tanda tangan untukmu di situ"
baekhyun terharu "gomawo" memeluk kedua sahabatnya
"ehemmm" deheman seseorang "yah aku di lupakan"
"jongin oppa kenapa di situ? Sini" baekhyun memanggil jongin untuk mendekat
"ogah, tak mau ya main peluk, aku masih sayang kepalaku" kata jongin sambil melirik kekasihnya
"ya soalnya kamu suka keblabasan" kyungso "baek tanpa dia mungkin aku bangun kesiangan"
"wah baik sekali jongin oppa" "gomawo ne" baekhyun
"bau2 traktir, siapa yg ultah?" tanya chanyeol yg tiba2 sdh ada di sana, baekhyun mendelik tak suka, well kenapa juga ada manusia menyebalkan itu datang? Keingat pria yg menertawakannya tadi "hai pacarku, kau ultah?"
"hah kau orang luar tak perlu ikut campur urusanku"
"hai anak gadis gk boleh marah2 nanti cepat tua"
"eh setan pergi kamu, najis aku dekat sama kamu"
"wih mulutnya kasar banget, awas sekali lagi kau berkata kasar aku cium kamu"
"apa pedulimu, pergi kamu brengsek, setan mesum ak hmmpptt" rupanya chanyeol langsung menarik tengkuk baekhyun
Chanyeol benar2 mencium baekhyun, baekhyun meronta
"woh? Sialan keparat ka hmmppttt"
Cup
Kali ini chanyeol melumatnya, bahkan menggigit bibir bawah baekhyun hingga terluka, luhan dan kyungso terkejut diam terpaku menatap hal tak pantas itu. baekhyun memberontak dgn nafasnya tersengal2, kakinya yg bebas menendang junior chanyeol
Chanyeol spontan melepas dan mengaduh kesakitan, membuat jongin sahabatnya kaget dan bingung harus berbuat apa, bahkan jongin harus ikut meringis akibat tendangan di daerah privasi chanyeol, itu junior pasti sangat sakit.
"dasar bajingan, aku akan membunuhmu" baekhyun naik darah, berusaha mendekat untuk memukul chanyeol tp kedua sahabatnya menahannya dan menarik menjauh
"hahaha bibirmu sangat manis jelek, sini cium lagi, awww" chanyeol tertawa lalu meringis, Juniornya nyut-nyutan
"lepas lu, so akan kuhajar manusia brengsek itu" baekhyun memberontak
"sudah baek kamu bisa di sosor dia lagi" larang luhan
"cih" baekhyun mencak2 di tempat, ngomel2 gk jelas, ingin rasanya mencakar muka ganteng chanyeol dan menyobek mulutnya, luhan mengkode kyungso untuk membawa baekhyun pergi, kyungso mengerti dan menyeret baekhyun bersama sama untuk menjauh meninggalkan taman.
"hai jelek mau kemana? Jgn tinggalkan pacarmu ini" tawa chanyeol juga meringis menahan nyeri
luhan dan kyungso membawa baekhyun ke kantin, amarah baekhyun masih meluap luap, dgn sabar luhan mengelus pundak baekhyun
"sabar baek" luhan
"nih jus trowberry biar kepalamu dingin" sodor kyungso menyerahkan jus merah itu, baekhyun meraih gelasnya dgn kasar dan langsung menenggaknya hingga habis. Berkali kali baekhyun menghembuskan nafas dalam dan amarahnya berangsur angsur turun, baekhyun menunduk tiba2 dadanya terasa sesak
"hiks"
"eh?" kyungso dan luhan salin pandang dgn tatapan heran
"hiks hiks" baekhyun menangis, berhambur ke pelukan kyungso yg lebih dekat duduk dgnnya
"hai ada apa? Kenapa menangis?" tanya kyungso
"hiks dia mengambil ciuman pertamaku huwaa" baekhyun nangis makin kenceng
"eh tenang baek, hanya ciuman pertama, selanjutnya kan tidak" luhan
"aku tidak mau hiks, harusnya...harusnya dgn pria yg ku sukai, bukan pria yg ku benci"
"tenang baek, jangan kau pikirkan itu, cukup dgn kau melupakannya ok, anggap saja itu mimpi buruk ne" kyungso
"d dia juga mengerjaiku tadi pagi hiks, mengkado belalang dan tikus mati, a aku takut itu huwaa"
jujur mereka juga gk ngerti gimana cara menenangkan baekhyun
Friskiss lagi? Jgn2 baekhyun lupa
###
Di taman jongin memapah chanyeol, membantu duduk di bangku yg kosong, selatannya masih nyeri akibat tendangan baekhyun
"aw asetku, kurang ajar bener si jelek itu" keluh chanyeol
"kau juga keterlaluan, mencium sembarangan di tempat umum, katanya gak suka, kenapa di sosor juga"
"haha aku gemes lihat mulutnya ngomong kasar dan selalu mengataiku buruk"
"tapi gk Seperti itu juga kan"
"aku hanya menghukumnya dgn mempermalukannya di depan umum"
"dgn mencium bibirnya? Hai Setahuku kau tak pernah mencium bibir wanita? Bahkan pada pacar2mu"
Deg
Ah chanyeol ke ingat, memang iya begitu. Chanyeol nyengir sambil mengusap bibirnya, manisnya masih terasa nempel di sana.
"jangan2 kau naksir dia? Kau suka dia? Atau jangan2 kau sudah jatuh cinta sama dia?"
"hahaha kau mengigau jongin, enggak lah mana mungkin aku suka sama perempuan jelek itu, naksir? Cinta? Gak akan"
"eh ku doakan kau termakan omonganmu sendiri"
"eh?"
"semoga kau jatuh cinta padanya"
Brug
Chanyeol memukul jongin "sialan ini hari ulang tahunnya bagaimana kalau tuhan mendengar eh? Ais bahaya tau"
.
.
.
.
.
.
Tbc