Our Story

By RyanDee08

285 98 17

Menceritakan tentang pasangan yang berasal dari desa tepencil di pulau yang tidak dikenal More

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5

Chapter 6

46 14 5
By RyanDee08

5 tahun kemudian

Eva perspektif.

Hari ini aku dan kedua anak ku pergi mengunjungi ayah, aku sudah lama tidak bertemu dengan ayah ku dan dia juga sudah tidak sabar ingin bermain dengan kedua cucunya yang sekarang sudah tumbuh menjadi anak yg sangat cerdas.

Kami akan menginap untuk sehari saja karena Flint tidak akan senang jika aku meninggalkan dia dengan para dombanya.

"Hey Indah apakah kamu bisa membantu ibu untuk membangunkan Ryan" ucap ku pada Indah.

"Baik ibu tunggu sebentar" jawab Indah.

Indah pun pergi keatas menuju kamar Ryan untuk membangunkannya.

"Hey Ryan, bangun!" ucap indah.

"Hey, ibu telah memasak masakan kesukaan mu tuh, jadi cepatlah bangun!" lanjut indah sambil menggoyangkan tubuh Ryan yang masih terlelap"

Ryan pun akhirnya terbangun dan segera pergi kebawah untuk sarapan bersama.

"Ayo cepatlah indah aku sudah tidak sabar untuk bermajn dengan para domba milik kakek" ucap Ryan.

"Jangan terburu-buru nanti kamu bisa tersedak" ucap ku.

Setelah makan, mereka pun pergi bermain diluar bersama dengan kakek nya.

Setelah membersihkan piring, aku menyempatkan diri menuliskan surat untuk Flint yang sedang sibuk mengurus peternakannya dirumah.

"Sayang, ku harap kamu bisa melihat ini. Anak kita sangatlah senang bermain dengan kakek nya, mereka sangat aktif hingga terkadang mereka kelelahan. Ku harap kita bisa berkunjung ke rumah ayah ku sebagai keluarga yang utuh dilain kesempatan, aku sangat merindukanmu dan aku akan pulang hari ini sebelum gelap karena aku tidak mau melewati hutan dimalam hari terlebih lagi aku membawa anak-anak. Tunggu aku di sana, sepulang dari sini aku akan memasak makanan kesukaan mu. Tertanda Eva"

Aku menggunakan burung peliharaan kami yang sudah biasa kami gunakan untuk berkirim surat dengan ayahku.

Ketika aku keluar, aku mendengar suara raungan hewan aneh yang sangat keras. Tapi aku hanya menghiraukannya karena jarak suara itu cukup jauh dari sini.

Flint perspektif

Hari ku berjalan seperti biasa, aku hanya mengurus peternakanku kecil ku ini sebdiri karena Eva dan anak-anak sedang pergi mengunjungi ayahnya.

Aku sangat ingin ikut tapi peternakan ini tidak bisa aku tinggalkan begitu saja, hewan disini tidak bisa menyiapkan makanan mereka sendiri.

Aku melihat kelangit yang mulai mendung.

"Sepertinya malam ini akan ada hujan yang cukup lebat" ucapku.

Malam pun tiba dan Eva masih belum pulang juga, karena dia belum mengirim surat kepadaku kurasa dia masih ingin menginap di sana jadi aku tidak mekikirkan hal yang aneh.

Hujan ini sangat deras disertai dengan beberapa sambaran petir yang sangat besar. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ku. Ketika aku membukanya ternyata itu salah satu warga desa.

"Flint aku ingin bertanya sesuatu kepadamu" ucapnya.

"Bertanya tentang apa?  Ucapku.

"Apakah istrimu seharusnya pulang hari ini?" tanyanya.

"Iya tapi dia belum mengirimkan surat padaku, jadi kupikir dia baru akan pulang besok" ucapku.

"Flint, tadi sore aku melihat istri dan anak-anak mu menuruni bukit tempat ayahnya tinggal" ucapnya.

"melihat itu aku tidak berpikir hal yang aneh dan langsung pulang ke desa, tapi setelah beberapa lama aku tidak melihat dia melewati desa" ucapnya.

"Mungkin kau salah lihat" ucap ku santai.

"Flint dengan badai sebesar ini anak dan istri mu mungkin masih terjebak di tengah hutan menunggu untuk di jemput" ucapnya.

"Aku akan meminta seluruh warga desa untuk membantu mencari istrimu setelah badai ini mereda"lanjutnya.

Badai pun mereda aku langsung bersiap untuk mencari dimana istriku berada bersama dengan warga desa yang bersedia membantuku.

Tujuan pertama kami tentu saja rumah ayahnya Eva, sesampainya disana ternyata Eva telah berpamitan pulang sore tadi.

Rasa khawatir ku pun memuncak dan aku memerintahkan semua orang yang mebantu pencarian untuk berpencar mengelilingi seluruh hutan untuk mencari Eva.

Setelah beberapa jam ada salah satu warga yang memanggil ku.

"Flint! Kami telah menemukan kedua anakmu, tapi kami belum menemukan dimana istrimu" ucapnya.

Aku langsung berlari menuju tempat dinana mereka menemukan anak-anakku.

"Mereka mencoba berlari menghindari sesuatu dan terpeleset kesungai" ucap salah satu warga yang menemukannya.

Aku langsung memeluk kedua anakku dan bertanya dimana Eva tapi mereka bedua tidak mengetahui keberadaan Eva.

Tidak lama setelah itu, salah seorang warga memberitahu ku bahwa dia memiliki satu kabar baik dan satu kabar buruk.

Aku bertanya kepadanya apa kabar baiknya.

"Kabar baiknya aku menemukan istrimu" ucapnya"

"Dan kabar buruknya?" tanyaku.

"Aku menemukannya tersangkut diatas pohon dengan salah satu dahan yang menembus dadanya" ucapnya pelan.

Mendengar hal itu mataku langsung terbelalak, aku tidak bisa mendengar apapun, pengelihatan ku kabur, dan tubuhku seperti bergerak sendiri.

Lalu aku mengambil batang pohon yang sedang digunakan sebagai api unggun dan mengayunkannya kesana kemari, aku menghancurkan api unggun itu dengan tinjuku.

Salah satu warga langsung memeluk kedua anakku agar mereka tidak melihat ku yang sedang mengamuk.

Salah seorang warga berusaha menenangkan ku tapi aku malah memukulnya dengan keras sehingga dia terjatuh dan akhirnya aku pun pingsan karena salah satu warga memukul kepala ku dari belakang supaya aku bisa menenangkan diri.

Setelah aku sadar, salah seorang warga mengatakan padaku bahwa kedua anakku akan tinggal bersama kepala desa untuk sementara waktu supaya aku dapat menenangkan diri.

Sesampainya di rumah aku menemuka seekor burung yang bersandar di gagang pintu rumahku.

Dikaki burung itu terdapat surat yang dikirim oleh Eva kepadaku tepat sebelum dia berangkat pulang dari rumah ayahnya.

Aku pun membaca surat tersebut.

"Sayang, aku harap kamu bisa melihat ini. Anak kita sangatlah senang bermain dengan kakeknya, mereka sangat aktif hingga terkadang mereka kelelahan. Ku harap kita bisa berkunjung ke rumah ayahku sebagai keluarga yang utuh dilain kesempatan, aku sangat merindukanmu dan aku akan pulang hari ini sebelum gelap karena aku tidak ingin melewati dimalam hari terlebih lagi aku membawa anak-anak. Tunggu aku disana, sepulang dari sini aku akan memasak makanan kesukaanmu. Tertanda Eva"

Membaca surat itu aku tidak bisa menahan air mataku yang kini telah membasahi kedua pipiku.

Keesokan harinya istri ku dimakamkan ditempat favorit nya yaitu ditebing yang langsung mengarah kelautan, Indah tidak dapat berhenti menangis sambil memeluk batu nisan milik ibunya sementara Ryan berusaha tidak menangis didepan adiknya itu.

Setelah pemakaman selesai Indah masih tidak mau pulang dan akhirnya aku membujuknya dengan berkata bahwa dirumah aku sudah memasak makanan kesukaan dia.

Seorang warga desa menghampiri ku dna dia berkata.

"Aku tahu kenapa istri mu bisa terjatuh ke dalam tebing dari tersangkut di pohon, istri dan anak-anakmu sedang berlari menghindari kejaran anjing liar tapi mereka malah terjatuh akbat jalan yang licin ketika badai. Kedua anakmu terjatuh ke sungai dan istrimu malah tejatuh kearah pohon dan akhirnya dahan pohon yang tajam menusuknya tepat didada" ucapnya.

Aku tidak mengatakan apapun dan aku pun menggendong Indah, sampai di rumah aku tidak bisa menemukan Ryan dan Indah berkata bahwa Ryan selalu pergi ke tempat yang dipenuhi oleh bunga ketika dia merasa sedih.

Aku pun menghampiri nya dan benar saja, dia sedang menangis sendirian ditempat yang memiliki memori sangat banyak tentang kedua orang tuanya.

Aku merangkulnya dan berkata.

"kamu tidak usah malu jika seseorang melihat mu menangis, jika yang kau tangisi itu hal yang sangat berarti untukmu maka menangislah, tapi ingat ketika kamu selesai menangis jangan pernah menangis lagi karena hal yang sama" ucapku.

"Hey Ryan, aku sangat membutuhkan bantuanmu untuk menjaga adikmu Indah, mau kah kamu membantuku?" tanyaku.

Dia menatap ku sambil mengusap air matanya dan mengangguk.

Continue Reading

You'll Also Like

1.2M 39K 75
Please, don't plagiat🙅 No no yaa🙎 ••••• "Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen." "APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! P...
64.4M 3.2M 61
[SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA MEMBACA.] Ini tentang Antares Sebastian Aldevaro si Iblis pencabut nyawa berwujud dewa dalam mito...
49.8M 4.1M 34
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia] ❝Untukmu, Na Jaemin. Laki-laki tak sempurna Sang pengagum hujan dan sajak❞ ©tx421cph
3.9M 112K 57
PART LENGKAP Rania pikir ia hanya akan mendengar atau melihat adegan perselingkuhan dari series yang ia tonton. Ia tidak menyangka akan mengalami ha...
Wattpad App - Unlock exclusive features