There's only two types of people in the world
The ones that entertain, and the ones that observe
Well baby I'm a put-on-a-show kinda girl
Don't like the backseat, gotta be first
I'm like the ringleader
I call the shots (call the shots)
I'm like a firecracker
I make it hot
When I put on a show
I feel the adrenaline moving through my veins
Spotlight on me and I'm ready to break
I'm like a performer, the dance floor is my stage
Better be ready, hope that you feel the same
All eyes on me in the center of the ring
Just like a circus
When I crack that whip, everybody gon' trip
Just like a circus
Don't stand there watching me, follow me
Show me what you can do
Everybody let go, we can make a dance floor
Just like a circus
🎼 Circus🎶.
{ Jangan lupa tinggalkan komentar dan juga tekan bintang. Budayakan follow akun milik saya terlebih dahulu. Selamat membaca Reade's 💜}
==============================
Author pov.
Gadis cantik dengan gaun resepsi nya itu memandang langit malam yang hitam pekat. Sepertinya malam nanti akan turun hujan.
Gadis bernama Latisya itu sudah berulang kali menghela nafasnya. Matannya memejam saat merasakan semilir angin malam menyambut kehadirannya.
"Sedang apa?."
Pertanyaan dari suaminya membuat latisya terkejut bukan main. Dia menoleh, mendapati suaminya Yang tengah berdiri di belakangnya.
"Menikmati angin malam saja!." Kata Tisya.
"Diluar sangat dingin sayang. Lebih baik kita masuk! Didalam lebih hangat mungkin." Kata Andreas ambigu.
Latisya mencicingkan matanya. Menatap suaminya penuh selidik. "Bilang saja kau mau sesuatu dari ku."
Andreas tergelak tak percaya mendengar tebakan istrinya memang benar. Latisya yang mendengar gelak tawa Andreas pun berdecih sinis.
"Aku mau mandi.minggir!." Usir Tisya ketus.
Andreas menghela nafasnya berat. Kemudian menyingkir dari balkon kamar. Andreas menatap istrinya sendu. Jujur dia inginkan malam ini menjadi malam pertama. Tapi, mengingat bahwa Tisya menerimanya hanya karena permintaan ayahnya pun membuat Andreas mengurungkan niatnya.
Andreas merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Dia memejamkan matanya. Untung tadi dia sudah mandi jadi tidak repot lagi untuk mandi.
Andreas tidur dengan terlentang sambil mendekap guling. Tak lama sekitar 1 jam Tisya keluar dari kamar mandi. Dia menatap suaminya yang tertidur.
"Apa aku salah?." Gumam Tisya pelan.
Tak lama, Tisya merebahkan badannya di atas kasur. Tubuhnya lelah tapi, melihat dada bidang dan roti sobek milik Andreas membuat jiwa jalang nya memberontak.
Latisya menggelengkan kepalanya tanda mengusir pikiran kotor itu. Tapi semakin mencoba,pikiran dimana Andreas mandesah membuat otaknya berantakan.
Latisya menghela nafasnya berat. Dia mengacak-acak rambutnya kesal. Dia beranjak dari tidurnya kemudian mengambil barang yang amat tak pernah di sentuhnya.
"Masa bodo dengan ego. Lagian dia suami gue!." Acuh latisya kemudian melangkah ke kamar mandi.
Latisya keluar dari kamar mandi dengan lingerie warna hitam menggoda dan mencetak lekuk tubuhnya yang terbilang indah untuk ukuran gadis berumur 21 th.
Latisya merangkak ke kasur. Tatapan matanya sensual membuat kesan sexy di sana. Tangan lentiknya mengusap lembut dada bidang berotot itu. Membuat sang empu melenguh dalam tidurnya. Latisya tersenyum miring.
Bibir latisya mendarat lembut di dada itu. Mengecup lembut penuh penghayatan. Bibirnya pindah ke leher dan rahang tegas milik Andreas. Mengigit serta membuat tanda di sana.
Andreas yang sedang tidur pun merasa terusik. Perlahan matanya terbuka. Saat matanya terbuka, Andreas melotot saat mendapati latisya yang duduk di selangkangannya pun terkejut. Belum selesai terkejutnya, Andreas di kejutkan dengan pakaian Tisya yang menggoda naluri laki-lakinya.
Latisya tampak menggoda malam ini. Lingerie hitam itu membuat libido Andreas meningkat. Apalagi melihat tubuh mulus itu tercetak jelas.
"Tia!." Serak Andreas saat jari lentik itu mengusap sensual dadanya.
"Apa yang kamu lakukan?." Tanya Andreas resah.
"Menikmati tubuh suamiku!." Acuh Tisya.
"Ahhhh!." Desah pelan Andreas saat bibir dan lidah latisya menari-nari di dadanya.
"what do you want dear ?. "Parau Andreas.
"Touch me dear !. "Bisik Tisya.
Andreas yang sudah tergoda pun segera membalikkan badannya. Meraup bibir istrinya penuh minat. Manis dan lembut itulah yang di rasakan Andreas saat mengecap lembut bibir itu. Membuatnya candu.
"Enghhhh!." Lenguh Tisya saat Andreas meremas salah satu gundukan putih menggoda itu.
"Katakan kalau kau ingin berhenti!." Bisik Andreas sambil mengecup dan mengigit hingga menimbulkan bercak merah di leher jenjang itu.
"Akuhh tidakk akan berhentihh!." Rintih Tisya.
"Don't blame me if you can't walk tomorrow! " Serak Andreas kemudian merobek lingerie sialan itu.
Tisya tersenyum miring seolah menantang. Dengan terburu-buru mereka melepaskan semua pakaian mereka.
Andreas memeluk tubuh polos itu dengan erat. Dia beberapakali menggeram saat merasakan betapa mulusnya kulit istrinya.
"Kau yakin?." Tanya Andreas ragu.
Tisya memutar bola matanya malas. Tanpa aba-aba Tisya membalikkan badannya. Hingga kini Tisya berada di atas tubuh polos Andreas.
Dengan penuh minat, Tisya meraup bibir yang dia akui benar-benar candu. Mereka saling membelit dan mengecap. Tangan Andreas terlalu nakal hingga terus bergerilya dia setiap lekuk tubuh istrinya.
Beberapa kali mereka menggeram. Merasakan sensasi dahsyat itu. Memporak-porandakan rasa dalam diri mereka. Meneguk setiap rasa harus yang hadir saat kulit mereka bersentuhan.
Bibir Tisya turun ke tantang Andreas. Mengecupnya lembut membuat Andreas mendesis lirih.
"Emhhhh!" Desah Tisya saat tangan nakal Andreas mencubit gemas putingnya.
"Kau benar-benar candu. Bibir mu rasa manis!." Gumam Andreas.
Tisya hanya menanggapi dengan senyuman manis. Darah mereka berdesir hebat saat merasakan milik mereka saling beradu.
Dibawah sana, Andreas dapat merasakan hangat,basah dan lembab disana.
"Milikmu basah!." Bisik Andreas.
"Milikmu keras!." Balas Tisya.
Keduanya tertawa terbahak-bahak. Terdengar konyol saat mereka saling melemparkan kata vulgar.
"Milikmu benar-benar besar dan panjang Mr. Andreas!." Bisik Tisya sensual. Andreas lagi-lagi tertawa terbahak-bahak.
"Mau coba?." Tanya Andreas bercanda.
"Why not!." Santai Tisya kemudian merangkak turun sambil mengecupi lembut perut indah itu yang membuat Andreas memejamkan matanya frustasi.
"Stopit!." Perintah Andreas.
Tisya mendongak." Why?"
"Kemari!." Perintah Andreas.
Tisya menurut. Andreas membalikan badannya. Menindih tubuh istrinya. Mengecup kedua pipi Tisya yang membuat gadis itu merona.
"Kau istriku. Bukan pemuas nafsu binatang ku." Kata Andreas.
Secara sadar, Tisya menyunggingkan senyum manis. Tangannya ia kalungkan ke leher Andreas. Dia terharu, Andreas begitu menghormatinya sebagai istri.
"Mau di lanjut atau tidur?." Tanya Andreas.
"Kau ini bodoh atau bagaimana? Kita sudah telanjang sialan. Cepat lanjutkan!" Kesal Tisya.
"Anything for you!."
Decapan dan juga desahan itu mengaku merdu di malam penuh panas itu. Terciptanya suasana romantis saat kedua sejoli itu saling bertukar salvia.
Ciuman Andreas turun ke leher istrinya. Memberikan tanda yang menunjukkan bahwa tubuh yang berada di bawahnya hanya miliknya.
"Andre...." Desah Tisya saat bibir Andreas terus memberikan tanda.
"Hm." Balas Andreas.
"Ahhhhhh!" Desah merdu Tisya membuat otak Andreas hancur berantakan. Begitu merdu.
Andreas menatap buah dada itu minat. Dengan lembut Andreas mengecup dada itu membuat Tisya mendesis. Mengigit,mengecap,serta menarik puting Tisya membuat sang empunya berteriak.
"Andreashhhhhhh!."panggil Tisya saat merasakan bibir Andreas turun tepat di kewanitaannya.
"What the hel....ahhhhh!."
Ucapan Tisya terpotong saat bibir itu mengecup vagina Tisya. Tisya melebarkan pahanya tanpa sadar. Lidah dan bibir Andreas begitu lihat mempermainkan vagina itu. Berkali-kali Tisya menjerit nikmat.
"Stopit...!." Teriak Tisya saat merasakan lidah legit Andreas yang menusuk-nusuk kedalam lubangnya dan mengigit buah kacang di sana.
"Akuhhhh..."
"Lepaskan sayang!"kata Andreas.
"Arghhhhhh!."
Seolah perkataan Andreas adalah perintah. Tumbuhnya mengikuti apa yang di katakan Andreas. Dia melebur, euforia kenikmatan itu menerjangnya membuatnya memejamkan matanya.
Tak berselang beberapa detik. Tisya terpekik saat merasakan hisapan kuat di vaginanya membuat Tisya menunduk untuk melihat. Betapa terkejut saat melihat Andreas yang tengah meraup cairan itu.
"Kau benar-benar devil!." Dengus Tisya saat pelepasannya yang kedua. Andreas terkekeh geli.
"Kamu siap?." Tanya Andreas sambil memposisikan dirinya.
Tisya mengangguk. Tak lama,Tisya menyeritkan dahinya. Rasa sakit itu terasa saat Andreas mencoba menerbos sesuatu yang dia jaga hampir 21 ini.
"Arghhhhh...stopitttt..ini sakittt!." Ringis Tisya.
Andreas berhenti sebentar. Baru setengah miliknya masuk tapi dia sudah merasa frustasi saat cengkraman kuat milik Tisya.
"Maaf kan aku!." Bisik Andreas kemudian mengecup kening Tisya.
"Lihat aku!." Kata Andreas dan di turuti Tisya.
Andreas tersenyum manis. Menatap mata Tisya yang sayu terkabut gairah. Saat mereka sedang tatap. Andreas mencoba memasuki milik Tisya.
"Argghhhhhh!." Teriak Tisya saat Andreas menyentak miliknya.
"Hiks.. hiks!." Tangis Tisya pecah.
Andreas mencoba menenangkan istrinya. Meski di bawah sana begitu mencekam.
Sekitar sepuluh menit berdiri diri. Andreas mencoba bergerak lembut tak ingin menyakiti istrinya. Perlahan namun pasti. Desisan itu berubah menjadi lenguhan dan desahan.
"Ahhhh Tia!." Desah Andreas.
"Ohhh yeahhhh di situ!." Desah Tisya.
"Enghhhhhh ouhhhhhh....!." Teriak Tisya saat beberapa kali milik Andreas menyentuh dinding rahimnya membuatnya frustasi.
"Sialan..kenapahhh ini nikmat sekali!." Umpat Tisya saat merasakan berada di awang-awang. Tak pernah terlintas di benaknya jika bercinta akan senikmat ini.
Andreas yang tadi menaruh kepalanya di ceruk leher Tisya kini memangut bibit istrinya serta menyentak lebih dalam dan keras.
"Fasterhhhhh!." Teriak Tisya.
"This is for my wife !. "Kata Andreas sambil mempercepat gerakan pinggulnya. Menyentak-nyentam dinding vagina Tisya.
Tisya yang di perlakukan seperti itu pun dengan sengaja mengencangkan dinding rahimnya menguat Andreas mendesah nikmat. Gerakan itu tak terkendali,panas,kasar dan erotis.
"Akuhhhh!!!".
"Bersama!."
Andreas terus menyentak miliknya dengan kasar dan cepat. Beberapa kali aksi Andreas membuat Tisya menganga mendapatkan kenikmatan dunia ini.
"Ayo bersama!." Kata Andreas.
Lima menit kemudian. Rasa itu semakin dekat. Kenikmatan itu akan segera menghampiri mereka. Dan pada akhirnya..
"ARGHHHHHHHH!"
"Ouhhhhh!!"
Teriak keduanya saat pelepasan itu tiba. Nafas mereka tersengal-sengal. Keringat bercucuran. Mereka saling tatap. Andreas tersenyum manis. Sedangkan Tisya terus mengamati wajah tampan suaminya.
"Terimakasih!." Bisik Andreas kemudian memangut bibir istrinya lembut yang di sambut baik oleh Tisya.
Ciuman mereka di lepas sepihak Andreas. Milik mereka masih menyatu. Tak ada di keduanya yang ingin melepaskan. Andreas berguling ke samping sambil memeluk erat tubuh Tisya.
"Ayo tidur. Aku tau kamu lelah!." Bisik Andreas.
"Kau.. emmmm!."
"Ada apa?." Tanya Andreas.
"Tidak ada ronde dua?." Cicit Tisya malu. Andreas terkekeh geli.
"Ini baru pertama untuk mu dan aku. Jadi tidak ada. Aku tau kamu lelah!." Kata Andreas kemudian mengecup kening Tisya.
Tisya memutar bola matanya malas. Sebenarnya dia ingin mengulanginya lagi. Milik Andreas seperti candu untuknya.
Tisya mengigit bibir bawahnya saat merasakan desiran itu kembali saat mengingat rasa bercinta.
"Andreas!." Panggil Tisya.
"Hm!." Gumam Andreas.
"Aku ingin". Bisik Tisya.
Andreas membuka matanya. Menatap istrinya dengan sayu. "Mau apa?."
Tisya memutar otak. Sikap jalang nya kembali mengambil alih. Tisya mendorong tubuh Andreas hingga penyatuan mereka terlepas.
Tanpa aba-aba. Tisya duduk di selangkangan Andreas yang membuat kejantanan Andreas kembali tegak. Andreas menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh Tisya yang tak berbalut pakaian dan juga bercak merah di sekujur tubuh wanita itu.
"Ahhhhh!." Desah Tisya saat menyatukan keduanya membuat Andreas melotot.
Dan juga tanpa aba-aba. Tisya menaik turunkan pinggulnya. Menyentak kasar miliknya membuat Andreas mengumpat kasar.
"Ohhhh.. ahhhh!." Desah Tisya.
Berada di posisi ini membuat kenikmatan itu terasa lebih nikmat. Tisya terus menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan keras. Beberapakali wanita itu mengumpat karena merasakan nikmatnya bercinta.
"Arghhhh!."
"Tiaahhhh!".
"Andrehhhh!."
Desahan keduanya bersahutan. Andreas membantu Tisya untuk bergerak. Tangan satunya ia gunakan untuk meremas dada besar Tisya yang membuat kenikmatan itu bertambah kali lipat.
Sesekali bibir mereka bertemu dan mengecap. Gerakan mereka tak berhenti atau melambat melainkan tambah cepat dan kasar.
"Akuhhhh!."
" Bersama!."
"Ahhhh....ahhhh!."
"Emhhhh ouhhhhh!."
"Yeahhh di situ!."
Keduanya saling bergerak membuat Tisya frustasi merasakan nikmatnya bercinta. Dia merengkuh tubuh kekar suaminya. Menaruh kepalanya di ceruk leher suaminya
Rasa itu semakin dekat,semakin terasa, Dann...
"Arghhh Andre!!!!" Teriak Tisya di susul Andreas yang juga mendesahkan nama Tisya.
Mereka terdiam. Kemudian saling mengecup. Lidah mereka saling bergelut. Ya, sepertinya malam ini tidak akan pendek.