"Mungkin aku sudah merelakan dia. Namun setiap mengingatnya, sakit ini masih ada."
~Crystallia Sirius Alexsia~
Happy reading!
☆●☆
"Assalamu'alaikum"
Crystal memasuki rumah dengan basah kuyup. Karna tadi Crystal menyuruh teman-temannya untuk pulang agar dia bisa menenangkan diri. Alhasil dia kehujanan saat pulang.
"Wa'alaikum salam, ya ampun Crystal kamu kemana aja! tadi kata Alea kamu gak bisa di ganggu, mau di jemput abang gak boleh! Kalau kamu sakit gimana?!" Ujar Atea panjang lebar.
"Kamu kenapa Crys?" Tanya Alex
"Aku gak papa, mau ke atas dulu ganti baju." Crystal berjalan menuju kamarnya dengan gontai dan sedikit gemetar karna kehujanan.
"Do, liat tuh adek kamu kayak ada masalah." Alex, ayah Crystal berkata sambil menonon tv.
"Iya yah. Tadi kata Alea waktu pulang sekolah Daylon temen Aldo itu kayak nuduh Crystal gitu, terus di sangkut-pautin sama kejadian waktu itu." Aldo menjelaskan dengan panjang lebar.
"Dia kan sensitive kalau soal itu, kamu samperin gih!" Ucap Atea yang tampak khawatir
"Aku?" Ucap Aldo dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Ya iyalah Aldo, kamu gak sayang apa sama adekmu!" Ucap Alex.
"Iya, otw ini!"
Aldo berjalan menaiki tangga menuju kamar Crystal. Aldo mengerti saat seperti ini Crystal membutuhkan waktu sendiri. Sebenarnya dia juga kesal dengan Daylon yang sudah membuat adeknya seperti ini.
Tok tok tok.
"Dek kamu di dalem? Abang masuk ya?"
Tidak ada jawaban dari dalam. Kemudian Aldo membuka pintu kamar Crystal. Dia melihat Crystal yang sedang melamun sambil menangis.
"Kamu kenapa dek?"
Crystal yang sedang menangis dan melamun kaget dengan kedatangan Aldo, dia segera mengusap air matanya.
"Enggak papa bang, tadi keinget sama novel yang Crystal baca." Ucap Crystal dengan tersenyum manis untuk meyakinkan Aldo.
"Lo itu adek gue, gue bisa ngerti Crys kalau lo itu lagi ada masalah." Ucap Aldo dengan serius.
Bruk!
Tiba-tiba Crystal memeluk Aldo dengan erat dan dia menangis terisak-isak. Aldo mengelus rambut Crystal dengan sayang.
"Gak papa Crys, kamu cerita aja."
"Hiks hiks ta-tadi Daylon nuduh gue, katanya gue yang nyoret-nyoret mobilnya." Ucap Crystal yang masih berada di pelukan Aldo.
"Kenapa dia semarah itu, kan itu cuma mobil,lagian bukan Crystal yang ngelakuin itu." Sambung Crystal.
"Crys, mobil itu sangat berharga bagi Daylon, pantas saja dia marah. Tapi abang gak yakin yang bikin kamu sedih kayak gini cuma karna di tuduh. Abang udah tau ceritanya tapi abang pengn dengar kepastiannya."
Ucap Aldo dengan mengelus rambut Crystal dengan sayang.
"Dia ngingetin gue sama kejadian waktu itu bang, rasanya masih sakit banget meskipun gue udah relain mereka." Ucap Crystal dengan menghapus air matanya.
"Udah gak papa, gak usah sedih lagi wajar kalau lo masih kayak gini. Udah saatnya lo bangkit, gak usah inget dia lagi. Badan lo panas dek, jangan dipikirin lagi."
Crystal hanya mengangguk kecil di pelukan Aldo.
"Dek lo gak mau lepas? Baju gue jadi basah anjir!"
"Abang mah ngrusak momen ih!" Ucap Crystal sambil melepas pelukan mereka dengan kasar
"Hehehe maap deh, udah sana lo ganti baju masih basah gitu. Besok pokoknya lo gak boleh sekolah! Badan lo panas, soal Daylon biar gue yang urus!"
Aldo melangkah keluar dari kamar Crystal, namun langkahnya terhenti karna ada yang mencekal tangannya.
"Biarin aja bang, jangan marahin dia."
Crystal tau jika abangnya ini tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti dia.
Daylon mendengus kesal.
"Satu pukulan aja deh ya. Biar tau rasa tuh Daylon udah nuduh-nuduh lo!"
"Jangan bang, biarin aja. Dia benci Crystal malah baik karna gak ada yang jahilin gue." Ucap Cystal dengan tersenyum meyakinkan.
"Iya deh iya. Tapi besok tetep gak boleh sekolah!"
Crystal mendengus.
"Iya bang! Udah sana pergi."
"Tadi gak boleh sekarang ngusir."
"Biarin!" Ucap Crystal
Aldo meninggalkan kamar Crystal dengan kesal.
"Semangat Crystal. Gak boleh sedih, lo harus bisa iklasin mereka. Duh panas lagi badan gue, gak bisa sekolah dong!" Crystal berkata pada dirinya sendiri.
☆●☆
Di markas geng Regazt suasananya sangat mencengkam karena sedari tadi ketua mereka masih saja tidak bisa meredakan amarahnya.
"Udah dong bos, lagian kita gak ada bukti kalau Crystal yang ngelakuin ini semua!" Ucap Gilang dengan hati-hati agar tidak semakin merusak mood Daylon.
"APA LO! Kenapa lo belain dia? Lo suka sama dia hah?" Bentak Daylon
Semua orang yang ada disana menelan salivanya karna bentakan Daylon. Percayalah jika seperti ini Daylon sangat menakutkan.
"Gak gitu bos. Besok gue sama Romi mau nyelidikin ini, lo tenang aja." Ucap Gilang menenangkan.
"Bagus kalau lo ngerti!"
Daylon berjalan melewati tangga menuju kamar miliknya. Memang markas geng Regazt sangat besar dan juga cukup bagus. Itu karna orang tua Daylon yang sangat kaya wkwk.
Daylon menuju balkon kamarnya. Dia tidak berniat untuk pulang malam ini, dia tidak ingin melampiaskan kemarahannya pada keluarga. Dia menatap bintang yang bertaburan di langit.
"Cuma bintang yang bikin gue lebih tenang. Tapi apa gue salah nuduh Lia? Semenjak dia ngilang cuma Lia yang bikin gue balik sama sifat gue yang dulu."
Daylon mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Aaarggh gue kenapa sih!"
Akhirnya Daylon kembali ke kamarnya dan memutuskan untuk tidur.
☆●☆
Saat ini Alea, Bella dan Vanni sedang berada di kantin.
"Sepi deh gak ada Crystal." Ucap Alea
"Iya, baru kemarin gue lihat Crystal terpuruk banget." Ucap Bella sambil memakan bakso milik Vanni.
Vanni terlihat kesal dan juga marah.
"Bella!! Beli sendiri ih, jangan ngambil punya gue!"
Bella tidak memperdulikan Vanni yang tengah marah.
"Gue sahabatnya dari kecil, jadi gue ngerti gimana sakitnya dia waktu itu. Dia takut kejadian itu keulang lagi." Ucap Alea dengan menatap kosong makanan di depannya.
"Gue gak bakal gitu kok. Gue kan sayang sama Crystal." Ucap Vanni sambil memakan baksonya.
"Gue juga!" Ucap Bella dengan menggebrak meja mebuat semua orang kaget. Sedangkan Bella hanya menyengir menampilan gigi putihnya
"Hallo girls, lo semua ngeliat Daylon gak?" Mereka kaget dengan kedatangan Aldo secara tiba-tiba.
"Buset dah bang jangan ngagetin deh!" Ucap Alea
"Bang mau mukulin Daylon ya? Vanni ikut donggg mau ngeliat Daylon menderita juga."
Ucap Vanni dengan antusias.
"Gak! Gue cuma mau ngomong gitu."
"Kita gak ngeliat mereka dari tadi." Ucap Bella
"Ya udah deh, selamat makan ya adik-adik maniskuu"
Ucap Daylon dengan tersenyum manis dan mengedipkan salah satu matanya.
'Aaaa mau juga deh digituin sama Aldo!'
'Aldo ya ampun! Bikin hati gue meleleh!'
'Kapan anakmu ini digituin cogan mak!'
'Aldo ganteng bangettt'
'Pengen juga di gituin'
Ucap mereka yang sedari tadi memandang ke arah Aldo.
Sedangkan Alea dkk berlagak ingin muntah.
Sementara di sisi lain...
Daylon dan Wildan sedang ada di rooftop sekolah. Tiba-tiba Gilang dan Romi berlari menghampiri mereka dengan ngos-ngosan.
"Lon!" Teriak Gilang yang masih ngos-ngosan.
"Lo tenang dulu, baru ngomong."
Memang mood Daylon sudah membaik untuk hari ini.
"Lon yang ngelakuin bukan Crystal!" Ucap Romi.
"Tadi gue tanya pak Hadi katanya ada cctv tersembunyi di parkiran. Terus lo tau gak?" Ucap Gilang yang masih di gantungkan
"Ya gak lah dodol kan lo gak ngasih tau. Kambing emang." Daylon berdecak kesal.
"Di cctv kita liat laki-laki anak kelas IPA 2 yang nglakuin, namanya Sandi!"
"Kalian urus dia di tempat biasa." Ucap Daylon dengan tersenyum menyeramkan.
"Em Lon lo gak perlu lah turun tangan, masih ada kita yang nganggur." Ucap Gilang.
Bukan apa-apa, tapi jika Daylon yang turun tangan bisa tamat riwayat Sandi nantinya.
"Gak papa, gue udah lama gak matahin tulang nih!" Ucap Daylon dengan santainya. Semua orang bergidik ngeri.
"Oh iya terus gimana nih gue minta maaf sama Crystal. Duh nyesel gue udah nuduh-nuduh gak jelas."
"Hahaha gue akui kali ini lo goblok bener! Nyesel kan lo! " Ucap Romi dengan tertawa.
"Iye-iye gue goblok untuk kali ini!"
"Lon semenjak dia ninggalin lo, baru kali ini ada yang bikin lo merasa bersalah. Biasanya lo nuduh-nuduh orang, bahkan bikin orang koma gak pernah lo minta maaf. Ya gak Dan?" Ucap Gilang
"Hm bener. Lo suka sama dia." Ucap Wildan dengan cuek namun berhasil membuat semua orang terdiam.
"Ngaco lo Wil! Sayang gue masih ada sama dia." Ucap Daylon
'Lo tuh sebenernya suka, cuma lo gak sadar dan berusaha nampik sama perasaan lo sendiri' batin seseorang di antara mereka.
Setelah itu Daylon beranjak pergi dan di ikuti oleh yang lainnya.
☆●☆
Hallo readers!
Penasaran sama kelanjutannya? Terus ikutin cerita aku yaa!!
Jangan lupa vote dan coment.
See you❤