Can I Love You?

By prkNaya

5.1K 1.7K 3.1K

- Kim Syera, gadis yang bermimpi bahagia, disaat takdir tak mengijinkannya. Apakah ia berhak bahagia? Dicinta... More

Prolog gue
The first meeting
Jangan baperan
My brother's
Kenalan
Peduli?
Anak pungut
Dia, park Jisung
Ada apa dengannya?
Ngilang
Takdir yang sama
Kita, temenan
anak dream
Lo, punya gue
Terlupakan
Hujan yang kubenci(puisi)
Bukan apa-apa
I'm sick
Pelangi mu
Malam itu
Eyes
Gadis sialan
Terulang
Welcome back Jihye
Sorry
Kecewa
Bar
haha jealous!
Berlalu
happy birthday Syera
Ternyata lo!
Bodoh atau baik?
Salahku?
pengorbanan Jisung
Gadis gila
bukan aku

Takdir dan angan-angan

126 59 89
By prkNaya

Pulang sekolah Syera mengajak Jisung kembali ke rooftop sekolah, entah lah mungkin tempat ini akan menjadi tempat yang berkesan bagi mereka. Syera hanya ingin merayakan pertemanannya dengan Jisung. Jisung hanya mengiyakan saja, karena ia tau rasanya...tak memiliki teman.

Dua kaleng soda dan beberapa keripik menjadi teman mereka sembari menatap senja yang sebentar lagi tergantikan malam.

" Sung, umm lo gak kepaksakan jadi temen gue?" Syera terlihat ragu saat menanyakan hal itu.

" Gue cuman mau ngasih lo sebuah kesempatan. Gak ada salahnya kan berteman" Jawab jisung sambil meneguk kaleng soda miliknya.

"  Iya sih, dan gue minta maaf buat yang tadi, gue gak sengaja dorong dia." Ujar Syera sambil menunduk, tidak biasanya ia meminta maaf hanya karena kesalahan kecil seperti itu.

" Lo harusnya gak minta maaf sama gue, tapi anak yang tadi. Pokoknya lo besok harus minta maaf sama dia." Seperti perintah yang tak terbantahkan, dan anehnya Syera merasa benar-benar menurut harus  dengan apa yang Jisung katakan.

" Iya, beso gue bakal minta maaf. Tapi..." Jisung mengalihkan pandangannya dari Senja ke arah Syera.

" Mengapa orang selalu terlahir dengan kesalahan, Mengapa tidak atau tanpa kesalahan? Bukankah itu akan lebih baik?" Tanya Syera yang sekarang beralih menatap senja.

" Agar, orang itu dapat mengetahui mana yang salah dan mana yang benar lalu memperbaikinya." Jisung menjawab dengan percaya diri.

karena itu yang ibunya ajarkan, dulu. bahwa orang harus memperbaiki kesalahan yang ia buat, walaupun itu tidak akan utuh seperti semula tapi setidaknya tidak membuatnya rusak.

" Tapi, Bagaimana jika orang itu tidak dapat mengetahui kesalahannya dan terus melakukannya? Bukan kah itu sangat buruk?" Kata-kata Syera membuat Jisung tercekat beberapa detik. Ia tak tahu harus menjawab apa, dan bagaimana.

" Umm, gue juga gak tau syer.."

" Dan kenapa, seseorang harus selalu disalahkan atas suatu hal yang bukan kesalahannya? Bisakah orang itu menanggungnya? hiks, Kenapa dunia sungguh kejam." Syera terisak beberapa kali lalu ia berusaha kembali tersenyum. Jisung juga ikut tersenyum, tanpa diketahui baik dirinya sendiri atau Syera.

" Lo cewek kuat, bahkan lebih dari gue." Ucap Jisung sambil memejamkan matanya, menikmati hembusan angin sore yang menenangkan.

" Barusan dia ngapain? Muji gue?" Pipi syera bersemu merah.

" Gak usah baper anjing, gue cuman bilang yang sebenernya. Gak mau muji!" Ck dasar cenayang, bagaimana ia bisa mengetahui apa yang Syera pikirkan.

" Jadi apa kesalahan terbesar lo?" Tanya Jisung.

" Mungkin terlahir di dunia ini, kalo lo?" Ucap Syera yang ikut memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin seperti Jisung.

" Menyianyiakan orang yang sayang sama gue. Gue tau mereka sayang sama gue, tapi kadang masalah buat gue lupa punya mereka."

" Lo beruntung sung, gue iri."

Obrolan mereka berlanjut hingga matahari tenggelam sempurna, tentang Takdir dan angan-angan. Dimana dua hal tersebut begitu berbeda, saling bertentangan membuat manusia terjerumus kedalam kekecewaan atau sebaliknya yaitu rasa pantang menyerah.

----------

" Kemana aja lo jam segini baru pulang?" Syera kaget saat ia tiba di rumah sudah ada Doyoung yang memegang sapu alat pembersih lain.

" Lo lupa, Minggu ini Lo yang  gantiin bibi bersih-bersih rumah? Jam segini baru pulang. Cih, ngejalang dimana lo?" Doyoung mendecih lalu melemparkan barang yang ia bawa ke hadapan Syera.

Syera yang mendapat cacian seperti itu tentu tak terima, tangannya meremat gagang sapu menahan amarah.

" Bisa gak, lo ngomong yang baik soal gue? seburuk apasih gue dimata lo kak? Ha?"  Mata Syera mengikuti Doyoung yang memilih acuh dan berbaring disofa sambil memainkan ponselnya.

" Pertama gue bukan kakak lo, dan kedua lo emang buruk, gak ada baiknya lo hidup."

Apakah hidup Syera sekarang akan berubah menjadi kisah Cinderella? Tidak, mungkin lebih buruk.

" oke terserah," ucap Syera lalu mulai menyapu seluruh rumah besarnya dengan pernak-pernik sekolah yang masih ia kenakan.

Sebenarnya rumah ini memiliki vakum cleaner, tapi Doyoung tak mengijinkannya menggunakan benda itu, Syera tau jika Doyoung hanya ingin menyiksanya.

Jam menunjukkan pukul 12.34, dan Syera baru saja menyelesaikan tugasnya untuk ngebabu dirumah. 4 jam, dan ia baru selesai mengepel, menyapu, mencuci, menjemur, dan mencuci piring.

Pegal meraba seluruh tubuhnya, apakah bibi juga merasakannya setiap hari?

Syera segera mandi melawan dinginnya malam, dan setelahnya berbaring di ranjang menatap langit-langit kamarnya. Tangannya meraba mencari benda pipih bercahaya, tentu saja ponselnya.

" Umm, telpon Jisung ah. Tadi kan gue baru aja dapet nomernya." Syera bermonolog lalu menggeser layar ponselnya.

Setelah beberapa detik menunggu, akhirnya panggilan itu dijawab oleh orang yang dituju.

" Halo, ini siapa ya? " Suara serak Jisung memenuhi gendang telinga Syera.

" Lah, makannya liat dulu nama kontaknya. Ini gue syera!"

" Hah, Syera? Sorry gue belum nyimpen nomer lo." Kata Jisung diseberang sana tanpa rasa bersalah.

" Ihh kesel, au ah gue ngambek, Bay!" Syera mencak- mencak sendiri karena Jisung yang tak menyimpan nomornya.

" Oh, yaudah" Jisung tetaplah Jisung yang menyebalkan.

" Ihh kok gitu sih! Lo harusnya berusaha nyegah kek, ck gak asik bgt sih!" Gerutu Syera.

" Yah terus yang asik gimana? Hoaam..." Sepertinya telfon dari Syera tadi membangunkan Jisung dari tidurnya.

" QnA, Hayuk!" Seru Syera semangat.

" Apa?"

" Ayam, ayam apa yang gak bisa bertelur? Tapi sebutin sepuluh!"

" 10 ayam jantan, puas lo?"

" No no, jawabannya ayam goreng, ayan bakar, ayam sate, ayam steak, ayam--" Kalimat tak bermutu Syera terpotong karena Jisung yang secara sepihak mematikan telfonnya.

" Dimatiin? Hahahhahaa pasti kesel dia.. Aauuh punggung gue." Syera kemudian meletakkan ponselnya dan menarik selimut, berbincang dengan Jisung membuat malam ini tidak begitu buruk, sedikit mengobati.

Ddrtt ddrt!

Ponsel Syera kembali berbunyi dan menampilkan panggilan dari Jisung dilayar. Tanpa pikir panjang, tangan lentik Syera menggeser lambang hijau itu.

" Udah begonya?" Damprat Jisung.

" Iya udah, jangan gitu dong nanti gue bego beneran."

" Sekarang gantian gue. Kenapa jam segini lo belum tidur? Lo gak liat ini udah mau jam satu, Lo habis ngapain sih? Jaga lilin?" Cerocos Jisung membuat Syera bingung tapi suka. Bingung karena Jisung biasanya tak berbicara panjang lebar, dan suka karena Jisung seperti mempedulikannya.

" Bapa jangan fitnah dong, kejam. Gu-gue abis... Umm" Syera ragu memberi tahu Jisung, ia ingin beralasan dengan hal lain, tapi apa?

" Apa? Curiga gue..." Mungkin sekarang mata Jisung sedang memicing mencurigai Syera.

" Ihh enggak, gue tadi cuman bersih-bersih!" Syera bukan ahlinya untuk bermain kata dengan spesies seperti Jisung.

" Jam segini? Emang lo gak ada pembantu apa?"

" Iya, bibi yang kerja di tempat gue lagi cuti, jadi gue yang nggatiin." Jelas Syera.

" Kasian, seorang Kim Syera cosplay jadi Cinderella. Dah sana tidur, Lo pasti capek!" Sambungan kembali ditutup sepihak.

" Hahh, Gimana gue gak makin cinta coba?" Syera menghempaskan tubuhnya terlentang di atas ranjangnya, tersenyum dan sesekali terkikik, sepertinya gadis ini sedang mabuk cinta.





Selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua

Oke cosplay jadi pak erte berakhir
Gaje iya emang gaje bgt, gue juga gak ngerti ceritanya jadi gaje banget

Gak papa yang penting tangan ku pegel

Votmentnya sahabat!

Continue Reading

You'll Also Like

51K 2.6K 15
langsung baca, nggak tau mau buat deskripsi apa? bxb Na Jaemin Lee Haechan homophibic jauh² clingy hate love realesesion ship
167K 13.6K 27
ㅡbiarin dia mau sakitin banyak cewek, yang penting bukan saudara gue ㅡgue ngerti banget rasanya dipermalukan di depan banyak orang, dan juga kerja ke...
1.3K 100 23
"Aku ingin bebas dari semua ini, Bebas dari ikatan denganmu..." - Mark "... Tidak bisakah kau sedikit baik padaku?"- Anna "Aku menyukaimu, Aku tidak...
576 84 14
[TAMAT] Enjoyy guyss.masih pemula Cerita ini ditulis pelan-pelan sambil belajar. Terima kasih sudah meluangkan waktu buat membaca,jangan ragu buat ka...
Wattpad App - Unlock exclusive features