Happy Reading...
Malam harinya Arland dan Anggota Rajawali lainnya berada pada arena balap liar. Geng Rajawali sangat ahli dengan namanya balapan liar terutama sang leader. Malam ini hanya Arland, Alvaro dan Egar yang mewakili Geng Rajawali dan 3 orang lagi Anak Geng Tiger yang turun untuk balapan.
Dengan mengenakan Jaket yang dibelakang punggungnya terdapat tulisan Rajawali, Arland nampak sangat gagah.
Ketampanan Arland naik berkali-kali lipat ketika mengenakan jaket kebanggaan anak Rajawali itu.
"Wah si bos, makin hari makin ganteng tapi sayang cewek gak punya" Celetuk Alvin
Arland hanya diam tanpa menghiraukan celetukan Alvin
Dibalik helm fullfacenya, Arland menatap tajam kepada lawan-lawan balapannya.
Satu
Dua
Tiga
Brummmmm
Suara deruman motor mulai terdengar. Arland terlihat memacu motor sport hitam kesayangannya dengan kecepatan diatas rata-rata meninggalkan lawannya yang kini tertinggal jauh dibelakang.
Sorakan bangga Anak Rajawali ketika sang leader finish diposisi pertama yang disusul Marvin Anak Tiger.
Arland melepaskan helm fullfacenya
"Bos. Mantep, makin kesini keren aja" Kata Alvin dan Arland hanya tersenyum tipis
Marvin menatap Arland tajam "Kali ini lo boleh menang, tapi lain waktu engga akan gua biarin"
Arland menatap Marvin tidak bersahabat "Gausah banyak bacot. Siniin kunci motor lo"
Marvin melempar asal kunci motornya dan di tangkap oleh Aldan
"Santai bro"
Marvin dan Anak Geng Tiger meninggalkan arena balap liar itu.
Anak Rajawali kembali ke markasnya untuk merayakan kemenangan Arland dari Geng Tiger. Waktu sudah menunjukan pukul 24.00 WIB namun Anak Rajawali sama sekali belum berniat balik ke rumah masing-masing
"Ar" Panggil Alvaro
Arland menautkan ke dua alisnya seolah bertanya kenapa
Alvaro menyenderkan kepalanya disofa dengan tangan yang memijit pelipisnya "Gua hampir nyerah sama kasusnya. Udah satu tahun tapi nyari tau dalangnya aja susah"
Arland menghela nafasnya kasar "Bukan cuma lo. Kita semua juga cape, tapi lo emang bisa nerima sahabat lo mati dengan cara itu? Hah? Lo terima?"
"Lo tanya gua? Ya jelaslah ga nerima"
"Ya trus kenapa lo ngomong gitu"
"Udah, Gausah debat lagi" Ujar Alvin
"Lo pada gak balik?" Tanya Arland
Aldan memejamkan matanya sembari rebahan dilantai "Gak"
"Gak" Jawab Alvaro dan anak-anak Rajawali yang lainnya
Arland menghela nafasnya "Balik lo semua! Besok senen, ga usah pada bolos"
.....
Arland menggosok-gosokan rambutnya dengan handuknya. Jam telah menunjukan pukul 02.00 WIB seorang Arland masih saja belum masuk ke alam mimpinya.
Arland menghela nafasnya pelan. Pagi nanti Ia harus menjemput gadis yang Ia serempet waktu itu. Arland memasangkan alarm di ponselnya pada pukul 05.00 pagi, jadi hanya 3 jam Arland tidur
.....
Mobil sedan putih telah terpampang di sebuah rumah yang nampak besar dengan cat yang berdominasi putih dan abu-abu.
Arland turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu rumah itu. Cowok itu menekan bel rumah itu.
Pintu rumah terbuka menampilkan seorang wanita yang berumur sekitar 35 tahun yang tak lain Maira, ibu kandung Meisya
"Assalamualaikum tante"
Maira tersenyum hangat "Waalaikumsalam nak. Temannya Meisya ya?"
Arland mengangguk "Saya Arland. Meisya nya ada tante?"
Maira mengangguk "Oh nak Arland, Ayu masuk. Meisya lagi sarapan, ikut sarapan yuk" Ajak bunda Meisya
"Gak usah tan. Arland nunggu sini aja"
Maira menggeleng kecil "Ayu ikut. Kamu pasti belum sarapan..Jangan sungkan nak"
Memang betul Arland belum sempat sarapan, setelah salat subuh Arland buru-buru pergi ke rumah Meisya
Arland mengangguk, Dia merasa tidak enak menolak ajakan ibunya Meisya.
Diruang makan, Meisya sedang memakan nasi dengan sup bakso ditambah dengan ayam goreng.
Meisya membulatkan matanya dengan sempurna ketika melihat seorang Arland ada didalam rumahnya sepagi ini
"Ka Arland"
Arland tersenyum tipis
"Ko bisa disini?"
Maira yang melihat ekspresi kaget putrinya hanya menggelengkan kepalanya "Meisya. Nak Arland nya jangan ditanya mulu"
Meisya mengangguk patuh
"Nak Arland, sini makan"
Arland hanya tersenyum dan mengangguk
Setelah makan, Arland membantu memapah Meisya menuju mobilnya
"Ka arland bawa mobil?" Tanya Meisya setelah Arland duduk ditempat kemudi nya
Arland menoleh ke sampingnya dan mengangguk "Gak mungkin gua pake motor, kaki lo aja masih sakit"
Arland melajukan mobilnya dengan santai
"Ka Arland sebenernya ga usah repot-repot anterin gue. Kakinya juga udah mau sembuh"
"Gua gak repot"
Keadaan hening menyelimuti dua orang remaja yang berbeda gender didalam sebuah mobil.
Arland fokus dengan jalanan sedangkan Meisya hanya menatap luar jendela dengan sesekali menghela nafas panjang.
"Nanti pulang gua jemput"
Meisya mengangguk dan Arland memapah Meisya menuju kelasnya
"Kalo ada apa-apa panggil gua aja" Ujar Arland setelah sampai di bangku Meisya
Arland berniat pergi dari bangku Meisya namun tangan Meisya menahannya "Makasih kak, maaf ngerepotin"
Arland menggeleng kepalanya "Lo ga ngerepotin Sya" Kata Arland lalu pergi dari kelas Meisya
"Woy. Itu ka Arland kan? Ko bisa sih dia nganterin Meisya?" Celetuk teman kelas Meisya
"Sumpah gua syok banget" Celetuk yang lainnya
"Beruntungnya Meisya" Celetuk lagi yang lainnya
"MEISYAAA" Teriak Tata dari arah pintu kelas sembari berlari ke arah Meisya
Meisya menutup telinganya "Ada apa si Ta"
"O M G. Gua kaget pas liat lo turun dari mobil ka Arland" Heboh Tata
Sedangkan Dita berjalan santai ke arah bangku Meisya "Ta. Lo ga usah heboh gitu si"
"Ya bodo. Abisan ini langka loh" Kata Tata
"Yang gua denger-dener di Koridor kelas XI IPA 2 Meisya cewek kedua yang dianterin Arland sampe ke kelas loh" Lanjutnya lagi
Meisya tertarik dengan cewek pertama yang diantarkan seorang Arland ke kelas "Cewek yang pertama siapa?"
"Kak Kinar. Sekarang dia pindah sekolah di Bandung" Kata Dita
Meisya mengangguk paham
"Lo harus ceritain kenapa lo bisa dianter Arland terus kaki loh juga kenapa jalannya gitu" Ujar Dita
Meisya mengangguk "Nanti pas istirahat pertama gua ceritain"
Kelas XI IPA 2
Arland berjalan santai ke arah tempat duduknya. Teman-temannya sudah menatap Arland dengan heran
"Arland" Panggil Alvin ketika Arland duduk di tempatnya
"Apaan"
"Gua syok" Ujar Alvin
"Gua kaget. Seorang Arland bisa anterin anak baru ke kelasnya" Lanjutnya
"Lebay" Kata Arland
"Palalu lebay. Selain Kinar lo gapernah nganterin cewek siapa pun ke kelasnya" Ujar Alvin
"Lo gak suka sama calon gebetan gua kan? Kalo lo suka lo sungguh teganya" Ujar Alvaro mendramatisir
"Alay" ketus Rafa
Arland menatap Alvaro malas "Kalo gua suka kenapa? Trus kalo gua gak suka kenapa?"
"Ya kalo lo suka gua mundur, trus kalo lo gak suka ya gua pepet dianya" Kata Alvaro
"Lo cari yang lain. Jangan PHPin dia" Ujar Arland
"WHAT??" Pekik Alvin
"Ini mah beneran, lo suka sama dia"
"Heran gua, lo baru ketemu aja udah suka. Sementara Audi yang udah suka sama lo dari dulu lo cuekin. Padahal mah Audi cantiknya ga jauh beda sama Meisya" Ujar Alvin
Sedangkan Aldan sedari tadi hanya mendengarkan ucapan sahabanya sembari menempelkan pipinya diatas meja.
"Jadi, kenapa lo bisa anterin Meisya? Trus kenapa lo mapah Meisya? Bukan Lo kan yang buat Meisya begitu" Tanya Alvin bertubi-tubi
"Gua nyerempet Meisya" santai Arland
"Hah? Gilaa" Kata Alvaro
"Trus dia gak papa kan?"
"Kaki dia keseleo" Kata Arland
~ARLAND~
To be continue...