I will always protect you [Bo...

By cipuwyu

193K 9.7K 1.5K

[๐‘ช๐‘ถ๐‘ด๐‘ท๐‘ณ๐‘ฌ๐‘ป๐‘ฌ๐‘ซ]โœ” โHighest rank : #1 Boruto [01/07/20] #1 Sarada [24/07/20] ... More

00.awal kisah.
01.Aku pergi.
02.benarkah?
03.Huft! merindukan nya.
04.awal penyerangan.
05.kembali nya sang cahaya.
06.kekalahan dipihak musuh.
07.berkumpul.
08.Misi di negara air/kirigakure.
09.kau berubah, baka!
10.sampai di konoha.
11.Rencana penyerahan jabatan hokage.
12.pelantikan hokage ke-8.
13.kepergian sang cahaya.
14.kematian izumi.
15. Blot and Salad.
16. menyatakan perang.
17. persiapan.
18.ada apa dgn mu ,baka?
19. menerima misi.
20.team tujuh.
21.Menyelamatkan sarada.
22.Khawatir.
Bukan up, tapi penting nih!
23. cemburu eh?
24. Cemburu eh? (2)
25. Pesan dari suna-gakure.
26.Misi tuntas.
Promosi [New story]
27. Musuh mulai bergerak.
28. bangkit nya Magekyou Saringan.
29. Cahaya telah meredup
31. lega.
32. kemunculan zetsu.
33. Pengorbanan seorang teman.
34. Sudah berakhir.
35. The Last [End]
Epilog.
EXTRA PART 1.
EXTRA PART 2.
EXTRA PART 3 [FIN]
-update.
for you!

30. apa ini akhirnya?

3.5K 217 81
By cipuwyu

Gadis raven yg tergeletak di tanah perlahan lahan membuka kelopak mata, ia mengerjakan beberapa kali onyx  hitam pekat milik nya, mata nya masih terasa berat kepala nya seperti ada yg mengganjal,
Gadis itu bernama sarada, ia membetulkan letak kacamatanya merah nya,  sarada sedikit memiringkan kepala ke samping kanan dapat ia lihat dgn jelas dua laki laki dengan surai kuning dan satu laki laki bersurai Raven tengah berjuang untuk menghadapi musuh. Tapi aneh nya musuh kali ini berwarna putih seperti seorang outsutsuki bisa di bilang?

Tiga orang yg menurut nya keren ,hebat, dan pantang menyerah tengah dalam posisi sekarat, terdapat banyak luka di tubuh mereka dan chakra mereka juga terkuras apalagi laki laki dengan surai kuning bermata shappire dgn dua kumis di masing masing pipi sekarang melawan satu musuh itu dengan luka tusuk di bagian perut nya. Sungguh malang, dan sekarang ia (sarada) hanya bisa berdiam diri menyaksikan mereka dari belakang melindungi diri nya.

Sarada merasa tubuh nya telah mati rasa, seperti nya ia tidak bisa lagi mengendalikan diri nya sendiri, air mata nya mengalir deras di kedua pipi nya, tidak bisa ia pungkiri bahwa mereka melindungi diri nya dengan taruhan nyawa, bagaimana jika mereka bertiga ma---- astaga, itu sangat menyedihkan. 

"Haahh..Huhhh.." deru nafas sarada terdengar tidak beraturan.

Dengan perlahan ia memfokuskan chakra pada bagian kaki, lalu mencoba berdiri walau linglung dan jatuh kembali. Sungguh, kepala nya sungguh berat mata nya sakit' seperti tidak ingin terbuka dan melihat apa yg terjadi, tubuh nya kaku seperti sebatang kayu.

Bagh...

Brukk..

Brakk..

Entah berapa kali ia kembali jatuh ke tanah setelah mencoba berdiri, "arrghh..kenapa ini terjadi padaku shannaroo!"

Baik. Jika tidak bisa berdiri maka ia akan duduk saja , setelah lama akhirnya ia bisa duduk dan deru nafas nya masih tidak beraturan, jujur saya. Iya merasa terus di belenggu rasa kegagalan menjaga teman dan desa nya, ck. Dengan ini ia tidak akan menjadi hokage! Seseorang yg tidak bisa menyelamatkan teman nya takkan pernah bisa di akui sebagai hokage. Siput medic katsuyu perlahan menaiki pundak sarada, sarada tersenyum kicut.

Darah dari perut boruto terus menetes ke bawah, sedangkan sasuke kedua mata merah milik nya ( Enternal Magekyou Saringan) telah teraliri darah, lalu jubah sasuke telah tidak ada lagi di tubuh nya, Naruto sudah sangat banyak menguras chakra, dari tadi ia memakai Mode Sage Kyuubi. Tidak hanya itu, Naruto dan Sasuke menggabungkan kurama dan susano'o hingga mereka sekarang hampir tidak bisa bergerak lagi.

"Aku adalah ishikii outsutsuki, jigen hanya lah wadah ku, ohhh.. jika kalian merasa hebat ikuti aku" orang yg menyebut diri nya outsutsuki itu pergi keluar desa, tanpa ragu Sasuke dan boruto mengejar mereka, namun sebelum pergi boruto menoleh sekilas melihat sarada dah tersenyum tipis. Sarada menggeleng geleng kan kepalaa nya tanda untuk melarang boruto mengejar outsutsuki itu. Namun terlambat. Boruto tetap pergi menyusul Sasuke.

Naruto yg menyadari bahwa sarada sudah sadar, pergi kearah sarada lalu tiba tiba kawaki datang dari arah belakang, Naruto mengelus raven milik sarada "pe-percaya lah pada mereka, aku akan pergi menyusul mereka berdua , ka-kawaki kau jaga sarada" naruto ikut tersenyum dengan darah mengalir dari sudut bibir nya, lalu menghilang dari hadapan sarada.

"Tapi na-- " sarada menghentikan kalimat nya setelah Naruto menghilang.

Kawaki yg juga penuh dengan luka menyentuh pelan pundak sarada "bagaimana jika kita menunggu mereka di gerbang, aku yakin mereka akan kembali dgn selamat"

Sarada mengangguk, sarada bangun dan berjalan di bantu oleh kawaki menuju gerbang, sampai di sana mereka berdua berdiri sambil menunggu kehadiran ketiga orang yg pergi tadi. Sarada tidak henti henti nya menangis, entah apa yg sarada pikirkan sudah jelas jika mereka akan kembali dgn selamat ,dan dia masih saja menangis.

Kawaki merasa diri nya harus pergi menyusul Sasuke Naruto dan boruto, namun ia punya amanah oleh Naruto untuk menjaga sarada, sekarang apa pilihan nya? Kawaki sangat tahu jika kehebatan ishikii tiada lawan nya, tapi mereka bertiga tidak kalah hebat nya, tidak tidak! Kawaki harus menyusul mereka. Setelah mengumpulkan keberanian akhirnya kawaki akan mulai berbicara jika ia akan menyusul.

"Sar--"

"T-tidak kawaki, kau harus menyusul mereka" tatapan sarada masih kedepan.

"Eh? Kau yakin, aku akan pergi sekarang juga"

"Aku juga ikut"

"Tidak, nanadaime menyuruh mu tetap di desa ,sarada"

"Kau bercanda, kalian mempertaruhkan nyawa demi ku dan desa, mana mungkin aku akan berdiam diri seperti ini, gunakan otak bodoh mu"

"Kau sangat keras kepala, kau harus tetap di desa..jika kau kesana maka kau akan menambah beban mereka saja, chakra mu hanya tinggal sedikit, kau mau mereka mengatakan mu sebagai beban?"

"Be-beban?"

"Sebaiknya kau tunggu disini, aku akan membawa pulang kekasih mu dan yg lain dengan selamat, percayalah"

"Ta-- hiks"

"Aku berjanji" kawaki pun pergi berlari meninggalkan sarada sendiri an di depan gerbang konoha yg telah hancur. Konoha yg malang.

Kawaki senang bisa terbebas dari sarada, akhirnya ia bisa membantu boruto dan yg lain nya untuk menaklukkan musuh, kalian tahu? Jika sarada keras kepala maka kawaki akan jadi keras kepala lagi, kawaki tahu satu hal kelemahan sarada adalah si sulung Uzumaki.

"Baka, kau harus pulang dengan selamat" sarada masih dengan setia berdiri di depan gerbang desa, tanpa ada rasa pegal sedikit pun.

______________________

Tikk.

Tikk...

Tik..tik..

Katakan ini adalah bohong. B-bagaimana bisa ini terjadi, tidak ini tidak masuk akal. Kawaki sampai di lokasi pertempuran, karna kawaki berhasil melacak chakra Naruto dan merasakan nya, namun ada yg aneh kawaki tidak dapat merasakan chakra boruto dan sasuke sedikit pun.

Kawaki menegang kaku melihat pemandangan di depan nya, banyak percikan darah segar di mana mana, seorang musuh outsutsuki itu seperti nya sudah di kalahkan oleh mereka, namun lihat. Di sana terbaring tiga orang yg tak sadarkan diri, rintik rintik hujan turun dengan derasnya.

Tap

Tap

Kawaki sampai di depan boruto ,Naruto dan sasuke, mereka terbaring lemah dengan banyak luka di tubuh mereka, entah itu luka sayat atau pun luka bakar, kawaki melihat Naruto dan boruto secara bergantian rasa nya ada yg janggal di dalam hati nya, seperti nya hati nya tidak terima dengan apa yg ia lihat. Lekat lekat ia menatap boruto yg tertidur lelap serta hujan deras mengguyur diri nya. "Andai saja aku datang lebih cepat, mungkin kalian masih bisa bertahan" kawaki tersenyum masam. Sangat tidak bisa di maafkan bagaimana bisa ia hanya melihat saja? Lihat, boruto perut nya tertusuk tongkat dan kini berlubang.

"Ka..wa..ki" kawaki tersentak ,segera dengan sigap ia berjongkok menjadikan lutut sebagai tumpuan.

"Boruto, kau masih sadar?" Tanya nya antusias. Sudut bibir boruto sedikit terangkat lalu tersenyum simpul.

"M-mendekat l-lahh" suara boruto terdengar tidak jelas, suara hujan lebih mendominasikan hal itu. Tanpa mengerti apapun kawaki mendekati telinga nya pada  boruto agar suara boruto terdengar lebih jelas.

Setelah mendengar perkataan boruto, diri nya menegang kaku. Tidak mungkin, "k-kau me-mengerti k-kan?" Ucapan boruto kecil dan terbata bata, lalu tersenyum dan ...

Sunyi.

Tidak ada deru nafas.

Tidak! Jangan.

"Boruto, tolong bangun" kawaki menggoyang goyangkan tubuh boruto pelan.

"Diamlah, tou-san masih bernafas bangunkan saja dia, aku sudah tidak bisa lagi, j-jangan lupa sampai kan p-pesan ku dari sasuke-san pada sa..ra..d--" boruto menutup rapat mulut nya, bibir nya tergambarkan sebuah senyuman, mata nya tertutup seperti orang yg sedang tertidur.

Kawaki tidak tahu harus berkata apa, ia seperti kehilangan kata kata mulut nya seperti ada yg mengunci nya, mata nya membendung air perlahan lahan air itu menetes menuju pipi nya lalu mata nya mulai memerah, kepergian boruto di ikuti oleh alam. Alam juga ikut berduka cita atas tiada nya boruto dan sasuke ,mungkin?
Hujan, hujan itu bagai tangis. Alam sedang menangis atas pergi nya pahlawan besar dunia ninja untuk saat ini.

Kawaki menghapus air mata nya, dengan sigap menggoyang goyangkan tubuh Naruto dengan kasar, ia merasa emosi. Entahlah semua yg terjadi begitu saja, entah apa yg mengganjal di hati kawaki rasanya seperti ia tidak bisa menerima kepergian boruto begitu saja, ia belum bertarung dengan boruto untuk terakhir kali nya, lalu boruto dengan seenak hati pergi dari dunia ini? Itu hal konyol pikir kawaki.

Naruto pun mulai membuka mata nya, air hujan menetes kedalam mata naruto, bukan bukan nya Naruto tidak terluka, dapat di lihat dengan jelas banyak luka aneh dan luka bakar di tubuh Naruto, bahkan lengan kanan baju naruto tersobek. Alasan kenapa Naruto masih bertahan hanya lah karna ia seorang jinchuuriky. Dan bijuu dalam diri nya adalah bijuu terkuat yg walaupun chakra mereka berdua hanya sedikit mereka masih bisa bertahan, dan satu lagi karna Naruto adalah seorang yg berasal dari klan uzumaki.

Berbeda dengan boruto, walau ia berasal dari klan uzumaki juga namun boruto bukanlah seorang jinchuuriky, boruto pun lebih banyak merasakan gen hyuuga dalam diri nya, jadi tak heran jika boruto tewas dalam pertempuran ini.

"Huhh..huh..." Kawaki menatap lekat Naruto.

Naruto menduduki tanah yg penuh dengan percikan darah segar, perhatian nya teralih kan pada dua orang di samping kiri nya ,itu sahabat sekaligus rivalnya dan juga putra sulung nya yaitu Boruto dan Sasuke. Untuk pertama kali nya setengah sekian lama air mata nya menetes lagi, coba katakan pada naruto jika ini adalah genjutsu.

Naruto menggoyang goyangkan kasar tubuh boruto "boruto, bangun!! Aku akan marah jika kau tidur terus -ttebayo"

"Apa kau tidak mendengar tou-san mu boruto? Cepat bangun at--" kawaki menghentikan kalimat naruto.

"D-dia telah tiada"  kawaki mengalihkan pandangan nya pada sasuke.

".. sepertinya dia juga begitu" sambung kawaki.

Naruto menegang kaku, tidak mungkin. Tidak mungkin Sasuke dan boruto meninggal kan nya secepat ini kan? Bahkan Naruto belum sempat menguji putra sulung nya yg bahkan sudah pergi berkelana di usia muda bersama sahabat abadi nya.

Naruto memegang kerah baju kawaki "kau jangan bohong, aku benci kebohongan"

Kawaki menunduk "tolong bersikap lah dewasa sedikit, t-tadi boruto menitipkan pesan dari Sasuke untuk sarada, sebaiknya kita membawa kedua mayat ini kembali desa....,agar mereka bisa tenang" Naruto pun melepaskan kerah kawaki.

"....."

"Kau mendengar ku kan ayah?"

"....."

"Mereka tidak akan kembali, jujur saja. Aku tidak terima dengan hal ini, bahkan aku tidak bisa menampakkan wajah ku pada sarada karna tidak menempati janji ku pada nya"

"Kawaki.."gumam naruto pelan.

Dengan berat hati naruto menerima hal ini, Naruto menatap wajah mayat Sasuke "wajah nya tetap saja datar, haha" Naruto tertawa dengan suara aneh nya, tetap saja suara hujan lebih mendominasikan daripada suara tawa aneh Naruto. Naruto sedang stres.

____________________

Jam demi jam berlalu, entah sudah berapa jam gadis raven itu berdiri menatap jalan di depan nya, jalan menuju konoha. Ia mengharap beberapa orang yg sangat ia kagumi pulang dengan selamat dan baik baik saja.

"Kami-sama, kumohon" sarada mengepal kedua tangan nya.

Dari arah kejauhan tampak dua orang berjalan menuju pintu gerbang konoha, gadis raven itu sempat tersenyum namun.. kembali meneteskan air mata nya, dapat ia lihat dengan jelas idola nya yg mengendong seseorang berambut hitam lekat seperti diri nya ,dan orang berambut kuning dan hitam menggendong seseorang dengan rambut kuning.

Tap

Tap

Mereka tepat sampai di depan sarada, mata sarada membola tubuh nya menegang kaku, "a-apa i-itu pa-papa dan b-boruto" ucap sarada terbata bata. Air nya masih mengalir deras di pipi nya.

"Maaf" sarada tidak menggubris perkataan kawaki.

Sring..

Saringan dengan tiga tamoe aktiv tanpa sarada sadari, mulut nya ternga-nga mata nya membola. Perlahan lahan tubuh nya dengan guntai jatuh di tanah, ia menatap lekat kedua orang yg sangat ia idamkan itu, papa nya yg sangat keren bagi diri nya dan boruto yg sangat ia cintai.

"Nanaidaime, jangan bilang jika mereka" sarada dengan wajah lesu nya menatap Naruto.

"Kau harus mengerti, sudah saat nya mereka pergi -ttebayo" Naruto ikut duduk di samping sarada.

"......"

"Sarada, kau harus menerima nya dengan ini kau akan menjadi hokage dan mereka pasti senang dgn hal itu"

"...."

"Sarada?"

"Nanadaime apa kau gila? Jika aku tidak bisa menyelamatkan mereka bagaimana bisa aku menjadi seorang hokage. Kau hokage kan? Seharusnya kau mengerti shannaroo!!"

"Ta--"

"Aku seperti kehilangan jati diri ku, hiks..papa adalah orang yg slalu aku kagumi sejak aku kecil, dan aku slalu menganggap papa keren walau bertahun tahun tak bertemu dgn nya, dan papa meninggalkan ku sangat cepat, papa kenapa kau bertingkah konyol ha? Apa kau tidak sayang pada ku dan mama? Aku bertanya pada mu hiks.."

"Sarada, maafkan aku tidak bisa menempati janji ku pada mu" sarada masih tidak menggubris kawaki.

"Dan kau boruto! Kau slalu saja membuat ku cemas. Kau slalu saja bertingkah bodoh demi melindungi semua nya, kau akan slalu membuat ku khawatir tapi aku senang dgn hal itu, selama bertahun tahun kau pergi meninggalkan ku ,kau pergi berkelana aku sanggup dgn hal itu, tapi sekarang kau meninggalkanku untuk selama nya. Aku membenci mu baka!!" Sarada menangis' sangat keras. Hingga mengundang Beberapa warga melihat tingkah konyol nya.

Tik..

Tik..tik..

Hujan demi hujan turun membasahi kedua mayat itu, saringan' milik sarada berubah menjadi magekyou saringan, sarada merasa kan kebencian yg mendalam. Sungguh menyakitkan.

"Boruto dan sasuke menitipkan pesan untuk mu" sarada melihat kawaki.

"Hn?"

"Mereka bilang 'aku, papa mu akan dengan senang melihat mu menjadi hokage nanti, berkat papa akan slalu bersama mu sarada. Jangan rindukan papa, papa sangat menyayangi mu sarada, jika kau rindu papa buatlah sebuah chidorii dan kau akan melihat bayangan papa bersama chidorii itu' itulah pesan dari papa mu, dan dari boruto 'sarada, maafkan aku tidak bisa menempati janjiku padamu, maafkan aku karena tidak bisa mendampingi mu saat kau menjadi hokage nanti, namun jiwa ku akan slalu bersamamu:), kau tahu? Aku tidak mau kehilangan mu, ambillah kalung ku untuk mu sebagai tanda cinta ku padamu' itulah yg mereka katakan, aku minta maaf padamu" kawaki menunduk, ia tidak berani menatap wajah sarada.

Hujan mulai deras, hujan deras mengantar kan kepergian dua pahlawan Konoha ini, mereka mati dengan senyuman tipis di wajah mereka, setelah mendengar perkataan kawaki sarada menjadi semakin sedih "aku juga ingin matiii!!!!!" Sarada berteriak sangat keras. "Aku ingin bersama mereka berdua.."

Sebenarnya yg paling mengerikan di dunia ini bukanlah karna suatu kegagalan jika kau gagal kau bisa mencoba kembali, dan bukan juga karna di tinggal oleh orang orang yg sangat kau cintai, Karna cinta bisa kita temukan kembali. Namun yg paling mengerikan adalah di belenggu rasa kesepian.

Manusia tidak akan pernah menang dari rasa kesepian, rasa kesepian adalah penderitaan yg sangat menyakitkan.

Brukk..

Tubuh sarada ambruk di tanah, namun sesuatu menampung kepala nya, aroma yg sangat ia kenal "mama.." gumam nya.

"Sarada, bangun nak mama tidak mau kau juga pergi dari mama shannaroo!" Ibu dengan surai pink itu tersenyum sambil menangis, Byakugou nya telah aktiv sedari tadi.

"Mama.." sarada memejamkan mata nya. Nafas nya berhenti seketika.

"Tidak! Sarada"

"Sarada bangun..."

"Sarada"

"Saaraadaaa..."

"Sarada"

____

"Sarada"

"Sarada.., kau baik baik saja?"

Gadis yg di panggil sarada itu membuka kelopak mata nya , menampakkan mata hitam kelam milik nya "mama, dimana ini?"

"Akhirnya kau sadar, mama sangat khawatir"

Sarada mengedarkan pandangan nya, seperti nya ini adalah tenda medic, sarada melihat banyak korban korban terluka, sarada memegang leher nya, sepertinya ada yg sesuatu di sana, "i-ini milik b-boruto.." ujar sarada pelan.

Kalung milik boruto terpakai di leher nya "kau tidak apa apa sarada, apa kau bermimpi?"

"Mimpi?"

"Sarada, mama sangatlah khawatir pada mu jangan membuat mama sedih shannaroo!"

"Dimana papa ,boruto, dan yg lain mama?"

"Mereka..."

-oOo-

To be continue..

Follow : sar_anime

Continue Reading

You'll Also Like

117K 7.9K 22
โ€ขFanfiction Boruto โ€ขCOMPLETED Di tengah peliknya situasi Konoha karena serangan Code dan tentaranya, Sarada mendapatkan fakta jika Shin yang pernah...
35.1K 2.6K 35
Sarada diberi kepercayaan penuh untuk mengawasi serta mengurus apa pun itu yang bersangkutan dengan Boruto. Bahkan mereka mulai tinggal satu atap! Be...
465K 37.9K 40
"Hm? Ayahmu? Sasuke?" - Itachi - "Apa maksudmu, hah? Naruto ayahmu? Maksudmu apa?!" - Neji - "Entahlah.. Chakranya mirip sekali dengannya!" - ? - ...
3.4K 294 29
Kisah tentang Uzumaki Boruto dan Uchiha Sarada yang melibatkan banyak orang dalam hubungannya. Mereka kembali bertemu saat ayah nya Sarada, Uchiha Sa...
Wattpad App - Unlock exclusive features