Willa membelengguh menghela nafas ketika tak terjadi sesuatu pada dirinya.
Pendengaran nya malah menangkap suara rintihan khas seorang laki-laki.
Willa membuka matanya sebelah,sebelum penglihatannya sempurna ada seseorang yang dengan cepat mendekapnya dan membawa Willa pergi dari tempat itu.
Ha-ha-ha malah terdengar suara tawa tak jelas dari seseorang yang sudah tertinggal jauh.
Willa segera berusaha melepaskan diri dari orang yang menghalangi penglihatannya.
"Ri..Riko"
Willa mengucapkan dengan terbata-bata.
Willa menerawang jauh pikiran nya kenapa Riko menghalangi penglihatannya tadi
Willa segera membuat jarak yang agak jauh dari Riko.
Willa ingin sekali menjerit tetapi tenggorokan nya terasa sakit sulit untuk di ajak kompromi.
Di pikiran Willa terlintas bayang-bayang lelaki tadi.Bahkan Willa berfikir yang ada di hadapannya adalah jelmaan Riko.
Yah otak pintarnya tidak akan berfungsi normal jika Willa dalam keadaan ketakutan.
"Lo siluman"
Willa menunjuk Riko dengan tangan yang bergetar, serta bibir yang yang juga sama bergetar.
Kakinya lemas ingin sekali dia roboh.
Riko menaikkan alisnya bergantian ia sangat terkejut dengan hasil dari pikiran Willa yang menurut nya terlalu banyak menghayal.
Riko maju melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah.
Sedangkan Willa memundurkan langkahnya dengan gemetar.
Sebelum Willa berbalik dan lari Riko segera mencekal pergelangan tangan milik Willa.
"Ahk..."
Rintih Willa sambil berusaha melintir tangan Riko yang mencekalnya.
"Lepas dasar siluman"
Teriak Willa sebelum dia melemas dan ambruk.
🍃🍃🍃🍃
Suara remang-remang menuntut agar Willa membuka matanya.
Walau sebenarnya Willa merasa lebih nyaman dalam kondisi seperti ini,namun entah suara yang mana yang mampu menggugah jiwanya agar dia terbangun.
Semua orang yang mengelilingi Willa mengucapkan syukur Alhamdulillah akhirnya Willa sadar juga.
Mata Willa mengerjap-ngerjap berusaha meneliti dimana kah sekarang dia berada.
Dan dari orang-orang yang mengelilingi Willa, Riko lah yang berjalan mendekat dan jongkok di depan Willa.
"Ah.......sil..lu.."
Sebelum Willa membuat kacau acara jelajah alam Riko segera membekap mulut Willa dengan satu tangannya.
"Diem bisa gak!!"
Lirih Riko,membekap mulut Willa.
Dengan begitu Willa tidak akan membuat semua orang ketakutan.
"Emm.."
Dengan sekuat tenaga Willa menggigit jari Riko yang masih membekapnya.
"Aduh.."reflek Riko pun menjauh kan tangan nya.
"Gu..gue..takut.."
Lirih Willa sambil menundukkan kepalanya,tidak seperti biasanya dan hal itu membuat Riko heran.
"Ada gue gak usah takut,tapi ingat nanti setelah ini Lo dapet hukuman dari gue,karena Lo udah lancang masuk ke dalam hutan sendiri"
Lirih Riko agar semua teman-temannya tidak mendengar obrolan mereka berdua.
"La..Lo kenapa sih...??"
Tanya Willi yang baru saja datang dari arah depan.
"Gue gak papa.."
Willa menggeleng pelan meyakinkan kembarannya.
"Tapi tadi katanya Lo pingsan??"
Riko berdiri cuek kemudian Riko beralih ke arah para panitia yang membawa p3k.
"Basya...mana..??"
Tanya Riko saat tidak menemukan Basya di sekitaran para panitia.
Semua temanya juga menoleh ke kanan dan kiri mencari sosok Basya.
"La..nih minuman buat Lo.."
Suara bass penuh kemerduan itu mengundang semua mata anak pecinta alam.
"Basya...???"
Lirih Riko heran,sikap Basya yang tiba-tiba sangat perduli dengan Willa membuatnya agak risih.
"Makasih.."
Ucap Willa sambil menerima minuman dari Basya.
Nasya yang tengah berdiri di belakang Willi hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.
Tiba-tiba nafasnya tersengal tidak karuan,seperti ada yang menyumbat di area pernafasan nya.
Willi menoleh ke belakangnya,matanya menatap sedih kearah Nasya.
"Gue pergi dulu"
Suara Nasya sudah tidak karuan.tercipta nada sedih dalam setiap ucapannya.
Sedangkan Basya berusaha mengalihkan pandangan agar tidak bertemu tatap dengan mata milik Nasya.
Dia berkali-kali melafazkan kata maaf dalam batin nya.
"Bas..."
Riko yang dari tadi mengamati adegan drama antara Basya,Nasya dan Willa berniatan ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,pasalnya yang dia tahu Basya itu orang yang tidak mudah jatuh cinta pada orang lain.dan yang dia ketahui juga bahwa Basya sangat mencintai Nasya.
"Basy"
Riko menepuk pundak Basya degan telapak tangan nya.
Willi pun segera mengajak Willa pergi, teman-teman mereka juga sudah menghilang satu-persatu.
Kini tinggal Basya dan Riko.
"Gue heran sama Lo..Bas, sebenarnya ada apa sih"
"Bukan urusan Lo"
Basya menyingkirkan tangan Riko yang masih bertengger dibahunya.Riko menatap langit yang nampak cerah.
"Basya..gue itu kenal sama Lo udah lama bukan cuma sekedar kenal nama..,dan sikap aneh Lo bikin gue heran, Lo kaya bukan Basya yang gue kenal"
Saat sedang asyik-asyiknya curhat Basya malah melenggang pergi meninggalkan Riko yang masih saja berceloteh.
"Lo itu udah gue angep saudara gue Bas,jadi kalau Lo punya masalah cerita aja ke gu__"
Riko mengalihkan matanya menatap kearah tadi Basya berdiri.
"Benar-benar sih Lo..gue malah di tinggal pergi"
Maki Riko menghentakkan kaki nya dengan kesal.
"Riko.."
Panggilan melengking yang mampu membuat Riko menepuk jidatnya dengan kesal.
"Ck.. Sandra"
Riko segera berlari pergi saat Sandra berjalan mendekati nya.
"Rik..tunggu!!"
Riko tidak mengagas permintaan dari Casandra.
🍃🍃🍃🍃
Setengah jam telah berlalu masa istirahat mereka telah usai.
Sebagai ketua Riko menyuruh para peserta pecinta alam untuk siap-siap dan segera melanjutkan perjalanan sebelum malam.
Riko menguatkan dirinya sendiri agar tidak takut untuk menghadapi rintangan selanjutnya.
Yah Riko sudah mengetahui asal usul laki-laki bertopeng yang membuat Willa ketakutan.
Dia adalah orang gila yang sering keluar masuk hutan yang sudah di klaim sebagai tempat tinggal nya.
"Ayo ayo semuanya cepat !!"
Teriak Alam memaksa para pesertanya untuk segera cepat karena mereka harus mengejar waktu yang semakin lama semakin sore.
"Ck..masa udah mau jalan lagi sih gue masih capek nih.."
Gerutu Willa sambil menghela nafas dengan kesal.
"Dari pada nanti kesorean"ketus Nasya tanpa menoleh kearah Willa sedikitpun.
"Lo kenapa sih sya kayak nya akhir- akhir ini Lo sinis banget sama gue ada masalah apa ,cerita dong???"
Balas Willa sambil memutar bola matanya jengah.
Sedang kan Willi yang berdiri di antara mereka berdua hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ini yang salah Basya atau Willa yang gak peka..??"
Batin Willi sambil memandang Willa dan Nasya yang masih saja berdebat.
"Oke semuanya ayo kita lanjutkan perjalanan..!!!"
Riko mengawali berjalan di depan sendiri kemudian di susul oleh para panitia yang lain,tapi tidak dengan Basya dia masih saja diam ditempat.
Setelah semua peserta berjalan lebih dulu baru kemudian Basya menyusul di belakang.
Semua itu Basya lakukan untuk menghindari tatapan mata penuh pertanyaan dari Nasya.
🍃🍃🍃🍃
Follow dulu yakk..!!!!