Berteman sama aku di instagram yuk guys! @shafafdlhptr_
Jangan lupa follow akun ini juga yaa..
.
Dipagi hari nampak cerah, awan begitu sangat indah, sinar matahari yang cukup terik membuat siswi SMA Angkasa bersemangat untuk pergi ke sekolah, kenapa bersemangat? Ya, karena mereka bersemangat hanya untuk bertemu dengan Geng Phoenix, namun tidak dengan siswa laki-laki SMA Angkasa yang merasa terkalahkan.
Beda halnya dengan perempuan yang baru datang dengan menaiki motor KLX, ia sangat malas untuk memulai adaptasi karena ia akan bersekolah di SMA Angkasa, sekolah barunya di kota Bandung.
Jari jari lentiknya bergerak menyisir rambut panjangnya ke belakang, dan mengikatnya dengan karet hitam yang berada di pergelangan tangan. Setelah selesai dengan urusan mengikatnya ia segera menggunakan helm dan melajukan motornya keluar dari halaman rumah.
Wanita itu bernama Adriana Albertina. Perempuan sempurna yang memiliki wajah bak Dewi Yunani, sifatnya yang tomboy, galak, jutek ketus, tidak kenal rasa takut, selalu mencoba hal-hal yang baru, sedikit nekat, pintar, cerdas, Adriana akan baik jika orang itu bersikap baik padanya, namun jika orang yang mengusik ketenangan Adriana, ia akan lebih sangar seperti singa.
Dan jangan lupakan dia Ketua Geng Motor no.1 di Jakarta bernama 'Outwals' tetapi Geng itu sudah dibubarkan beberapa bulan yang lalu karena kasus yang merenggut nyawa seseorang dan resmi dibubarkan oleh pihak kepolisian.
Motor KLX Adriana membelah perjalanan ramainya kota Bandung yang macet, di perjalanan hanya terdengar suara kendaraan motor maupun mobil.
Sesampainya motor Adriana di Kawasan SMA Angkasa, ia langsung memarkirkan motornya, membuka helm full facenya dan menarik karet gelang hitamnya, sehingga menampakan rambut blonde yang tergerai indah.
Adriana mengedarkan pandangannya melihat suasana SMA Angkasa, ia sebenarnya malas masuk ke SMA Angkasa. Namun Papa nya yang memasukan Adriana ke SMA Favorit itu, Adriana melangkahkan kakinya berjalan menuju ruang Tata Usaha dan melewati siswa-siswi yang menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya, ada juga yang menatap nya sinis karena pakaian Adriana yang membedakan dari semua siswa-siswi Angkasa.
Adriana memakai celana legging hitam yang melekat di jenjang kakinya yang begitu pas, serta menggunakan jaket kulit hitam yang menutupi badannya sehingga terlihat keren dan gagah.
Dengan percaya diri Adriana terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan siswa-siswi. Adriana mengelilingi sekolah untuk mencari ruang TU namun nihil, sepertinya ia harus bertanya untuk menanyakan dimana letak ruang TU. Adriana terus menyusuri koridor untuk bertanya pada seseorang yang bisa membantunya.
Bruk!!!
Adriana terjatuh karena ditabrak seseorang yang sedang berjalan tergesa gesa.
"Eh, sorry-soryy." ucap seseorang yang menabrak Adriana
Adriana mendongak, orang itu menyerahkan tangannya untuk membantu Adriana berdiri. Namun Adriana tidak menanggapi tangan orang itu, ia berdiri sendiri membenarkan jaketnya.
"I'ts oke" ucap Adriana tersenyum tipis
"Lo, anak baru, ya?" tanya orang itu
Adriana mengangguk "Ruang TU dimana, ya?" tanya Adriana
"Em, oh. Yaudah gue anter, sekalian gue ke ruang guru" kata orang itu
"Gak papa?"
"Santai aja kali, orang satu arah." Ujarnya orang itu
Adriana tersenyum kikuk "Yaudah, yuk" ajak orang itu.
Adriana berjalan di belakang laki laki yang tadi menabraknya, dia hanya menatap lurus punggung yang berada di depannya tidak menghiraukan ucapan ucapan yang di tujukan untuknya.
"Cantik sih, tapi masih cantikan kak Selly!"
"Baru kali ini gue bersyukur masuk ni sekolah jal!!"
"Neng operasi pelepasan sayap sakit gak?" Goda seorang laki-laki yang sedang berkumpul dengan temannya di depan kelas.
"So cantik!"
"Cari perhatian!"
Sesampainya di depan ruang TU, Adriana sudah tidak lagi mendengar ucapan ucapan yang di tujukan padanya.
"Ini ruang TU nya, gue duluan ya!" Ujarnya.
"Hm, thanks!" Ucap Adriana dengan wajah ramah.
"Sama sama!" Kata orang itu.
"Eh!!.. yah!!" Adriana memanggil pria itu tapi dia sudah masuk ke ruang guru.
"Padahal mau tanya nama dia siapa." Ujarnya pada diri sendiri.
"Ehh kamu Adriana yang murid baru ya?" Tanya seorang guru yang baru keluar dari ruang TU.
"Iya Bu." Jawabnya.
"Saya Bu Dona wali kelas kamu." Ucapnya.
"Kamu masuk kelas 11 IPA 2, mari ikut dengan saya." Lanjutnya, Adriana hanya mengangguk dan mengikuti guru itu memasuki ruang TU.
Setelah selesai dengan pakaiannya, dan kunci loker miliknya sudah ada tangannya, sekarang Adriana menuju kelas barunya bersama Bu Dona.
****
"DIEM NAPA WOI!!!" Teriak Rio sang ketua kelas yang sedari tadi berusaha memberhentikan keributan yang di ciptakan di kelasnya.
"Yo yo! Sabar sabar! Lo masih muda juga udah marah marah!" Temannya menepuk nepuk pundak Rio yang sedari tadi berteriak.
"Bodo ah cape gue jadi KM!" Kesalnya.
"Gak ada yang nyuruh lo jadi KM juga!" Timpal Mela.
"Lo diem!!" Tunjuk Rio pada Mela.
"Jangan nunjuk gue!" Sahutnya.
"Emang ngapa? Lo kalau di tunjuk berubah jadi batu?" Tanya Rio.
"Enak aja! Emang gue anak durhaka apa!?" Sewot Mela.
"Durhaka Mel, durhaka banget!!" Sahut Dalia.
"Lo kok bela dia sih!?" Tanya Mela pada Dalia.
"Lah emang bener, lo anak durhaka di suruh beli cabe aja lo malah bawa ibu kost, padahal nyokap lo udah nungguin lama!" Ujar Dalia.
"Emang ibu kost nya aja cabe paket lengkap, mulutnya, kelakuannya, akhlaknya udah kaya cabe!" Ucap Mela sewot.
"Emang akhlak yang kaya cabe gimna Mel?" Tanya Dalia.
"Bodo Al bodo!" Katanya kesal.
"Gue gak Bodo ya!" Cegah Dalia.
"Ampun dah gua punya temen kayak lo!!" Kesalnya, Mela mengacak rambutnya frustasi lalu menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan.
"Lagian siapa juga yang nyuruh lo temenan sama gue!" Sewot Dalia, matanya kembali fokus pada layar handphone nya yang memutar sebuah drama asal negeri ginseng.
"Kesian padahal masih muda." Ucap Agatha saat melihat Mela.
"Hah! Apa Tha?" Tanya Dalia.
"Kagak gue gak ngomong apa apa!" Sanggah Agatha cepat dengan gelengan di kepalanya.
"Gue udah ngasih tau dari tadi ya!, Awas aja lo pada bilang kalau gue jadi KM gak becus!" Ujar Rio sekali lagi.
"Berisik amat sih lo!"
"Ribet banget jadi KM!" Celotehan yang terlontar dari teman sekelasnya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar kelas tidak terdengar oleh mereka karena terlalu berisik.
Brakk!
Terbukanya pintu dengan sangat keras, membuat seluruh penghuni kelas terperanjat kaget.
"Buset, bu. Gak nyelow banget, buka pintunya." ucap Rio seraya mengusap dadanya.
"Ketuk pintu dulu napa, bu. Kalo mau masuk." protes teman sebangku Rio.
"Kalian aja yang berisik, ibu sudah ketuk pintu dari tadi!" sahut Bu Dona
"Ayo, nak Adriana. Masuk" ucap Bu Dona pada Adriana.
Adriana berjalan masuk ke dalam kelas, ada rasa grogi yang kini Adriana rasakan saat langkahnya mulai memasuki kelas.
Semua penghuni kelas terdiam saat melihat murid baru itu adalah wanita yang sedang menjadi pembicaraan warga sekolah.
"Anak-anak, kita kedatangan teman baru. Ayo perkenalkan diri kamu" ucap Bu Dona.
"Gue Adriana Albertina pindahan dari jakarta, semoga bisa berteman dengan baik." ujar Adriana tersenyum.
"Yo pantes gula gue di rumah gak manis, ternyata ada di sini!" Kata Toni teman Rio.
"Lo pindah profesi jadi gembel Ton?" Tanya Mela yang berada di belakang Toni.
"Iya Mel kenapa lo mau nyumbang buat gue?" Tanya Toni.
"Nih!!" Ujar Mela dengan kepalan tangan yang di tujukan pada Toni.
"Mela!! Toni!!" Peringatan Bu Dona.
"Toni duluan Bu!" Adu Mela.
"Enak aja!!" Sanggah Toni.
"Toni, Mela!!!" Ucap Bu Dona dengan pelototan mautnya, membuat kedua orang itu terdiam.
"Adriana kamu bisa duduk sama Agatha di belakang sana!" Tunjuk Bu Dona pada wanita yang sedang sibuk dengan novelnya.
"Iya Bu." Jawab Adriana.
Adriana melepas tasnya dan di simpan di atas meja, lalu dia duduk di samping Agatha yang tidak memperdulikan nya.
Delia dan, Mela wanita yang berada di depan Adriana membalikan badannya.
"Tha ada murid baru tuh!!" Ucap Dalia pada Agatha yang sama sekali tidak di gubris karena terlalu fokus pada bukunya.
Adriana hanya mengeluarkan peralatan yang di perlukan nya dari dalam tas, dia merasa canggung karena baru kali ini dirinya beradaptasi dengan teman dan lingkungan baru.
Mela mengulurkan tangannya pada Adriana. "Pamela, panggil aja Mela." Ucapnya ramah.
Adriana menerima jabatan tangan itu dengan senyum yang canggung. Dalam hati dia mengatai dirinya sendiri mengapa bisa secanggung ini.
"Adriana." Jawabnya.
"Kalau gue Adalia, panggil aja Dalia." Ucap Dalia wanita yang berada di samping Mela.
"Emm kalau ini." Tunjuk Mela pada Agatha yang sedari tadi membaca buku.
"Tha!!" Ucap Dalia mengguncang bahu Agatha.
Plukk!!.
"Dalia lo apa apaan sih?!!" Ucap Agatha saat handphone nya jatuh karena ulah Dalia.
"Lagian gue panggil gak nyaut nyaut!" Ucap Dalia sembari mengambil handphone Agatha di lantai.
Dalia melotot melihat layar handphone Agatha menampilkan game berupa ular.
"Onta gue kira lagi baca buku!" Ucap Dalia menyimpan Handphone Agatha dengan kasar di atas meja.
"Udeh diem!!" Ucap Mela. "Tha ada murid baru." Lanjutnya.
Agatha melihat ke arah kanan tepat pada seorang wanita yang duduk di sebelahnya.
"Adriana." Ucap Adriana.
"Oh.. Agatha, sorry gue gak liat lo dari tadi." Ucap Agatha.
"Gak papa kok." Ucap Adriana ramah.
"Lo pindahan dari mana?" Tanya Agatha.
"Jakarta." Jawab Adriana.
"Kenapa pindah?" Tanya Dalia.
Adriana gelagapan sendiri mencari alasan kepindahan dirinya.
"Kepo lo! Udah sana sana!" Usir Agatha.
"Riweh!!" Sewot Dalia.
Adriana menggaruk lehernya karena merasa canggung dan, tidak tau apa yang akan dia lakukan lagi.
"Gue panggil lo apa?" Tanya Mela.
"Emm,, gue biasa di panggil Riri." Sahut Adriana.
"Oh oke." Kata Mela, dia menghadap ke depan untuk melihat papan tulis yang sudah penuh dengan materi yang, di tulis oleh sekertaris kelas.
"Ehh!" Ucap Mela kembali membalikan badannya ke belakang.
Adriana dan, Agatha yang sedang menulis mendongakkan kepalanya.
"Hehe,, gue mau ajak lo istirahat bareng mau kan?." Ucap Mela.
"Jangan mau nanti di jadiin babu yang ada!" Sanggah Dalia cepat.
"Sekate-kate lo ngomong! Mana ada cewek secantik dan, baik hati kaya gue jadiin orang babu!" Kesal Mela.
"PD gila cakep kali lu!" Ujar Dalia.
Adriana hanya tersenyum melihat pertengkaran dua wanita di depannya ini, dia jadi mengerti bagaimana rasanya memiliki teman wanita, karena selama ini Adriana hanya berteman dengan laki laki.
"Ehmm, emang gue boleh gabung sama kalian?" Tanya Adriana.
"Boleh lah! Bagus bagus gabung sama kita, bukan geng nya nenek lampir, yang kerjaannya nyinyir mulu!" Ucap Mela.
"Punya dendam sama kelas sebelah kayanya lo!" Kata Dalia.
"Ngomong lagi gue aduin nih!" Ucap Rio yang jengkel dengan teman temannya di belakang.
"Cih tukang ngadu!!" Cibir Mela.
Kelas itu perlahan sunyi, semua penghuninya sedang sibuk berkutat dengan alat tulisnya. Menyalin tulisan yang ada di papan tulis.
Bel istirahat berbunyi nyaring di setiap koridor kelas, surganya bagi warga sekolah saat ini adalah kantin. Mereka berbondong-bondong ke arah kantin, untuk mengisi perutnya yang sudah kosong yang meminta asupan. Karena sedari tadi otak mereka sudah terkuras habis saat pelajaran jam pertama dan kedua.
Sama halnya dengan Agatha dan teman temannya. mereka keluar kelas menuju kantin, namun ditambah dengan Adriana.
Mereka memang sudah memiliki gelar 'Queen of School Angkasa' maka tak heran jika mereka sedang berjalan, sering ditatap kagum oleh murid laki laki yang lain. Namun ada juga yang tidak menyukai mereka seperti wanita yang hobinya membicarakan kekurangan orang lain.
Apa lagi sekarang ditambah kehadiran Adriana membuat siswi yang lainnya tambah iri. Tatapan tatapan tajam mulai terarah pada Adriana tapi dia tidak menghiraukan tatapan mereka. Meski sedikit merasa risih.
Adalia Alexa Smith, sering di sapa Dalia. Sifatnya yang periang, ceria, cerewet, heboh, sedikit telmi, cute, kpopers garis keras. Dia memiliki bakat maraton Drakor dalam 1 hari. Prinsipnya "jomblo sampai tuhan bilang bias jodohmu." Stress parah temen gue gak ada obat!!.
Agatha Ameera Beatrice, sifatnya yang judes, sensian, tomboy, ramah, baik, dan ketua tim basket cewek di SMA Angkasa. Dia sudah lebih akrab dengan Adriana karena hobi dan kepribadian mereka mirip.
Clarissa Myesha Charlotte, sering di sapa ica. Sifatnya yang kalem, lembut, pemalu, tetapi Ica berada di kelas,11 IPA 5. Ica bisa barbar jika sudah bersatu dengan Dalia dan Mela.
Pamela Syera Juliane Kath, gadis berdarah Amerika ini sering disapa Mela. Sifatnya yang heboh, galak, suara seperti toa, korban fuck boy, memiliki pipi chubby. Sad girl btw, tapi katanya "semenjak pacaran sama Relda gue gak jadi korban buaya lagi!" Padahal Relda buaya kan ya?
****
Mereka sudah sampai di kantin memilih meja paling pojok agar tidak terlalu ramai. Setelah sudah duduk di tempat yang di tentukan, semua mata saling pandang.
"Sekarang bagian lo, Mel." ujar Dalia
Adriana hanya mengernyitkan dahinya bingung.
"Lah, kok gue. Kenapa gak lo aja?" jawab Mela
"Ini kenapa sih?" tanya Adriana bingung
"Kit-" ucapan Agatha terpotong oleh teriakan seseorang.
"Wah parah lo pada ninggalin gue!" ucap seorang wanita. Yang pastinya tidak Adriana kenal.
"Nahh, si ica aja tuh" ujar Mela
"Enak aja!!, Udah di tinggalin, tempat duduk gu---" ucapan Clarissa terpotong saat melihat tempat duduk biasanya di tempati seseorang.
"Lo siapa?" Tanyanya.
"Sopan dikit!, Dia murid baru!" Ucap Agatha.
Adriana jadi merasa bersalah saat melihat raut wajah wanita itu.
"G gue bisa pindah ko." Ucapnya ragu, karena jika dia pindah, Adriana tidak memliki orang yang dia kenal selain mereka.
"Santai aja kali gue bercanda tadi." Kata Clarissa.
"Gue Clarissa, nama lo siapa?" Tanya Clarissa.
"Adriana!" Ucap mereka serempak.
"Buset kompak amat kaya paduan suara!" Katanya, Clarissa sudah mengambil posisi duduk tapi.
"Stop, lo jangan dulu duduk. Pesenin dulu makanan gih." ucap Dalia sekenanya
Clarissa melototkan matanya "Wah lo ngejajah gue?"
"Ribut banget sih, yaudah gue aja." putus Agatha
"Agatha baik Ica suka!" Kata Clarissa yang sudah duduk di samping Dalia. Agatha memutar bola matanya malas.
"Gue bakso, sama air mineral." Ucap Mela.
"Gu---." Ucapan Clarissa terpotong oleh Dalia.
"Udah samain aja, biar lo gak ribet" ucap Dalia.
"Gak apa apa kan Ri?" Tanya Dalia.
"Enggak ko, malah gue yang gak enak." Ucap Adriana.
"Kenapa gak enak? Emang lo pernah nyobain kita?" Tanya Dalia yang sedang memainkan tempat sendok makan.
"Apaan sih lo nge jokes?" Tanya Mela.
"Udah ah gue mau pesen bakso dulu." Kata Agatha.
"Gue ikut!!" Teriak Dalia yang sedikit berlari mengikuti Agatha.
Adriana sedari tadi hanya diam karena dia tidak tau apa yang akan dia katakan.
"Ri lo yang tadi pagi naik motor kan?" Tanya Clarissa.
"Iya kok lo bisa tau?" Tanya Adriana.
"Iyalah, trending nih di grup sekolah."
"Hah?" Kaget Adriana, dia tidak mengetahui bagaimana seluk beluk sekolah barunya, jika ada orang yang mengetahui siapa Adriana sebenarnya bagaiman?.
"Lo cewe kedua setelah si Agatha, emang klop banget lo berdua." Ucap Clarissa.
"Agatha bawa motor?" Tanya Adriana, dia akan lebih senang jika teman barunya ini memiliki hobi yang sama.
"Heem, oh iya lo udah tau semua tentang sekolah ini?" Tanya Clarissa. Memang gudang informasi temannya ini.
Adriana hanya menggeleng, dia berharap sistemnya tidak seperti sekolahnya dulu.
"Nih gue kasih tau, Lo pasti ga asing kan sama sistem 'saling tindas?'." Ucap Clarissa.
"Junior yang di bully sama senior, di tahun berikutnya si junior balas dendam ke murid kelas 10, gak akan abis abis tuh yang kayak gitu." Ucap Adriana.
"Pinter banget temen gue!!" Seru Mela.
Adriana hanya tersenyum tipis. "Mereka selalu merasa kekuasaan akan di dapat saat berada di kelas atas, dalam artian apapun, padahal mereka cukup jadi berani dan melawan jika di perlukan." Ucap Adriana.
"Hidup di dunia harus berdering bukan kita yang di deringkan." Lanjut Adriana.
Clarissa dan Mela mengerjapkan matanya, mereka kagum dengan kata kata yang keluar dari mulut Adriana, si murid baru yang menghebohkan sekolah di hari pertamanya.
Up nieh..
Gimana part ini?
Semoga sukaa yaaa..
See you the next chap guyss😘
Jangan lupa vote dan comentnyaa!
Next lagi kapan?