Jangan lupa vote dan komen nya sebelum membaca☺
•••
Teet teet teet
"Baiklah pelajaran saya akhiri sampai disini. Selamat siang" semua siswa kelas XI IPA 4 langsung berhamburan keluar kelas.
"Rea ayuk ke kantin" ajak Thalassa. Rea menatap Thalassa sejenak lalu mengangguk "Yuk" balasnya.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan sesekali mendapati tatapan sinis yang ditujukan kepada Rea. Setelah sampai Rea dan Thalassa menduduki kursi yang terletak di pojok.
"Re lo mau makan apa?" Rea berpikir sejenak "Samain kayak Thalassa aja" ucap nya. Thalassa pun pergi ke stand makanan meninggalkan Rea sendirian.
Rea mengedarkan pandangan nya menatap seluruh siswa yang sedang berlalu lalang didepannya. Tampilan mereka tidak seperti anak sekolah pada umum nya, rambut di cat warna-warni, kaos kaki, sepatu pun warna-warni, bahkan para siswa laki-laki ada yang tidak memakai baju sekolah melainkan memakai kaos.
'Ini sekolah peraturan nya gak ketat amat ya masa penampilan gitu gak di razia, dikira ajang fashion show kali ya' batin Rea.
"Oy Rea!" seruan Thalassa membuat Rea terkejut. "Ngagetin aja sih, untung Rea gak punya riwayat penyakit jantung" ucap Rea.
Thalassa terkekeh "Emang kalo ada riwayat gimana Re?" tanya Thalassa.
"Mati di tempat ntar Rea" ucap Rea.
"Hush gak boleh ngomong gitu, omongan kan doa" tutur Thalassa.
Rea langsung memukul dahi nya "Astaghfirullah tadi Rea hilap maafin Rea Ya Allah" ujar Rea.
"Udah makan tuh" Rea pun memakan makanan yang ada diatas meja. "Berapa ini harganya Thal?" tanya Rea.
"50 ribu. Gue traktir elo kok" balasnya yang membuat Rea terbelalak. Bagaimana mungkin makanan seporsi kucing ini harganya begitu mahal.
"Makasih ya Thal. Emm Dibanding makan disini mending Rea makan di warung Bu Ijah, porsinya gede lagi" gumam Rea yang dapat di dengar Thalassa.
"Emang enak Re?" tanya Thalassa yang diangguki Rea. "Rasanya itu maknyoss banget deh. Dijamin kalo Thalassa ikut makan pasti ketagihan!" ucap Rea.
"Wahh kalau gitu kapan-kapan ajak gue dong!" balas Thalassa.
Rea mengacungkan jempol nya " Sip deh kapan-kapan Thalassa ke rumah Rea aja" ucap Rea.
"Rumah lo dimana?" tanya Thalassa. " Nanti Rea tunjukin pasti".
Suasana hening sejenak hanya dentingan sendok terdengar. "Emm Rea mau nanya boleh gak Thal?" tanya Rea.
"Ya boleh dong asal jangan nanya siapa nama jodoh lo aja, gue bukan peramal soal nya" Thalassa terkekeh sebentar.
"Gak mungkin Rea nanya itu, jodoh kan cuma Allah yang tau"
"Yaudah mau nanya apa Re?"
"Tadi pas kita perjalanan ke kantin, banyak yang natap Rea kayak gak suka gitu, kenapa ya? Apa Rea ada salah sama mereka?" Thalassa langsung terdiam sejenak.
"Gimana ya jelasin nya. Gini-gini SMA Serdroic ini punya 3 jalur untuk masuk ke sini. Yang pertama itu orang-orang kaya dengan nilai yang tinggi, nah biasa nya mereka itu langsung diterima tanpa sogokan apapun, terutama kalo orang tua mereka itu berpengaruh bagi sekolah. Yang kedua orang-orang kaya dengan nilai pas-pas an biasanya orang kayak mereka gini bisa masuk Serdroic lewat sogokan Re. Yang ketiga jalur beasiswa gak sembarang orang bisa masuk Serdroic jalur beasiswa, biasanya sih orang-orang dengan nilai sempurna sih" jelas Thalassa.
Rea pun mengangguk mengerti "Terus apa hubungan nya Thal sama tatapan gak suka mereka?" tanya Rea.
"Kaitan nya yaitu mereka benci sama anak yang masuk Serdroic lewat jalur beasiswa, biasanya sih yang benci gitu adalah murid dari jalur kedua Re, mereka iri karena yang lewat jalur beasiswa bisa dengan mudah nya masuk Serdroic sedangkan mereka susah payah harus nyogok" balas Thalassa.
Rea pun ber oh ria "Mereka tau dari mana ya kalo Rea masuk sini jalur beasiswa? Apa jangan-jangan mereka nguntit Rea?" Thalassa langsung terbahak mendengar nya.
"Mereka yang kelas atas jelas tau Re, dari penampilan biasanya mereka nilai" ujar Thalassa.
"Ohh. Kalo Thalassa jalur apa?" tanya Rea penasaran. "Gue jalur yang pertama" balas Thalassa.
"Wihh berarti nilai Thalassa tinggi ya" kagum Rea.
"Haha iya. Tapi banyak saingan gue Re, banyak yang gak kalah tinggi nilainya dari gue"
"Kalo gitu saingan Rea juga banyak dong, harus semangat belajar nih" Thalassa menatap Rea sebentar "Dengan belajar aja kadang gak cukup Re" ucap Thalassa.
Rea menatap Thalassa bingung "Maksud nya?"
"Lo nanti akan tau Re, sekolah disini tuh butuh kesabaran. Banyak yang harus dihindari Re" ujar Thalassa.
"Dihindari?" Thalassa mengangguk.
"Apa yang harus dihindari Thal?" tanya Rea lagi. Thalassa menatap Rea sekilas lalu menatap sekeliling nya, setelah itu dia langsung pindah duduk disamping Rea.
"Thalassa kenapa?" Rea bingung melihat ekspresi Thalassa tadi. "Gak. Cuma memastikan keadaan aman atau enggak" ucap nya.
"Ada 3 hal yang harus lo hindari disekolah ini Re. Dari Yang ketiga jangan pernah pergi ke Rooftop. Yang kedua jangan sampe lo telat datang ke sekolah Re atau lo tau akibat nya. Yang pertama ini wajib banget lo hindari Re, jangan pernah lewat depan kelas XII IPA 2 apalagi sampe ngelirik ke dalam kelas nya, jangan pokoknya bahaya!" seru Thalassa.
"Lah kenapa Thal? Emang salah ya lewat disitu?" tanya Rea. Thalassa menggelengkan kepalanya "Bukan salah atau enggak nya Re, tapi bahaya!"
Rea mengerut kan dahi nya bingung "Lo tau Re, kelas itu kelas yang paaalingg ditakuti sepanjang 3 tahun ini" jelas Thalassa.
"Kenapa gitu Thal? Banyak hantu?" Thalassa menggeleng "Lebih menakutkan Re dari hantu, kalo disuruh pilih ya mending gue masuk ke rumah hantu dari pada masuk ke kelas itu" ujar Thalassa.
"Kelas itu kenapa Thal?"
"Disekolah ini ada 3 orang yang paling ditakuti dan disegani dan semua orang itu ada dikelas itu" ucap Thalassa.
Rea pun menatap Thalassa serius "Siapa aja Thal?" Thalassa menatap sekeliling nya memastikan "Dari Yang ketiga Claresya Lidwi Nasution, dia cewek terganas sepanjang angkatan kelas XII"
"Ganas kayak harimau gitu?" tanya Rea ngawur. "Buka Re tapi dia itu suka ngebully dan buat masalah, mulut dia pedes banget ngalahin pedesnya cabe rawit gorengan"
"Pokoknya ngeri kalo kena semprotan dia. Gak hanya itu kemarahan dia kadang menimbulkan bahaya. Lo tau kenapa?" Rea menggeleng tak tau.
"Kemarahan dia bisa membuat kita menderita disekolah ini" ucap Thalassa.
"Ngerii banget" ucap Rea yang diangguki Thalassa. "Tapi akhir-akhir ini gue jarang liat dia ngebully lagi, mungkin karena para korbannya pada pindah" ucap Thalassa.
"Kasian banget yang jadi korbannya" balas Rea kasihan yang diangguki Thalassa.
"Lanjut, Yang kedua Aetheriz Nathaniel Brutomo, ketua OSIS terkejam. Dia gak segan-segan ngasih hukuman sadis untuk murid yang berani melanggar aturan"
"Hukuman tersadis yang paling bersejarah yaitu Kak Ravan kelas XII IPS 1, hukuman nya berendam di dalam air kolam tanpa baju cuman pake boxer terus ditonton sama seluruh murid selama 1 jam penuh tanpa boleh nampain muka nya ke dasar kolam. Setelah hukuman nya selesai Kak Ravan langsung dibawa ke uks karena badannya menggigil banget" ucap Thalassa.
"Kasian kali Kakak itu, dia dihukum karena apa Thal?" tanya Rea.
"Terlambat datang ke sekolah 2 jam habis itu bolos pelajaran lagi" tutur Thalassa yang membuat Rea tertegun.
"Tapi tetap aja gak pantes kan hukuman nya" Thalassa pun mengangguk "Makanya itu Kak Aether dijuluki ketos dengan aura terseram" ucap Thalassa.
"Rea jadi takut kalo terlambat" ucap Rea sambil bergidik.
"Iya Re jangan sampe deh lo telat" ujar Thalassa.
"Iya deh Rea akan selalu tepat waktu ke sekolah"
"Yang pertama siapa Thal?" Thalassa langsung merapatkan dirinya ke Rea.
"Yang pertama ini yang paling ditakuti satu sekolah Re. Gak hanya murid bahkan guru juga takut sama dia" ucap Thalassa berbisik. "Kenapa Thal?" tanya Rea berbisik juga.
"Namanya Eleos Arsenio Serd. Bahkan gue ngucapin namanya aja udah berdiri bulu kuduk gue, liat nih" Thalassa menunjukkan lengan Putihnya pada Rea. "Emang dia kenapa Thal?" tanya Rea.
"Dia anak dari pemilik sekolah ini, yang gue denger sih bokap nya paling ditakuti dalam dunia perbisnisan" ucap Thalassa.
"Ditakuti kenapa Thal?" tanya Rea.
"Dulu bokap nya mantan ketua pembully di sekolah ini paling ditakuti dan disegani di sekolah ini"
Rea langsung bergidik mendengar kata Bully "Hii pasti Ibunya juga mantan pembully ya La" balas Rea namun langsung digelengi Thalassa. "Lo salah Re nyokap nya adalah korban bully dari bokap nya, denger-denger sih nyokap nya dulu sama kayak lo sekolah disini jalur beasiswa" Rea pun tertegun mendengarnya.
"Apa dia ditakuti karena orang tua nya Thal?" Thalassa langsung mengangguk "Salah satu nya sih itu tapi yang paling penting Kak Eleos itu ketua dari Geng Velouiz. Geng yang ditakuti sama seluruh sekolah di Jakarta ini" jelas Thalassa.
"Geng nya kenapa Thal?"
"Geng itu punya pasukan lebih dari 1000 anggota dari macam-macam sekolah, anggota nya pun sangat ahli berbagai macam bela diri dari yang tingkat bawah sampe ke tingkat bela diri paling sulit. Geng itu bisa melawan geng musuh dalam 10 menit tanpa senjata, makanya paling ditakuti" ujar Thalassa.
Rea meneguk ludah nya kasar "Ngeri banget" Thalassa pun mengangguk "Yang terpenting jangan sampe lo berani natap mata nya apalagi ngejawab omongannya bisa-bisa lo langsung didepak dari sekolah ini" tutur Thalassa yang diangguki Rea.
"Rea pasti akan hindari 3 orang itu La" Thalassa pun mengangguk "Berdoa aja jangan sampe lo berhadapan dengan ketiga orang itu" saran Thalassa. "Pasti" balas Rea.
'Jangan sampe Rea berhadapan dengan tiga orang itu Ya Allah. Amin' batin Rea.
"Kalo dipikir-pikir semuanya serba 3 ya Thal" pikir Rea.
"Iya bagi murid di Serdroic 3 adalah angka terburuk disini tapi juga kadang membawa kebaikan" balas Thalassa.
Angka 3. Suatu yang harus dihindari disekolah ini tapi terkadang angka 3 itu membawa keberuntungan tanpa diketahui.
•••
Jangan lupa vote ya readers yang baik hati, Aku harap kalian tinggalkan jejak disini😁
Spam komen sebanyak-banyaknya untuk next part oke!
Salam cinta❤
Araa